Berita Terkini

Raja Yordania: Pemukiman Ilegal Israel Gagalkan Solusi Palestina

AMMAN (Jurnalislam.com) – Raja Yordania Abdullah II telah menegaskan kembali penentangannya terhadap pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat yang dikuasai, menggambarkan pembangunan pemukiman illegal itu sebagai “hambatan yang menghalangi solusi dua negara”.

Raja membuat pernyataan dalam pesan hari Rabu (28/11/2018) yang ditujukan kepada Komite PBB tentang Hak-Hak Tak Tercabut dari Rakyat Palestina (Committee on the Inalienable Rights of the Palestinian People.).

“Menyelesaikan masalah Palestina adalah kunci untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah,” katanya.

Baca juga: 

Raja Abdullah juga menekankan komitmen negaranya untuk melestarikan identitas bersejarah Arab, Muslim dan Kristen di Yerusalem dan penguasaan Hashemite (kerajaan Yordania) atas situs suci Muslim dan Kristen di kota itu.

Dia menyampaikan pesannya pada malam Hari Solidaritas Internasional PBB dengan Rakyat Palestina (International Day of Solidarity with the Palestinian People), yang ditandai setiap tahun pada 29 November.

“Yordania akan terus mengerahkan semua upaya untuk melawan setiap aksi memaksakan sebuah realitas baru [di Yerusalem] atau mengubah status historis dan hukumnya,” kata raja.

Rusia Tolak Pembayaran Rudal S-400 dengan Dolar AS

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Rabu bahwa tidak mungkin untuk bertransaksi untuk sistem pertahanan udara S-400 dengan Turki dalam dolar AS.

Dia mengatakan para pemimpin kedua negara telah menyetujui opsi lain.

Mengkritik pemerintah AS karena menggunakan dolar sebagai alat tekanan, dia mengatakan Rusia dan mitra dagangnya bekerja untuk menciptakan sistem pembayaran antar bank yang terpisah dari SWIFT, lansir Anadolu Agency, Rabu (28/11/2018).

Baca juga: 

Mengomentari bentrokan baru-baru ini antara pasukan Ukraina dan Rusia di Laut Azov dan reaksi Keiv dari penerapan undang-undang darurat militer, Putin mengatakan “provokasi” adalah upaya yang disengaja untuk menunda pemilihan presiden di Ukraina pada 31 Maret 2019.

“Peringkat presiden [Ukraina] sangat rendah … Dia perlu melakukan sesuatu untuk memperburuk situasi dan menciptakan rintangan yang tak dapat diatasi bagi para pesaingnya, terutama dari oposisi,” katanya.

Pada hari Ahad, Rusia menyita tiga kapal angkatan laut Ukraina setelah mereka mencoba memasuki Selat Kerch, yang saat ini dikuasai oleh Moskow.

Menyusul insiden itu, Ukraina memberlakukan hukum darurat 30 hari di negara itu dengan mengatakan ada ancaman invasi Rusia.

Sunanto Gantikan Dahnil Pimpin Pemuda Muhammadiyah

BANTUL (Jurnalislam.com) — Forum tertinggi Muktamar Pemuda Muhammadiyah akhirnya telah menghasilkan keputusan.

Sunanto terpilih untuk mengemban amanah memimpin Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022, menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sunanto terpilih sebagai Ketua Umum usai mengungguli lima calon tetap. Sunanto memperoleh 590 dari 1.196 suara.

“Nomor urut enam, ketua umum kita yang baru, Sunanto memperoleh 590 suara,” kata Sekretaris Jenderal Pemuda Muhammadiyah, Irfannusir Rasman di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, DIY, Rabu (28/11) malam.

Sebelumnya, selain Sunanto dan Ahmad Fanani sempat muncul empat kandidat lainnya. Kandidat tersebut yakni Ahmad Labib, Andi Fajar Asti, Faisal dan Muhammad Sukron.

Namun, di tengah pemilihan hanya tiga calon yang maju yaitu Fanani, Sunanto dan Labib. Sementara, tiga calon memutuskan untuk mendukung kandidat lainnya.

Fajar dan Faisal memutuskan mengundurkan diri untuk mendukung Labib dengan membentuk koalisi bernama Koalisi Ta’awun. Sukron memutuskan untuk berkoalisi dengan Sunanto.

Walaupun hanya tiga nama yang maju, namun keenam kandidat tetap masuk dalam kotak suara. Bahkan, keenamnya masih bisa dipilih oleh daftar pemilih.

“Di surat suara untuk caketum itu tetap enam karena memang dalam sistemnya Muhammadiyah itu kalau menyatakan diri untuk maju dan itu dianggap sebagai calon yang bersedia,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY, Iwan Setiawan.

