Anggota Parlemen Inggris Ini Bandingkan Muslimah Bercadar dengan Perampok Bank

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Kelompok payung utama Muslim Inggris pada hari Jumat mengecam pernyataan Islamophobik dari tokoh partai Conservative yang berkuasa, Boris Johnson, mantan menteri luar negeri, lansir World Bulletin Ahad (23/12/2018).

Setelah memeriksa artikel di bulan Agustus untuk Daily Telegraph di mana Johnson membandingkan wanita Muslim yang mengenakan niqab dan burka dengan “kotak surat dan perampok bank,” sebuah panel Tory mendukung cercaan Johnson dengan “penuh hormat dan rasa toleran” dan membela hak Johnson untuk menggunakan “satire (sindiran).”

Menyebut komentar tersebut “tidak manusiawi,” Dewan Muslim Inggris – kelompok payung bagi sekitar 500 masjid, sekolah, dan asosiasi – mengatakan bahwa artikel Johnson dinilai “merendahkan”  dan jauh dari sekedar “sindiran,” serta telah mengilhami serangan Islamophobia.

“Laporan pada saat itu menunjukkan bahwa kolom Telegraph Johnson memiliki konsekuensi di dunia nyata, yang langsung mengarah ke ‘penyerangan verbal’ terhadap wanita Muslim dan melepaskan kebencian dan Islamophobia dari pendukung partai Conservative,” kata sebuah pernyataan oleh dewan.

Baca juga:

“Mr Johnson bukan seorang satiris – dia adalah anggota Parlemen, dan karena itu memiliki tanggung jawab untuk mengatur ucapannya karena seluruh Inggris akan mengikuti,” tambah pernyataan itu.

“Dalam hal ini, Islamofobia sayap kanan yang telah bergerak mengikuti retorikanya.”

Pada bulan Agustus, para anggota parlemen senior partai Conservative dan perdana menteri sendiri menuntut permintaan maaf dari Johnson, tetapi tidak ada yang ditanggapi.

Juni  ini dewan meminta Conservative untuk meluncurkan penyelidikan internal terhadap berbagai tuduhan Islamophobia di dalam jajarannya.

Turki Kirim Bala Bantuan Militer ke Perbatasan Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Turki mengirim bala bantuan ke perbatasannya dengan Suriah, media Turki melaporkan pada hari Ahad (23/12/2018), menambahkan bahwa sekitar 100 kendaraan, termasuk truk pick-up dan persenjataan, telah melakukan perjalanan ke daerah tersebut.

Aktivitas militer yang meningkat terjadi beberapa hari setelah Presiden Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan menunda operasi militer yang direncanakan melawan kelompok bersenjata Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang didukung AS di Suriah utara, setelah pengumuman mengejutkan Amerika Serikat untuk menarik pasukannya dari Suriah.

Washington selama bertahun-tahun mendukung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi dalam perang melawan Islamic State (IS) di Suriah, sebagai bagian dari koalisi internasional yang didominasi oleh YPG.

Pada hari Rabu lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia memerintahkan penarikan sekitar 2.000 tentara AS di Suriah karena IS telah dikalahkan, sebuah penilaian yang dikritik oleh banyak pihak. Para pejabat AS mengatakan perinciannya belum selesai, tetapi mereka memperkirakan pasukan negara itu akan keluar dari Suriah pada pertengahan Januari.

Pada bulan Juni, sekutu NATO mencapai kesepakatan yang akan membuat YPG dipindahkan dari wilayah itu, tetapi Turki mengeluhkan bahwa rencana itu belum dilaksanakan.

Media Turki mengatakan, konvoi Turki, yang mengarah ke distrik perbatasan Kilis, yang terletak di provinsi selatan Hatay, termasuk tank, howitzer, senapan mesin dan bus yang membawa pasukan.

Baca juga: 

Media pemerintah Turki, termasuk TRT dan Anadolu Agency, memuat cuplikan langsung dari pinggiran Manbij, sebuah kota Suriah di distrik Elbeyli, yang telah menjadi sumber ketegangan antara Ankara dan Washington.

