Berita Terkini

Idlib: HTS Sepakat Gencatan Senjata dengan NLF

IDLIB (Jurnalislam.com) – Kelompok-kelompok oposisi bersenjata anti-rezim di provinsi Idlib, Aleppo dan Hama telah mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata menyusul bentrokan baru-baru ini, sumber-sumber lokal mengatakan pada hari Kamis (10/1/2019).

Kesepakatan antara Front Pembebasan Nasional (the National Liberation Front-NLF), koalisi oposisi bersenjata anti-rezim di Idlib, dan faksi jihad Hayat Tahrir al-Sham (HTS) bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata di seluruh provinsi Idlib, sumber-sumber, yang berbicara kepada Anadolu Agency secara anonim karena pembatasan berbicara dengan media, mengatakan.

Kesepakatan itu dilaporkan menyerukan kedua kelompok untuk menghapus semua parit dan barikade di daerah itu dan bertukar tahanan.

Sejak 30 Desember, gerakan Nour al-Din al-Zenki – komponen dari NLF – dan Hayat Tahrir al-Sham kadang kala berselisih di Idlib dan di pedesaan Hama.

Baca juga:

Setelah pertemuan September lalu di kota Rusia Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitra Rusia Vladimir Putin, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib yang melarang tindakan agresi.

Menurut ketentuan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib harus tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah tersebut untuk mencegah dimulainya kembali pertempuran.

Oktober lalu, Kementerian Pertahanan Turki melaporkan bahwa oposisi Suriah dan kelompok-kelompok anti-rezim lainnya telah sepenuhnya menarik semua persenjataan berat dari zona demiliterisasi.

Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Syiah Assad Assad membantai demonstran dengan tindakan militer yang tak terduga.

Cerita Hijrah Gary Iskak: Dulu Seakan Keluar dari Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) –Ada yang berbeda kalau kita melihat penampilan aktor Gary Iskak. Peci putih dan terkadang gamis biasa dikenakan suami dari artis Richa Novish ini.

Ketika berbincang pun, aktor kesohor ini lebih kalem dan sopan. Aktor Gary Iskak saat ini mengaku telah berubah dalam segi penampilan dan juga kesehariannya yang menjadi lebih religius.

Bahkan hal itu terlihat pada saat gala premiere film terbarunya, aktor kelahiran Jakarta itu lebih memilih mengenakan busana muslim lengkap dengan peci berwarna putih.

Saat ditemui awak media, Gary mengungkapkan perubahannya itu berawal ketika dirinya sempat merasa sangat percaya kepada seorang paranormal.

“Agak lucu sih ini kayak bodoh banget lah, enggak ada otaknya gitu gue zaman dulu. Jadi gue sempat kenal sama orang yang bisa (spiritual) yang bisa ubah-ubah tanah jadi batu cincin,” kata Gary, belum lama ini.

Namun semakin lama, Ia melihat bahwa paranormal itu tidak membuat hidupnya menjadi baik, melainkan semakin lebih buruk.

“Jadi syirik ya jatuhnya, gue menduakan Allah. Bukannya gue makin maju malah makin hancur, makin enggak jelas,” tuturnya.

Namun, penyimpangan akhlak yang dilakukan Gary tidaklah lama. Ia sangat bersyukur karena akhirnya ada seorang teman yang membawanya kembali ke jalan yang benar.

“Lalu teman saya namanya Reza, dia mengingatkan kalau jalan saya sudah salah. Dia ajak saya belajar balik lagi ke jalan yang benar. Karena kan kalau sudah seperti saya dulu itu seperti keluar dari Islam. Jadi saya mengucapkan dua kalimat syahadat lagi,” katanya.

Sumber : viva.co.id

Produk Fashion Muslim Indonesia Harus Bisa Bersaing di Era Global

JAKARTA (Jurnalislam.com) –Desainer sekaligus pendiri Islamic Fashion Institute, Deden Siswanto menilai Indonesia harus meningkatkan kualitas fashion Muslimnya.

Hal ini dilakukan agar bisa bersaing di ranah global. Selain itu, pelaku harus paham tentang produknya sendiri dan pasar yang ingin dituju.

Deden mengaku tidak terlalu fokus pada nilai ekspor dan impor fashionMuslim.

Hal ini karena lini bisnis fashion Indonesia sangat beragam. Dari segi manufakturnya tidak banyak brand Indonesia yang dikenal.

“Kebanyakan brand kan membuatnya saja, pabriknya di Indonesia, brand-nya luar,” lansir Republika baru-baru ini.

Ia menilai fashion Muslim tanah air pun belum fokus untuk meningkatkan branding.

