Berita Terkini

Trump Perlahan-lahan Pulangkan Pasukannya ke Rumah

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump telah sepakat untuk mengizinkan sekitar empat bulan bagi militer AS untuk menarik pasukannya keluar dari Suriah, New York Times melaporkan pada hari Senin (31/12/2018), mengutip pejabat pemerintah.

Laporan itu muncul setelah Trump tweeted bahwa “kami perlahan-lahan mengirim pasukan kami kembali ke rumah,” sebelum awalnya berpesan untuk penarikan cepat.

Trump secara tak terduga mengumumkan penarikan pasukan pada 19 Desember, dan media AS, mengutip pejabat militer, melaporkan penarikan akan dilakukan dalam 30 hari.

Tetapi pada hari Senin, New York Times melaporkan bahwa Trump secara pribadi mengatakan kepada Paul J LaCamera, komandan pasukan AS di Irak dan Suriah, pekan lalu bahwa ia mendapat waktu beberapa bulan untuk menarik sekitar 2.000 tentara AS keluar.

Para pejabat militer menolak permintaan New York Times untuk menentukan kapan keberangkatan pulang akan dilakukan. Surat kabar itu mencatat masalah keamanan dan para pejabat sadar bahwa Trump dapat berubah pikiran kapan saja.

Pada hari Ahad, Senator AS Lindsey Graham mengatakan Trump telah setuju untuk memperlambat jadwal. Graham mengatakan kepada wartawan bahwa ia “akan meminta [Trump] untuk duduk bersama para jenderalnya dan mempertimbangkan kembali bagaimana melakukan ini.”

Baca juga: 

Trump awalnya mengatakan Islamic State (IS) telah dikalahkan penuh, tetapi ia agak mengurangi klaimnya, dan mengatakan sekarang bahwa IS “tinggal sisa-sisa”.

Keputusan Trump untuk menarik pasukan AS keluar dari Suriah telah membuat marah banyak politisi, termasuk mereka yang berada di dalam Partai Republik sendiri, serta pejabat Pentagon. Menteri Pertahanan James Mattis tiba-tiba mengundurkan diri setelah pengumuman itu, dan Brett McGurk, utusan utama AS dalam perang melawan IS, mengumumkan akan meninggalkan jabatannya lebih awal dari yang diperkirakan karena keputusan itu.

Kritik tidak hanya memperingatkan kebangkitan IS, tetapi khawatir bahwa penarikan itu adalah pengkhianatan pasukan Kurdi yang didukung AS di Suriah dan membuat mereka rentan terhadap serangan dari pasukan Turki. Turki menganggap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi yang didukung AS, yang sekarang mengendalikan hampir 30 persen dari Suriah, sebagai sebuah kelompok teroris yang terkait dengan pertempuran di dalam perbatasannya sendiri.

Para kritikus juga berpendapat penarikan AS akan membuat Iran dan Rusia yang telah mendukung pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad, semakin berani.

Penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, akan melakukan perjalanan ke Israel dan Turki pada awal Januari untuk membahas penarikan pasukan AS dari Suriah secara “sengaja dan terkoordinasi”. Bolton juga akan membahas peningkatan kerja sama dengan militer Turki dan mitra lainnya.

Juru bicara Bolton, Garrett Marquis, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa Bolton akan bergabung di Turki bersama Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan, dan James Jeffrey, sekretaris perwakilan khusus negara untuk keterlibatan Suriah.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu bersumpah pada hari Selasa (1/1/2019) untuk terus bekerja sama atas rezim Suriah dan dalam menghadapi Iran di Timur Tengah.

Dalam komentar publik pertamanya tentang keputusan Trump untuk menarik pasukan, Pompeo mengatakan “sama sekali tidak mengubah apa pun yang sedang dikerjakan pemerintah ini bersama Israel” dan bahwa operasi untuk militer di Suriah akan terus berlanjut.

Era Digital Momentum Berkembangnya Industri Keuangan Syariah Global

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Digitalisasi telah muncul sebagai tren utama di berbagai sektor industri keuangan Islam, sama seperti ia juga mengguncang sistem keuangan global.

