Berita Terkini

GUIB Jatim Apresiasi Langkah Cepat Aparat Antisipasi Paham Komunisme

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sekjen Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, Ustaz Muhammad Yunus, mengapresiasi kerja cepat pihak aparat, baik polisi mau pun TNI yang sigap melawan merebaknya paham komunis di Indonesia.

Penyitaan 108 buah buku PKI dari dua toko buku di Pare, Kediri, Jawa Timur, membuktikan paham komunis terus bergerak, dan kini mereka mendapat angin segar.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kesigapan aparat dalam merespon laporan masyarakat serta mengapresiasi terkait adanya gejala kebangkitan ajaran komunis yang bermetamorfosis dalam bentuk bentuk baru,” kata Ustaz Muhammad Yunus kepada Jurnalislam.com, Senin (31/12/2018).

Mengutip Tap MRPS, Yunus menegaskan bahwa Komunisme, marxisme dan leninisme adalah ideologi terlarang di Indonesia.

“Potensi kebangkitan itu sangat nyata dinegeri ini. Oleh karena itu, kesigapan aparat dalam merespon ancaman bahaya ideologi tersebut harus dikuatkan, termasuk kepedulian masyarakat. Terima kasih kepada polisi dan TNI,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Arukat Djaswadi, pengamat pergerakan Komunisme di Indonesia. Menurutnya, pendukung komunisme di Indonesia saat ini sudah sangat percaya diri dan diduga mulai masuk ke pos-pos penting di pemerintahan.

Pengecekan buku dilakukan Kodim atas laporan masyarakat. Sebagian buku yang disita dibawa ke Polres Kediri, adapun sisanya dibawa ke markas Kodim 0809 Kediri dan Bakesbang Linmas Pemerintah Kabupaten Kediri.

Komandan Kodim 0809 Letnan Kolonel Kav. Dwi Agung Sutrisno menjelaskan dirinya memerintahkan pengamanan buku-buku itu demi menghindari potensi kerawanan di masyarakat. Sebab keberadaan buku-buku itu disinyalir telah memicu keresahan warga.

“Kami amankan buku-buku itu untuk menghindari kerawanan,” ucap Agung.

 

Oknum PGN Pelaku Penyerangan di Masjid Al-Huda Wonosobo Minta Maaf

WONOSOBO (Jurnalislam.com) – Arga Ramadhan, oknum dari organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang membuat kericuhan di halaman Masjid Al-Huda Sudagaran, Wonosobo, Jawa Tengah kemarin, Ahad (30/12/2018) akhirnya meminta maaf. Bersama puluhan rekannya, Arga melakukan mengintimidasi peserta Aksi Bela Uighur yang hendak melakukan shalat dzuhur di masjid yang juga menjadi titik kumpul aksi tersebut..

“Saya mewakili oknum mohon maaf sebesar-besarnya, dengan kerendahan hati saya atas kejadian tadi pada hari minggu pukul 12.00 WIB, kami tadi melakukan hal hal yang kurang berkenan di hati saudara kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya di hadapan puluhan umat Islam yang mengawal jalannya audensi di Pendopo Bupati Wonosobo, Ahad (30/12/2018) malam.

“Mungkin untuk kedepan kita bersatu, bisa berkolaborasi, untuk Wonosobo lebih damai, lebih maju dan lebih berkarya,” sambungnya.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=VZvp3_vA9tc[/embedyt]

Sementara itu, Muntako ketua Mujahidin 1912, meminta umat Islam untuk tidak memperpanjang kasus tersebut. Ia menyebut Kapolresta Wonosobo AKBP Abdul Waras telah berjanji untuk menindak tegas oknum-oknum PGN apabila kembali membuat keributan terhadap umat Islam Wonosobo.

“Setelah pulang dari sini semua clear tidak ada masalah, dan sudah ada komitmen dari bapak Kapolres bahwa ketika sewaktu waktu ini terjadi lagi, kita tidak usah melapor delik aduan semua biar pak Kapolres yang menindak,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sekelompok massa berseragam PGN melakukan penyerangan terhadap peserta aksi Solidaritas Muslim Uighur di Masjid Al Huda, Sudagaraan Wonosobo saat hendak melakukan shalat Zuhur Berjamaah pada Ahad (30/12/2018).

