Berita Terkini

Tiga Sebab Utama Allah Hancurkan Suatu Negeri

Oleh: Hamzah Baya, Ketua Mimbar Tauhid

JURNALISLAM.COM – Dewasa ini, Indonesia tengah dilanda berbagai masalah. Baik itu masalah bencana, sampai dengan masalah separatisme dan gerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di tanah Papua yang tengah memakan puluhan korban.

Pemerintah bersama masyarakat terlihat aktif untuk mencari solusi dalam bentuk tindakan dan pikiran. Bahu-membahu agar bumi Pertiwi kembali stabil, tidak terlihat goncang lagi. Setidaknya ada tiga sebab utama yang dirangkum penulis mengapa Allah menghancurkan sebuah negeri:

1. Bermaksiat Kepada Allah.

Diantara sebab Allah menghancurkan sebuah negeri yaitu disebabkan karena ulah manusia yang membuat kerusakan di bumi baik secara langsung dengan sengaja atau disebabkan kelalaianya.

Banyak yang memahami “kerusakan di muka bumi” hanya sebatas pada hal-hal yang nampak, seperti bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, kebakaran, pengrusakan hutan, tersebarnya penyakit menular dan lain sebagainya.

Sementara kerusakan-kerusakan yang tidak kasat mata, juga banyak dilakukan oleh manusia. Padahal ini adalah kerusakan yang paling besar dan fatal akibatnya, bahkan kerusakan inilah yang menjadi sebab terjadinya kerusakan-kerusakan yang nampak jelas di atas. Allah Ta’ala berfirman,

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41).

Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menyatakan bahwa semua kerusakan yang terjadi di muka bumi, dalam berbagai bentuknya, penyebab utamanya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia. Maka ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti “kerusakan” yang sebenarnya dan merupakan sumber utama kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi.

Imam asy-Syaukaani ketika menafsirkan ayat di atas berkata, “(Dalam ayat ini) Allah menjelaskan bahwa perbuatan syirk dan maksiat adalah sebab timbulnya (berbagai) kerusakan di alam semesta” (Kitab “Fathul Qadiir: 5/475).

2. Pemimpin yang tidak menjalankan syariat Allah

Allah Menghancurkan Suatu Negeri Lewat Pemimpinnya, Allah berfirman:

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada Pembesar di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
(Surah Al-Isra’ ayat 16).

Sungguh benar ayat ini membuktikan bahwa setelah kurang lebih 1400 tahun sejak zaman Rasulullah, banyak sekali ayat-ayat yang muncul sebagai kebenaran yang nyata.

Sudah terlihat apabila Allah berkehendak menghancurkan suatu negeri maka para Pembesar, Pejabat, Pemerintah atau orang-orang yang hidup dalam kemewahan telah melakukan berbagai macam kekufuran. Entah itu banjir di Kota Besar karena perselisihan pemerintahannya, entah itu hutan yang gundul karena keserakahan orang-orang kaya, bahkan para pemimpin yang jelas jelas tidak mau memberlakukan syariat Allah di dalam negeri tersebut dan masih banyak lagi contoh-contohnya.

Maka jika semua itu terjadi (kekufuran pembesar-pembesar itu) maka hak Allah untuk menghancurkan suatu negeri sudah final dan Allah akan mengahncurkan negeri itu sehabis-habisnya.

3. Tidak bersyukur kepada Allah (Kufur Nikmat)

Allah ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ ﴿١٥﴾ فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ ﴿١٦﴾ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا ۖ وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ

Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu: dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan), ‘Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya!’ (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar. Dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsl dan sedikit dari pohon sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan adzab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (Q.S As saba’ 34:15-17)

Kemakmuran negeri saba’.

Kerajaan ini terkenal dengan hasil alamnya sehingga banyak orang yang berhijrah dan berdagang ke sana. Dengan demikian, kerajaan ini bisa menjadi kerajaan yang sangat kaya dan makmur pada saat itu. Allâh Azza wa Jalla mengabadikan keadaan mereka di dalam al-Qur’ân:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ

Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allâh) di tempat kediaman mereka, yaitu: dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri [Saba’/34:15]

Dua kebun itu sangat luas dan terletak di hamparan lembah antara dua gunung di Ma’rib. Tanahnya sangat subur dan menghasilkan berbagai macam tanaman dan buah-buahan.