Sebagian besar hanya berfokus pada faktor produksi saja tanpa pengemasan yang apik.

Deden mengatakan banyak baju-baju gamis yang dijual dengan harga murah tanpa serius menggarapnya.

Hal ini, memang tergantung fokus bisnisnya, apakah hanya sebatas ingin menjual saja atau membangun branding karya dan berdaya saing.

Menurutnya, siapa pun bisa menjadi pengusaha fashion tergantung bagaimana komitmen dan tujuannya.

Ia mengapresiasi mulai banyaknya peminat bisnis fashion muslim karena ranah ini memang menjanjikan banyak peluang.

“Kita bisa beragam, tidak seragam, dan ini peluang besar sekali,” kata dia.

Jika membidik pasar ekspor, Deden menyarankan agar tahu dulu karakteristik target yang dituju.

Produk untuk Timur Tengah tentu akan berbeda dengan wilayah lain. Sehingga harus diperhatikan kecenderungan seleranya.

Deden menyarankan agar para pelaku usaha mulai serius garap peningkatan kualitas produk.

Tidak hanya sebatas produk untuk penjualan tapi juga memandangnya sebagai karya yang berharga. Selain itu juga mengubah cara pandang dan pola pikir dalam berbisnis fashion Muslim.

“Misal sudut pandang itu, orientasinya meningkatkan pendidikan, pengetahuannya, edukasi bisnisnya, bagaimana berbisnis yang sehat, tidak plagiat, ada nilai-nilai moralnya juga,” kata dia.

sumber : republika.co.id

Bank Wakaf Mikro Salurkan Pembiayaan Rp 10,2 Miliar

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Bank Wakaf Mikro (BWM) telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 10,2 miliar pada 2018. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 15 Desember 2018, realisasi pembiayaan tersebut disalurkan oleh 41 BWM di seluruh Indonesia.

Juru Bicara OJK, Sekar Putih menyampaikan pembiayaan diberikan kepada 8.373 nasabah. “Mereka terbentuk ke dalam 1.676 kelompok usaha nasabah yang kita kenal dengan sebutan KUMPI,” katanya kepada Republika, Senin (7/1).

KUMPI artinya kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren Indonesia. BWM memanfaatkan potensi 28.194 pesantren yang ada di Indonesia. OJK memfasilitasi pembuatan model bisnis BWM dengan platform Lembaga Keuangan Mikro Syariah untuk mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana untuk disalurkan pada masyarakat produktif yang membutuhkan.

Menurut data OJK per September 2018, total aset perusahaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah yakni Rp 247,34 miliar. Dengan total pembiayaan sekitar Rp 14 miliar dan rasio likuiditas 110,05 persen.

BWM dibentuk sejak Oktober 2017. BWM telah menjadi salah satu quick wins sektor Keuangan Syariah dalam Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Pada Desember 2017, penyalurannya baru sekitar Rp 658 juta dan Desember 2018 telah mencapai Rp 10 miliar.

Pembentukan BWM dibantu para donatur dalam bentuk bantuan dana khusus melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syariah Mandiri. Sekar menyampaikan skema pelaporan pada donatur diurus oleh Laznas.

Sementara skema pembiayaan melalui BWM adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp 3 juta dan margin bagi hasil yang dikenakan setara 3 persen. Dalam skema pembiayaan juga disediakan pendampingan bagi kelompok sehingga akan membantu pemberdayaan masyarakat kecil di daerah yang memiliki usaha ultra mikro.

sumber : republika

Rahasia Besar di Balik Zikir

JURNALISLAM.COM —Setelah kita bahwa hati membutuhkan nutrisi, dan nutrisi itu adalah zikir, maka zikir memiliki manfaat yang begitu besar bagi hati.

Alkisah, seseorang menemui Hasan Al-Bashri Rahimahullah, dan berkata, “Aku mengadukan kerasnya hati ini, kepadamu.”, Hasan Al-Bashri Rahimahullah menjawab, “Lunakkan ia (hati yang keras) dengan zikir!”

Makhul bertutur, “Mengingat Allah itu obat, sedangkan mengingat manusia itu penyakit.”

Seseorang bertanya kepada Salman, “Amal apakah yang utama?” Ia menjawab, ‘Tidakkah engkau baca ayat Al Qur‘an ,

Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dengan yang tidak berzikir itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.

Abdullah bin Busr meriwayatkan, Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya pintu kebajikan itu banyak. Sedangkan aku tidak mampu untuk memasuki semuanya. Maka, tunjukkanlah kepadaku-terserah kepadamu-mana-mana yang aku mampu memasukinya dan jangan banyak-banyak, sebab aku bisa lupa!” Rasulullah menjawab,  “Pastikan lisanmu selalu basah dengan zikrullah!”

