Terbunuhnya Khashoggi Ungkap Hubungan Terselubung Saudi dan Israel

Terbunuhnya Khashoggi Ungkap Hubungan Terselubung Saudi dan Israel

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sebuah prakarsa Saudi terselubung yang didukung oleh Amerika Serikat yang bertujuan untuk menempa hubungan yang lebih erat antara kerajaan Saudi dan Israel tersendat menyusul pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, The Wall Street Journal melaporkan pada hari Selasa (18/12/2018).

Kemarahan global atas pembunuhan Khashoggi telah membatasi kemampuan penguasa de facto kerajaan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, untuk menjangkau Israel, sebuah langkah yang disebut Journal “berisiko”.

Mantan penasehat istana kerajaan Saud al-Qahtani dan mantan wakil kepala intelijen Ahmed al-Assiri dipecat atas dugaan keterlibatan mereka dalam pembunuhan itu. Dua penasehat, yang dekat dengan bin Salman tersebut, juga memainkan peran kunci dalam membangun agen rahasia dengan Israel, menurut the Journal.

Pemecatan mereka dari jabatan kantor adalah hambatan untuk mengembangkan hubungan antara kedua negara.

“Berbagai hal menjadi benar-benar dingin setelah pembunuhan Khashoggi,” kata seorang pejabat senior pemerintah Saudi kepada Journal.

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Baca juga: 

Arab Saudi awalnya membantah peran apa pun dalam hilangnya Khashoggi.

Setelah mengeluarkan penjelasan yang kontradiktif, Riyadh akhirnya mengakui bahwa ia dibunuh di dalam gedung diplomatik, menyalahkan oknum yang melakukan operasi rendisi yang gagal.

Teknologi pengawasan adalah sebuah sektor yang ingin ditanamkan oleh Saudi Arabia dan membawa kedua negara semakin mendekat.

Surat kabar itu mengatakan Assiri melakukan perjalanan rahasia ke Israel, di mana dia fokus mengupayakan agar kerajaan bisa mendapat manfaat dari teknologi pengawasan Israel. Qahtani bekerja di Arab Saudi untuk melunakkan dan mencerahkan citra Israel di negara itu dan juga memainkan peran dalam pembelian teknologi pengawasan Israel atas nama kerajaan.

“Arab Saudi dan Israel telah bergeser lebih dekat meskipun risiko politik yang cukup besar di kerajaan ketika terlihat akrab dengan negara yang dicerca secara luas di dunia Arab karena menduduki wilayah Palestina dan mengusir warga Palestina dari negara mereka sendiri,” kata Journal.

Sebagai buntut dari pembunuhan Khashoggi, Raja Salman bin Abdulaziz mengambil peran lebih aktif dalam pemerintahan, hingga menyebabkan masalah bagi hubungan Saudi-Israel, karena raja melihat konflik Palestina-Israel sebagai masalah paling penting di wilayah tersebut.

“Tingkat keamanan langsung, kerja sama militer dan intelijen antara Israel dan negara-negara Teluk, dengan Amerika sebagai mitra, adalah visi yang jauh ke depan,” Robert Wexler, presiden pusat S. Daniel Abraham untuk Perdamaian Timur Tengah (the S. Daniel Abraham center for Middle East Peace), kata The Journal.

Bagikan

One thought on “Terbunuhnya Khashoggi Ungkap Hubungan Terselubung Saudi dan Israel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X