Mempertimbangkan kinerja masing-masing sektor industri keuangan Islam dan pengembangan ekosistem di sekitarnya, laporan Pengembangan Keuangan Islam 2018 melihat potensi industri tumbuh menjadi aset 3,8 triliun dolar AS pada tahun 2023, pertumbuhan rata-rata yang diproyeksikan 10 persen per tahun.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Salaam Gateway, Ahad (30/12), industri keuangan Islam terdiri dari 1.389 institusi dan unit keuangan Islam yang lengkap.
Perbankan syariah menyumbang 71 persen, atau 1,7 triliun dolar AS, dari total aset industri pada 2017 dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) lima persen.

Ada tren konsolidasi yang berkelanjutan dalam industri perbankan Islam, dengan beberapa merger besar dan akuisisi terjadi di pasar terbesar seperti Malaysia dan GCC.

Revolusi digital mulai mengubah sektor perbankan Islam, seperti yang terlihat oleh peluncuran program digital-only beberapa bank syariah. Untuk bank syariah yang lebih tradisional, penambahan anak perusahaan yang digital-only dapat membantu mereka meningkatkan jejak kaki mereka di wilayah luar seperti Eropa atau Afrika.

Afrika adalah area khusus pertumbuhan potensial dalam perbankan Islam, dengan bank-bank terus membuka unit syariah di sana dan semakin banyak pemerintah membiarkan ini terjadi.

Sektor lembaga keuangan Islam lainnya (OIFI) tumbuh sebesar tumbuh persen CAGR menjadi 135 miliar dolar AS pada tahun 2017, menyumbang enam persen dari total aset industri.

Secara global, pengetahuan tentang keuangan Islam didukung oleh 688 penyedia pendidikan, dan 2.564 makalah penelitian dibuat tentang masalah ini selama 2015-17, bahkan pada 2014-16. Sementara itu, kesadaran tentang keuangan Islam didukung oleh 417 acara yang diselenggarakan dan 13.257 item berita diterbitkan selama 2017.

Sumber : republika.co.id

Ahed Tamimi dan Mahatir Mohamad Dinobatkan Tokoh Muslim Berpengaruh Edisi 2019

ANKARA (Jurnalislam.com) – Ikon perlawanan remaja Palestina dan perdana menteri Malaysia dinobatkan sebagai tokoh Muslim tahun ini dalam Muslim 500 edisi 2019, yang merupakan daftar tokoh-tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia, lansir World Buletin, Selasa (1/1/2019).

Ahed Tamimi, warga Palestina berusia 17 tahun, dibebaskan pada bulan Agustus setelah delapan bulan dipenjara di tahanan Israel.

Tamimi memiliki ingatan yang sangat buruk tentang pasukan Israel yang membunuh, menangkap dan melukai beberapa anggota keluarganya dalam beberapa tahun terakhir.

Edisi 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia tahun ini mengatakan Tamimi adalah “seorang pahlawan di lapangan”, memuji upayanya untuk membela perjuangan Palestina.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, 93 tahun, adalah kepala pemerintahan tertua di dunia, kata laporan itu.

“Pria yang sangat luar biasa ini memiliki karir politik yang dinamis selama 70 tahun dan pada saat yang sama menjadi penulis 17 buku yang diterbitkan,” kata laporan itu.

Baca juga: 

Meskipun dinobatkan sebagai Muslim tahun ini, Tamimi berada di peringkat 49, sementara Mohamad peringkat 44 di antara 500 orang Muslim berpengaruh di seluruh dunia.

Pada bulan Oktober, Pusat Studi Strategis Islam Royal telah mengumumkan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menduduki peringkat teratas dalam daftar Muslim yang paling berpengaruh.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud berada di peringkat kedua sebagai Muslim yang paling berpengaruh, sementara Raja Yordania Abdullah II Ibn Al-Hussein berada di peringkat ketiga.

Buku yang disiapkan setiap tahun oleh Royal Islamic Strategic Studies Center ini akan merayakan hari jadinya yang ke 10 di tahun 2019.

