Berita Terkini

Curhatan Maimon Herawati soal Teror dan Masa Depan Anak Bangsa

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Kala berbincang dengan tim INA News Agency, kantor berita yang dirintis Jurnalis Islam Bersatu (JITU), layar ponsel Maimon Herawati yang tergeletak di meja sering kali menyala. Nomor-nomor tak jelas terus muncul, meninggalkan jejak missed call di WhatsApp miliknya. Lalu, ini diikuti dengan pesan-pesan kasar, bahkan kalimat tak senonoh yang tak ada habisnya.

“Banyak yang menelepon, kemudian kirim pesan aneh-aneh. Ada juga yang langsung mau video call. Yang pesannya tak senonoh biasanya langsung saya block and report. Belum lagi ada ancaman haters in your area. Dari sore hingga malam, ramai terus,” katanya, seraya menunjukan layar ponsel.

Tak hanya itu, ia juga dimasukkan ke dalam grup-grup aneh. Seperti grup yang berisi konten telanjang dan pornografi. Cepat-cepat ia pun keluar dari grup itu. Maimon menegaskan, ia memiliki buah hati yang harus aman dari konten demikian.

Pasca petisi penghentian iklan seronok yang dibintangi artis-artis korea mencuat, memang bukan main banyaknya orang-orang yang meneror Maimon. Dalam waktu singkat, dosen jurnalistik Universitas Padjajaran (Unpad) ini menjadi sasaran serangan haters. Pun di media sosial, akunnya dipenuhi ribuan komentar hujatan.

Padahal, petisi tersebut adalah bentuk kegelisahan seiring dengan anak-anak zaman sekarang yang terekspos konten-konten tak pantas. Ia sendiri terheran, bagaimana iklan dengan baju minim dan goyangan itu bisa luput dari pengawasan, bahkan sampai bisa diselipkan di antara tayangan kartun.

“Kan klaimnya, ‘sudah lolos sensor’. Iya betul, tapi untuk siapa dulu konten iklannya? Ini untuk 13 tahun keatas. Jadi bukan untuk balita,” katanya.

Maimon merasa perlu melakukan sesuatu, apalagi ketika tahu bahwa banyak pula warganet yang resah dengan iklan ini. Rupanya, banyak di antara mereka adalah orangtua yang satu visi dengan Maimon: ingin menjaga anak-anak dari tontonan yang tak baik. Sebab itulah petisi ini muncul. Ini pun tak lantas dipublikasikan, sebab ia terlebih dahulu mengkaji UU Penyiaran.

Maimon Herawati menunjukkan sejumlah pesan dan panggilan tak terjawab dari para nomor-nomor tidak dikenal. Pascapetisi menolak kedatangan girlband asal Korea, Maimon banyak menerima serangan kebencian melalui ponsel dan media sosialnya. FOTO: MR/INA News Agency

Resiko PerjuanganLalu ketika akhirnya petisi ini viral, dan ia dibanjiri serangan para haters, ia mengaku terpengaruh.

“Bohong kalau saya katakan tidak terpengaruh. Terganggu? Iya. Kalau takut, ada Allah Yang Maha Kuat, saya kembalikan kepada Allah,” katanya.

Namun menurut Maimon, yang justru lebih banyak tertekan adalah orang-orang di sekelilingnya. Saat berita mencuat, mahasiswa-mahasiswa didikannya pun memeluk Maimon untuk menguatkan. Begitu pun dengan anak-anaknya. Melihat hujatan yang begitu ramai, mereka meminta Maimon mematikan kolom komentar di Instagram.

“Anak pertama saya, saat beritanya meledak, menatap saya dengan sayang sekali. Mereka meminta komentar dimatikan semua. Tapi besoknya setelah di-off, Instagramnya hilang, ada yang menghapus,” tuturnya.

Dalam menghadapi masalah ini, Maimon justru tak patah arang karena cacian. Sebab ia tahu persis, yang ia hadapi adalah anak-anak kecil.

“Kalau saya melihat kalimat-kalimat mereka, saya jadi menyadari segininya ‘penyakit’ yang harus kita obati,” kata Maimon.

“Kalau semakin aneh, saya makin berpikir, orangtuanya siapa ya? Kehidupannya seperti apa ya? Kalau dia sudah jadi ibu, anak-anaknya bagaimana? Kalau dia adalah ibu, kalau dia adalah ayah, apakah dia tega melihat anak perempuannya dilihat laki-laki lain? Jika dia tega, dan kemudian merasa petisi ini salah, apakah segitunya masyarakat kita saat ini?” tutur Maimon.