Sebagian peralatan dan personil militer akan ditempatkan di pos-pos di sepanjang perbatasan sementara beberapa lainnya telah menyeberang ke Suriah melalui Elbeyli, kata kantor berita swasta Demiroren.

“Sekitar 35 tank dan senjata berat lainnya, yang dibawa dengan kapal tangki pengangkut, melintasi perbatasan Jarablos di awal malam,” kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights,-SOHR) yang berpusat di Inggris, kepada AFP, Sabtu.

“Mereka menuju ke suatu daerah dekat Sungai Sajour, antara Jarablos dan Manbij, tidak jauh dari garis depan di mana pasukan Kurdi dari Dewan Militer Manbij ditempatkan,” tambahnya.

Erdogan mengatakan pada hari Jumat bahwa Turki akan mengambil alih perang melawan kelompok IS di Suriah ketika AS menarik pasukannya, menambahkan bahwa operasi yang direncanakan akan menargetkan YPG serta IS di Suriah.

Ankara menganggap YPG yang didukung AS sebagai kelompok “teroris” dan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melancarkan serangan terhadap tanah Turki sejak 1980-an demi membentuk wilayah otonomi.

Dalam dua tahun terakhir, Turki telah melakukan dua serangan ke Suriah utara, yang diberi nama “Euphrates Shield” dan “Olive Branch”.

Pada 2016, Turki meluncurkan operasi melawan IS, yang juga bertujuan untuk memblokir YPG agar tidak bergabung dengan wilayah yang dikuasainya di Suriah utara. Pada Januari 2018, Turki melakukan serangan terhadap pasukan Kurdi di wilayah barat laut Afrin.

Faksi-faksi Palestina Kecam Vonis Pembubaran Parlemen Pimpinan Hamas

GAZA (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi Palestina kecam keputusan Mahkamah Konstitusi yang membubarkan parlemen pimpinan Hamas, Anadolu Agency melaporkan Ahad (23/12/2018)

Pada hari Sabtu (22/12/2018), Presiden Palestina Mahmoud Abbas berjanji untuk menerapkan putusan pengadilan yang membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan parlemen baru dalam waktu enam bulan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad, kelompok Jihad Islam tersebut menggambarkan putusan itu sebagai “bencana”.

Juru bicara kelompok Mosab al-Berem menggarisbawahi perlunya “untuk tidak mencampur masalah hukum dengan masalah politik”.

“Persatuan nasional harus dicapai atas dasar kemitraan dan keharmonisan internal untuk menentang pendudukan Israel,” katanya.

Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (The Popular Front for the Liberation of Palestine) menggambarkan gerakan itu sebagai “keputusan politik yang akan menambah hambatan baru bagi upaya rekonsiliasi Palestina”.

Ini akan membawa “perpecahan ke tingkat yang lebih baru yang dapat semakin memperumit urusan dalam negeri, dan menyeret arena Palestina ke perjuangan memperebutkan legitimasi.”

Kelompok itu meminta Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah untuk tidak menerapkan keputusan pengadilan dan sebagai gantinya fokus pada implementasi kesepakatan rekonsiliasi”.

Baca juga: 

Inisiatif Nasional Palestina (The Palestinian National Initiative) juga memperingatkan bahwa putusan itu “akan menyeret warga Palestina masuk ke dalam perangkap perjanjian Oslo (ditandatangani dengan Israel pada tahun 1993) dan keluar dari pemerintahan sendiri yang berhasil ditegakkan oleh rakyat Palestina dan kepemimpinannya”.

Keputusan itu adalah “pelanggaran mencolok terhadap Pasal 47 Undang-Undang Dasar Palestina yang menyatakan bahwa masa jabatan Dewan Legislatif hanya berakhir ketika anggota majelis yang baru terpilih telah disumpah.”

Komite Perlawanan Rakyat (the Popular Resistance Committees) juga menolak putusan itu, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan seperti itu akan “memperdalam perpecahan Palestina.”

