Parlemen Turki: Rakyat Suriah akan Putuskan Pengganti Assad

MOSKOW  (Jurnalislam.com) – Jika pemimpin rezim Suriah Bashar al-Assad menjadi pemimpin di negara pasca-perang tersebut, warga Suriah yang menjadi pengungsi di negara lain tidak akan dapat kembali, menurut seorang anggota parlemen Turki terkemuka.

“Tentu saja, rakyat Suriah akan membuat keputusan utama tentang siapa yang akan menggantikan Assad,” kata Volkan Bozkir, kepala komite urusan luar negeri parlemen, saat kunjungannya ke Moskow pada Kamis (8/11/2018), lansir Anadolu Agency.

Bozkir bersama dengan delegasi bertemu dengan Konstantin Kosachev, ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Federasi Rusia.

Dia menekankan bahwa Turki menampung 4 juta pengungsi dari Suriah dari sekitar total 5-6 juta pengungsi Suriah.

Pada proses Astana dan Sochi untuk perdamaian di Suriah, Bozkir mengatakan bahwa Turki, Rusia dan Iran mengambil langkah yang sangat penting dalam masalah Suriah.

“Berkat ketiga negara ini, PBB memiliki peluang untuk berhasil setelah bertahun-tahun,” katanya.

Baca juga: 

Menyebut Rusia sebagai negara “pintar” dengan budaya negara yang dalam, Bozkir mengatakan hubungan Turki-Rusia telah membentang sekitar 300 tahun, menyebut ikatan tersebut sebagai “teladan.”

Dalam pertemuan itu, Bozkir juga mengusulkan pembentukan komisi-komisi trilateral urusan luar negeri Turki-Azerbaijan-Rusia dan Turki-Serbia-Rusia.

Sedangkan Kosachev mengatakan bahwa masalah Suriah adalah salah satu topik paling penting dalam dialog Rusia-Turki.

“Turki dan Rusia mungkin memiliki posisi berbeda dalam menginterpretasi sebuah peristiwa, dan kami tahu masalah yang saling bertentangan. Namun kami memiliki konsensus tentang masa depan Suriah,” katanya.

Veteran Marinir AS Bunuh 12 Orang dalam Bar California

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 orang tewas oleh seorang pria bersenjata di sebuah bar dansa yang menjadi tempat menginap bagi para mahasiswa di California selatan, menggunakan pistol kaliber 45 dengan sebuah tambahan magazine, polisi mengatakan pada hari Kamis (8/11/2018).

Pria bersenjata itu, yang diidentifikasi polisi sebagai Ian David Long, seorang veteran Korps Marinir berusia 28 tahun, meninggal di tempat kejadian setelah polisi tiba di Borderline Bar and Grill di Thousand Oaks.

Polisi menjawab tiga menit setelah menerima laporan tembakan. Seorang sersan Sheriff terkena tembakan “berkali-kali” saat memasuki bar, kata Ventura County Sheriff Geoff Dean mengatakan kepada wartawan.

Sersan Ron Helus, yang pertama kali memasuki bar, ditarik keluar dari serangan tembakan oleh seorang rekan petugas dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Dia meninggal karena luka-lukanya bersama 11 korban yang berada di dalam.

Sebuah prosesi untuk perwira direncanakan untuk 10 pagi waktu setempat (1800GMT).

Polisi menemukan “beberapa” korban luka lain di dalam bar kemudian diangkut ke rumah sakit setempat, menurut Dean.

Baca juga:

 

“Ini adalah insiden yang mengerikan,” katanya. “Ini adalah bagian dari kengerian yang terjadi di negara kita dan di semua tempat, dan saya pikir tidak mungkin untuk menempatkan logika atau perasaan apa pun kepada yang tidak masuk akal.”

Penembakan massal itu, sedikitnya merupakan yang kedua di AS dalam waktu kurang dari dua pekan setelah seorang pria bersenjata menembaki sebuah sinagog Pennsylvania, menewaskan 11 orang.

Ini juga merupakan insiden paling mematikan sejak seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah di Florida, yang menewaskan 17 orang sembilan bulan lalu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan di Twitter bahwa ia telah mendapat informasi penuh tentang penembakan yang mengerikan itu, dan berterima kasih kepada responden pertama atas “keberanian besar” mereka.