Maimon pun berpikir keras bentuk dakwah seperti apa yang bisa membuat orang-orang merasakan bersama nikmatnya hidup dalam Islam.

Palestina
Sering seraya berdzikir memohon petunjuk-Nya, ia meneteskan air mata. Ternyata begini perjuangan yang harus ia lalui. Facebook di-suspend, Instagram hilang, hingga ribuan komentar pantas masuk.

“Terutama Facebook, karena dari sanalah biasanya saya melakukan aktivitas ke-Palestina-an,” katanya.

Maimon pun termenung, barangkali ini salah satu cara Allah untuk membuat ia sadar bahwa dalam sebuah perjuangan pasti ada kehilangan-kehilangan. Ketika kehilangan itu kemudian mengurangi kontribusi terhadap perjuangan, Maimon seakan dibuat memaknai hikmah perjuangan ini.

“Karena kan melakukannya karena Allah, kalau Allah mengambil sesuatu dari kita, kemudian bagaimana kita memaknainya? Yang saya sesalkan, terhambatnya program-program kampanye ke-Palestinaan,” katanya.

Baginya, kehilangan akun Facebook barangkali tidak bisa disamakan dengan kehilangan kaki para pejuang pembela Al Aqsha. Terlalu jauh jika disamakan. Namun, ketika Facebook yang menjadi senjata utama Maimon dalam pergerakan ke-Palestinaan sampai saat ini belum bisa diakses, ia merasa ada persamaan.

“Layaknya kehilangan itulah kira-kira, seperti dipotong ‘kakinya’,” katanya. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa ia akan terus berjuang meski melalui cara yang tak disukai sebagian orang. (Aghniya/INA News Agency)

Konsumsi Industri Halal Muslim Indonesia Capai Rp. 3179 Triliun

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Konsumsi umat muslim di Indonesia mencapai 218,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.179 triliun (kurs Rp 14.530 per dolar AS) di industri halal, berdasarkan data hingga akhir 2017.

Angka ini hanya 10,4 persennya dibandingkan konsumsi umat muslim secara global yang mencapai 2,1 triliun dolar AS di 2017.

Data tersebut berdasarkan laporan terbaru The State of Global Islamic Economy Report yang dikutip Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dalam diskusi di rangkaian Festival Ekonomi Syariah Indonesia (ISEF) di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/12).

Adapun populasi umat muslim di dunia tahun lalu mencapai 1,8 miliar jiwa. Sementara umat muslim Indonesia mencapai 13 persennya atau sekitar 234 juta jiwa.

“Berdasarkan laporan Global Islamic Economy 2018/2019, sekitar 218,8 miliar dolar AS dihabiskan oleh umat muslim di Indonesia di industri halal selama 2017,” ujar Dody dalam diskusi bertajuk “Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Membuat Kreasi Rantai Nilai Halal dan Sarana yang Inovatif”.

Dody mengatakan konsumsi umat muslim di Indonesia terbanyak di sektor makanan dan minuman halal yang mencapai 170 miliar dolar AS. Namun sayangnya, Indonesia belum mampu menjadi negara produsen makanan dan minuman halal terbesar di dunia.

Untuk itu, Dody berharap industri halal di Indonesia bisa semakin berkembang. Bank Sentral sendiri telah memiliki tiga pilar agar industri halal bisa terus berkembang.

Ketiga pilar tersbeut pemeberdayaan ekonomi berbasis syariah, pengembangan sektor keuangan syariah, hingga edukasi dan kampanye mengenai ekonomi keuangan syariah.

“Sulit kalau kembangkan instrumen syariah saja tapi enggak memberdayakan ekonominya. Untuk itu, komitmen kami membentuk rantai nilai halal, komoditas yang kami kembangkan itu makanan halal, fesyen syariah dan sebagainya,” katanya.

Pada diskusi yang sama, Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Amalia Adininggar mengatakan industri halal Indonesia baru menyumbang ekspor 10,7 persen ke pasar produk halal negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OIC).

Indonesia kalah dari pangsa ekspor produk halal Malaysia yang sebesar 13,8 persen, Uni Ermirat Arab yang sebesar 13,6 persen dan Arab Saudi yang sebesar 12 persen.

Pangsa ekspor produk halal, kata Amlia, semestinya bisa lebih tinggi. Maka dari itu, ujar dia, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang beranggotakan instansi pemerintah, Bank Indonsia, Otoritas Jasa Keuangan ingin meningkatkan penetrasi ekspor produk halal ke rantai nilai halal pasar global.

