Yahudi Israel Serukan Bunuh Presiden Palestina

Yahudi Israel Serukan Bunuh Presiden Palestina

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Kelompok Yahudi radikal pada hari Selasa (11/12/2018) menyerukan bunuh Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Poster yang ditempatkan oleh kelompok-kelompok radikal di pintu masuk pemukiman Yahudi Yitzhar dekat kota Nablus, Tepi Barat, ditorehkan dengan ungkapan “pendukung teroris” – mengacu pada Abbas dan menyerukan kematiannya.

“Ini adalah deklarasi pembunuhan publik terhadap jalan perdamaian yang dikejar oleh presiden dan pemimpin Palestina,” kata Saeb Erekat, sekretaris payung Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dalam sebuah pernyataan.

“Ini adalah seruan untuk menyeret kawasan itu ke bentrokan dan kekerasan, yang mana pemerintah penjajahan dan Administrasi [Presiden AS Donald] Trump … harus bertanggung jawab. ”

Erekat mengatakan para pemimpin Palestina dan warga “menilai ancaman [untuk membunuh Abbas] dengan serius”, selanjutnya menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengecam hasutan terhadap pemimpin Palestina.

Abbas adalah presiden Otoritas Palestina (PA) yang berbasis di Ramallah.

Pembicaraan perdamaian yang disponsori AS antara PA dan Israel runtuh pada 2014 atas penolakan Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat yang diduduki.

Baca juga: 

Pada hari Senin, pasukan penjajah Israel menyerbu Ramallah dan kantor utama kantor berita resmi Wafa dengan alasan mencari tersangka dalam serangan penembakan yang melukai tujuh pemukim pada hari Ahad.

Sementara itu, para pemukim Israel merusak beberapa kendaraan Palestina diduga dalam sebuah “serangan price tag” di kota Betien, sebelah timur Ramallah, menurut penduduk setempat.

Para pemukim juga menyemprotkan slogan rasis anti-Arab pada mobil dan dinding rumah di daerah itu dan melemparkan batu ke kendaraan yang melintas di dekat pos pemeriksaan Bet Eil, kata warga.

Vandalisme “price tag” adalah strategi yang digunakan oleh para pemukim Yahudi ekstremis untuk menyerang warga Palestina dan properti mereka sebagai pembalasan atas ancaman yang dirasakan terhadap ekspansi pemukiman Israel.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.