Berita Terkini

Perkara Hati dan Jenis Perusaknya

JURNALISLAM.COM – Melihat fenomena perpecahan, propaganda, bahkan agitasi yang dipertontonkan di jagat media, tidak sedikit yang merasa risih, kesal, bahkan lebih memilih untuk tidak peduli terhadap itu semua.

Kendati demikian, mungkin dari teman-teman ada yang bertanya, apakah itu bentuk kerusakan nalar sehat, atau permasalahan hati?

Menarik jika membahas masalah hati atau qalbu ini. Menjaga hati agar tetap sehat dan tidak rusak merupakan suatu hal yang penting, apalagi di zaman adu domba dan baper pada tahun politik tidak bisa terelakkan.

Tidak kurang, banyak cendekiawan menulis tentang perkara ini, Farid Ahmad Okbah salah satunya. Di dalam buku Hidup Hanya Sekali, Jangan Salah Jalan ia menjelaskan perkara ‘segumpal daging’ ini.

Kebahagiaan seseorang akan mendalam ketika dia sudah dapat memuaskan jasad dan pikirannya, kemudian dilanjutkan dengan memuaskan qalbunya.

Qalbu akan merasakan sakit sebagaimana badan juga merasakan sakit, maka obatnya adalah istighfar, taubat, dan kembali kepada Allah.

Qalbu akan menjadi kusam sebagaimana kaca, sedangkan membersihkannya dengan berdzikir.

Qalbu akan telanjang seperti badan, sedangkan pakaiannya adalah taqwa. Qalbu juga dapat merasa lapar dan haus, sedangkan makanan dan minumannya adalah mengenal Allah, mencintai-Nya, tawakkal, serta kembali dan mengabdi kepada-Nya.

Penyebab Hati Menjadi Rusak

Setidaknya ada beberapa sebab hati dapat menjadi rusak:

1. Sebab kemusyrikan, yaitu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.

Allah SWT berfirman:

سَنُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَاۤ اَشْرَكُوْا بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا ۚ وَمَأْوٰٮهُمُ النَّارُ ؕ وَ بِئْسَ مَثْوَى الظّٰلِمِيْنَ
“Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim.”
(QS. Ali ‘Imran: Ayat 151)

2. Berpaling dari kebenaran dan mengikuti hawa nafsu.

Allah SWT berfirman:

ؕ فَلَمَّا زَاغُوْۤا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ ؕ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
“… Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”
(QS. As-Saff: Ayat 5)

Allah SWT berfirman:

ٍ ثُمَّ انْصَرَفُوْا ؕ صَرَفَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
“… Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami.”
(QS. At-Taubah: Ayat 127)

Allah SWT berfirman:

وَاصْبِرْ نَـفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ ۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَ لَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا
“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.”
(QS. Al-Kahf: Ayat 28)

3. Kedengkian terhadap orang-orang mukmin.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَآءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَـنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.””
(QS. Al-Hasyr: Ayat 10)

4. Perbuatan dosa-dosa.

Allah SWT berfirman:

كَلَّا بَلْ ۜ رَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.”
(QS. Al-Muthaffifiin: Ayat 14)

Jadi, tidak menutup kemungkinan apa yang dilakukan para ‘aktor’ saat ini disebabkan ada yang salah dalam hatinya.

Memang, sebaiknya hati harus dirawat dan dijaga dari apapun yang dapat merusaknya. Sebab jika rusak, rusaklah seluruh jiwa raga. Namun sebaliknya, jika baik, baiklah seluruh badan ini.

Aksi Pengadangan Picu Masyarakat Tak Lagi Respek terhadap Aparat

SOLO (Jurnalislam.com)- Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor Dr. Muhammad Taufik angkat suara soal pengadangan peserta tabligh akbar.

Aksi aparat yang kedapatan mengadang peserta Tabligh Akbar PA 212 di Gladak Solo dinilai justru memperburuk citra polisi.

“Artinya begini, apa yang dilakukan pemerintah lewat kepolisian pada hari ini sangat tidak strategis, ini akan memberikan respon kepada masyarakat itu akan makin berani dan-mohon maaf- tidak respek kepada aparat kepolisian,” katanya kepada Jurniscom ahad, (13/1/2019).