Massa PGN juga berusaha merebut bendera tauhid dari peserta hingga memicu aksi saling dorong dan nyaris baku hantam. Oleh karena itu, ratusan umat Islam melaporkan kasus tersebut ke pihak aparat pada ahad malam.

 

 

Spider-Man dan Kardus Peduli Bencana

“Spider-Man saja mau membantu, masa pemerintah enggak?”

SERANG (Jurnalislam.com) – Pagi itu tidak seperti biasanya. Cuaca dingin namun suasana tetap hangat. Gemercik hujan menetes, sedikit demi sedikit membasahi suatu tempat berkumpulnya warga kota Serang.

Car Free Day atau CFD yang digelar di pusat Ibukota Provinsi Banten, Ahad (30/12/2018) ini dipenuhi oleh sejumlah komunitas, beraksi dalam Bakti Sosial untuk korban Tsunami Selat Sunda.

“Spider-Man datang, mari kita foto bersama, mari kita berdonasi,” ujar salah seorang ditengah-tengah Alun-alun Timur kota Serang.

Lantas saja, penulis datang dan menghampiri suara tersebut. Terlihat tiga orang berkostum Spider-Man lengkap bersama satu orang dengan sebuah Toa berkumpul di tengah-tengah warga yang sedang asyik mendengarkan aksi charity lain dari komunitas UIN Banten Beatbox.

Komunitas Spider-verse Indonesia wilayah Banten. Foto: Fajar/Jurnis

“Kami dari komunitas Spider-verse Indonesia,” ujar Andika, perwakilan Spider-verse Indonesia Banten.

Gemercik hujan tipis mulai mereda, komunitas tokoh pahlawan Marvel sejak 2014 ini terlihat gagah dengan sebuah kotak kardus bertempelkan dua carik kertas yang sudah dilaminating. Secarik kertas bertuliskan nama Komunitas, seruan berfoto bersama, dan berdonasi dibawa memutari seisi Alun-alun.

“Om, anak saya mau foto bersama dong,” kata seorang Ibu yang menggendong anaknya untuk berfoto bersama, lalu menyisihkan sebagian uangnya kedalam kardus.

Andika menjelaskan tujuan aksi ini untuk menggalang bantuan kepada warga terdampak tsunami Selat Sunda.

“Rencananya juga kami ingin memakai kostum Spider-Man kesana saat menyerahkan bantuan, untuk menghibur juga,” jelasnya didampingi satu orang Spider-Man disampingnya.

Sementara itu, Komunitas Spider-verse Indonesia yang berada di berbagai wilayah, mulai dari Jakarta sebagai pusat sampai di Samarinda menggelar aksi yang sama.

Spider-Man bersemangat membawa kardus peduli bencana

Tujuannya mulia, untuk mengedukasi bahwa pahlawan itu ada dan semua dapat menjadi pahlawan dengan membantu sesama.

“Kita pingin ngasih tahu, Hero itu nyata, pahlawan itu ada diantara kita, kita juga bisa menjadi pahlawan. Caranya apa? Mungkin dari Spider-verse Indonesia sendiri dengan cara mengumpulkan dana untuk musibah,” papar pria bertopi biru ini.

“Yang saya ingin kasih tau, pahlawan itu ada di sekitar kita,” tambahnya semangat.

Ia menceritakan respon positif dari masyarakat. Pada aksi ketiga setelah pemberian donasi ke Dompet Dhuafa dilanjut Yatim Mandiri ini, 40 warga sejak pagi hingga jam 8.30 sudah datang untuk foto bersama sekaligus memasukan uang kedalam kotak kardus.

Dengan suara yang lembut, sedih, namun tetap tegar, dan semangat, Andika berharap kepada korban terdampak Tsunami Selat Sunda untuk tetap tabah dan bersabar menghadapi ujian dari Tuhan ini.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk membantu dalam bentuk apapun secara maksimal.

Kendati demikian, ia bersama komunitas Spider-verse Indonesia berharap kepada pemerintah untuk segera membantu dan memulihkan keadaan.

“Spider-Man saja mau membantu, masa pemerintah enggak?.”

“Spider-Man saja mau membantu, ada yang jauh-jauh dari Queens New York,” harapnya sambil diiringi candaan.

Turki dan Integritas Teritorial Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Tekad Turki untuk memerangi kelompok-kelompok teror memainkan peran penting dalam perlindungan integritas teritorial Suriah, menurut analis kebijakan luar negeri dan keamanan regional.