“Patroli Jalan Raya California tiba di lokasi kajdian dalam waktu 3 menit, dengan petugas pertama yang masuk berkali-kali ditembak. Sersan Sheriff itu meninggal di rumah sakit. Tuhan memberkati semua korban dan keluarga korban. Terima kasih kepada Penegak Hukum,” katanya.

LSM Turki Kirim Lebih dari 42.000 Truk Bantuan Kemanusian ke Suriah

IZMIR (Jurnalislam.com) – Bulan Sabit Merah Turki telah mengirim 42.000 truk bantuan kemanusiaan ke Suriah sejak dimulainya perang  pada tahun 2011, kata kepala kelompok bantuan itu.

“Bulan Sabit Merah Turki, sendiri atau bekerja sama dengan para mitra, telah mengirim sekitar 42.000 truk bermuatan bantuan kemanusiaan ke Suriah sejak awal konflik,” kata Kerem Kinik kepada Anadolu Agency.

“Pada periode ini, makanan, pakaian, dan tempat perlindungan terutama dikirim ke wilayah tersebut. Kehidupan sehari-hari mulai normal kembali setelah Operasi Euphrates Shield dan Operasi Olive Branch, serta gencatan senjata di Idlib,” kata Kinik.

Bulan Sabit Merah Turki juga mendukung bantuan internasional hingga 6,5 ​​juta pengungsi internal di Suriah, katanya.

Kinik mengatakan bahwa hampir 25 truk membawa bantuan kemanusiaan ke Suriah setiap hari.

Badan bantuan Turki itu juga melakukan operasi di daerah lain, termasuk meningkatkan pertanian, pembangunan tempat tinggal permanen, juga layanan kesehatan dan keamanan, kata kepala badan bantuan itu.

Baca juga:

Operasi itu menciptakan “atmosfer positif” di negara yang dilanda perang, kata Kinik, menambahkan:

“Suasana ini telah menjadi pemicu dan dorongan bagi mereka yang kembali ke Suriah dari Turki.”

Organisasi ini juga meningkatkan kondisi di kamp pengungsi, dan melayani warga sipil dalam perawatan kesehatan.

“Rumah sakit [didirikan di al-Bab dan Cobanbey] siap untuk beroperasi. Kami juga bekerja untuk memasok kebutuhan darah, ”kata Kinik.

Bulan Sabit Merah Turki juga berupaya mencegah warga sipil dari pengaruh operasi yang mungkin timbul di sebelah timur Sungai Eufrat, kata Kinik.

Organisasi bantuan beroperasi di 45 negara termasuk Karibia.

Pada 2017, Bulan Sabit Merah Turki membantu lebih dari 18 juta orang, Kinik mengatakan, menambahkan bahwa bantuan mereka akan mencapai hampir 30 juta orang pada akhir tahun ini.

IRC: Kematian Khashoggi Bisa Memicu Perdamaian di Yaman

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pembunuhan Jamal Khashoggi kemungkinan bisa memicu gencatan senjata di Yaman, dan memungkinan perdamaian di negara yang dilanda perang itu, menurut presiden Komite Penyelamatan Internasional (the International Rescue Committee-IRC).

David Miliband, mantan menteri luar negeri Inggris yang merupakan anggota parlemen, mengatakan bahwa kematian wartawan itu tragis, dan fokus internasional pada pembunuhan Khashoggi harus dialihkan ke tindakan Arab Saudi di Yaman, di mana jutaan nyawa terpengaruh.

“Mungkin pembunuhan Jamal Khashoggi oleh preman Saudi telah menciptakan mantra baru: satu kematian bisa menjadi percikan yang menghantui penderitaan jutaan orang,” kata Miliband dalam sebuah opini di CNN.

Dan dengan ini muncul hikmah saat Sekretaris Negara Mike Pompeo meminta gencatan senjata di Yaman menandakan potensi perdamaian di negara yang disebut “bencana kemanusiaan terburuk” oleh PBB.

Baca juga:

“Penderitaan kemanusiaan itu bukanlah tragedi alami, tetapi bencana buatan manusia,” kata Miliband.

“Rencana perang Saudi saat ini membuat segalanya lebih buruk. Serangan pemboman dari udara menyebabkan pembantaian, tetapi tidak dapat menggeser pemberontak Houthi yang membaur di antara penduduk setempat,” tambahnya.