Hamas sebelumnya telah mengecam keputusan pengadilan, mengatakan putusan itu “tidak memiliki nilai konstitusional atau hukum”.

Erdogan Sampaikan Belasungkawa kepada Rakyat Indonesia

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Ahad (23/12/2018) menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas tsunami mematikan yang melanda Indonesia pada Sabtu malam.

“Atas nama rakyat Turki saya dengan ini menyatakan belasungkawa kami kepada semua rakyat Indonesia,” kata Erdogan saat pertemuan Majelis Umum Keuangan 2018 Dewan Hubungan Ekonomi Asing (DEIK) di Istanbul.

Sedikitnya 222 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka ketika tsunami – yang kemungkinan dipicu oleh letusan gunung berapi – melanda Selat Sunda di Indonesia pada Sabtu malam, menurut badan bencana nasional negara itu.

Korban tewas mungkin masih meningkat karena tidak semua daerah yang terkena dampak telah diperiksa, Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, mengatakan dalam sebuah tweet.

Baca juga:

Indonesia terletak di dalam “Cincin Api” Samudra Pasifik di mana lempeng tektonik bertabrakan sehingga sering menyebabkan aktivitas seismik dan vulkanik.

September lalu, gempa berkekuatan 7,4 melanda Pulau Sulawesi, yang memicu tsunami di kota-kota Donggala dan Palu yang menjulang setinggi 10 kaki (3 meter), menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi berkekuatan 9,1 melanda pantai timur Sumatra, memicu tsunami yang menewaskan sekitar 230.000 orang saat merobek pantai Sri Lanka, India, Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

Setelah Keluar dari Suriah, AS juga akan Tarik 7.000 Pasukannya dari Afghanistan

 

KABUL (Jurnalislam.com) – Para pejabat Afghanistan pada hari Jumat (21/12/2018) mengecilkan konsekuensi  buruk melalui pendapatnya atas penarikan sekitar 7.000 tentara Amerika dari negara itu.

Pendapat ini muncul setelah Wall Street Journal mengatakan dalam sebuah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana menarik pasukan Amerika dari Afghanistan.

Jurnal melaporkan bahwa lebih dari 7.000 pasukan Amerika akan ditarik dari Afghanistan, yaitu sekitar setengah jumlah pasukan AS yang hadir di negara itu.

Chakhansuri mengatakan sebagian besar pasukan AS – yang kemungkinan akan ditarik dari Afghanistan – terlibat dalam misi pelatihan dan memberi saran/masukan bagi pasukan Afghanistan.

Baca juga: 

Selain itu, Fazel Fazly, penasihat utama untuk presiden Afghanistan, mengatakan pertempuran di garis depan dan keamanan seluruh bangsa telah dilakukan oleh pasukan Afghanistan selama empat tahun terakhir.

Dia mengatakan bahwa meskipun perang yang hebat berkobar di negara itu, angkatan bersenjata dan udara Afghanistan semakin menguat dari hari ke hari, meski kenyatannya banyak wilayah yang dikuasai oleh pihak Taliban.

Meski Tidak Setujui Semua, Begini Kompromi Rusia dan Turki Mengenai Konflik Suriah

MOSKOW  (Jurnalislam.com) – Moskow dan Ankara telah mampu mencapai kompromi untuk menyelesaikan krisis Suriah meskipun ada beberapa masalah, kata presiden Rusia pada hari Kamis (20/12/2018).

Berbicara selama konferensi pers akhir tahun rutin, yang mengumpulkan lebih dari 2.000 wartawan di aula kongres Pusat Perdagangan Internasional Moskow, Vladimir Putin mengatakan: “Meskipun kami tidak menyetujui semua hal, kami dapat berkompromi [mengenai krisis Suriah].

“Kami melihat bahwa mitra Turki kami mencapai kompromi dengan kami untuk kebaikan situasi di Suriah, untuk kebaikan melawan terorisme dan untuk kepentingan memperkuat hubungan kami.”