Dr. Taufik yang juga ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) ini meminta kepada pemerintah agar tidak paranoid terhadap aksi-aksi yang dilakukan umat Islam khususnya di Solo.

“Sebenarnya acara ini sebenarnya sama dengan acara di hari Jum’at dan yang lain lain. Artinya kegiatan ini adalah bagian penyampaian pendapat di muka umum, kalau penyampaian pendapat di muka umum itu mayornya tidak perlu berizin cukup pemberitahuan,” ungkapnya.

Padahal menurutnya, aktivitas aksi ini nyaris tidak ada rumput pun yang rusak.

Bahkan yang terjadi semua pulang dengan tertib. Sampah-sampah pun kira kira satu jam  sudah bersih.

Kalau anarkisme, kata Dr Taufik, bisa dilihat dalam sejarah saat 20 november tahun 2000.

Saat ituitu Megawati tidak terpilih sebagai presiden meski PDIP menang.

“Yang terjadi adalah pembakaran, gedung pembantu Gubenur ini dibakar, kemudian LP blok D dan F itu juga di jebol. Bahkan mohon maaf, Balai Kota pun juga dibakar,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada pemerintah dan aparat kepolisian untuk bersikap persuasif kepada umat Islam.

“Sepanjang panitia ada yang bertanggung jawab, maka kalau terjadi efek negatif tinggal dipanggil yang bertanggung jawab dan yang menyerahkan pemberitahuan tersebut, itu perintah UUD pasal 13 ayat 1, 2,3 dan 4 UU 1998,” tandasnya.

Fahri Hamzah Minta Pemerintah Cina Terbuka Soal Uighur

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Pemerintah Cina untuk lebih terbuka terkait pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur.

“Kalau memang tidak ada pelanggaran HAM yang dilakukan, maka pemerintah Cina wajib terbuka menjelaskan apa yang sebenarnya,” katanya kepada Jurnalislam.com di Senayan, Jaksel, Senin (14/01/2019).

Menurut Fahri, seharusnya pemerintah Cina mengikuti langkah yang dilakukan Indonesia saat dituduh melakukan pelanggaran HAM di Papua.

“Ini abad 21. Jadi ya buka aja kalau memang tidak terjadi apa-apa. Sama seperti Indonesia saat kepemimpinan Gusdur. Dia membuka Papua saat ada tuduhan HAM di Papua. Wartawan bebas masuk. Setelah dibuka masalah selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya, Fahri menerima Dubes Cina pada pagi hari di DPR.

Dalam pertemuan itu Fahri meminta penjelasan soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi.

Fahri pun meminta jika itu diklasifikasikan sebagai pelanggaran HAM, maka akuilah itu sebagai pelanggaran HAM.

Meski Dihalangi Aparat, Ribuan Warga Solo Hadiri Tabligh Akbar Reuni 212

SOLO ( Jurnalislam.com)-Diperkirakan lebih dari 7000 massa alumni 212 Soloraya hadiri Tabligh akbar dan reuni 212 yang di gelar di barat Bunderan Gladak Solo,Ahad,(13/01/2019).

Pantauan Jurniscom di lokasi, meski massa sempat diadang aparat, peserta reuni rupanya tak diam begitu saja. Massa mencari jalan alternatif supaya dapat sampai ke lokasi.

Salah satu orator aksi, KH. Ali Naharursurur mengatakan bahwa dirinya diadang sana sini , padahal rumahnya ke lokasi biasa di tempuh 5 menit.

“Saya sebenarnya datang ke sini biasanya hanya kurang dari 5 menit. Akan tetapi di cegat sana di cegat sini, dibelokkan sana di belokkan sinie sehigga memperpanjang waktu perjalanan”,jelasnya.

Ia berkata bahwa pengadangan oleh aparat adalah bentuk cobaan yang menguatkan tekad.

“Allah berikan cobaan semacam ini supaya hati kita tidak mendua,supaya hati kita tetap hanya, kepada dan untuk Allah saja”,paparnya.