Keputusan oleh Pompeo perlu didukung dengan langkah-langkah lain, termasuk resolusi PBB. AS dan Inggris juga perlu menghentikan dukungan untuk operasi yang dipimpin Saudi di Yaman, menurut presiden IRC.

AS telah memulai proses dengan Senat mengirim permintaan kepada pemerintahan Donald Trump untuk meninjau apakah sanksi harus diberikan kepada mereka yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

“Penderitaan di Yaman telah lama tidak diakui – hingga membesarkan hati mereka yang bersedia bertindak bebas,” kata Miliband. “Warisan Jamal Khashoggi harus berupa pertanggungjawaban bukan hanya untuk penderitaan satu orang, tapi jutaan.”

Jaksa Agung Trump Mengundurkan Diri atas Desakan Presiden

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Jaksa Agung Jeff Sessions mengumumkan pada hari Rabu (7/11/2018) bahwa ia mengundurkan diri dari jabatannya atas permintaan Presiden AS Donald Trump.

Pengumuman ini menyusul kritikan di depan publik yang sering kali dilakukan oleh Trump terhadap pejabat penegak hukum terkemuka di negara itu atas penyelidikan pengacara khusus mengenai campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 dan kemungkinan kolusi kampanye Trump dengan upaya itu.

Trump menyalahkan Penasehat Khusus Robert Mueller yang menunjuk Sessions untuk berlepas diri dari hal-hal yang berkaitan dengan penyelidikan Rusia, yang telah meracuni hubungan antara Trump dan salah satu pendukungnya yang paling awal dan paling bersemangat.

Sessions mengatakan dalam sebuah surat kepada Trump bahwa dia merasa “terhormat untuk bertugas sebagai Jaksa Agung dan telah berupaya melaksanakan agenda penegakan hukum berdasarkan aturan hukum yang membentuk bagian sentral dari kampanye Anda untuk Kepresidenan.”

“Sejak hari saya merasa terhormat untuk disumpah sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat, saya datang untuk bekerja di Departemen Kehakiman setiap hari bertekad untuk melakukan tugas saya dan melayani negara saya,” katanya. “Saya telah melakukan yang terbaik dari kemampuan saya, bekerja untuk mendukung proses hukum fundamental yang merupakan fondasi keadilan.”

Trump secara luas diperkirakan akan memecat Sessions setelah pemilihan tengah semester di hari Selasa, dan pengunduran diri Sessions secara paksa akan mengakhiri hubungan beracun antara keduanya yang telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Baca juga:

Trump mengucapkan terima kasih kepada Sessions untuk layanannya dan mendoakannya dengan baik di sebuah posting Twitter, mengatakan Kepala Staf Sessions, Matthew Whitaker, akan bertindak sebagai penjabat jaksa sampai penggantian permanen dikonfirmasi oleh Senat.

Tidak segera jelas bagaimana pengunduran diri Sessions akan mempengaruhi penyelidikan, yang menurut Trump dan ajudan terdekatnya adalah “perburuan penyihir”.

Tapi ketika menjabat sebagai komentator CNN sebelum mengambil jabatannya di Departemen Kehakiman, Whitaker menulis sebuah artikel opini pada Agustus 2017 di mana ia mengklaim Mueller  “telah mendekati garis merah dalam penyelidikan ikut campurnya Rusia dalam pemilu 2016 dimana ia sangat dekat dengan posisi menyeberang (membelot).”

Dia mengacu pada laporan bahwa tim Mueller, pada saat itu, memperluas ruang lingkup pekerjaannya untuk memasukkan kemungkinan kejahatan keuangan yang mungkin dilakukan oleh organisasi Trump, dengan hanya beberapa yang dia katakan “tidak berhubungan dengan pemilu 2016.”

Pemimpin NATO Perbarui Penawaran Pembicaraan Damai dengan Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin NATO, Jens Stoltenberg, pada hari Selasa (6/11/2018) mengunjungi ibukota Afghanistan, Kabul, di tengah desakan baru bagi penyelesaian damai atas konflik di negara itu.

Sekjen NATO didampingi oleh Ketua Komite Militer Marsekal Udara Sir Stuart Peach, dan Panglima Tertinggi Sekutu Eropa Jenderal Curtis Scaparrotti.

Berbicara dalam jumpa pers bersama dengan Presiden Ashraf Ghani, Stoltenberg menjanjikan dukungan NATO untuk negara yang dilanda perang itu.