Berzikir secara konsisten berarti memperbanyak usaha untuk selalu menyaksikan Hari Akhir.

Juga akan membuat seorang hamba sibuk, sehingga tidak sempat mengucapkan kata-kata yang batil seperti; ghibah, namimah (mengadu domba) dan lain sebagainya.

Sesungguhnya lisan itu ada dua saja; pezikir dan pembicaraan yang tidak ada faidahnya. Barangsiapa dibukakan baginya pintu zikir, maka telah dibukakan baginya pintu menuju Allah.

Maka hendaknya segera bersuci dan segera menuju kepada Allah subhaanahu wata’ala, untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya di sisiNya.

Sesungguhnya jika seseorang telah “mendapatkan” Rabbnya, berarti ia telah mendapatkan segala sesuatu. Sebaliknya, jika ia “kehilangan” Rabbnya, berarti ia kehilangan segala-galanya.

Dan untuk mendapatkannya adalah dengan berzikir…

 

(ditulis oleh Riyanto, disarikan dari buku Tazkiyyatun nufus, watarbiyatuha, kama yuqarriruhu ‘ulamaa’ussalaaf’)

 

Ini Sosok Ustaz Arifin Ilham di Mata Putra Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

SOLO (Jurnalislam.com) —Doa untuk kesembuhan ustaz Arifin Ilham terus mengalir dari berbagai kalangan. Putra Ustaz Abu Bakar Ba’asyir turut mendoakan ustaz Arifin Ilham.

“Mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memberikan kesembuhan untuk ustaz Arifin Ilham,  yang saat ini sedang di uji oleh Allah,” doa ustaz yang karib disapa Iim ini.

Kepada Jurnalislam.com, juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) ini mengatakan bahwa ustaz Arifin merupakan sosok yang istimewa dan luar biasa.

“Sejak tahun-tahun awal ketika usatdz Abu Bakar ba’asyir ayah kami sendiri pun ketika waktu di uji oleh Allah dengan ujian penjara dan fitnah yang begitu dahsyat saat itu juga menimpa beliau pun, sosok ustaz Arifin Ilham berani mendekat dan kemudian berani untuk menjadikan Ustaz ABB menjadi teman dekatnya dan membela beliau dalam kondisi apapun dan dimanapun,” kenang Iim Ba’asyir.

Menurut Iim, saat itu Ustaz Arifin tidak menjadikan populartias beliau itu sebagai halangan untuk kemudian membangun ukhuwah persatuan bersama ulama-ulama yang lain.

Saat itu, kenang Iim,  Ustaz Abu  kondisinya sedang dijauhi oleh banyak kalangan, karena takut oleh issue yang menimpa beliau oleh isu yang tak main-main yaitu isu terorisme.

“Tapi ustaz Arifin Ilham  tidak peduli dengan semua itu, karena beliau sadar bahwa ustaz adalah  salah satu ulama kaum muslimin di Indonesia, bagian dari umat islam Indonesia, bagian dari saudara beliau,” kata Iim.

Sebagai putra Ustaz Abu, Iim melihat sendiri bagaimana ketulusan seorang ustaz Arifin Ilham saat itu membela saudara-saudara sesama kaum mslimin mendo’akan siang dan malam dan seterusnya.

“Maka kali ini kita mendo’akan juga buat beliau semoga Allah subhahu wa ta’ala memberikan kesembuhan dan saya mengajak seluruh umat islam kaum muslimin semuanya supaya mendoakan ustaz Arifin  agar segera disembuhkan oleh Allah dan dikembalikan juga kepada kita supaya bisa bersama lagi bersama kita dan umat islam,” pungkasnya.

 

API Minta Publik Soroti Kredibilitas Lembaga Survey

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Koordinator Presidium Aliansi Pencerah Indonesia (API) M. Izzul Muslimin mengatakan bahwa seharusnya lembaga-lembaga survey menjadi salah satu elemen penting dalam membangun kualitas demokrasi.

Kehadiran lembaga ini, kata Izzul memberikan warna tersendiri dalam setiap kontestasi pemilu legislative, pilkada, maupun pilpres.

Namun belakangan, tambahnya publik sering dibuat jengah dengan suguhan-suguhan data dan informasi dari lembaga survey.

“Aroma penggiringan opini dan pembohongan publik begitu terasa. Bahkan kadang disertai provokasi berlagak ilmiah,” kata M. Izzul Muslimin dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Dengan fakta itu, API  memandang penting kiranya publik menyorot kredibilitas lembaga-lembaga survey yang kerap menghiasi dunia pemilu kita.