Sumber : republika.co.id

DSKS: Dahnil Anzar Jelas Dikriminalisasi

SOLO (jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri melihat adanya sebuah kezaliman besar saat di periksanya Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam kasus dugaan penyimpangan dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia di tahun 2017 yang lalu.

D.r Muin beralasan, hanya diperiksanya pihak Pemuda Muhammadiyah tanpa pihak GP Ansor semakin menunjukan adanya upaya kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh yang selama ini lantang mengkritik pemerintahan.

“Yang jelas ini adalah kriminalisasi, kedzoliman yang sungguh sungguh nampak di pelupuk mata, bagaimana keberanian bang Dahnil untuk membongkar masalah ini, pertama programnya dari mereka, dan yang dikasih dua organisasi, kenapa yang dikriminalisasi hanya satu, kenapa tidak dilakukan audit, audit dulu kepada semuanya,” katanya saat ditemui jurnalislam.com di Solo, ahad, (25/11/2018).

“Ini adalah ungkapan kebencian dan aparat sudah diperalat oleh Rezim. Untuk memberangus dan semua yang melawan aparat, yang melawan pemerintah,” imbuhnya.

Kendati demikian, cepat atau lambat, Dr Muin meyakini pertolongan Allah segera datang dan akan membongkar segala tipu daya dan makar yang dilakukan musuh musuh Islam. Ia juga siap memberikan dukungan kepada Dahnil Azhar.

“Dan saya yakin 100 % bahwa Allah akan membuka kebusukan mereka, bahwa ini akan jadi amunisi Allah menghancurkan mereka,” terang Dr Muin.

“Dan insyaAllah seluruh umat Islam dan seluruh laskar dan ulama akan membela bang Dahnil dan Muhammadiyah atas kedzoliman yang nyata bagi mereka,” pungkasnya

Senat AS Terkait Kasus Khashoggi: Sangat Menjijikan Semua yang Disokong Amerika

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pemimpin mayoritas Senat AS pada hari Selasa (27/11/2018) mengatakan bahwa “tanggapan” harus diberikan untuk peran Saudi dalam pembunuhan “menjijikkan” atas jurnalis Jamal Khashoggi.

Terlihat sebagai sekutu utama untuk Presiden AS Donald Trump di Kongres, Mitch McConnell mengatakan kepada wartawan: “Apa yang jelas terjadi, seperti yang pada dasarnya disertifikasi oleh CIA, sangat menjijikkan untuk semua yang dipegang dan disokong oleh Amerika Serikat.”

“Kami sedang mendiskusikan apa respon yang tepat,” tambahnya.

Khashoggi, seorang wartawan Saudi, dan kolumnis untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Baca juga: 

Setelah awalnya mengatakan dia meninggalkan konsulat dalam keadaan hidup, Arab Saudi mengaku beberapa pekan kemudian bahwa dia terbunuh di sana.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman dikecam karena diduga berperan dalam pembunuhan itu.

“Kita tidak harus sepenuhnya merusak hubungan dengan Saudi,” kata McConnell.

“Tapi, ya, sedikitnya kita harus memberikan respon dan kami akan terus membicarakannya,” tambahnya.

Inilah Pembahasan Pembicaraan Damai Suriah ke-11 Kemarin

ASTANA (Jurnalislam.com) – Pembicaraan perdamaian Suriah ke-11 dalam format Astana dimulai pada hari Rabu (28/11/2018) dengan pertemuan antara wakil-wakil Rusia dan rezim Bashar al-Assad Suriah di ibukota Kazakhstan.

Menjelang pertemuan, Alexander Lavrentiev, utusan khusus presiden Rusia untuk Suriah, mengatakan kepada wartawan bahwa pembentukan komite konstitusi untuk konstitusi baru, gencatan senjata di Suriah barat laut provinsi Idlib, masalah pengungsi dan perang melawan kelompok teror  akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Kelompok Kerja Astana yang dibentuk untuk membebaskan tahanan diharapkan juga akan mengadakan pertemuan.

Pertemuan tersebut akan mengevaluasi sebuah proyek percontohan untuk pelepasan tahanan Suriah secara timbal balik dan bersamaan baik dari rezim Assad maupun pihak oposisi pada hari Sabtu.

Proyek Pelepasan Tahanan /Penculikan, Penyerahan Jenazah dan Identifikasi Orang Hilang dibentuk sebagai bagian dari proses Astana dengan partisipasi Turki, Rusia dan Iran – tiga negara penjamin dari proses Astana – serta PBB, menurut Kementerian Luar Negeri Turki.

Baca juga: 

Pada hari Selasa, PBB mengatakan utusan Suriah, Staffan De Mistura, akan bertemu dengan pejabat tinggi dari negara penjamin di Astana untuk bekerja membentuk komite guna menulis konstitusi baru bagi negara yang dilanda perang itu.