“NATO bertekad untuk melihat Afghanistan berhasil. Itu sebabnya sekitar 16.000 pasukan dari 39 negara berbeda bertugas di misi kami Resolute Support Mission. Bersama-sama, kami melatih, memberi saran, dan membantu pasukan Afghanistan untuk membuat negara ini lebih aman dan lebih nyaman,” katanya.

Stoltenberg mengakui situasi di Afghanistan setelah 17 tahun perang masih tetap sama.

“Tentara dan polisi Afghanistan berada di garis depan konflik ini. Banyak yang terbunuh atau terluka setiap pekannya. Dan saya menghargai keberanian dan kesetiaan mereka. Para pejuang juga menewaskan banyak warga sipil Afghanistan,” klaim kepala NATO.

Baca juga: 

Stoltenberg meminta Taliban untuk “duduk di meja negosiasi,” seraya berkata bahwa pertempuran itu “tidak berguna dan kontraproduktif.”

Sementara itu, presiden Afghanistan memuji dan mendukung upaya AS untuk solusi damai terhadap konflik.

“Tadi malam, saya mengarahkan semua gubernur untuk membentuk dewan perdamaian dari semua segmen masyarakat untuk pembicaraan yang sebenarnya, dan hari ketika kita akan memulai [perdamaian] ini tidaklah jauh,” kata Ghani.

Dia juga menyoroti keberanian dan komitmen pasukan Afghanistan dalam memenuhi tanggung jawab keamanan negara itu sejak berakhirnya misi tempur pimpinan NATO dan keluarnya lebih dari 100.000 pasukan asing pada tahun 2014.

Pemerintah Afghanistan telah mengumumkan untuk membentuk dewan konsultatif nasional untuk mempercepat upaya perdamaian.

Shah Hussain Murtazavi, juru bicara presiden, mengatakan kepada radio setempat, Azadi, bahwa perwakilan masyarakat sipil dan pemimpin agama dari 34 provinsi telah diundang agar datang dan bertemu dengan tim teknis untuk pembicaraan damai di Kabul.

Hal ini sejalan dengan Perwakilan AS untuk Duta Besar Rekonsiliasi Afganistan, Zalmay Khalilzad yang menyerukan kepada pemerintah Afghanistan dan Taliban agar datang dengan tim perunding resmi untuk pembicaraan damai.

Sekjen NATO juga bertemu dengan Komandan Resolute Support Mission Jenderal Austin Scott Miller, Perwakilan Senior Sipil NATO di Afghanistan, Duta Besar Cornelius Zimmermann dan dengan pasukan yang berkontribusi pada Resolute Support Mission yang dipimpin NATO.

Wanita Kristen Pakistan Penista Nabi Diterbangkan dari Penjara

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Wanita Kristen Pakistan, Aasia Bibi, yang menghabiskan delapan tahun hukuman mati karena penistaan agama, telah diterbangkan dari penjara, kata pengacaranya.

“Dia telah dibebaskan. Saya telah diberitahu bahwa dia ada di pesawat tetapi tidak ada yang tahu di mana dia akan mendarat,” kata pengacaranya Saif-ul-Malook dalam sebuah pesan kepada kantor berita AFP, Rabu (7/11/2018).

Bibi, 53 tahun, diterbangkan pada Rabu malam ke sebuah fasilitas di ibukota, Islamabad, dari sebuah lokasi yang dirahasiakan karena alasan keamanan, dua pejabat senior pemerintah mengatakan kepada Associated Press.

Pekan lalu, Mahkamah Agung Pakistan membatalkan hukuman Bibi dan memerintahkan pembebasannya, tetapi dia tetap dipenjara karena pemerintah setuju untuk mengizinkan peninjauan setelah protes dari kelompok sayap kanan atas kasus penistaan Nabi Saw.

Sebuah perintah pembebasan tiba hari Rabu di penjara di pusat kota Multan, tempat Bibi ditahan, kata seorang pejabat penjara kepada AFP.

Baca juga: 

Suaminya, Ashiq Masih, telah meminta Inggris atau Amerika Serikat untuk memberikan suaka keluarga, sementara Malook melarikan diri ke Belanda.

Pembebasan Bibi memicu protes besar-besaran oleh partai-partai sayap kanan, terutama Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), di negara mayoritas Muslim.