Abah Ali biasa dia disapa juga mengingatkan aparat bahwa kelompok apapun dan seragam apapun yang dipakai akan juga lepas jika sudah masuk pensiun.

“Saya ingatkan buat semua dari kopral sampai Jendral bahwa sragam yangn kalian pakai akan kalian lepas jika sdh usia pensiun”.terangnya.

Sementara itu panitia aksi, ustaz Norhadi Wasoso mengatakan, ada peserta reuni yang tertahan oleh polisi tidak di perkenankan masuk.

“Ada 15 bus dari Sragen yang masih tertahan. Ada juga dari Yogyakarta, Boyolali dan ada juga yang di lokasi hanya ber jarak 100 m sebelah timur dari panggung aja juga tidak di perkenankan masuk,”tutupnya.

Ridho asfari

Diantar Ayah Angkat, Anak Ini Mantap Bersyahadat di Ponpes Sukamanah Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Namanya Calvin (11) asal Bekasi, Jawa Barat. Anak keluarga penganut Budha ini mantap mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Ponpes KH Zaenal Musthofa, Sukamanah, Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Ahad (13/1/2019).

Usai shalat ashar ratusan santri dengan khidmat menyaksikan prosesi Calvin masuk Islam yang dituntun langsung oleh Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Tasikmalaya yang juga Sekretaris Ponpes Sukamanah, KH Atam Rustam.

Secara perlahan, Kiai Atam membimbing Calvin membaca penggalan-penggalan dua kalimat syahadat lengkap dengan artinya. Calvin pun mengikuti apa yang disampaikan oleh KH. Atam dengan cukup fasih.

“Setelah resmi memeluk agama Islam, Calvin berganti nama menjadi Isham Musthafa Najih,” kata Kiai Atam.

Kiai Atam pun membenarkan jika Isham akan menjadi santri Pondok Pesantren Sukamanah untuk belajar mendalami ilmu Agama Islam sembari menempuh pendidikan formal. Mengingat usia Isham yang masih berada pada usia wajib belajar.

“Kita doakan mudah-mudahan bisa istiqomah dalam belajar mendalami ilmu agama Islam dan menjadi seorang Muslim yang taat. Amin,” tutur Kiai Atam.

Uniknya, Calvin yang sudah berganti nama menjadi Isham Musthafa Najih diantar oleh ayah angkatnya yang juga beragama Budha ke Pondok Pesantren Sukamanah dan meminta agar Calvin dibimbing membacakan dua kalimat Syahadat sebagai syarat memeluk agama Islam.

Isham mengaku, memeluk agama Islam atas kamauan sendiri tanpa adanya pemaksaan maupun tekanan dari siapapun. Keinginan memeluk agama islam itu pun mendapatkan dukungan dari keluarga.

“Masuk Islam ini, kemauan saya. Tidak ada paksaan dari siapapun. Saya senang tinggal di pesantren ini dan ingin tahu lebih tentang Islam,” Isham.

Sumber : Ayotasik.com

Pasukan India Tembaki Ribuan Muslim Khasmir Saat akan Shalat Jenazah

KHASMIR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 11 orang terluka setelah pasukan India menembaki para pelayat, yang menghadiri pemakaman dua pejuang Islam di Kashmir yang dikendalikan India.

Zeenat ul-Islam terbunuh bersama rekannya pada hari Sabtu dalam pertempuran senjata dengan pasukan India.

Ribuan orang pada hari Ahad (13/1/2019) berbaris menuju desanya, desa Sugan di distrik Shopian, untuk melakukan sholat jenazah meskipun ada barikade dan pengerahan pasukan di sepanjang jalan.

Untuk menghentikan orang-orang bergabung dalam sholat jenazah, pasukan pemerintah menembakkan peluru, pelet senapan dan gas air mata untuk menghentikan para pelayat, yang mengarah ke bentrokan di jalan ketika sekelompok pemuda melempari batu ke arah pasukan, kata polisi dan penduduk.

Menurut Anadolu Agency, enam korban yang terluka dibawa ke rumah sakit kabupaten di Pulwama.

Salah satu yang terluka dalam kondisi kritis, menurut laporan media setempat.