Lebih dari 40.000 Warga Suriah di Turki Kembali ke Kampung Halamannya

HATAY (Jurnalislam.com) – Lebih dari 40.000 warga Suriah meninggalkan Turki selama setahun terakhir karena kota asal mereka dibebaskan dari milisi teror dukungan AS, YPG, di Suriah barat laut.

Berlindung di Turki karena perang saudara di Suriah, sebanyak 40.574 warga Suriah dari berbagai bagian Turki menggunakan gerbang perbatasan Cilvegozu di provinsi Hatay selatan untuk pergi ke wilayah Suriah bebas teror di wilayah Idlib.

Warga Suriah menuju ke tanah air mereka setelah prosedur hukum di perbatasan.

Tahun ini, total 104.000 truk bermuatan bantuan kemanusiaan dan material komersial menggunakan gerbang perbatasan yang sama.

Operasi Turki Euphrates Shield dan Olive Branch di Suriah barat laut membebaskan wilayah dari YPG/PKK dan IS, memungkinkan kembalinya warga sipil Suriah ke tanah air.

Baca juga: 

Bulan lalu, Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan hampir 300.000 warga Suriah kembali ke rumah mereka setelah militer Turki melakukan operasi yang sukses di wilayah tersebut, lansir Anadolu Agency, Selasa (1/1/2019).

“Jumlah warga Suriah yang kembali ke negara mereka setelah Operasi Euphrates Shield dan Olive Branch adalah 291.790,” kata Soylu.

Taliban Serbu Markas Militer, 20 Pasukan Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban menyerbu markas administrasi militer distrik Sayaad di Afghanistan utara pada Malam Tahun Baru, menewaskan sedikitnya 20 pasukan keamanan, kata seorang pejabat pada hari Selasa (1/1/2019).

Noor Mohammad Rehmani, ketua dewan provinsi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 20 orang juga terluka dalam serangan itu.

Markas administrasi distrik biasanya menampung semua kantor publik di dalam satu gedung dengan dinding-dinding pembatas, seperti kantor polisi distrik, direktorat untuk kesehatan, pendidikan, dan layanan publik lainnya.

Rehmani memperingatkan distrik itu mungkin jatuh ke tangan Taliban jika pasukan tambahan tidak segera dikirim untuk menyelamatkan.

Qari Yosuf Ahmadi, juru bicara Taliban, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dengan mengatakan tiga pos pemeriksaan diserang dan sejumlah kendaraan, senjata serta amunisi disita semalam.

Baca juga:

Serangan ini terjadi dengan latar belakang rencana AS baru-baru ini untuk melakukan pembicaraan dengan Taliban guna mengakhiri perang Amerika terpanjang.

Negosiator perdamaian utama AS, Zalmay Khalilzad bertemu dengan perwakilan Taliban di UEA bulan lalu, tetapi para mujahid terus menghindari pertemuan dengan pejabat Afghanistan yang dianggap sebagai boneka AS.

Taliban dalam diplomasi yang mereka tentukan bertemu dengan perwakilan dari sejumlah negara dalam beberapa pekan terakhir di lokasi yang berbeda.

Zabiullah Mujahid, juru bicara Taliban lainnya, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka juga mengirim delegasi ke Teheran untuk mengadakan pembicaraan mengenai situasi Afghanistan.

Bahram Qasemi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, sebelumnya mengatakan pembicaraan itu dilakukan dengan sepengetahuan pemerintah Afghanistan dengan rencana  menetapkan parameter untuk negosiasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

Tak Ada Pesta Kembang Api di Palu

PALU (Jurnalislam com) – Ada yang berbeda pada malam pergantian tahun 2018 – 2019 di Kota Palu. Seluruh lapisan masyarakat menghabiskan malam untuk berzikir dan berdoa bersama di beberapa masjid dan sejumlah tempat.

Sejak adzan Maghrib berkumandang, hampir seluruh masyarakat Kota Palu berbondong-bondong menuju masjid dan musholla di sekitar mereka. Tanpa terkecuali, baik tua, muda dan anak-anak sekalipun.

Usai shalat Magrib, mereka mengikuti zikir bersama hingga shalat Isya dengan wajah penuh kebahagiaan karena dapat berkumpul bersama.