Sebelumnya pada hari Rabu, Kementerian Luar Negeri Kazakhstan mengumumkan kedatangan semua pihak di Astana.

Mengepalai kelompok atas nama oposisi utama Suriah, Ahmed Tuma, mantan perdana menteri pemerintah sementara Suriah, akan menekankan kurangnya lingkungan yang berkelanjutan bagi repatriasi pengungsi Suriah dan rekonstruksi negara, serta penundaan rezim yang sedang berlangsung di pembicaraan dengan PBB dan Rusia, menurut sumber-sumber oposisi.

Delegasi Turki – diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri Sedal Onal – diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan kelompok oposisi, perwakilan Rusia dan Iran.

Negara penjamin diharapkan mengadakan pertemuan pada hari Rabu menjelang sesi utama hari Kamis – di mana semua pihak akan bertemu dan deklarasi akhir akan dibacakan.

Iran diwakili oleh Hussein Gabri Ansari, asisten menteri luar negeri untuk urusan Arab dan Afrika, sementara Rusia diwakili Alexander Lavrentiev, utusan khusus presiden Rusia untuk Suriah.

Rezim Suriah akan diwakili oleh Bashar Jaafari, perwakilan permanen rezim untuk PBB.

Konflik di Suriah dimulai pada 2011 ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad membantai  para demonstran dengan keganasan militer yang tidak terduga.

Aksi 212 Itu Berkah, Felix Siauw Ajak Umat Islam Penuhi Monas

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Dai kondang keturunan Tionghoa, Ustaz Felix Siauw mengajak umat Islam untuk hadir dalam acara Reuni 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta pada Ahad, (2/12/2018) mendatang.

“Saya mengajak kepada teman-teman sekalian untuk meramaikan dan mensukseskan Reuni 212 tanggal 2 Desember 2018,” katanya kepada jurnalislam.com di Masjid Al Mukmin, Sukoharjo, Sabtu (24/11/2018).

Ia menilai, aksi 212 adalah barokah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala karena aksi itu telah menjadi semangat bagi kaum muslimin dalam memperjuangkan agamanya

Ustaz Felix membantah tudingan tentang adanya agenda politik dalam acara tersebut. Menurutnya, efek 212 membuat banyak orang untuk kembali ke ajaran Islam dan menunjukan pada dunia bahwa Islam adalah agama perdamaian.

“Orang banyak yang mengatakan bahwa itu ditunggangi politik, orang bisa mengatakan itu makar, orang bisa mengatakan dan lain sebagainya, yang jelas setelah 212 masjid masjid tambah rame, yang jelas setelah 212 orang lebih banyak ikut kajian,”paparnya.

“Setelah 212 orang lebih banyak mengetahui apa itu islam, bagi saya itu lebih dari cukup alasan bagi teman teman sekalian untuk hadir disana dan rasakan hidayah Allah melimpah ruah disana,” tandasnya.

 

Ini Poin Penting Seminar Nasional Bendera Tauhid di Surabaya

SIDOARJO (Jurnalislam.com)—Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur menggelar Seminar Nasional bertajuk ‘Bendera Tauhid dalam Lintasan Sejarah, Perspektif Shirah dan Ketatanegaraan Indonesia’ di Hotel Utami Surabaya, Rabu (28/11/2018).

Acara ini menghadirkan para pakar di bidangnya masing-masing. Hadi pula dalam acara ini perwakilan MUI Jatim dan Kapolda Jatim Inspektur Jendral Polisi Drs. Lucky Hermawan, juga ratusan peserta seminar dari berbagai kalangan.

Pembicara seminar yang juga Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suteki menegaskan bahwa bendera tauhid sampai detik ini tidak pernah dilarang oleh negara.

“Beda halnya dengan bendera PKI yang sudah jelas dilarang Undang-undang negara. Bila hukum sudah ditumpangi oleh politik, maka hukum itu hanya akan menjadi mainan sehingga tidak pada porsi,” kata Suteki.

Ia juga mengatakan jika masyarakat  saat ini lebih disibukkan oleh bendera tauhid ketimbang bendera bintang kejora yang jelas membahayakan keutuhan dan stabilitas nasional.

Pemateri lainnya, kurator kebangsaan Bung Karno yang juga Guru Besar ITS, Prof. Daniel mengatakan bahwa bendera tauhid dapat menjadi pemersatu umat Islam yang selama ini tekesan terkotak-kotak oleh organisasi.