Abdullah Agar, seorang mantan komando dan pakar keamanan regional, mengatakan kepada Anadolu Agency Ahad (30/12/2018) bahwa tekad Turki untuk melakukan operasi anti-teror terhadap YPG dukungan AS telah merusak dan mengganggu struktur kesatuan Suriah.

Abdullah Agar mengatakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan selalu menekankan pentingnya menjaga integritas wilayah Suriah dan bahwa selama pertemuan hari Sabtu antara pejabat tinggi Turki dan Rusia, masalah ini digarisbawahi.

Pada hari Sabtu di Moskow, setelah bertemu dengan para pejabat tinggi Turki termasuk menteri luar negeri dan pertahanan serta pembantu presiden, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Ankara dan Moskow telah mencapai kesepahaman dalam mengambil langkah lebih lanjut atas Suriah.

“Pada saat ini, tidak peduli apakah benua Eropa mengakui atau tidak, mereka telah melindungi, mendanai, memperlengkapi, dan mengarahkan organisasi teroris separatis,” tambah Agar.

Oytun Orhan, koordinator studi Suriah di Pusat Studi Strategis Timur Tengah (ORSAM) yang berbasis di Ankara, mengatakan bahwa ada dua aktor di Suriah yang mengancam integritas teritorial negara itu.

“Ancaman terbesar bagi integritas teritorial Suriah dan kesatuan politik berasal dari PYD dan sayap militernya YPG,” kata Orhan.

Baca juga:

Serhat Erkmen, seorang profesor di Akademi Penjaga Gendarmerie dan Penjaga Pantai yang berbasis di Ankara, mengatakan bahwa Turki tidak pernah mengubah kebijakannya untuk melindungi integritas wilayah Suriah.

Menurut Erkmen, pembicaraan tripartit baru-baru ini antara Rusia, Iran, dan Turki menunjukkan betapa pentingnya peran kebijakan Turki.

“Baru-baru ini, operasi Euphrates Shield dan Olive Branch dan operasi di Idlib menunjukkan betapa seriusnya peran Turki dalam hal ini,” tambahnya, merujuk pada operasi kontra-teroris Turki di Suriah yang dilakukan sejak 2016.

Ankara telah mengisyaratkan operasi kontra-teroris baru di Suriah, di sebelah timur Sungai Efrat, akan segera dimulai.

Erkmen mengatakan pembentukan komisi konstitusi di Suriah, potensi operasi militer Turki melawan kelompok-kelompok teror, dan proses politik baru di Suriah akan mengkonsolidasikan peran Turki dalam melindungi integritas teritorial Suriah.

Rekaman Video Tas Berisi Potongan Tubuh Khashoggi Bocor ke Media Turki

TURKI (Jurnalislam.com ) – Rekaman video yang bocor ke media Turki menunjukkan tim eksekutor Saudi di Istanbul membawa tas yang dikatakan berisi potongan tubuh jurnalis Saudi Jamal Khashoggi yang terbunuh.

Video itu memperlihatkan kedatangan beberapa anggota tim di kediaman konsul jenderal Saudi di Istanbul pada hari ketika Khashoggi terbunuh di dalam konsulat Saudi, beberapa ratus meter dari kediaman itu, lansir Aljazeera, Ahad (30/12/2018).

Salah satu anggota tim pembunuh terlihat membawa tas, yang menurut media Turki, mungkin berisi bagian tubuh wartawan, yang merupakan seorang kritikus bagi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Khashoggi memasuki konsulat Saudi pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen yang menyatakan dia menceraikan mantan istrinya sehingga dia bisa menikah lagi. Dia terbunuh dan terpotong-potong di dalam konsulat, dalam apa yang disebut Turki sebagai “pembunuhan berencana” yang dirancang oleh pemerintah Saudi.

Para pejabat Saudi membantah klaim Turki itu, bersikeras Khashoggi tewas dalam “operasi jahat”, setelah awalnya mengklaim ia telah meninggalkan gedung sebelum menghilang.

Turki mengatakan pembunuhan itu diperintahkan oleh seseorang di tingkat tertinggi kepemimpinan Saudi, menyiratkan Pangeran Mohammed berada di balik pembunuhan itu. Kerajaan mempertahankan bahwa sang pangeran, juga dikenal sebagai MBS, tidak mengetahui tentang pembunuhan itu.