“Publik harus selektif terhadap data dan informasi yang disajikan. Dan bahkan penting untuk menyeleksi lembaga yang menyajikan, apa lembaganya masih layak dipercaya atau tidak,” kata Izzul.

Bahkan, Lembaga survei harus mempertanggungjawabkan kredibilitasnya terhadap publik.

“Mereka harus menjelaskan betul soal independensi mereka. Apakah lembaganya konsultan politik atau murni sebagai lembaga survey,” katanya.

“Jika mereka menerima dana dari kontestan politik baik capres atau partai politik maka seharusnya disampaikan ke publik secara terbuka,” pungkasnya.

Perang di Yaman Masih Berkobar, Begini Peringatan Utusan PBB

YAMAN (Jurnalislam.com) – Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths memperingatkan pada hari Rabu (9/1/2019) bahwa “kemajuan yang nyata” diperlukan untuk memajukan upaya perdamaian di Yaman sebelum pembicaraan baru dapat diadakan untuk mengakhiri perang kejam selama empat tahun.

Berbicara di Dewan Keamanan PBB, Griffiths mengatakan dia masih “berharap” bahwa perundingan yang mengikuti kesepakatan gencatan senjata yang dicapai bulan lalu di Swedia akan diadakan “dalam waktu dekat”.

Pemerintah yang didukung Saudi dan pemberontak Syiah Houthi sepakat selama pembicaraan di Rimbo, Swedia, untuk gencatan senjata di Hodeidah, kota pelabuhan yang dikuasai pemberontak yang merupakan titik masuk utama untuk bantuan kemanusiaan ke negara itu.

Yaman telah berada dalam keadaan perang sejak 2014, ketika milisi Syiah Houthi dukungan Iran menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibukota Sanaa, di mana mereka menggulingkan pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang didukung Barat.

Terobosan gencatan senjata mendukung harapan diakhirinya konflik, tetapi pernyataan utusan itu menegaskan bahwa keuntungan diplomatik yang menuju perdamaian masih rapuh.

Baca juga:

“Kedua belah pihak sebagian besar telah mematuhi gencatan senjata dan telah terjadi penurunan pertempuran yang signifikan,” kata Griffiths kepada dewan. Dia melanjutkan dengan mencatat beberapa contoh kekerasan yang tidak menguntungkan, termasuk di kota Hodeidah ​​meskipun tidak banyak.

Pembicaraan sedang berlangsung mengenai penempatan kembali pasukan dari Hodeidah, memberikan keamanan di kota dan membuka rute akses untuk memungkinkan konvoi kemanusiaan mencapai jutaan warga yang sangat membutuhkan bantuan makanan, tambahnya.

“Ini adalah pandangan saya, dan merupakan keinginan para pemimpin kedua belah pihak, dan juga yang lain, bahwa kemajuan yang substansial, khususnya pada Hodeidah tentu saja, adalah sesuatu yang ingin kita lihat sebelum kita mengadakan konsultasi berikutnya,” kata Griffiths.

Kemajuan di Yaman yang dilanda perang “membawa beberapa harapan tetapi belum benar-benar mengubah banyak hal di lapangan,” James Bays dari Al Jazeera, melaporkan dari gedung PBB di New York.

Bays mengatakan pembicaraan di PBB mengakui bahwa kedua belah pihak “perlu melampaui kesepakatan awal yang telah dicapai … untuk perjanjian abadi”.

“Itu akan, secara politis, sangat sulit ditelan bagi pihak yang terlibat,” kata Bays.

PBB sedang bekerja untuk menjadwalkan putaran pembicaraan baru, kemungkinan di Kuwait, untuk membangun berdasarkan kesepakatan Rimbo dan maju menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri konflik.

Perang antara pemberontak Houthi dan pasukan yang setia kepada pemerintah meningkat pada Maret 2015, ketika Presiden Hadi melarikan diri ke Arab Saudi setelah pemberontak mengambilalih Sanaa.

Segera, aksi militer yang menghancurkan diluncurkan oleh koalisi pimpinan Saudi untuk mendukung pemerintah Hadi yang diasingkan.

Konflik telah melepaskan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, menurut PBB, yang mengatakan 80 persen dari populasi – 24 juta orang – membutuhkan bantuan.

Hampir 10 juta orang hanya selangkah lagi menuju bencana kelaparan, kata kepala bantuan PBB Mark Lowcock kepada dewan.

