Muhasabah dan Mengambil Pelajaran dari Sebuah Musibah

Muhasabah dan Mengambil Pelajaran dari Sebuah Musibah

SOLO (Jurnalislam.com) – Tragedi bencana yang berangsur menghantam Indonesia sangat menyayat hati siapapun yang melihat. Banyak pihak menilai,

peristiwa yang menelan ratusan bahkan ribuan disepanjang 2018 itu merupakan tanda merah-putih untuk bermuhasabah atau berintrospeksi diri.

Salah satu pihak yang melontarkan kritik membangun tersebut adalah Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS). Melalui ketuanya, Muinudinillah Basri meminta umat dan pemerintah untuk mengambil pelajaran dari musibah bencana ini.

“Ayat-ayat dan hadist sangat banyak yang mengaitkan bencana dengan dosa, maka tiada lain kecuali bertaubat kepada Allah, dan segera mengambil pelajaran,” katanya usai memberikan materi di Masjid Iska Gatak, Sukoharjo, Senin, (31/12/2018) malam.

Dalam hening malam sebelum pergantian kalendar Masehi, ia bercerita. Didalam Alquran, kitab suci umat Islam, Allah menjelaskan bahwa dalam satu negeri akan diberi ujian bencana sebanyak satu atau dua kali dalam setahun, jika lebih dari itu, pertanda bahwa Allah menegur keras penduduk di suatu negeri.

Bangunan Masjid yang hancur diterpa Gempa dan Tsunami Palu. Foto: Fajar/Jurnis

“Kemudian kita tidak mengambil pelajaran saja, itu terlalu ndablek (bandel-red),” ungkapnya.

“Kalau itu tidak segera diambil pelajaran dan kemudian sadar untuk mengingatkan bisa jadi semua akan dihancurkan oleh Allah subhanahu Wata’ala,” pinta pria berkopiah putih ini.

Oleh sebab itu, penceramah berjanggut ini mengimbau kepada umat Islam agar dapat mengambil pelajaran atas banyaknya musibah bencana yang melanda negara Indonesia.

“Saat ini adalah momen yang tepat untuk muhasabah dan kembali kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” tegasnya menutup sesi bicara.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X