Qatâdah rahimahullah dan ‘Abdurrahmân bin Zaid rahimahullah, dua orang tâbi’i, menceritakan bahwa apabila ada seseorang masuk ke dalam kebun itu dengan membawa keranjang di atas kepalanya, ketika keluar maka keranjang tersebut akan dipenuhi dengan buah-buahan tanpa harus memetik buah tersebut. Dan di sana tidak ditemukan nyamuk, lalat, serangga, kelajengking dan ular. (At-Tahrîr wa At-Tanwîr. Muhammad Ath-Thâhir bin ‘Âsyûr. 1997. Tinusia: Dar Sahnûn.)

Kenapa Allah hancurkan kaum saba’?

Sebelum Ratu Bilqis masuk Islam, kaum Saba’ menyembah matahari dan bintang-bintang. Setelah beliau memeluk Islam, maka kaumnya pun mengikutinya.

Sampai kurun waktu tertentu, kaum Saba’ dalam keadaan bertauhid kepada Allâh Azza wa Jalla , hingga akhirnya kembalilah mereka ke agama nenek moyang mereka.

Allâh Azza wa Jalla telah mengutus tiga belas rasul kepada mereka. Akan tetapi, mereka tetap saja tidak mau kembali ke dalam Islam. Allâh Azza wa Jalla pun murka dan menghancurkan bendungan yang telah mereka buat. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ

Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir Al-‘Arim (Q.S Saba’/34:16)

Para ulama berbeda pendapat tentang makna al arim di ayat tersebut. Maknanya yang mereka sebutkan adalah sebagai berikut: air yang ditampung bendungan, air yang sangat besar, nama wâdi (lembah), dan mengirim seekor tikus yang menghancurkan bendungan . (Sunan At-Tirmidzi. Abu ‘Îsa At-Tirmidzi. Riyadh: Maktabah Al-Ma’ârif)

Dengan adzab yang Allâh Azza wa Jalla turunkan itu, hancurlah semua kebun yang mereka banggakan selama beratus-ratus tahun dan Allâh Azza wa Jalla gantikan dengan kebun-kebun yang tidak berarti.

Ini semua adalah balasan bagi orang yang sangat kafir kepada Allâh Azza wa Jalla dan tidak mensyukuri nikmat-Nya.

Wallahua’alam bisshowab

Menkominfo Rudiantara Sambangi Kedubes Saudi, Bahas Apa?

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melakukan kunjungan ke kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada Kamis, 13 Desember 2018. Kunjungan ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi.

Lansir Viva, Jumat, 14 Desember 2018, Rudiantara disambut hangat oleh Wakil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang baru, Yahya bin Hasan Al-Qahtani, didampingi sejumlah diplomat Arab Saudi, seperti Kepala Divisi Urusan Media, Ahmad Al-Omer.

Rudiantara mengatakan bahwa Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan yang sangat erat di berbagai aspek, yang salah satunya hubungan budaya.

“Tentunya, hubungan yang sangat erat ini akan terus berlanjut di masa depan,” kata Rudiantara. Terkait hal tersebut, Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam Festival Budaya Janadriyah yang digelar pada penghujung Desember 2018 di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh.

Selain itu, kedua pihak membicarakan hasil pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, di Rio de Jainero, Brasil, yang membahas tentang investasi Arab Saudi di situs kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah.

 

Polisi Jerman Laporkan 578 Kejahatan Islamophobia pada 2018

BERLIN (Jurnalislam.com) – Polisi Jerman mencatat 578 kejahatan kebencian terhadap kaum Muslim antara Januari dan September tahun ini, menurut angka yang dirilis pada hari Kamis (13/12/2018).

Sedikitnya 40 Muslim terluka dalam serangan yang sebagian besar dilakukan oleh ekstrimis kanan-jauh, Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam menanggapi pertanyaan parlemen.