“Potensi pertumbuhan untuk setiap tahun masih kita hitung. Produknya yang paling banyak, seperti makanan,” kata dia.

sumber: republika.co.id

 

ISEF 2018 Hasilkan Kerjasama Senilai Rp 6.7 Triliun

SURABAYA (Jurnalislam.com) — Penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018 telah berhasil meraup nilai penandatanganan kerja sama hingga Rp 6,7 triliun.

Nilai tersebut akan bertambah seiring dengan kesepakatan yang dimulai pada saat bussiness matching selama penyelenggaraan ISEF 2018 pada 11-14 Desember 2018.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, M Anwar Bashori mengatakan salah satu tujuan penyelenggaraan ISEF 2018 adalah membentuk ekosistem halal. Hal ini bisa dicapai dengan kolaborasi dari rantai-rantai nilai halal yang melibatkan sejumlah sektor.

“Jadi kita pertemukan pelaku dari berbagai sektor, produsennya, lembaga keuangan, pembiayaan, hingga buyer semua bisa melakukan kerja sama saling silaturahim,” kata dia di Surabaya.

Tercatat 14 kesepakatan kerja sama yang diresmikan selama gelaran. Kontrak kesepakatan ini adalah hasil dari penjajakan sejak sebelum gelaran. Terdapat lebih banyak penjajakan awal bussiness matching yang dilakukan selama 11-14 Desember.

Jenis kontrak atau kesepakatan diantaranya kerja sama sindikasi pembiayaan perbankan syariah untuk infrastruktur jalan tol. Seperti yang dilakukan perbankan syariah diantaranya Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, Bank Mega Syariah, BPD Aceh, dan BPD Jawa Timur senilai Rp 2 triliun untuk PT. Jakarta Toll Road Development.

Selain itu akad dan komitmen pembiayaan syariah senilai Rp 2,4 triliun pada enam debitur dari Bank DKI, Unit Usaha Syariah. Selain itu jenis kesepakatan spesifik pada sektor usaha, seperti kerja sama pengadaan beras, pembelian produk makanan hasil produksi, pertanian, dan fesyen.

Juga, program sapu jagad untuk pembangunan masjid dan menara MUI, UKM, dan pembebasan transaksi riba di setiap Kabupaten/Kota di Indonesia oleh Bank Muamalat senilai Rp 600 miliar. Dana diberikan pada lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia.

Sumber: republika.co.id

Hoax La Nyalla Dimaafkan Jokowi, Fahri: Harusnya Dipenjara!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, ada perbedaan tindakan hukum pada kasus penyebaran berita bohong (hoax) eks Kader Gerindra, La Nyalla Mattalitti dengan Ratna Sarumpaet.

“Pengakuan dan permohonan maaf tak membuat Ratna dimaafkan oleh hukum…begitulah juga kepada orang lain yg membuat pengakuan yang mengandung unsur pidana. Menuduh dan memfitnah seseorang keturunan PKI tanpa dasar harusnya dipenjara bukan dimaafkan,” cuit Fahri di akun Twitter-nya @Fahrihamzah, Kamis (13/12/18).

Cuitan Fahri Hamzah

Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengatakan, akan timbul opini publik yang negatif terhadap pemerintah. Sebab, La Nyala saat ini bergabung dengan tim kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

“Pak Jokowi harusnya jangan senang dibela oleh orang yang punya kepentingan dan masalah terutama dalam hukum. Sebab itu adalah metode pembusukan yang efektif,” tulisnya.

“Ketidakmauan menghukum pengakuan pidana pada satu kubu dan penghukuman di kubu lain adalah tindakan yang mengundang kecurigaan bahwa pengakuan ini hanyalah sandiwara untuk membebaskan diri dari masalah lain. Hukum harus tegak sama!,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Eks Kader Gerindra La Nyalla Mattalitti blak-blakan mengakui bahwa dirinya pernah menyebarkan isu Presiden Joko Widodo atau Jokowi simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) beberapa waktu lalu.

Selain itu, dia juga mengaku pernah memfitnah Jokowi beragama kristen dan keturunan Cina.

Tiga Sebab Utama Allah Hancurkan Suatu Negeri

Oleh: Hamzah Baya, Ketua Mimbar Tauhid

JURNALISLAM.COM – Dewasa ini, Indonesia tengah dilanda berbagai masalah. Baik itu masalah bencana, sampai dengan masalah separatisme dan gerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di tanah Papua yang tengah memakan puluhan korban.