Tanpa terkecuali masyarakat Kelurahan Kabonena yang berjalan kaki menuju pondok pesantren Khabib Rotan tanpa ada rasa lelah .

Suasana semakin khidmat ketika Zikir dimulai. Ribuan masyarakat yang memadati lokasi berdoa sangat khusyuk. Mereka meminta kepada Sang Kuasa agar bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami tidak terjadi lagi.

Beberapa orang terlihat menetaskan air mata saat mendengarkan zikir dari para habaib.

Meski beberapa saat lagi memasuki pukul 24.00 WITA, ribuan masyarakat enggan beranjak dari tempat duduknya. Mereka memilih untuk terus melantunkan doa. Sejumlah masjid hanya mengumandangkan adzan menandai pergantian tahun.

Meskipun beberapa kembang api masih terlihat menghiasi langit kota Palu di sejumlah tempat, tahun baru kali ini benar-benar sangat berbeda dari tahun 2017 – 2018 silam.

Saat itu, masyarakat memadati area pantai untuk menikmati pertunjukan musik dan kembang api yang sangat megah.

Namun, kini semuanya telah berubah. Masyarakat berbondong-bondong melaksanakan dzikir bersama di masjid dan beberapa tempat lainnya.

Humas Hotel Santika Palu Karina Prastiwi mengungkapkan perayaan pergantian tahun di tempatnya hanya dilakukan para karyawan dengan berdoa.

“Kami hanya kumpul bersama, berdoa, saling bersilaturahmi karena masih diberikan kesempatan hidup di tahun 2019,” ucapnya.

Pegelaran acara sengaja tidak dilakukan karena Kota Palu masih sangat berduka atas musibah gempa dan tsunami yang terjadi. Kini, pihak hotel fokus pada perbaikan gedung dan promo.

“Kami fokus ke promo kamar saja, tidak ada event,” ujarnya.

Beberapa masyarakat saat ditanya mengenai harapan pada tahun 2019 rata-rata menginginkan bencana segera berakhir dan kota Palu kembali seperti semula.

“Doanya tidak ada lagi bencana, dan Kota Palu segera pulih,” imbuh Ismawati, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Nusantara, saat ditanya di sela-sela zikir bersama.

Menurut Ismawati, kegiatan zikir selain bertujuan mendekatkan diri kepada Allah juga sebagai sarana saling bersilaturahmi paskabencana.

“Semua orang kumpul dari seluruh kelurahan jadi sekalian silaturahmi,” ungkapnya.

Nathan, Plt Kepala Satpol PP Kota Palu, mengatakan pergantian tahun kali ini sangat berbeda. Dia mengaku tak mendapati kemacetan saat melakukan patroli lalu lintas seperti tahun lalu.

Selain itu, Nathan juga mengaku tak melihat adanya kegiatan hura-hura di sejumlah tempat. Hanya ada keramaian di lokasi zikir dan gereja untuk kegiatan ibadah.

“Sesuai surat edaran gubernur dan walikota, tidak ada hiburan elekton dan pesta kembang api di wilayah kota Palu,” ucapnya.

Hal tersebut, bagi Nathan, memudahkan pengamanan, sehingga satpol PP fokus pada pengamanan gereja dan lokasi zikir.

“Kami juga patroli keliling Kota Palu, tidak ditemukan hiburan dan pesta kembang api,” terangnya.

Kontributor : Umi Ramlah, Peserta Islamic Journalist Class)

Muhasabah dan Mengambil Pelajaran dari Sebuah Musibah

SOLO (Jurnalislam.com) – Tragedi bencana yang berangsur menghantam Indonesia sangat menyayat hati siapapun yang melihat. Banyak pihak menilai,

peristiwa yang menelan ratusan bahkan ribuan disepanjang 2018 itu merupakan tanda merah-putih untuk bermuhasabah atau berintrospeksi diri.

Salah satu pihak yang melontarkan kritik membangun tersebut adalah Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS). Melalui ketuanya, Muinudinillah Basri meminta umat dan pemerintah untuk mengambil pelajaran dari musibah bencana ini.