Iran, Rusia, dan Turki pada hari Selasa menyerahkan daftar calon anggota komite untuk merevisi konstitusi Suriah kepada PBB.

Baca juga: 

Komite tersebut akan dibentuk pada akhir 2018 atau awal 2019 dan akan memberikan dorongan baru bagi proses perdamaian, katanya.

Namun, Putin mengecam Utusan PBB Staffan de Mistura yang bersikap “tunggu-dan-lihat” dalam membentuk komite konstitusi, dan mengatakannya, “sulit dimengerti.”

Suriah telah dikunci dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menindak aksi unjuk rasa  dengan keganasan militer yang tak terduga.

Para pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang tewas dalam konflik itu, namun para pejabat rezim Suriah mengatakan jumlah korban jiwa mendekati 10.000.

Turki Tunda Operasi Militer Anti Teror Dukungan AS di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Ankara akan menunda operasi anti-terorisme di timur Sungai Efrat, Suriah, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat (21/12/2018).

“Percakapan telepon yang kami lakukan dengan [Presiden AS Donald] Trump, serta kontak unit diplomatik dan keamanan kami, dan pernyataan yang dibuat oleh pihak Amerika membuat kami menunda sebentar [untuk operasi di sebelah timur Sungai Efrat ]

“Tentu saja ini bukan proses menunggu yang tanpa akhir,” kata Erdogan pada upacara penghargaan di Istanbul.

Pernyataan Erdogan muncul setelah Trump pada hari Rabu memerintahkan pasukan AS untuk menarik diri dari Suriah, mengatakan IS telah dikalahkan.

Presiden menegaskan bahwa Turki “tidak memiliki mata” pada wilayah Suriah, menambahkan: “Tapi, posisi kita melawan serangan teroris (YPG) yang menargetkan kita dari Suriah sudah jelas.”

Baca juga:

Sebuah misi di timur Sungai Eufrat, yang telah direncanakan oleh kepemimpinan Turki selama berbulan-bulan, akan mengikuti dua operasi Turki lintas batas yang berhasil ke Suriah sejak 2016, yaitu Operasi Euphrates Shield dan Olive Branch. Kedua operasi itu dimaksudkan untuk membasmi kehadiran YPG / PKK dan Teroris IS  di dekat perbatasan Turki.

“Keamanan regional sangat penting bagi kami. Langkah-langkah yang kami ambil di kawasan itu bersama dengan Rusia dan Iran bertujuan untuk memastikan keamanan regional,” kata Erdogan.

Presiden mengatakan bahwa Turki berkewajiban untuk mengambil alih peran penjaga perdamaian di Suriah.

Erdogan juga menegaskan bahwa Turki akan melanjutkan tindakannya dalam beberapa bulan mendatang untuk menghapus elemen PKK / PYD dan IS dari Suriah.

Dalam lebih dari 30 tahun operasi terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki – telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak. YPG adalah PKK cabang Suriah.

Terhadap keberatan Turki, AS telah bekerja  sama dengan PKK / YPG, dan menyebut mereka “sekutu” dalam pertempuran di Suriah, tetapi mengabaikan status teroris mereka.

3 Warga Palestina Gugur dalam Aksi Jumat di Perbatasan dan 40 Lainnya Terluka

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tiga warga Palestina terbunuh pada hari Jumat (21/12/2018) – dan hampir 40 orang terluka – saat ikut serta dalam aksi protes yang sedang berlangsung di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Mohamed Mouin al-Jahjouh, seorang demonstran berusia 16 tahun, terbunuh setelah dipukul lehernya oleh tembakan tentara penjajah Israel, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

40 pengunjuk rasa Palestina lainnya – termasuk empat petugas medis dan dua wartawan – mengalami luka-luka, kata kementerian itu.

Kemudian di hari itu juga, dua orang yang terluka, Abdulaziz Abu Sharia, 28, dan seorang warga yang cacat Maher Yasin, 40, meninggal akibat terluka parah, kata kementerian itu.

