Catatan Ringkas Akhir Tahun: Palestina Sepanjang 2018

Catatan Ringkas Akhir Tahun: Palestina Sepanjang 2018

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Selama setahun, Palestina tidak mengalami penurunan dalam hal pendudukan Israel, apalagi terobosan untuk mengakhirinya. Meskipun tidak ada perang skala penuh yang pecah pada 2018, seperti yang diperkirakan beberapa pihak, 2018 merupakan tahun kekerasan yang mematikan, ekspansi pemukiman ilegal Yahudi dan pembongkaran paksa rumah warga Palestina.

Sedikitnya 289 warga Palestina – pria, wanita dan anak-anak – terbunuh sepanjang 2018, sementara ribuan lainnya terluka, termasuk banyak yang cacat seumur hidup akibat tembakan pasukan penjajah Israel. Menurut organisasi Pertahanan untuk Anak-anak, korban meninggal dunia termasuk 56 anak-anak Palestina – rata-rata lebih dari satu anak setiap pekan.

Sedikitnya 538 unit dan fasilitas perumahan dihancurkan di Tepi Barat yang diduduki, yang mengakibatkan 1.300 warga Palestina kehilangan rumah mereka, sebuah laporan oleh Pusat Studi dan Dokumentasi Organisasi Pembebasan Palestina (the Palestinian Liberation Organisation’s Centre for Studies and Documentation) mengatakan, Sabtu (29/12/2018).

Sementara itu, blokade Israel-Mesir di Gaza masih berlangsung. Blokade itu telah berulang kali diperingatkan oleh PBB karena memiliki efek yang menghancurkan terhadap dua juta penduduk Gaza.

Pada tingkat internal, pembicaraan rekonsiliasi nasional antara pemerintah Hamas dan Fatah, yang masing-masing mengendalikan Jalur Gaza dan kantong Tepi Barat, hanya membuat sedikit kemajuan yang berharga. Perpecahan dalam politik Palestina berlanjut untuk tahun ke-11 berjalan, karena jalan buntu utama tetap berpusat pada memungkinkan kontrol penuh Otoritas Palestina atas pasukan keamanan di Jalur Gaza, termasuk sayap militer Hamas.

Sejumlah keputusan kontroversial dibuat oleh Amerika Serikat, seperti memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang akhirnya meyakinkan pimpinan Palestina tentang bias AS dalam konflik. Donald Trump juga menyatakan diakhirinya pendanaan lembaga pengungsi utama PBB untuk Palestina, serta menempatkan lima juta pengungsi di wilayah pendudukan dan negara-negara tetangga seperti Yordania, Suriah, Lebanon dan Mesir, terancam tidak menerima bantuan makanan, pendidikan , pelatihan kejuruan, pekerjaan dan banyak lagi.

Baca juga:

 

Bagikan

One thought on “Catatan Ringkas Akhir Tahun: Palestina Sepanjang 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.