Sinem Koseoglu dari Al Jazeera, melaporkan dari Istanbul, mengatakan video tersebut pertama kali ditayangkan di saluran baru Turki A Haber, yang mengambil rekaman melalui Ferhat Unlu, seorang jurnalis dengan unit investigasi surat kabar Daily Sabah.

Baca juga: 

Publikasi ini dikenal karena kedekatannya dengan intelijen Turki dan telah melaporkan serangkaian kebocoran dari penyelidikan Turki terhadap pembunuhan Khashoggi.

Wartawan tersebut baru-baru ini merilis buku yang ditulis bersama pihak lain tentang pembunuhan itu.

“Wartawan itu mengatakan tidak ada bukti bahwa barang bawaan yang dibawa oleh tim pembunuh diambil dari kediaman konsul. Karena itu, kami menghadapi pertanyaan baru,” Kaseoglu melaporkan.

“Kediaman konsul jenderal telah digeledah, tetapi ada sebuah sumur di mana Saudi tidak membiarkan para penyelidik Turki menyelidiki dengan teliti. Foto-foto baru ini telah mengubah arah penyelidikan,” tambah Koseoglu.

Pada Ahad malam, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu melakukan panggilan telepon dengan mantan menteri luar negeri Arab Saudi dan menteri negara saat ini yang bertanggung jawab atas urusan luar negeri, Adel al-Jubeir. Belum jelas apa yang dibahas dalam percakapan itu.

Injak Gambar Bendera Israel, Menteri Yordania Diprotes Pemerintah Zionis

YORDANIA (Jurnalislam.com) – Israel mengatakan pihaknya telah mengajukan keluhan ke Yordania atas gambar seorang menteri pemerintah Yordania yang menginjak gambar bendera Israel.

Jumana Ghuneimat, menteri negara bagian dalam hal informasi, digambarkan pekan lalu menginjak gambar bendera Israel ketika memasuki sebuah pertemuan di sebuah kompleks serikat pekerja di Amman. Jejak kaki juga dicetak pada desain bendera.

Gambar bendera Israel itu ditempelkan di lantai di pintu masuk kompleks selama beberapa tahun untuk memprotes pendudukan Israel di wilayah Palestina dan normalisasi hubungan Jordan dengan Israel, kata pejabat serikat pekerja.

Israel memanggil duta besar Yordania untuk klarifikasi pada hari Ahad (30/12/2018), kata kementerian luar negeri.

Baca juga:

Majed Qatarneh, juru bicara kementerian luar negeri Yordania, mengkonfirmasi bahwa Israel berusaha mencari klarifikasi atas insiden itu dan kementerian menangani masalah tersebut melalui “saluran diplomatik”.

“Pihak Israel diberitahu bahwa bangunan itu adalah milik pribadi dan menteri memasuki bangunan dari pintu masuk utama untuk pertemuan resmi,” katanya. “Kami telah menekankan bahwa kami menghormati perjanjian damai dengan Israel.”

Perdana Menteri Yordania Omar al-Razzaz dilaporkan memasuki gedung melalui pintu samping.

Israel dan Yordania menandatangani perjanjian perdamaian pada tahun 1994, tetapi hubungan kedua negara sering membeku di tengah perbedaan atas kebijakan Israel di Yerusalem, di mana Yordania adalah penjaga atas situs-situs Muslim, dan terhadap Palestina.

Satu-satunya negara Arab lainnya yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel adalah Mesir.

Peserta Aksi Bela Uighur Wonosobo Diserang Saat Hendak Shalat Dzuhur

WONOSOBO (Jurnalislam.com) – Peserta Aksi Solidaritas Muslim Uighur diserang sekelompok massa berpakaian hitam-hitam di halaman Masjid Al-Huda Sudagaran, Wonosobo, Ahad (30/12/2018) siang.

Menurut korlap Aksi Solidaritas Muslim Uighur, Muntako, massa berjumlah puluhan orang dan mengunakan seragam ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN). Mereka tiba-tiba mendatangi peserta aksi yang akan melakukan shalat berjamaah di Masjid Al-Huda .