Pemerintah bersama masyarakat terlihat aktif untuk mencari solusi dalam bentuk tindakan dan pikiran. Bahu-membahu agar bumi Pertiwi kembali stabil, tidak terlihat goncang lagi. Setidaknya ada tiga sebab utama yang dirangkum penulis mengapa Allah menghancurkan sebuah negeri:

1. Bermaksiat Kepada Allah.

Diantara sebab Allah menghancurkan sebuah negeri yaitu disebabkan karena ulah manusia yang membuat kerusakan di bumi baik secara langsung dengan sengaja atau disebabkan kelalaianya.

Banyak yang memahami “kerusakan di muka bumi” hanya sebatas pada hal-hal yang nampak, seperti bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, kebakaran, pengrusakan hutan, tersebarnya penyakit menular dan lain sebagainya.

Sementara kerusakan-kerusakan yang tidak kasat mata, juga banyak dilakukan oleh manusia. Padahal ini adalah kerusakan yang paling besar dan fatal akibatnya, bahkan kerusakan inilah yang menjadi sebab terjadinya kerusakan-kerusakan yang nampak jelas di atas. Allah Ta’ala berfirman,

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41).

Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menyatakan bahwa semua kerusakan yang terjadi di muka bumi, dalam berbagai bentuknya, penyebab utamanya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia. Maka ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti “kerusakan” yang sebenarnya dan merupakan sumber utama kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi.

Imam asy-Syaukaani ketika menafsirkan ayat di atas berkata, “(Dalam ayat ini) Allah menjelaskan bahwa perbuatan syirk dan maksiat adalah sebab timbulnya (berbagai) kerusakan di alam semesta” (Kitab “Fathul Qadiir: 5/475).

2. Pemimpin yang tidak menjalankan syariat Allah

Allah Menghancurkan Suatu Negeri Lewat Pemimpinnya, Allah berfirman:

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada Pembesar di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
(Surah Al-Isra’ ayat 16).

Sungguh benar ayat ini membuktikan bahwa setelah kurang lebih 1400 tahun sejak zaman Rasulullah, banyak sekali ayat-ayat yang muncul sebagai kebenaran yang nyata.

Sudah terlihat apabila Allah berkehendak menghancurkan suatu negeri maka para Pembesar, Pejabat, Pemerintah atau orang-orang yang hidup dalam kemewahan telah melakukan berbagai macam kekufuran. Entah itu banjir di Kota Besar karena perselisihan pemerintahannya, entah itu hutan yang gundul karena keserakahan orang-orang kaya, bahkan para pemimpin yang jelas jelas tidak mau memberlakukan syariat Allah di dalam negeri tersebut dan masih banyak lagi contoh-contohnya.

Maka jika semua itu terjadi (kekufuran pembesar-pembesar itu) maka hak Allah untuk menghancurkan suatu negeri sudah final dan Allah akan mengahncurkan negeri itu sehabis-habisnya.

3. Tidak bersyukur kepada Allah (Kufur Nikmat)

Allah ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ ﴿١٥﴾ فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ ﴿١٦﴾ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا ۖ وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ

Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu: dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan), ‘Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya!’ (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar. Dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsl dan sedikit dari pohon sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan adzab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (Q.S As saba’ 34:15-17)

Kemakmuran negeri saba’.

Kerajaan ini terkenal dengan hasil alamnya sehingga banyak orang yang berhijrah dan berdagang ke sana. Dengan demikian, kerajaan ini bisa menjadi kerajaan yang sangat kaya dan makmur pada saat itu. Allâh Azza wa Jalla mengabadikan keadaan mereka di dalam al-Qur’ân:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ

Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allâh) di tempat kediaman mereka, yaitu: dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri [Saba’/34:15]

Dua kebun itu sangat luas dan terletak di hamparan lembah antara dua gunung di Ma’rib. Tanahnya sangat subur dan menghasilkan berbagai macam tanaman dan buah-buahan.

Qatâdah rahimahullah dan ‘Abdurrahmân bin Zaid rahimahullah, dua orang tâbi’i, menceritakan bahwa apabila ada seseorang masuk ke dalam kebun itu dengan membawa keranjang di atas kepalanya, ketika keluar maka keranjang tersebut akan dipenuhi dengan buah-buahan tanpa harus memetik buah tersebut. Dan di sana tidak ditemukan nyamuk, lalat, serangga, kelajengking dan ular. (At-Tahrîr wa At-Tanwîr. Muhammad Ath-Thâhir bin ‘Âsyûr. 1997. Tinusia: Dar Sahnûn.)