Dewan Keamanan sedang mempertimbangkan pembentukan misi pengamat baru ke Yaman untuk memantau gencatan senjata di Hodeidah, mengawasi penarikan mundur pasukan dan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengusulkan penyebaran hingga 75 pengamat ke Yaman untuk periode awal enam bulan guna menopang gencatan senjata sementara pembicaraan mengenai kesepakatan damai yang lebih luas diadakan.

Kelompok Hak Muslim AS Gugat Negara Bagian Mayland

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Kelompok hak-hak Muslim mengajukan gugatan terhadap negara bagian Maryland pada hari Rabu (9/1/2019) untuk memblokir upaya Maryland yang berusaha menghentikan agen-agen negara melakukan bisnis dengan perusahaan, entitas, atau individu yang memboikot Israel.

Insinyur perangkat lunak Saqib Ali berusaha mendapatkan kontrak dengan Maryland untuk mengembangkan alat guna membandingkan kebijakan asuransi jiwa.

Untuk mendapatkan kontrak, dia harus menandatangani sebuah perjanjian yang mengatakan dia tidak akan memboikot Israel atau wilayah yang diduduki Israel, yang secara efektif menolak keputusannya untuk berpartisipasi dalam gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

“Saya menolak menandatangani perjanjian seperti itu,” kata Ali pada konferensi pers. “Palestina tidak bebas, mereka hidup di bawah penjajahan militer yang brutal, dan sebelum penjajahan itu berakhir, saya memutuskan bahwa saya akan memboikot Israel. Ini adalah hak Amandemen Pertama saya. Ini dijamin oleh Konstitusi AS.”

Ali, mantan legislator negara bagian Maryland, bekerja dengan Dewan Hubungan Amerika (the Council of American Relations-CAIR) untuk mengajukan gugatan.

Gerakan BDS dibentuk pada tahun 2005 oleh 170 masyarakat sipil Palestina dan kelompok hak asasi manusia untuk menekan Israel agar mengakhiri penjajahan wilayah Palestina.

BDS menuntut boikot terhadap perusahaan-perusahaan Israel yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia Palestina, dan mengupayakan lembaga-lembaga lain untuk melepaskan kepentingan mereka pada perusahaan-perusahaan itu.

Baca juga:

BDS baru-baru ini mendapat banyak perlawanan di AS dengan banyak negara mengeluarkan undang-undang anti-BDS untuk mengkriminalkan sentimen anti-Israel.

Undang-undang anti-BDS pertama kali diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump melalui perintah eksekutif pada Oktober 2017. Sekarang 26 negara telah menetapkan langkah serupa.

Menurut CAIR, ini adalah gugatan keenam yang menargetkan tindakan tersebut.

“Gugatan itu tidak konstitusional dan berbahaya terutama karena itu memprioritaskan kepentingan pemerintah asing, yang melanggar hukum internasional, di atas hak amandemen pertama Maryland,” kata Zainab Chaudry, direktur penjangkauan CAIR di Maryland, pada konferensi pers.

Rumah Sakit Islami Ini Raih Akreditasi Paripurna

BOGOR (Jurnalislam.com) – Rumah Sakit (RS) Ummi Bogor memperoleh akreditasi paripurna. Akreditasi tersebut diberikan secara resmi oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melalui laman kars.co.id.

Dalam laman resmi KARS mengumumkan bahwa RS yang kerap melantunkan ayat suci Alquran di ruangan pasien ini telah memenuhi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) versi 1 tahun 2018, dan dinyatakan lulus tingkat paripurna.

Dirut RS Ummi, dr. Rifki Yusup, MARS, mengatakan bahwa pencapaian tersebut akan dimanfaatkan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien.

“Semoga proses akreditasi yang sudah dilalui dapat kita jadikan sebagai pintu masuk untuk perbaikan mutu, dan peningkatan pelayanan,” kata dr. Rifki sesaat ditemui Jurnis di Kantornya, Bogor, Rabu (09/01/2018).

Sementara itu, Ketua Tim Akreditasi RS Ummi, dr. Fitriandina mengatakan bahwa raihan ini juga sebagai tahapan agar terus melakukan perbaikan.

“Tahapan demi tahapan perbaikan masih harus kita hadapi, evaluasi demi evaluasi peningkatan mutu dan keselamatan pasien akan terus kita lakukan, tidak lain untuk RS Ummi yang lebih baik,” ujarnya.

Rumah sakit yang berada di Jalan Empang II ini memiliki motto memberikan pelayanan tanpa memandang status seseorang. Maka rumah sakit lebih konsen memberikan pelayanan kepada pasien BPJS. Selain itu suara tilawah selalu terdengar di setiap ruangan rumah sakit.