“Di situ kami mau shalat dzuhur berjamaah, kami pikir sudah tidak ada apa-apa, tapi tanpa disangka ketika adzan dzuhur berkumandang saya melihat rombongan PGN itu konvoi mendekati masjid lalu berhenti dan menyerang kami, yang maju ke kita ada sepuluhan lebih, cuma yang dibelakang itu sekitar limpuluhan,” katanya saat dihubungi Jurniscom, Ahad (30/12/2018) malam.

Lebih lanjut Muntako mengatakan, massa PGN juga berusaha merebut bendera tauhid dari seorang anak kecil yang ikut dalam aksi bela Uighur. Saat itu, katanya, suasana sempat memanas dan sempat anarkis.

“PGN berusaha merebut bendera tauhid, kalau kita lihat al Liwa dan Ar Raya itu ya, berusaha merebut dari anak kecil dimana anak kecil itu menangis dan trauma,” ujarnya.

“Alhamdulillah respon kita cepat dan terjadi tarik-menarik namun berhasil kita amankan lagi, bahkan sempat terjadi baku hantam,” ungkap Muntako.

Muntako mengaku tidak tahu penyebab penyerangan itu. Ia pun geram dan akan melaporkan kasus ini kepada kepolisian.

Sebelumnya, ratusan massa melakukan aksi solidaritas untuk Muslim Uighur di depan Masjid Al-Huda Sudagaran, Kabupaten Wonosobo. Mereka melakukan longmarch dan menyampaikan orasi di Taman Plaza. Setelah itu mereka kembali ke Masjid Al-Huda. Aksi berjalan tertib dan lancar.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=c1tBzTD-ly8[/embedyt]

Catatan Ringkas Akhir Tahun: Palestina Sepanjang 2018

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Selama setahun, Palestina tidak mengalami penurunan dalam hal pendudukan Israel, apalagi terobosan untuk mengakhirinya. Meskipun tidak ada perang skala penuh yang pecah pada 2018, seperti yang diperkirakan beberapa pihak, 2018 merupakan tahun kekerasan yang mematikan, ekspansi pemukiman ilegal Yahudi dan pembongkaran paksa rumah warga Palestina.

Sedikitnya 289 warga Palestina – pria, wanita dan anak-anak – terbunuh sepanjang 2018, sementara ribuan lainnya terluka, termasuk banyak yang cacat seumur hidup akibat tembakan pasukan penjajah Israel. Menurut organisasi Pertahanan untuk Anak-anak, korban meninggal dunia termasuk 56 anak-anak Palestina – rata-rata lebih dari satu anak setiap pekan.

Sedikitnya 538 unit dan fasilitas perumahan dihancurkan di Tepi Barat yang diduduki, yang mengakibatkan 1.300 warga Palestina kehilangan rumah mereka, sebuah laporan oleh Pusat Studi dan Dokumentasi Organisasi Pembebasan Palestina (the Palestinian Liberation Organisation’s Centre for Studies and Documentation) mengatakan, Sabtu (29/12/2018).

Sementara itu, blokade Israel-Mesir di Gaza masih berlangsung. Blokade itu telah berulang kali diperingatkan oleh PBB karena memiliki efek yang menghancurkan terhadap dua juta penduduk Gaza.

Pada tingkat internal, pembicaraan rekonsiliasi nasional antara pemerintah Hamas dan Fatah, yang masing-masing mengendalikan Jalur Gaza dan kantong Tepi Barat, hanya membuat sedikit kemajuan yang berharga. Perpecahan dalam politik Palestina berlanjut untuk tahun ke-11 berjalan, karena jalan buntu utama tetap berpusat pada memungkinkan kontrol penuh Otoritas Palestina atas pasukan keamanan di Jalur Gaza, termasuk sayap militer Hamas.

Sejumlah keputusan kontroversial dibuat oleh Amerika Serikat, seperti memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang akhirnya meyakinkan pimpinan Palestina tentang bias AS dalam konflik. Donald Trump juga menyatakan diakhirinya pendanaan lembaga pengungsi utama PBB untuk Palestina, serta menempatkan lima juta pengungsi di wilayah pendudukan dan negara-negara tetangga seperti Yordania, Suriah, Lebanon dan Mesir, terancam tidak menerima bantuan makanan, pendidikan , pelatihan kejuruan, pekerjaan dan banyak lagi.