Selama 39 pekan berturut-turut, warga Palestina berkumpul di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel setiap hari Jumat untuk ikut serta dalam demonstrasi yang sedang berlangsung melawan penjajahan Israel yang telah berjalan selama beberapa dekade.

Aksi Gaza hari Jumat ini diadakan dengan slogan, “Menghormati para pejuang perlawanan (Honoring heroes of the resistance)”.

Baca juga: 

Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Nasional Gaza untuk Membongkar Pengepungan (National Authority for Breaking the Siege) mendesak anggota masyarakat untuk ambil bagian dalam demonstrasi hari Jumat.

“Demonstrasi ini mendapat kekuatan dari para pahlawan perlawanan dan dari pengorbanan mereka,” bunyi pernyataan itu.

Pernyataan tersebut juga mendesak rakyat Palestina untuk “meningkatkan segala bentuk perlawanan terhadap penjajahan Israel”.

Para pengunjuk rasa menuntut hak untuk kembali ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah, sejak mereka diusir pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade Israel selama 12-tahun atas Jalur Gaza, yang memusnahkan ekonomi daerah kantong pantai dan merampas banyak komoditas pokok bagi sekitar dua juta penduduknya.

Sejak aksi unjuk rasa pertama kali dimulai pada 30 Maret, lebih dari 240 warga Palestina telah gugur – dan ribuan lainnya terluka – oleh pasukan zionis Yahudi yang dikerahkan di dekat zona penyangga, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Rusia Peringatkan tentang Kemungkinan Perang Nuklir

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Situasi saat ini, ditandai dengan meningkatnya ketegangan militer, dapat menyebabkan perang nuklir yang akan menghancurkan planet ini, kata Presiden Rusia pada hari Kamis (20/12/2018).

Dunia meremehkan banyaknya kemungkinan perkembangan peristiwa saat ini, kata Vladimir Putin dalam konferensi pers tahunan yang mengumpulkan lebih dari 2.000 wartawan di balai kongres the Moscow International Trade Center.

Penarikan AS dari Perjanjian Anti-Balistik Rudal (the Anti-Ballistic Missile Treaty) dan niatnya untuk mengakhiri Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak-Menengah (the Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty) – yang merupakan pilar dari sistem kontrol senjata internasional – mengurangi ambang aplikasi senjata nuklir, dan pada gilirannya, dapat menyebabkan bencana nuklir global, kata Putin.

“Saya berharap manusia akan memiliki cukup akal sehat untuk tidak mengarah ke ekstremitas,” tambahnya.

Putin dalam konferensi pers besar ini sedang mengevaluasi peristiwa-peristiwa utama 2018, sejak ia terpilih kembali sebagai presiden untuk masa jabatan keempat.

Berbicara tentang perkembangan terakhir di Suriah, pemimpin Rusia itu mengatakan penarikan pasukan AS dari negara yang dilanda perang tersebut adalah sebuah kemungkinan tetapi belum ada langkah konkret yang diambil.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kemenangan atas IS di Suriah pada hari Rabu dan mengumumkan penarikan pasukan dalam 60 hingga 100 hari.

Putin mengatakan, Washington berjanji untuk menarik kembali tentaranya dari Afghanistan setiap tahun tetapi pasukan AS nyatanya masih tetap di negara itu selama 17 tahun.

Dia mengatakan Rusia puas dengan perkembangan penyelesaian krisis Suriah.

Baca juga:

Iran, Rusia, dan Turki pada hari Selasa memberi PBB daftar kemungkinan anggota komite untuk merevisi konstitusi Suriah.

Panitia akan dibentuk pada akhir 2018 atau awal 2019 dan akan memberikan dorongan baru untuk proses perdamaian, katanya.

Mengenai hubungan Rusia-Turki, Putin mengatakan kedua negara bekerja untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang, termasuk memerangi teror dan ekonomi.