“Ayat-ayat dan hadist sangat banyak yang mengaitkan bencana dengan dosa, maka tiada lain kecuali bertaubat kepada Allah, dan segera mengambil pelajaran,” katanya usai memberikan materi di Masjid Iska Gatak, Sukoharjo, Senin, (31/12/2018) malam.

Dalam hening malam sebelum pergantian kalendar Masehi, ia bercerita. Didalam Alquran, kitab suci umat Islam, Allah menjelaskan bahwa dalam satu negeri akan diberi ujian bencana sebanyak satu atau dua kali dalam setahun, jika lebih dari itu, pertanda bahwa Allah menegur keras penduduk di suatu negeri.

Bangunan Masjid yang hancur diterpa Gempa dan Tsunami Palu. Foto: Fajar/Jurnis

“Kemudian kita tidak mengambil pelajaran saja, itu terlalu ndablek (bandel-red),” ungkapnya.

“Kalau itu tidak segera diambil pelajaran dan kemudian sadar untuk mengingatkan bisa jadi semua akan dihancurkan oleh Allah subhanahu Wata’ala,” pinta pria berkopiah putih ini.

Oleh sebab itu, penceramah berjanggut ini mengimbau kepada umat Islam agar dapat mengambil pelajaran atas banyaknya musibah bencana yang melanda negara Indonesia.

“Saat ini adalah momen yang tepat untuk muhasabah dan kembali kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” tegasnya menutup sesi bicara.

Sesalkan Persekusi Oknum PGN, DSKS: Pemerintah Harus Tegas!

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Muinudinillah Basri menyesalkan persekusi yang dilakukan oleh oknum organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN), kepada peserta aksi bela muslim Uighur di Wonosobo.

Ia menilai, perlakuan tidak beretika itu disebabkan PGN merasa kebal hukum dan dilindungi oleh pihak aparat.

“Maka saya yakin kalau ada ketegasan itu maka tidak ada muncul organisasi semacam itu, anak-anak atau organisasi nakal kayak itu ada karena merasa dilindungi, coba kalau mereka nggak merasa dilindungi,” katanya kepada jurnis.com di Masjid Iska Gatak, Sukoharjo, Senin (31/12/2018).

Muin juga mengkritisi kebijakan pemerintah membiarkan munculnya organisasi-organisasi yang kerap menganggu ketertiban umum. Seharusanya, kata dia, pemerintah bisa membedakan mana organisasi yang membantu masyarakat dan yang merugikan masyarakat secara umum.

Baca Juga: Oknum PGN Pelaku Penyerangan di Masjid Al-Huda Wonosobo Minta Maaf

“Saya kira kalau pemerintah pusat tegas dengan masalah itu, dan memiliki pemahaman yang jelas mana yang haq dan yang batil, mana yang pengacau dan yang benar,” paparnya.

Lebih dari itu, ia berpesan kepada ormas Islam untuk tetap tegas dan mengikuti prosedur hukum terkait adanya pihak-pihak yang memperkusi umat Islam. Ia juga mengimbau seluruh kaum muslimin untuk menjaga persatuan dan ukhuwah sesama ormas Islam.

“Ormas-ormas Islam ikutilah prosedur dengan baik tapi tegaslah, dan jangan surut karena kelakuan pengacau seperti ini,” pungkasnya.

Korban Tsunami Selat Sunda Gelar Doa Bersama di Malam Tahun Baru

BANTEN (Jurnalislam.com) — Pengungsi bencana tsunami Selat Sunda di Posko Induk Kementerian Sosial, Pandeglang, Banten menggelar acara istighosah dan doa bersama untuk menyambut malam tahun baru 2019 pada Senin (31/12) malam.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, acara baru dimulai pukul 20.45 WIB. Para pengungsi yang terdiri dari para pria, perempuan dan anak-anak turut memenuhi lapangan futsal yang disulap menjadi tempat pengungsian sementara.

Mereka tampak berjejer memenuhi sisi depan yang menghadap para ustaz yang mengisi acara tersebut.

Istighosah tersebut dipimpin oleh seorang ustaz bernama Ali Ridwan. Lantunan Surat Al-Fatihah dan dzikir terus dilantunkan dari pengeras suara yang diikuti oleh para peserta.

Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir,” lantun ustaz Ali yang diikuti oleh para pengungsi.

Acara istighosah itu semakin syahdu karena diselingi suara hujan deras yang turun di sekitar Labuan, Banten sejak sore hari hingga malam ini.

Istighosah dan doa bersama itu dilakukan sebagai terapi psikologis untuk memberikan kekuatan batin kepada para pengungsi.

“Acara ini dilakukan agar cobaan kita diberikan pertolongan, agar jalan kita ke depannya dimudahkan,” kata pembawa acara yang juga inisiator acara tersebut, Twi Adi melalui pengeras suara.

Twi menjelaskan bahwa acara tersebut diinisiasi oleh Posko Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Banten untuk mengisi tahun baru bagi para pengungsi.

“Kita ketahui bersama karena tahun depan adalah pergantian tahun, agar tahun depan kita diberikan iman, islam dan sejahtera,” kata dia.

Salah satu pengungsi yang mengikuti istighosah, Suryana (26), menyatakan dirinya sengaja mengikuti acara tersebut untuk berdoa agar mendapatkan kemudahan dalam menghadapi keberlanjutan kehidupan keluarganya di tahun depan.

“Saya berharap bisa pengen cepet kumpul lagi sama keluarga di rumah yang baru, karena rumahnya hancur, ini sekaligus membuat hati tenang,” kata Suryana.

Pengungsian yang dikelola oleh Kementerian Sosial ini bermukim sekitar 1.432 pengungsi per 30 Desember 2018. Jumlah tersebut diperkirakan sudah berangsur berkurang.

Para pengungsi sengaja meninggalkan rumah sejak tsunami menerjang pada Sabtu malam, 22 Desember 2018. Sebagian lainnya mengungsi karena khawatir adanya tsunami susulan.

Sumber : cnnindonesia

Buat yang Penasaran, Ini Alasan Roger Danuarta Masuk Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Beberapa waktu yang lalu, masyarakat Indonesia khususnya para pengguna media sosial Instagram dihebohkan dengan keputusan Roger Danuarta untuk meninggalkan keyakinan lamanya, dan memilih untuk menjadi seorang muslim.

Roger tidak pernah memberi penjelasan mengenai alasan dirinya menjadi seorang muslim, sampai-sampai beredar kabar bahwa alasan Roger menjadi muslim adalah karena Cut Meyriska, yang saat ini diisukan tengah dekat dengannya.

Namun baru-baru ini beredar sebuah video yang menperlihatkan klarifiskasi Roger mengenai alasanya memeluk agama Islam. Video itu diunggah oleh akun Instagram @cintaqurantv.

Dalam video itu, aktor kelahiran 36 tahun silam tersebut tampak sedang berada di sebuah ruangan seperti masjid. Ia didampingi oleh dua orang yang ada di samping kiri dan kanannya. Kemudian, ia pun dengan tenang dan lugas membeberkan alasanya mengapa akhirnya memeluk agama Islam.

Baca juga: Ustaz Insan Mokoginta Benarkan Roger Danuarta Masuk Islam

Roger mengatakan bahwa ketika ia melihat cara hidup orang muslim membuatnya merasa tersentuh dan ketika ia melaksanakan solat, aktor kelahiran Jakarta itu merasakan ketenangan.

“Dan kenapa saya ingin menjadi seorang muslim. Mungkin ketika saya melihat dari teman-teman dekat saya teman kerja sehari-hari. Cara hidup seorang muslim membuat hati saya tersentuh sekali, saya ikut merasakan damainya untuk salat,” kata Roger dalam video tersebut.

Dari ketenangan dan kedamaian yang ia rasakan ketika mendalami agama Islam inilah, akhirnya membuat lawan main Agnez Mo dalam sinetron Cewekku Jutek itu memutuskan untuk masuk Islam dan menjadi muslim yang baik.

“Ketenangan yang diberikan kepada diri saya dan itu membuat saya semakin jatuh cinta untuk menjadi seorang muslim yang baik,” kata Roger.

sumber: viva.co.id