Baca juga:

 

Pasang Baliho Besar, Almumtaz Ajak Warga Tasik Tak Tahun Baruan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) memasang baliho besar berisi ajakan untuk tidak merayakan pergantian tahun. Baliho berukuran 4×6 meter itu dipasang salah satu jalan di pusat kota Tasikmalaya, Jl. Gunung Sabeulah, Cihideng pada Sabtu (29/12/2018) malam.

“Ini dalam rangka dakwah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya memahami batasan-batasan dalam aqidah Islam dan seruan untuk menjauhi maksiat dan tabdzir (mubazir-red),” kata Sekjen Almumtaz, Abu Hazmi kepada Jurniscom, Ahad (30/12/2018).

Abu Hazmi menambahkan, pemasangan baliho dakwah itu juga sebagai bentuk dakwah kreatif Almumtaz melalui media periklanan di Kota Tasikmalaya.

Ketika disinggung soal pendanaan, Abu Hazmi mengatakan, pembiayaan iklan tersebut murni dari swadaya umat.

“Tidak ada sponsor, ini dibiayai dari swadaya umat khususnya ormas, OKP, dan lembaga-lembaga yang tergabung dalam Almumtaz yang saat ini sudah ada 70 organisasi lebih,” paparnya.

Baliho ajakan tidak tahun baruan

Dia juga menuturkan, belum ada reaksi negatif dari pihak lain terkait pemasangan baliho dakwah tersebut.

“Alhamdulillah respon masyarakat sejauh ini positif, sampai saat ini belum ada penolakan dari pihak manapun,” pungkasnya.

Baliho tersebut bertuliskan “Sukseskan Gerakan Tidak keluar malam tahun baru”. Tertulis juga di tengah-tengahnya sebuah hadits tentang larang menyerupai suatu kaum.

Hadits tersebut dikaitkan dengan masih banyaknya umat Islam yang merayakan pergantian tahun masehi yang disebut Almumtaz sebagai kebiasaan kaum non muslim.

Di bagian bawah baliho nampak logo-logo organisasi yang mendukung gerakan tersebut.

Ibnu Fariid

Dalam 3 Bulan Koalisi AS Bunuh 165 Warga Sipil di Suriah Timur

ANKARA (Jurnalislam.com) – Dalam periode yang berlangsung sekitar tiga bulan, koalisi yang dipimpin sekutu AS dan milisi YPG/PKK membunuh 165 warga sipil di satu wilayah Suriah timur, kata sebuah LSM Suriah dalam sebuah laporan pada hari Sabtu (29/12/2018).

Dengan dalih mengusir IS dari daerah itu, serangan pasukan koalisi di sekitar Deir ez-Zor menewaskan 153 warga sipil, termasuk 71 anak-anak dan 29 wanita, Sedangkan serangan oleh teroris YPG / PKK menewaskan 12 warga sipil pada periode yang sama, termasuk tiga anak, kata Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Network for Human Rights-SNHR) dalam sebuah laporan 101 hari dari 11 September hingga 20 Desember.

Setelah pusat distrik Hajin Deir ez-Zor diserang oleh kelompok YPG/PKK, sekitar 6.000 warga sipil di kota-kota dan desa-desa kekuasaan IS yang tinggal sisa-sisa menderita akibat pengepungan oleh pasukan rezim Syiah Bashar al-Assad dan teroris YPG/ KK, kata laporan itu.

Laporan itu menambahkan bahwa IS menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, sehingga mereka terkena serangan acak oleh pasukan rezim dan teroris YPG / PKK.

Baca juga: 

IS masih mempertahankan kendali atas lima kota di bagian pedesaan di provinsi Deir ez-Zor timur.

Dengan bantuan AS, YPG / PKK memegang kendali timur Sungai Efrat dan daerah pedesaan di Deir ez-Zor barat dan timur. Prancis juga memberikan dukungan kepada kelompok teroris dengan artileri.

Pasukan rezim Assad, sementara itu, mempertahankan kontrol bagian barat Deir ez-Zor.

Sampai hari ini, milisi YPG / PKK menempati sekitar 28 persen dari total wilayah Suriah.

Turki mengatakan akan segera meluncurkan operasi kontra-teroris ketiga terhadap teror YPG/PKK di Suriah utara, dengan alasan adanya ancaman terhadap Turki dan warga sipil setempat.

Suriah telah dikunci dalam perang global yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menindak demonstran dengan keganasan militer yang tak terduga.