Kenapa Allah hancurkan kaum saba’?

Sebelum Ratu Bilqis masuk Islam, kaum Saba’ menyembah matahari dan bintang-bintang. Setelah beliau memeluk Islam, maka kaumnya pun mengikutinya.

Sampai kurun waktu tertentu, kaum Saba’ dalam keadaan bertauhid kepada Allâh Azza wa Jalla , hingga akhirnya kembalilah mereka ke agama nenek moyang mereka.

Allâh Azza wa Jalla telah mengutus tiga belas rasul kepada mereka. Akan tetapi, mereka tetap saja tidak mau kembali ke dalam Islam. Allâh Azza wa Jalla pun murka dan menghancurkan bendungan yang telah mereka buat. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ

Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir Al-‘Arim (Q.S Saba’/34:16)

Para ulama berbeda pendapat tentang makna al arim di ayat tersebut. Maknanya yang mereka sebutkan adalah sebagai berikut: air yang ditampung bendungan, air yang sangat besar, nama wâdi (lembah), dan mengirim seekor tikus yang menghancurkan bendungan . (Sunan At-Tirmidzi. Abu ‘Îsa At-Tirmidzi. Riyadh: Maktabah Al-Ma’ârif)

Dengan adzab yang Allâh Azza wa Jalla turunkan itu, hancurlah semua kebun yang mereka banggakan selama beratus-ratus tahun dan Allâh Azza wa Jalla gantikan dengan kebun-kebun yang tidak berarti.

Ini semua adalah balasan bagi orang yang sangat kafir kepada Allâh Azza wa Jalla dan tidak mensyukuri nikmat-Nya.

Wallahua’alam bisshowab

Menkominfo Rudiantara Sambangi Kedubes Saudi, Bahas Apa?

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melakukan kunjungan ke kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada Kamis, 13 Desember 2018. Kunjungan ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi.

Lansir Viva, Jumat, 14 Desember 2018, Rudiantara disambut hangat oleh Wakil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang baru, Yahya bin Hasan Al-Qahtani, didampingi sejumlah diplomat Arab Saudi, seperti Kepala Divisi Urusan Media, Ahmad Al-Omer.

Rudiantara mengatakan bahwa Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan yang sangat erat di berbagai aspek, yang salah satunya hubungan budaya.

“Tentunya, hubungan yang sangat erat ini akan terus berlanjut di masa depan,” kata Rudiantara. Terkait hal tersebut, Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam Festival Budaya Janadriyah yang digelar pada penghujung Desember 2018 di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh.

Selain itu, kedua pihak membicarakan hasil pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, di Rio de Jainero, Brasil, yang membahas tentang investasi Arab Saudi di situs kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah.

 

Polisi Jerman Laporkan 578 Kejahatan Islamophobia pada 2018

BERLIN (Jurnalislam.com) – Polisi Jerman mencatat 578 kejahatan kebencian terhadap kaum Muslim antara Januari dan September tahun ini, menurut angka yang dirilis pada hari Kamis (13/12/2018).

Sedikitnya 40 Muslim terluka dalam serangan yang sebagian besar dilakukan oleh ekstrimis kanan-jauh, Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam menanggapi pertanyaan parlemen.

Kejahatan anti-Muslim yang didaftarkan oleh polisi termasuk penghinaan, surat-surat ancaman, serangan fisik dan serangan terhadap masjid.

Oposisi Left Party, yang mengajukan pertanyaan parlemen, telah memperingatkan meningkatnya kampanye kebencian dan kekerasan terhadap umat Islam di negara itu.

Baca juga: 

Sekitar 27 Muslim terluka dalam serangan antara Januari dan September tahun lalu.

Jerman telah menyaksikan meningkatnya Islamophobia dan kebencian terhadap para migran dalam beberapa tahun terakhir yang dipicu oleh propaganda dari partai-partai sayap kanan dan populis, yang telah mengeksploitasi ketakutan atas krisis pengungsi dan terorisme.

Seorang Palestina Tembaki Bus Israel, 2 Warga Yahudi Tewas dan 2 Lainnya Luka

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dua warga Yahudi tewas dan dua lainnya terluka dalam penembakan dengan mobil di dekat kota Ramallah, Tepi Barat, Kamis (13/12/2018), menurut militer Israel.