Baik India dan Pakistan mengklaim wilayah Kashmir secara keseluruhan tetapi mereka mengendalikan hanya sebagian dari wilayah Himalaya.

Baca juga: 

Pejuang Islam di Kashmir yang dijajah India telah berperang melawan pemerintahan India sejak 1989. Sebagian besar warga Kashmir mendukung para pejuang untuk bersatu di bawah pemerintahan Pakistan atau sebagai negara merdeka.

Wilayah yang disengketakan itu, yang diperebutkan India dan Pakistan dalam tiga perang, saat ini berada di bawah pemerintahan presiden setelah India membubarkan majelis negara pada bulan November.

India menuduh Pakistan mempersenjatai dan melatih para pejuang Islam. Tuduhan itu disangkal Islamabad.

Hampir 70.000 orang telah terbunuh dalam upaya perjuangan dan penindasan militer India berikutnya.

Menurut kelompok hak asasi, 2018 adalah tahun paling mematikan di negara itu dalam hampir satu dekade.

Hamas Tuntut Israel atas Kekerasan Berkelanjutan di Gaza

 

GAZA (Jurnalislam.com) – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menuntut Israel bertanggung jawab atas kekerasan yang berkelanjutan di Jalur Gaza yang diblokade.

“Penjajahan Israel menanggung konsekuensi akibat terus melakukan ‘kebodohan’ terhadap para pemrotes damai dan dengan sengaja membunuh mereka dengan darah dingin serta membom tempat-tempat perlawanan,” kata juru bicara Fawzi Barhoum dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency, Ahad (13/1/2019).

Juru bicara itu menegaskan bahwa kekerasan “tidak akan mengamankan pekerjaan atau rakyatnya.”

Pesawat-pesawat tempur Israel menyerang tiga sasaran, termasuk situs militer Hamas, di Jalur Gaza Sabtu malam.

Militer Israel mengatakan serangan itu terjadi setelah serangan roket dari wilayah Palestina.

Tidak ada laporan korban cedera.

Baca juga: 

Sejak Maret, lebih dari 250 warga Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel selama protes di dekat zona penyangga Gaza-Israel.

Para pengunjuk rasa menuntut hak untuk kembali ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah, sejak mereka diusir pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade Israel selama 12 tahun di Jalur Gaza, yang telah memusnahkan ekonomi daerah kantong pantai dan merampas banyak komoditas pokok bagi lebih dari dua juta penduduknya.

Erdogan Bersumpah akan Memperkuat Kerja Sama dengan Qatar

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Ahad (13/1/2019) bersumpah dengan mengatakan kerja sama Ankara dengan Qatar akan terus menguat di berbagai sektor termasuk pertahanan, perdagangan, pariwisata dan energi.

“Kami tidak pernah dan tidak akan melupakan solidaritas saudara-saudara Qatar kami yang ditunjukkan kepada negara kami dalam hampir semua masalah – mulai dari upaya kudeta 15 Juli hingga serangan pada Agustus atas nilai tukar [kami] [lira Turki],” kata Erdogan , berbicara pada pertemuan produsen otomotif BMC di provinsi barat laut Turki, Sakarya.

Menggarisbawahi bahwa kemitraan antara kedua negara didasarkan pada model “sama-sama menang (win-win)”, Erdogan mengatakan bahwa Ankara dan Doha mengonsolidasikan persahabatan mereka dalam setiap “bencana” yang mereka hadapi.

Erdogan menggarisbawahi bahwa kemajuan Turki akan terus berlanjut di industri pertahanannya, yang telah mengurangi separuh dari ketergantungan asingnya – dari 80 persen pada 2002 menjadi 35 persen saat ini.

“Kapasitas militer Turki dan kemampuan ekonomi, politik dan diplomatik harus kuat,” katanya, seraya menambahkan bahwa pencegahan sektor pertahanannya “khususnya” harus tinggi.

Baca juga:

Dalam rapat umum terpisah di Sakarya, Erdogan menggarisbawahi dukungan pemerintahnya untuk pengusaha lokal di sektor pertahanan.

“Percayalah, kalau bukan karena kendaraan udara tak berawak (UAV) kami yang bersenjata dan tidak bersenjata, kapal, artileri, rudal, kendaraan lapis baja, sistem komunikasi dan perangkat lunak, mereka tidak akan membiarkan kami bernafas,” katanya.