Ribuan orang memenuhi jalan setelah pengadilan membatalkan hukuman Bibi pekan lalu, yang menyebabkan pemerintah Perdana Menteri Imran Khan menandatangani kesepakatan kontroversial dengan TLP.

Penghujatan adalah tuduhan keras di Pakistan yang mayoritas Muslim, di mana bahkan tuduhan yang tidak berdasar atas penghinaan terhadap Islam dapat mengakibatkan kematian di tangan massa setempat.

Sedikitnya 74 orang telah tewas ditangan massa dalam kekerasan tersebut sejak 1990, menurut laporan Al Jazeera.

Trump akan Keluarkan Pendapat Lebih Kuat pada Kasus Khashoggi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden AS, Donald Trump, pada hari Rabu (7/11/2018) mengatakan dia akan mengeluarkan “pendapat yang lebih kuat” atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pekan depan.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa AS bekerja dengan Turki dan Arab Saudi untuk mengungkap apa yang terjadi pada Khashoggi.

“Saya akan memiliki pendapat yang lebih kuat tentang itu pekan depan,” kata Trump. “Kami bekerja dengan Kongres, bekerja dengan Turki dan bekerja dengan Arab Saudi dan saya membentuk opini yang sangat kuat.”

Khashoggi, seorang warga negara Saudi dan seorang kolumnis untuk The Washington Post, terbunuh pada 2 Oktober setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.

Begitu berada di dalam, dia segera dicekik dan tubuhnya kemudian dipotong-potong, menurut kantor Kejaksaan Istanbul.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Jumat bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari pejabat pemerintah Saudi tingkat atas.

Baca juga:

Erdogan juga mengatakan para pelaku termasuk di antara 18 orang yang telah ditahan oleh Arab Saudi dalam kaitannya dengan pembunuhan itu.

Turki menuntut ekstradisi 18 orang tersebut tetapi Arab Saudi menyatakan akan menggelar pengadilan sendiri.

Setelah mengumumkan dia dibunuh, Arab Saudi belum mengungkapkan lokasi tubuh Khashoggi.

Anggota keluarga Khashoggi telah memohon kepada pemerintah Saudi untuk mengembalikan jasadnya sehingga mereka dapat memiliki, lalu menguburkannya dengan layak, tetapi para pejabat kerajaan Arab hanya diam.

Begini Kabar Terakhir Muslim Myanmar

DHAKA (Jurnalislam.com) – Bangladesh sedang dalam tahap akhir untuk merelokasi 100.000 pengungsi Muslim Rohingya ke pulau terpencil di tengah kekhawatiran kaum Muslim Myanmar yang tertindas itu bahwa mereka kemungkinan bisa hanyut dalam kondisi cuaca buruk, lansir Anadolu Agency Selasa (6/11/2018).

Implementasi proyek Angkatan Laut Bangladesh, di bawah Kantor Perdana Menteri dengan perkiraan anggaran BDT 23,12 miliar (lebih dari $ 280 juta), kemungkinan akan selesai pada tahun 2019.

Anggaran proyek besar di pulau Bhasan Char telah sepenuhnya didanai oleh pemerintah Bangladesh.

Pulau kecil itu, yang namanya berarti “pulau terapung”, muncul dari Teluk Benggala pada 2006 dan terletak sekitar 30 km (21 mil) dari daratan.

Tidak ada wartawan, pekerja organisasi non-pemerintah atau pihak luar manapun – yang tidak terlibat dengan proyek – yang diizinkan untuk mengunjungi pulau itu.

Namun, seorang koresponden Anadolu Agency dapat mengunjungi tempat tersebut baru-baru ini menggunakan saluran yang berbeda.

Selama kunjungan lapangan terlihat bahwa pembangunan sejumlah hampir 1.440 pemukiman mega rumah telah selesai, tidak termasuk beberapa finishing eksternal. Setiap pemukiman terdiri dari 16 kamar, enam toilet, empat kamar mandi dan delapan kompor gas.

Di dalam setiap ruang keluarga, ada dua tempat tidur bertingkat sehingga setiap kamar memiliki empat tempat tidur tunggal.

Dengan demikian, jumlah total ruang satu keluarga berbasis tersebut adalah 23.040 dengan fasilitas tempat tidur untuk 92.160 orang.