Kejahatan anti-Muslim yang didaftarkan oleh polisi termasuk penghinaan, surat-surat ancaman, serangan fisik dan serangan terhadap masjid.

Oposisi Left Party, yang mengajukan pertanyaan parlemen, telah memperingatkan meningkatnya kampanye kebencian dan kekerasan terhadap umat Islam di negara itu.

Baca juga: 

Sekitar 27 Muslim terluka dalam serangan antara Januari dan September tahun lalu.

Jerman telah menyaksikan meningkatnya Islamophobia dan kebencian terhadap para migran dalam beberapa tahun terakhir yang dipicu oleh propaganda dari partai-partai sayap kanan dan populis, yang telah mengeksploitasi ketakutan atas krisis pengungsi dan terorisme.

Seorang Palestina Tembaki Bus Israel, 2 Warga Yahudi Tewas dan 2 Lainnya Luka

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dua warga Yahudi tewas dan dua lainnya terluka dalam penembakan dengan mobil di dekat kota Ramallah, Tepi Barat, Kamis (13/12/2018), menurut militer Israel.

Dalam sebuah pernyataan, tentara mengatakan seorang pria Palestina bersenjata menembaki sebuah bus yang membawa orang-orang Israel di Asaf Junction, di utara Yerusalem.

Tentara mengatakan telah meluncurkan perburuan untuk mencari penyerang, yang melarikan diri dari tempat kejadian tanpa cedera.

Penduduk setempat sebelumnya mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dua orang Palestina menembaki para pemukim dari mobil mereka yang bergerak.

Tidak ada klaim tanggung jawab atas serangan itu.

Baca juga: 

Setelah serangan itu, tentara Israel menutup semua pintu masuk ke Ramallah dan memerintahkan pasukan untuk tetap siaga.

Serangan Kamis itu terjadi beberapa jam setelah tiga warga Palestina menjadi martir oleh pasukan Israel karena mereka diduga terlibat dalam serangan penembakan di Tepi Barat, di mana dua orang Israel tewas dan sembilan lainnya terluka.

Ketegangan meningkat di wilayah Palestina yang dijajah sejak tahun lalu ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang dijajah oleh Israel – pada akhirnya berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

Yellow Vest Bersumpah akan Lanjutkan Demonstrasi Besar Hari Sabtu

PARIS (Jurnalislam.com) – Pengunjuk rasa Yellow Vest (Rompi Kuning) pada hari Kamis (13/12/2018) bersumpah akan mengadakan demonstrasi besar di Perancis pada hari Sabtu.

Berbicara pada konferensi pers di ibukota Paris, Maxime Nicolle, salah satu tokoh terkemuka gerakan Rompi Kuning, mengatakan mereka akan mengadakan aksi protes meskipun pemerintah menyerukan untuk berhenti setelah penembakan Strasbourg.

Priscilla Ludosky, juru bicara gerakan itu, mengatakan warga “kelelahan karena beban pajak yang besar.”

Sejak 17 November, ribuan demonstran mengenakan rompi kuning terang – Yellow Vest – telah berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk ibukota Paris, untuk memprotes kebijakan Macron yang kontroversial mengenai kenaikan pajak bahan bakar dan situasi ekonomi yang memburuk.

Baca juga:

Para demonstran, yang umumnya tinggal di daerah pedesaan karena harga sewa yang tinggi di kota-kota, telah meminta Macron untuk memotong pajak bahan bakar dan mengurangi kesulitan ekonomi mereka.

Menurut survei baru-baru ini, 84 persen orang Prancis – kebanyakan dari kelompok berpendapatan menengah – mendukung aksi protes.

Harga bahan bakar di Prancis telah meningkat lebih dari 20 persen tahun ini.

Protes Rompi Kuning dimulai di Perancis tetapi merambat ke negara-negara Eropa lainnya termasuk Brussels dan Belanda.

KTT 2 Hari Brexit Uni Eropa Digelar di Brussels

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – KTT dua hari tentang Brexit antara Inggris dan 27 pemimpin Uni Eropa dimulai pada hari Kamis (13/12/2018) di Brussels.

