Mahkamah India akan Putuskan Nasib Masjid Babri Bersejarah pada Januari 2019

Mahkamah India akan Putuskan Nasib Masjid Babri Bersejarah pada Januari 2019

CHANDIGARH (Jurnalislam.com) – Mahkamah Agung India pada 4 Januari 2019 dijadwalkan akan mendengarkan kasus perselisihan Masjid Babri yang telah berlangsung beberapa dekade antara Muslim dan Hindu.

Partai Demokrat Sosial India (The Social Democratic Party of India-SDPI) mengatakan beberapa partai nasionalis Hindu “ingin mempolarisasi negara di jalur komunal” dengan menggunakan masalah ini.

“SDPI menyambut langkah Mahkamah Agung untuk mendengarkan kasus Masjid Babri pada 4 Januari. Diharapkan Mahkamah akan menetapkan pengadilan pada hari itu dan memutuskan jalannya persidangan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Pada Desember 1992, umat Hindu berkumpul di tempat yang disengketakan dan menghancurkan masjid abad ke-16 yang dinamai sama seperti Kaisar Mughal Babur. Perusakkan itu memicu kerusuhan nasional yang menewaskan sekitar 2.000 orang.

Perselisihan antara Hindu dan Muslim telah mengakibatkan ribuan korban tewas selama bertahun-tahun.

Umat ​​Islam menuntut masjid baru di lokasi itu, sementara umat Hindu mengklaim bahwa lokasi itu adalah tempat kelahiran dewa Ram mereka, serta menuntut sebuah kuil di lokasi itu.

Baca juga: 

“Saya berharap pengadilan tidak akan terpengaruh oleh propaganda jahat yang dilakukan oleh beberapa elemen pinggiran yang menyebarkan kebohongan tentang Ram Mandir, mengatakan bahwa mereka kehilangan kesabaran. Ini sepertinya mengancam peradilan dan menantang otoritasnya,” kata Presiden Nasional SDPI M K Faizi.

Faizi juga mengutuk kepemimpinan partai kanan-jauh Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) karena pernyataan mereka bahwa kuil akan dibangun di tempat yang sama.

“Melalui gerakan Ram Mandir, elemen-elemen pinggiran di bawah perlindungan RSS fasis ini mencoba menciptakan kebencian terhadap pemerintahan Muslim selama 800 tahun dan ingin mempolarisasi negara itu di garis-garis komunal yang secara permanen menjerumuskan bangsa ke dalam kekacauan dan anarki,” dia menambahkan.

Masjid Babri dikatakan telah dibangun oleh Kaisar Mughal Babur pada 1526.

Pada tahun 1885, sebuah badan keagamaan Hindu mengajukan sebuah kasus di pengadilan Faizabad meminta izin untuk membangun sebuah kuil untuk menghormati Ram di dalam bangunan Masjid Babri. IPermohonan izin itu ditolak.

Pada tahun 1949, sekelompok orang Hindu memasuki bangunan masjid dan memasang patung Ram di sana. Patung itu masih ada dan dikunci oleh administrasi. Namun, seorang pejabat dan pendeta Hindu diberi tugas untuk menjaga tempat itu.

Pada tahun 1986, administrasi distrik Faizabad, di mana kota Ayodhya terletak, membuka bangunan itu bagi umat Hindu, memungkinkan mereka untuk melaksanakan ritual mereka.

Situasi tetap tenang sampai Desember 1992, ketika ribuan aktivis yang tergabung dalam kelompok Hindu ekstremis dan partai politik bersama dengan para pemimpin BJP memasuki Masjid Babri dan menghancurkannya.

Kasus perselisihan masih teronggok di sistem hukum India selama bertahun-tahun tanpa hasil akhir. Mahkamah Agung India telah menetapkan tanggal persidangan berikutnya pada 4 Januari 2019.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.