Setiap kamar telah disiapkan untuk keluarga beranggotakan empat orang. Tetapi sebagian besar keluarga Rohingya terdiri dari lebih dari empat anggota, termasuk anak-anak dan orang tua.

Setiap keluarga akan memiliki kipas langit-langit di kamar mereka, serta kompor gas untuk memasak. Koresponden ini juga mengamati bahwa jalan antara tempat penampungan masih dalam pembangunan.

Selain itu, ada rencana untuk membangun total 120 penampungan siklon bertingkat tiga. Ada juga rencana penggalian satu tambak untuk empat mega rumah yang dapat dikatakan untuk 64 keluarga atau 256 jiwa.

Sudah banyak kolam yang digali sementara yang lain sedang dalam proses. Sebuah gudang besar untuk menyimpan barang-barang bantuan untuk Rohingya telah dibangun, sementara pembangunan gudang lain sedang direncanakan.

Baca juga: 

Untuk melindungi pulau dari bencana alam, terutama dari banjir, dua tanggul, setinggi tiga meter dan panjangnya 13 kilometer, juga sedang dibangun di sekitar proyek pemukiman Rohingya di pulau itu.

Ada juga 29 bangunan mercusuar untuk memantau keseluruhan area proyek, sementara pembangunan dermaga sedang dalam tahap akhir.

Bagian yang paling menarik dari keseluruhan proyek adalah pembangunan wisma tamu VIP, yang disebut oleh para pekerja sebagai Rumah Perdana Menteri.

Wisma negara mewah bertingkat tiga ini dibangun dengan sangat hati-hati karena Perdana Menteri Sheikh Hasina seharusnya tinggal di sini selama beberapa waktu selama peresmian proyek tersebut.

Wisma ini nantinya akan diberikan kepada Angkatan Laut Bangladesh dan Penjaga Pantai, kata sumber internal yang terlibat dengan proyek tersebut. Pembangunan markas dan barak-barak bagi para pejabat dan staf dari dua pasukan juga dalam tahap akhir.

Ada dua helipad, satu telah selesai dan satu lagi sedang dibangun, sebagai bagian dari proyek.

Untuk memastikan air minum murni, total 1.680 tabung sumur telah disiapkan, sementara 260 tangki air – termasuk 20 tangki dengan kapasitas 2.000 liter, 48 tangki dari 500 liter dan 192 tangki kapasitas 300 liter – juga telah dibangun.

Sebagian besar pengungsi Rohingya yang tinggal di tempat rongsokan kotor dan jorok di kawasan Cox’s Bazar di Bangladesh tenggara karena takut dipindah ke pulau Bhasan Char yang jauh, yang dilaporkan rentan terhadap bencana alam.

Mohammad Zafar Hossain, 32 tahun, seorang pengungsi Rohingya di kamp Kutupalang, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dia tidak akan pindah ke Bhasan Char. “Entah saya akan kembali ke negara saya dengan hak penuh atau mati di sini, tetapi saya tidak akan pergi ke sana (Bhasan Char),” katanya.

Namun, Gulzar Begum, 38 tahun, seorang wanita Rohingya di kamp yang sama, mengatakan dia tidak memiliki masalah untuk beralih ke Bhasan Char jika pemerintah Bangladesh meyakinkan mereka tentang keselamatan dari bencana alam.

“Saya takut pergi ke Bhasan Char. Sangat jauh dan terisolasi. Kami mungkin hanyut setiap saat,” kata Madina Khatun, 50 tahun, seorang ibu Rohingya dari empat anak.

Ansar Ali, seorang tokoh masyarakat di kamp pengungsi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa target utama mereka adalah kembali ke tanah air mereka, Negara Bagian Rakhine, dengan martabat dan hak kewarganegaraan yang layak.

“Kami tidak ingin menetap di pulau terpencil mana pun di Bangladesh untuk menjalani kehidupan lain yang tidak pasti dan seperti penjara,” kata Ali, menambahkan bahwa tanpa laut tidak akan ada apapun di sekitar kita.

Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh polisi Bangladesh, sedikitnya 87 persen pengungsi Rohingya tidak mau dipindahkan ke pulau Bhasan Char, New Age, sebuah harian lokal, melaporkan.

Pejabat tinggi LSM internasional yang bekerja untuk pengembangan daerah pesisir di Bangladesh, mengatakan pemulangan damai adalah solusi terbaik untuk krisis ini.