Dalam sebuah pernyataan, tentara mengatakan seorang pria Palestina bersenjata menembaki sebuah bus yang membawa orang-orang Israel di Asaf Junction, di utara Yerusalem.

Tentara mengatakan telah meluncurkan perburuan untuk mencari penyerang, yang melarikan diri dari tempat kejadian tanpa cedera.

Penduduk setempat sebelumnya mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dua orang Palestina menembaki para pemukim dari mobil mereka yang bergerak.

Tidak ada klaim tanggung jawab atas serangan itu.

Baca juga: 

Setelah serangan itu, tentara Israel menutup semua pintu masuk ke Ramallah dan memerintahkan pasukan untuk tetap siaga.

Serangan Kamis itu terjadi beberapa jam setelah tiga warga Palestina menjadi martir oleh pasukan Israel karena mereka diduga terlibat dalam serangan penembakan di Tepi Barat, di mana dua orang Israel tewas dan sembilan lainnya terluka.

Ketegangan meningkat di wilayah Palestina yang dijajah sejak tahun lalu ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang dijajah oleh Israel – pada akhirnya berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

Yellow Vest Bersumpah akan Lanjutkan Demonstrasi Besar Hari Sabtu

PARIS (Jurnalislam.com) – Pengunjuk rasa Yellow Vest (Rompi Kuning) pada hari Kamis (13/12/2018) bersumpah akan mengadakan demonstrasi besar di Perancis pada hari Sabtu.

Berbicara pada konferensi pers di ibukota Paris, Maxime Nicolle, salah satu tokoh terkemuka gerakan Rompi Kuning, mengatakan mereka akan mengadakan aksi protes meskipun pemerintah menyerukan untuk berhenti setelah penembakan Strasbourg.

Priscilla Ludosky, juru bicara gerakan itu, mengatakan warga “kelelahan karena beban pajak yang besar.”

Sejak 17 November, ribuan demonstran mengenakan rompi kuning terang – Yellow Vest – telah berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk ibukota Paris, untuk memprotes kebijakan Macron yang kontroversial mengenai kenaikan pajak bahan bakar dan situasi ekonomi yang memburuk.

Baca juga:

Para demonstran, yang umumnya tinggal di daerah pedesaan karena harga sewa yang tinggi di kota-kota, telah meminta Macron untuk memotong pajak bahan bakar dan mengurangi kesulitan ekonomi mereka.

Menurut survei baru-baru ini, 84 persen orang Prancis – kebanyakan dari kelompok berpendapatan menengah – mendukung aksi protes.

Harga bahan bakar di Prancis telah meningkat lebih dari 20 persen tahun ini.

Protes Rompi Kuning dimulai di Perancis tetapi merambat ke negara-negara Eropa lainnya termasuk Brussels dan Belanda.

KTT 2 Hari Brexit Uni Eropa Digelar di Brussels

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – KTT dua hari tentang Brexit antara Inggris dan 27 pemimpin Uni Eropa dimulai pada hari Kamis (13/12/2018) di Brussels.

Berbicara kepada media menjelang KTT, para pemimpin menunjukkan bahwa tidak mungkin mengubah kesepakatan Brexit bulan lalu yang dicapai antara Inggris dan Uni Eropa.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekannya atas mosi setuju mereka dan mengatakan sudah waktunya untuk fokus pada persetujuan dari kesepakatan Brexit.

Pada akhir November, 27 anggota Uni Eropa menyetujui perjanjian penarikan keanggotaan Inggris dari Uni Eropa dan deklarasi politik tentang hubungan masa depan UE-Inggris.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kesepakatan yang disetujui oleh 27 negara Uni Eropa tidak dapat diubah.

Baca juga: 

Dia mengatakan KTT itu juga akan mengatasi ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Ukraina, serta masalah anggaran.

Presiden Perancis Emmanuel Macron juga mengatakan sebuah diskusi politik akan dibuat mengenai kesepakatan itu, dan menambahkan: “Kami tidak dapat membuka kesepakatan yang mengikat secara hukum untuk di-negosiasi ulang.”

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyatakan bahwa mereka siap menawarkan dukungan yang diperlukan untuk May, tetapi kesepakatan yang ada adalah satu-satunya kesepakatan yang bisa dicapai ketika negara mengambil keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Anggaran jangka panjang Uni Eropa, pasar tunggal, migrasi dan hubungan eksternal juga akan menjadi fokus pertemuan dua hari, menurut situs web resmi Dewan Eropa.