Berbicara kepada media menjelang KTT, para pemimpin menunjukkan bahwa tidak mungkin mengubah kesepakatan Brexit bulan lalu yang dicapai antara Inggris dan Uni Eropa.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekannya atas mosi setuju mereka dan mengatakan sudah waktunya untuk fokus pada persetujuan dari kesepakatan Brexit.

Pada akhir November, 27 anggota Uni Eropa menyetujui perjanjian penarikan keanggotaan Inggris dari Uni Eropa dan deklarasi politik tentang hubungan masa depan UE-Inggris.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kesepakatan yang disetujui oleh 27 negara Uni Eropa tidak dapat diubah.

Baca juga: 

Dia mengatakan KTT itu juga akan mengatasi ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Ukraina, serta masalah anggaran.

Presiden Perancis Emmanuel Macron juga mengatakan sebuah diskusi politik akan dibuat mengenai kesepakatan itu, dan menambahkan: “Kami tidak dapat membuka kesepakatan yang mengikat secara hukum untuk di-negosiasi ulang.”

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyatakan bahwa mereka siap menawarkan dukungan yang diperlukan untuk May, tetapi kesepakatan yang ada adalah satu-satunya kesepakatan yang bisa dicapai ketika negara mengambil keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Anggaran jangka panjang Uni Eropa, pasar tunggal, migrasi dan hubungan eksternal juga akan menjadi fokus pertemuan dua hari, menurut situs web resmi Dewan Eropa.

Selisihi Trump, Senat AS Tolak Dukungan AS dalam Perang Yaman

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Senator AS telah memilih untuk merekomendasikan agar AS berhenti mendukung perang yang dipimpin Saudi-UAE di Yaman, secara langsung menantang Arab Saudi dan Presiden Donald Trump dalam hal pembantaian kolumnis Jamal Khashoggi.

Senator juga menyetujui resolusi tidak mengikat yang mengatakan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Voting bipartisan pada hari Kamis (13/12/2018) tersebut dilakukan dua bulan setelah pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul dan setelah Trump meragukan siapa yang harus disalahkan. Para pejabat intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Pangeran Mohammed sedikitnya pasti mengetahui rencana itu, tetapi Trump berulang kali memuji kerajaan.

Khashoggi terbunuh pada 2 Oktober setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumen yang dibutuhkan bagi rencana pernikahannya.

Baca juga: 

Setelah mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif selama beberapa hari, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi terbunuh di dalam konsulat dan tubuhnya dipotong-potong. Kerajaan itu berulang kali mengatakan bahwa Pangeran Muhammad tidak memiliki pengetahuan tentang pembunuhan itu, yang menurut Turki diperintahkan dari tingkat tertinggi kepemimpinan Saudi.

Merasa frustasi dengan putra mahkota dan Gedung Putih mendorong beberapa senator Partai Republik untuk mendukung resolusi Yaman. Resolusi itu menjadi sebuah teguran bagi sekutu lama AS, Arab Saudi. Pihak lain sudah khawatir dengan kebrutalan perang Yaman. Hasil pemungutan suara pada resolusi Yaman adalah 56-41 sehingga DPR tidak akan mungkin mempertimbangkan resolusi.

Rosiland Jordan, reporter Al Jazeera, melaporkan dari US Capitol di Washington, DC, mengatakan pemungutan suara itu simbolis dan mengirim pesan kepada administrasi Trump bahwa kontrol kebijakan luar negeri Gedung Putih tidak lagi akan dibiarkan.

Sama’a al-Hamdani, seorang analis Yaman dari Georgetown University, menambahkan bahwa pemungutan suara adalah “sebuah pesan untuk mengatakan bahwa rakyat Amerika telah menjangkau para senator mereka mengatakan tidak ingin menjadi bagian dari perang ini atau bertanggung jawab atas kehidupan dan penderitaan manusia di Yaman.”