Berbicara kepada Anadolu Agency dengan kondisi anonimitas, pejabat itu mengatakan relokasi ke Bhasan Char dapat menjadi solusi sementara dari krisis ini karena kehidupan di kamp-kamp kotor di Cox’s Bazar benar-benar tak tertahankan.

Rohingya, digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat terhadap serangan sejak puluhan tewas dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut laporan oleh Badan Pembangunan Internasional Ontario (the Ontario International Development Agency-OIDA) ).

Lebih dari 34.000 Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, berjudul “Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman Tak Terungkap (Forced Migration of Rohingya: The Untold Experience)”.

Sekitar 18.000 wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambahnya.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, kebanyakan anak-anak, dan wanita, melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas itu pada bulan Agustus 2017.

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar.

Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut bisa dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

 

CIA Lihat Semua Bukti, Setelah Mutilasi Khashoggi Saudi Rusak CCTV

TURKI (Jurnalislam.com) – Khashoggi – seorang penulis Saudi, warga AS dan kolumnis Washington Post – memasuki gedung Konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen yang menyatakan bahwa dia telah menceraikan mantan istrinya sehingga dia dapat menikah lagi.

Setelah beberapa pekan menyangkal secara berulang bahwa mereka ada hubungannya dengan kepergiannya, kerajaan Saudi akhirnya mengakui bahwa pembunuhan itu direncanakan. Keberadaan tubuhnya masih belum diketahui.

Berikut ini perkembangan terbaru, lansir Aljazeera:

Selasa, 6 November

Pemimpin Mesir menyalahkan liputan media tentang pembunuhan Khashoggi

Presiden Mesir mengatakan liputan media memainkan “peran negatif” dalam kasus Khashoggi.

“Kita harus berhenti dan menunggu pihak berwenang dan badan yudisial yang relevan (di Arab Saudi) mengumumkan hasil penyelidikan,” Abdel-Fattah el-Sisi mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa.

Bulan lalu, Mesir menyerukan investigasi transparan terhadap hilangnya jurnalis dan menentang jika kasus tersebut digunakan untuk mengeksploitasi Arab Saudi secara politik.

Arab Saudi dan Mesir memiliki hubungan yang erat. Kerajaan telah memberi bantuan miliaran dolar kepada Mesir dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala CIA melihat semua bukti terkait dengan sumber pembunuhan Khashoggi

Sebuah sumber keamanan Turki mengatakan bahwa kepala Direktur Al Jazeera CIA, Gina Haspel, telah melihat semua bukti terkait pembunuhan Khashoggi.

Bukti membuktikan operasi itu dilakukan atas perintah dari tingkat kepemimpinan tertinggi di Arab Saudi, sumber itu menambahkan.

Haspel berada di Turki pekan lalu untuk meninjau bukti, sebelum memberi penjelasan kepada Presiden AS Donald Trump di Washington, DC.

Sumber-sumber Turki juga mengatakan bahwa Arab Saudi akan membayar “uang darah” atau kompensasi kepada keluarga Khashoggi dan tunangannya.

Baca juga:

Laporan: Saudi merusak kamera CCTV setelah pembunuhan Khashoggi

Media Turki melaporkan bahwa staf di konsulat Arab Saudi di Istanbul mencoba membongkar kamera keamanan untuk membantu menutupi pembunuhan Khashoggi.

Surat kabar Sabah yang pro-pemerintah melaporkan bahwa Saudi mencoba merusak kamera di dalam konsulat pada 2 Oktober, hari dimana Khashoggi dibunuh.

Mereka juga mencoba mengutak-atik kamera di bilik keamanan polisi di luar gedung.

Menurut laporan itu, pada pukul 1 pagi tanggal 6 Oktober, seorang anggota staf konsulat pergi ke pos keamanan polisi di luar konsulat Saudi untuk mengakses sistem video.

Sabah melaporkan bahwa anggota staf memasukkan kode kunci digital ke dalam sistem, yang tidak membongkar kamera apa pun tetapi mencegah akses ke video yang menunjukkan pergerakan di pintu masuk, termasuk kedatangan Khashoggi di konsulat.

Andrew Simmons dari Al Jazeera melaporkan dari Istanbul mengatakan bahwa upaya mereka, bagaimanapun juga, tidak relevan karena polisi telah menguraikan pengkodean dan mengakses sistem, serta mengambil salinan video jauh sebelum Saudi melakukan upaya merusak.

