Responsive image

GUIB Jatim Apresiasi Langkah Cepat Aparat Antisipasi Paham Komunisme

GUIB Jatim Apresiasi Langkah Cepat Aparat Antisipasi Paham Komunisme

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sekjen Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, Ustaz Muhammad Yunus, mengapresiasi kerja cepat pihak aparat, baik polisi mau pun TNI yang sigap melawan merebaknya paham komunis di Indonesia.

Penyitaan 108 buah buku PKI dari dua toko buku di Pare, Kediri, Jawa Timur, membuktikan paham komunis terus bergerak, dan kini mereka mendapat angin segar.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kesigapan aparat dalam merespon laporan masyarakat serta mengapresiasi terkait adanya gejala kebangkitan ajaran komunis yang bermetamorfosis dalam bentuk bentuk baru,” kata Ustaz Muhammad Yunus kepada Jurnalislam.com, Senin (31/12/2018).

Mengutip Tap MRPS, Yunus menegaskan bahwa Komunisme, marxisme dan leninisme adalah ideologi terlarang di Indonesia.

“Potensi kebangkitan itu sangat nyata dinegeri ini. Oleh karena itu, kesigapan aparat dalam merespon ancaman bahaya ideologi tersebut harus dikuatkan, termasuk kepedulian masyarakat. Terima kasih kepada polisi dan TNI,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Arukat Djaswadi, pengamat pergerakan Komunisme di Indonesia. Menurutnya, pendukung komunisme di Indonesia saat ini sudah sangat percaya diri dan diduga mulai masuk ke pos-pos penting di pemerintahan.

Pengecekan buku dilakukan Kodim atas laporan masyarakat. Sebagian buku yang disita dibawa ke Polres Kediri, adapun sisanya dibawa ke markas Kodim 0809 Kediri dan Bakesbang Linmas Pemerintah Kabupaten Kediri.

Komandan Kodim 0809 Letnan Kolonel Kav. Dwi Agung Sutrisno menjelaskan dirinya memerintahkan pengamanan buku-buku itu demi menghindari potensi kerawanan di masyarakat. Sebab keberadaan buku-buku itu disinyalir telah memicu keresahan warga.

“Kami amankan buku-buku itu untuk menghindari kerawanan,” ucap Agung.

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X