Erdogan juga menegaskan bahwa pendidikan, kesehatan, keadilan dan keamanan akan menjadi prioritas pemerintahannya.

Bantuan Pangan Dunia untuk Palestina Dihentikan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Program Pangan Dunia (The World Food Programme-WFP) memutuskan untuk menangguhkan atau mengurangi bantuan bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diblokade karena kekurangan dana, kata seorang pejabat.

Sekitar 27.000 warga Palestina tidak lagi menerima bantuan melalui program PBB sejak 1 Januari di Tepi Barat yang dijajah, kata Stephen Kearney, direktur organisasi untuk wilayah Palestina.

165.000 lainnya, termasuk 110.000 di Gaza, hanya menerima 80 persen dari jumlah biasanya, katanya pada hari Ahad (13/1/2019).

Pemotongan diputuskan setelah pengurangan sumbangan bertahap selama hampir empat tahun terakhir, dimana pemotongan oleh AS memiliki efek terbesar.

Pada 2018, WFP membantu 250.000 orang di Gaza dan 110.000 di Tepi Barat.

Di desa Yatta dekat Hebron di Tepi Barat selatan, Maha Al-Nawajah mengatakan dia membeli kebutuhan lebih sedikit dari biasanya.

“Pada bulan Desember, mereka tidak memperpanjang kartu saya,” kata ibu berusia 52 tahun itu, merujuk pada kartu WFP yang memungkinkannya membeli bahan makanan untuk 12 anggota keluarga besarnya.

Dia mengatakan anggota keluarganya menganggur.

“Putra-putra saya tidak memiliki izin untuk masuk ke Israel dan suami saya mendapat izin hanya sesekali” dan dapat memperoleh sejumlah uang selama masa-masa itu, katanya.

Baca juga:

Tepi Barat memiliki tingkat pengangguran 18 persen dan beberapa warga Palestina berupaya untuk bekerja di Israel dengan harapan mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Tetapi untuk bekerja di Israel diperlukan izin dan Israel sangat selektif dalam menentukan siapa yang diberikan izin.

WFP meluncurkan banding pendanaan pada 19 Desember dan menerima kontribusi tambahan dari Uni Eropa dan Swiss, tetapi jumlahnya tetap sedikit, kata Kearney.

Dikatakan pada saat itu bahwa mereka membutuhkan $ 57 juta dan akan mencari kontribusi dari donor baru untuk mengisi kekurangan, katanya.

Kearney mengatakan ada juga kekhawatiran bahwa pemotongan akan mempengaruhi ekonomi lokal karena penduduk menggunakan kartu untuk membeli barang di toko-toko lokal.

Di Jalur Gaza, sekitar 80 persen dari dua juta penduduk mengandalkan bantuan internasional.

Gaza telah berada di bawah blokade Israel-Mesir selama lebih dari satu dekade. Israel telah meluncurkan tiga serangan militer di wilayah itu sejak 2008.

Presiden AS Donald Trump telah memotong sekitar $ 500 juta bantuan bagi Palestina.

Aksi Protes di Sudan Terus Berlanjut, Sedikitnya 24 Tewas

KHARTOUM (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 24 orang telah tewas di Sudan sejak protes dimulai pada 19 Desember lalu atas memburuknya perekonomian negara itu, kata pejabat publik negara itu, Sabtu (12/1/2019).

Sebanyak 131 orang juga terluka selama protes, Amir Mohamed Ibrahim mengatakan pada konferensi pers.

Sudan diguncang protes sejak pertengahan Desember. Para demonstran mengecam pemerintah yang tampaknya tidak mampu mengendalikan inflasi yang merajalela dan juga karena negara kekurangan komoditas akut.

Baca juga:

Sebagai negara berpenduduk 40 juta orang, Sudan tengah berjuang untuk pulih dari kehilangan tiga perempat dari produksi minyaknya ketika Sudan Selatan memisahkan diri pada tahun 2011. Produksi minyak di Sudan Selatan itu sebelumnya menjadi sumber utama mata uang asing.