“Turki mengejar kebijakan internasional yang independen, kami sangat menghargainya, ini menciptakan prediktabilitas dan stabilitas hubungan. Dalam hal ini, peran presiden Turki sangat besar. Kami berharap, kecenderungan ini akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan Mr. Recep Tayyip Erdogan,” katanya.

Mengomentari kasus jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, Putin menarik kesejajaran dengan keracunan mantan mata-mata Rusia Sergey Skripal di Amerika Serikat.

Dia mengatakan Khashoggi tewas dan Skirpal masih hidup, namun semua tetap tenang menanggapi kasus Khashoggi, sementara dalam kasus Skirpal serangkaian sanksi telah dijatuhkan.

Khashoggi, kolumnis untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah mengeluarkan berbagai penjelasan yang kontradiktif, Riyadh akhirnya mengakui dia terbunuh di dalam gedung diplomatik, menyalahkan tindakan itu pada operasi yang gagal.

Hubungan antara Rusia dan Inggris menegang sejak Maret ketika Skirpal dan putrinya diduga mendapat serangan gas saraf di kota Salisbury Inggris selatan.

Otoritas Inggris menuduh Rusia berada di balik percobaan pembunuhan itu, tuduhan yang dibantah oleh Moskow.

U.K. mengusir 23 diplomat Rusia – dan 121 diplomat Rusia lainnya di seluruh dunia dipulangkan saat krisis diplomatik memanas.

Dalam Setahun 53 Wartawan Dibunuh di Dunia

ANKARA (Jurnalislam.com) – Jumlah wartawan yang terbunuh tahun ini karena laporan berita mereka hampir berlipat ganda, menurut laporan yang dirilis pada hari Rabu (19/12/2018) oleh Komite untuk Melindungi Wartawan (the Committee to Protect Journalists-CPJ).

Lima puluh tiga wartawan tewas pada tahun 2018 per tanggal 14 Desember. Dari jumlah itu 34 tewas karena pembunuhan. Angka tersebut naik dibanding tahun lalu ketika hanya 18 wartawan yang dibunuh karena pekerjaan mereka.

CPJ juga memasukkan pembunuhan Jamal Khashoggi dalam daftar jurnalis yang tewas akibat pembunuhan, yang disalahkan pada kurangnya kepemimpinan internasional dalam hal keamanan jurnalis.

Jurnalis dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post itu terbunuh setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada awal Oktober.

Arab Saudi awalnya membantah terlibat dalam peran apa pun dalam penghilangan Khashoggi sebelum akhirnya mengakui dia dibunuh di dalam konsulat.

Majalah Time pekan lalu menetapkan Khashoggi bersama dengan wartawan lainnya, termasuk wartawan Reuters Kyaw Soe Oo dan Wa Lone yang telah dipenjara di Myanmar, sebagai Person of the Year.

Baca juga:

Uni Eropa juga menghadapi masalah dengan keamanan jurnalis, seperti Jan Kuciak, seorang wartawan investigasi yang menyelidiki korupsi di Slowakia yang ditembak mati bersama tunangannya pada bulan Februari.

Panitia masih menyelidiki kematian Viktoria Marinova, yang diperkosa, dipukuli dan dicekik sampai mati di Bulgaria pada bulan Oktober.

Negara yang paling berbahaya bagi wartawan masih Afghanistan, menurut laporan itu. Sebanyak 13 wartawan tewas di sana pada tahun 2018, yang merupakan jumlah terbanyak dalam setahun sejak komite itu mulai melacak kematian wartawan pada tahun 1992.

Angka yang meningkat ini muncul setelah mengalami penurunan selama dua tahun, dan komite mengatakan peningkatan itu telah menyebabkan krisis di dunia jurnalisme.

“Konteks untuk krisis bervariasi dan kompleks, dan terkait erat dengan perubahan teknologi yang memungkinkan lebih banyak orang untuk bertindak sebagai jurnalis bahkan ketika jurnalis disamakan dengan kelompok politik dan kriminal yang membutuhkan media berita untuk menyebarkan pesan mereka,” tambah laporan itu.