AS Butuh Minyak Saudi, CIA: MBS yang Perintahkan Bunuh Khashoggi

AS Butuh Minyak Saudi, CIA: MBS yang Perintahkan Bunuh Khashoggi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS terus mendukung Arab Saudi karena minyak, Iran dan terorisme, namun, seorang ahli kebijakan luar negeri berpendapat bahwa alasan ini menjadi semakin tidak dapat dipertahankan.

Mark Hannah dari the Eurasia Group Foundation (EGF) menanggapi dukungan Presiden AS Donald Trump untuk Arab Saudi, meskipun laporan CIA disimpulkan dengan keyakinan tinggi bahwa Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah awalnya mengatakan bahwa dia meninggalkan konsulat dalam keadaan hidup, beberapa pekan kemudian pemerintah Saudi mengakui dia terbunuh di sana.

Baca juga:

Trump mempertahankan dalam sebuah pernyataan bahwa AS membutuhkan Arab Saudi karena minyaknya, karena kesediaannya untuk melawan Iran dan kemampuannya untuk melawan terorisme di wilayah tersebut.

Namun, Hannah menulis bahwa “tidak ada satupun alasan tersebut yang masuk akal.”

Menurut Hannah, dukungan AS untuk Arab Saudi telah menyebabkan perang di Yaman yang merupakan “salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam hidup kita,” tulisnya dalam artikel opini untuk NBC News.

Ketika konflik memasuki tahun keempat, sekitar 14 juta orang di Yaman, atau setengah dari jumlah penduduk, berada dalam risiko kelaparan, menurut PBB.

“Arab Saudi, telah lama menjadi mitra AS yang bermasalah, dan menjadi berulah, dan dukungan penuh Washington untuknya semakin tidak dapat dipertahankan,” tulis Hannah, Selasa.

Hannah, seorang peneliti di EGF, mengatakan bahwa AS telah melampaui Arab Saudi sebagai produsen minyak bumi terkemuka di dunia, dan bahwa Saudi perlu mengekspor minyak mereka lebih banyak dari kebutuhan AS untuk mengimpor dari mereka.

Dia berpendapat gagasan bahwa Iran siap untuk mendominasi Timur Tengah dan bahwa Saudi adalah benteng melawan terorisme adalah gagasan yang salah.

Faktanya, Hannah mengatakan gagasan bahwa Saudi dapat membantu dalam perang melawan terorisme “tampaknya benar-benar bodoh,” mencatat bahwa 15 dari 19 pembajak yang terlibat dalam serangan 11 September 2001 berasal dari Arab Saudi.

Ada juga “hubungan jangka panjang dan erat antara al-Qaeda dan komponen agama pemerintah Saudi,” menurut pengacara utama dalam kasus serangan itu, katanya.

Kongres dapat memutuskan untuk mengakhiri dukungan militer AS untuk Arab Saudi, dan kemudian mengajukan pertanyaan mengenai pendekatan Washington atas Timur Tengah, menurut Hannah.

“Sudah lama lewat waktunya untuk mulai memikirkan kembali kebijakan luar negeri kami di Timur Tengah, yang berpusat di sekitar dukungan yang tidak perlu dan tidak dapat dipertahankan untuk salah satu otokrasi paling represif di dunia,” tulisnya.

Bagikan

2 thoughts on “AS Butuh Minyak Saudi, CIA: MBS yang Perintahkan Bunuh Khashoggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X