“Semua ini menunjukkan, menurut pejabat Turki, dalam hal … seluruh prosedur, bahwa ada upaya oleh konsulat Arab Saudi untuk sekali lagi mengutak-atik bukti,” kata Simmons.

“Ini mengikuti pola kebocoran yang menunjukkan tanpa keraguan, menurut Turki, bahwa Saudi tidak berusaha untuk menyelidiki pembunuhan, tapi mereka berusaha untuk menutupinya.”

Uni Eropa mendesak kerja sama Saudi dengan pemerintah Turki

Komisi Eropa telah meminta Arab Saudi untuk berkolaborasi dengan pihak berwenang Turki dalam menyelidiki pembunuhan wartawan Saudi.

“Kami mengharapkan lembaga Saudi untuk memberikan semua informasi yang mereka miliki tentang kasus ini dan memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab dibawa ke pengadilan. Ini perlu dilakukan dalam kerja sama penuh dengan pemerintah Turki,” kata juru bicara komisi Maja Kocijancic, pada hari Selasa.

“Sejak awal, kami telah meminta Arab Saudi untuk menjelaskan pembunuhan Jamal Khashoggi melalui penyelidikan penuh yang kredibel, transparan dan cepat,” tambahnya.

Dalam resolusi tidak mengikat pada 25 Oktober, Parlemen Eropa mengutuk keras penyiksaan dan pembunuhan wartawan yang dilaporkan tersebut.

Parlemen mendesak penyelidikan internasional yang “independen dan tidak memihak” atas pembunuhan itu, juga memperingatkan bahwa sanksi dapat dikenakan jika agen Saudi dinyatakan bersalah dalam kematiannya.

Kepala CIA melihat semua bukti terkait dengan sumber pembunuhan Khashoggi

Sebuah sumber keamanan Turki mengatakan bahwa kepala Direktur Al Jazeera CIA, Gina Haspel, telah melihat semua bukti terkait pembunuhan Khashoggi.

Bukti membuktikan operasi itu dilakukan atas perintah dari tingkat kepemimpinan tertinggi di Arab Saudi, sumber itu menambahkan.

Haspel berada di Turki pekan lalu untuk meninjau bukti, sebelum memberi penjelasan kepada Presiden AS Donald Trump di Washington, DC.

Sumber-sumber Turki juga mengatakan bahwa Arab Saudi akan membayar “uang darah” atau kompensasi kepada keluarga Khashoggi dan tunangannya.

Laporan: Saudi merusak kamera CCTV setelah pembunuhan Khashoggi

Media Turki melaporkan bahwa staf di konsulat Arab Saudi di Istanbul mencoba membongkar kamera keamanan untuk membantu menutupi pembunuhan Khashoggi.

Surat kabar Sabah yang pro-pemerintah melaporkan bahwa Saudi mencoba merusak kamera di dalam konsulat pada 2 Oktober, hari dimana Khashoggi dibunuh.

Mereka juga mencoba mengutak-atik kamera di bilik keamanan polisi di luar gedung.

Menurut laporan itu, pada pukul 1 pagi tanggal 6 Oktober, seorang anggota staf konsulat pergi ke pos keamanan polisi di luar konsulat Saudi untuk mengakses sistem video.

Sabah melaporkan bahwa anggota staf memasukkan kode kunci digital ke dalam sistem, yang tidak membongkar kamera apa pun tetapi mencegah akses ke video yang menunjukkan pergerakan di pintu masuk, termasuk kedatangan Khashoggi di konsulat.

Andrew Simmons dari Al Jazeera melaporkan dari Istanbul mengatakan bahwa upaya mereka, bagaimanapun juga, tidak relevan karena polisi telah menguraikan pengkodean dan mengakses sistem, serta mengambil salinan video jauh sebelum Saudi melakukan upaya merusak.

“Semua ini menunjukkan, menurut pejabat Turki, dalam hal … seluruh prosedur, bahwa ada upaya oleh konsulat Arab Saudi untuk sekali lagi mengutak-atik bukti,” kata Simmons.

“Ini mengikuti pola kebocoran yang menunjukkan tanpa keraguan, menurut Turki, bahwa Saudi tidak berusaha untuk menyelidiki pembunuhan, tapi mereka berusaha untuk menutupinya.”