Taliban: AS Telah Kalah di Medan Perang dan Dipermalukan dalam Perundingan

Taliban: AS Telah Kalah di Medan Perang dan Dipermalukan dalam Perundingan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban merilis pernyataan singkat menegaskan bahwa perwakilan dari “kantor politiknya” bertemu dengan delegasi Amerika pada Senin (17/12/2018), lansir The Long War Journal.

Pertemuan tatap muka akan berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA). Dan menurut Taliban, “perwakilan dari Arab Saudi, Pakistan dan [juga] Uni Emirat Arab juga akan menghadiri pertemuan.”

Pernyataan Taliban secara khusus tidak menyebutkan pemerintah Afghanistan. Para jihadis telah secara terbuka menolak setiap pembicaraan dengan pemerintah Presiden Ghani, dan berulang kali menggambarkannya mereka sebagai “boneka AS” dan tidak sah.

Taliban memaparkan, dengan mengatakan “delegasi Imarah Islam mempresentasikan sikap keagamaan dan nasionalnya di Konferensi Moskow yang telah menghapus keraguan berbagai negara dan lebih menjelaskan bahwa hanya Imarah Islam yang saat ini benar-benar mewakili rakyat Afganistan, bahwa Imarah Islam memang telah berhasil memperoleh dukungan publik dan berjuang untuk membela hak-hak rakyat Afghanistan dan kedaulatan negara – perjuangan tersebut adalah hak asasi manusia dan hukum dari negara mana pun yang tidak boleh dirampas.”

Taliban mengatakan bahwa “di medan militer Imarah Islam telah mengalahkan musuh penjajahan di satu sisi, dan di sisi lain juga memaksa musuh yang lelah menjadi malu di bidang politik.” Artinya, menurut Taliban, AS dan Barat telah dipermalukan dalam negosiasi (perundingan).

Sebagian besar sisa pernyataan Taliban pada konferensi Moskow adalah dalam nada yang sama, menegaskan kemampuannya di media, sambil meruntuhkan AS dan Barat (“kekuatan imperialistik”), serta pemerintah Afghanistan.

Baca juga: 

Dalam sebuah pernyataan terpisah pada 28 November, Taliban berkomentar di sebuah konferensi di Jenewa yang juga dihadiri oleh Ashraf Ghani bersama dengan timnya. Taliban mengatakan “Imarah Islam, sebagai wakil dari negara Mujahid Afghanistan yang gagah berani dan sebagai sebuah entitas yang berdaulat, berjuang dan bernegosiasi dengan penjajah Amerika untuk keberhasilan Jihad ”- dengan kata lain, agar AS dan sekutu asingnya mundur dari Afghanistan. Selain itu, berbicara dengan “entitas yang tanpa daya dan tunduk dengan negara asing adalah buang-buang waktu,”  – maksudnya adalah pemerintah Afghanistan.

Masih harus dilihat apakah Zalmay Khalilzad, yang memimpin delegasi Amerika, dapat benar-benar mempertemukan Taliban dan pemerintah Afghanistan untuk duduk di meja yang sama – atau apakah AS akan melanjutkan tanpa pembicaraan itu.

Sedikitnya satu pejabat Amerika mengklaim mereka tidak benar-benar bernegosiasi dengan Taliban. “Kami tidak terlibat dalam pembicaraan damai dengan Taliban,” John R. Bass, Duta Besar AS di Afghanistan, mengatakan awal bulan ini, menurut TOLOnews. “Kami tidak bernegosiasi atas nama rakyat Afghanistan, kami tidak bernegosiasi atas nama pemerintah Afghanistan, kami tidak dalam masa negosiasi.”

Pembicaraan sebelumnya telah diadakan di Qatar, negara yang telah menawarkan lingkungan penggalangan dana yang permisif untuk Taliban dan al Qaeda. Namun Uni Emirat Arab, rival geopolitik Qatar, juga telah memungkinkan kebebasan bergerak bagi Taliban. Sesaat sebelum gugur  dalam serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan pada Mei 2016, Amir Taliban, Syaikh Mullah Mansour, mengunjungi Dubai. Perjalanannya, yang pertama kali dilaporkan oleh Washington Post, adalah untuk “belanja dan penggalangan dana.”

Tokoh-tokoh Taliban lainnya diketahui juga melakukan perjalanan ke UAE untuk penggalangan dana.

Bagikan

2 thoughts on “Taliban: AS Telah Kalah di Medan Perang dan Dipermalukan dalam Perundingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.