Diadili di AS, Mata-mata Rusia Akhirnya Akui Lakukan Ini

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Maria Butina, yang dituduh sebagai agen Rusia dan mencoba mempengaruhi kebijakan AS, mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi, Kamis (13/12/2018).

Selama sidang pembelaan di Pengadilan Distrik AS di Washington, Butina mengakui bahwa dia dan pacarnya, aktivis Partai Republik Paul Erickson, bekerja dan berkomplot dengan agen Rusia untuk “membentuk jalur komunikasi tidak resmi dengan orang-orang Amerika yang memiliki kekuasaan dan pengaruh atas politik AS.”

Agen Rusia itu dilaporkan adalah Alexander Torshin, deputi gubernur bank sentral Rusia. Torshin dijatuhi sanksi oleh AS pada bulan April.

Setelah datang ke AS, mata-mata yang diduga telah mendaftar sebagai mahasiswa pascasarjana di American University di Washington itu menjadi advokat hak senjata dan bekerja dengan anggota terkemuka National Rifle Association.

Jaksa mengatakan bahwa pada tahun 2015, dia telah menyusun proposal yang disebut “Proyek Deskripsi Diplomasi (Description of the Diplomacy Project)” dimana dia akan bertindak sebagai pemancar komunikasi antara AS dan Rusia.

Baca juga: 

Jaksa penuntut juga mengatakan, warga negara Rusia itu mengadakan “jamuan makan malam persahabatan” di mana ia bekerja untuk membuat saluran komunikasi dengan politisi tingkat tinggi AS.

Pada bulan Juli dia dituduh melakukan konspirasi dengan bekerja atas nama pemerintah Moskow, dan menjadi agen Rusia.

Walaupun pengadilan belum memutuskan hukumannya, dia menghadapi hukuman penjara maksimal lima tahun, dan kemungkinan besar akan menghadapi deportasi setelah menyelesaikan hukumannya.

Sidang selanjutnya dijadwalkan pada bulan Februari untuk membahas kapan Butina harus dijatuhi hukuman.

Sidang tersebut merupakan pertama kalinya seorang warga Rusia dihukum karena berusaha mempengaruhi politik AS dalam rentang pemilihan presiden 2016.

Dompet Dhuafa Luncurkan Program Lombok Bangkit

LOMBOK (Jurnalislam.com) – Di masa pemulihan pasca gempa yang dialami oleh warga Lombok Utara, Lombok Timur dan Lombok Barat, Dompet Dhuafa yabg terus berkontribusi dari fase respon hingga fase recovery mengadakan peluncuran Lombok Bangkit. Acara ini Dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya daerah Lombok Barat, Lombok Utara dan Timur, relawan, penerima manfaat, media serta donatur. (Rabu,12/12)

Direktur Program Dompet Dhuafa Filantropi, M. Sabeth Abilawa, mengatakan, ”Masa recovery ini merupakan fase pergantian dari fase sebelumnya yang akan berdampak pada perkembangan ekonomi mayarakat Lombok. Selain itu juga, ini merupakan cara Dompet Dhuafa untuk mengenalkan dan mendekatkan Lembaga kami kepada masyarakat NTB agar dapat berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat di masa recovery ini.”

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa yang telah menggulirkan banyak program di Lombok, khususnya Lombok Utara selama masa tahap respon hingga recovery. “Hadirnya Dompet Dhuafa di sini menunjukkan, begitu banyak masyarakat yang peduli dengan kita,” ujarnya.

Melalui Lombok Bangkit (LOVER – LOMBOK RECOVERY), Dompet Dhuafa mensosialisasikan program-program yang telah dilakukan dari fase respon hingga recovery kepada masyarakat luas khususnya pemerintah. Dompet Dhuafa sudah terjun dengan berbagai program untuk Lombok Bangkit mulai membangun Masjid Sementara, Sekolah Sementara, Hospital Keliling (HOPING), Rumah Sementara (Rumtara), Kebun Sehat Keluarga, Bengkel, hingga Pustu (Puskesmas Pembantu) yang ramah di kawasan bencana gempa.