“Politik Genduruwo ini sangat menakuti umat islan saat ini sehingga membuat kita menjadi bodoh dan terbelenggu dengan kondisi politik saat ini. Selain itu kasus pembakaran bendera tauhid juga terdapat 2 masalah yaitu menolak kebangkitan islam dan menolak kemerdekaan yang Allah berikan”, kata  Prof. Daniel

Sementara itu, perwakilan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jatim,  ustaz Bahrul Ulum  mengatakan secara fikih, tak ada satupun mahzab dalam Islam yang menolak benera tauhid.

“ Pada intinya tidak ada yang menolak kecuali mereka yang tidak suka yaitu dari kalangan munafik dan kafir,”tegas Ustaz Bahrul Ulun, M.Pi.

Ustaz Felix Siauw Ajak Pemuda Muslim Penuhi Monas di Reuni 212

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Dai kondang keturunan Thionghoa ustaz Felix Siauw mengajak para pemuda muslim untuk hadir dalam acara reuni 212 di Monas, Jakarta, Ahad, (2/12/2018).

Menurutnya, Allah menurunkan barakahnya pada aksi yang diawali atas kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok 3 tahun yang lalu itu.

“Saya mengajak kepada teman teman sekalian untuk meramaikan mengikuti dan mensukseskan reuni 212 tanggal 2 desember 2018,” katanya kepada Jurnalislam.com di Masjid Al Mukmin, Pondok, Sukoharjo, Sabtu, (24/11/2018).

Bagi ustaz Felix, aksi 212 adalah sebuah keberkahan yang diturunkan oleh Allah. “Sebuah hidayah yang turun tanpa henti disitu, karena kita melihat ketika 3 tahun yang lalu, 212 itu memberikan banyak sekali semangat bagi kaum muslimin,” sambung ustaz Felix.

Ustaz Felix ikut membantah atas tuduhan adanya agenda politik di aksi reuni 212, secara nyata, katanya, efek 212 membuat banyak orang untuk kembali ke ajaran Islam dan menunjukan pada dunia bahwa Islam adalah agama perdamaian.

“Orang banyak yang mengatakan bahwa itu ditunggangi politik, orang bisa mengatakan itu makar, orang bisa mengatakan dan lain sebagainya, yang jelas setelah 212 masjid masjid tambah rame, yang jelas setelah 212 orang lebih banyak ikut kajian,”paparnya.

“Setelah 212 orang lebih banyak mengetahui apa itu islam, bagi saya itu lebih dari cukup alasan bagi teman teman sekalian untuk hadir disana dan rasakan hidayah Allah melimpah ruah disana,” tandasnya.

Arab Saudi dan Mesir Sepakat Blokade Qatar Terus Berlanjut

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi dan Mesir sama-sama mengumumkan bahwa blokade berkelanjutan mereka terhadap Qatar akan tetap berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut, menurut saluran televisi Al-Arabiya milik Saudi

Kedua negara pada hari Selasa (27/11/2018) menegaskan kembali penolakan mereka untuk “membuat konsesi” terhadap Doha, yang telah menghadapi sanksi dari empat negara Arab selama lebih dari setahun.

Pengumuman itu dibuat setelah pertemuan di Kairo antara Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, saat Pangeran Mahkota mengunjungi ibukota Mesir pada hari Selasa sebagai bagian dari tur regionalnya.

Kemudian pada hari Selasa, Pangeran Mohammed diperkirakan tiba di Tunisia di mana para pengunjuk rasa telah turun ke jalan untuk menentang kunjungannya dan menuntut keadilan atas pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi bulan lalu di konsulat kerajaan di kota Istanbul Turki.

Baca juga: 

Pada Juni 2017, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan dengan Qatar dan menerapkan blokade darat, laut, dan udara di negara Teluk.

Kuartet ini menuduh Doha mendukung terorisme dan melarang gerakan politik oposisi, seperti Ikhwanul Muslimin.

Qatar telah berulang kali menolak tuduhan itu sebagai tidak berdasar.

Tak lama setelah memutuskan hubungan, kuartet itu mengeluarkan daftar tuntutan untuk Qatar, yang harus dipatuhi untuk menormalkan hubungan.

Daftar itu termasuk tuntutan untuk menutup jaringan media Al Jazeera, mengusir pasukan Turki dari negara itu, memutuskan hubungan dengan Iran, dan membuat pembayaran reparasi kepada negara-negara bagian. Tuntutan ini juga ditolak oleh Qatar, yang mencelanya sebagai upaya untuk melanggar kedaulatannya.

Meskipun awalnya terganggu pada rantai pasokannya, Qatar telah berhasil mengatasi embargo dengan membangun jaringan perdagangan baru, terutama dengan sekutu Turki, dan menyuntikkan sekitar $ 40 miliar dari cadangan mata uang asingnya yang banyak ke umtuk bidang ekonomi.