Yang juga menjadi bagian dari Lombok Bangkit adalah kami merencanakan dibukanya kantor Cabang Layanan Dompet Dhuafa di NTB dan Layanan Kesehatan Cuma-cuma NTB dalam waktu dekat.

Di saat yang bersamaan kamipun meluncurkan buku “Merawat Asa”, merupakan rekam jejak pelaksanaan layanan psikologi bagi para penyintas di Lombok, tutup Sabeth Abilawa.

Hingga akhir Agustus, tercatat sudah 560 orang meninggal dunia akibat gempa bumi, dengan sebaran Kabupaten Lombok Utara 466 orang, Lombok Barat 40 orang, Lombok Timur 31 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Denpasar 2 orang. Selain itu, sebanyak 1.469 orang oluka-luka, pengungsi tercatat 396.302 jiwa tersebar di ribuan titik. Sedangan sebanyak 83.392 rumah rusak berat, 3.540 fasilitas umum dan sosial rusak. (sumber BNPB)

Peluncuran Lombok Bangkit merupakan bentuk pertanggung jawaban kepada donatur kemanusiaan gempa Lombok yang telah mendonasikan bantuannya melalui Dompet Dhuafa. Dalam acara seremoni Lombok bangkit, menampilkan exhibisi program dan kegiatan yang dilakukan Dompet Dhuafa di Lombok pasca gempa bulan Juli 2018 mulai dari fase respon hingga recovery. Seperti senam sehat, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan dengan target 100 penerima manfaat, service motor gratis untuk 20 motor, pameran foto kegiatan respon dan recovery Lombok, stand Psychological First Aid (PFA) dan urban farming, pameran hasil karya anak-anak sekolah binaan Dompet Dhuafa, pameran produk olahan kelapa dan produk keripik agar Lombok bisa segera bangkit dan dapat kembali berdaya seperti semula.

Cegah Perpecahan, Tokoh Agama Diminta Lebih Aktif di Tahun Politik

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’thi mengatakan, Islam adalah agama yang mencintai persatuan dan menyuarakan pesan-pesan perdamaian.

Hal itu dikatakan saat menjadi pembicara Diskusi Media Mengenai Kerukunan Bangsa yang dihadiri sejumlah pemuka agama dari Kristen, Hindu dan Budha di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2018).

“Islam adalah agama yang mengedepankan persatuan, agama yang menyuarakan pesan-pesan perdamaian dan wasathiyah. Islam tidak mengajarkan perpecahan dan tidak membenarkan perpecahan,” kata Abdul Mu’thi.

Terkait tahun politik, Abdul Mu’thi mengatakan, perdamaian di tahun 2018 meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2017. Ia pun tak menampik jika di tahun 2019 perdamaian itu akan kembali diuji mengingat akan adanya pilpres pada April mendatang.

“Beberapa lembaga penelitian memang menunjukan adanya peningkatan hate speech, ujaran kebencian dan ujaran pemelintiran yang menjadi fenomena dan realitas baru di mana memang kita tidak menghadapi tantangan yang sederhana, yaitu pilpres 2019,” tuturnya.

Menurut Abdul Mu’thi, tantangan tahun politik yang sudah semakin dekat, menuntut peran serta seluruh eleman bangsa terutama dari kalangan para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Nah di sinilah peran tokoh agama untuk bagaimana kita memperbuat agama sebagai kekuatan bangsa yang bersifat universal. Saya kira para tokoh lintas agama dalam menghadapi tahun politik untuk lebih sering melakukan pertemuan-pertemuan,” ungkapnya.

Hal itu, kata dia, dimaksudkan agar para tokoh lintas agama bisa membangun proximity atau kedekatan yang genuine antar para pemeluk agama, sehingga bisa meminimalisir potensi-potensi yang bisa mengerucut pada konflik horizontal.

“Saya kira Indonesia dalam konteks demokrasi sudah dipandang dunia internasional, Indonesia juga memiliki pengalaman demokrasi yang sangat bagus, beberapa kali pemilihan presiden dilakukan secara langsung dan nyaris tanpa pertumpahan darah. Kita harus buktikan itu lagi,” tutupnya.