Taliban Kirim 5 Mantan Tahanan Guantanamo ke Perundingan Damai di Qatar

Taliban Kirim 5 Mantan Tahanan Guantanamo ke Perundingan Damai di Qatar

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah menunjuk lima mantan komandan yang menghabiskan lebih dari satu dekade sebagai tahanan di Teluk Guantanamo sebagai anggota kantor politiknya di Qatar, di mana pembicaraan tentatif untuk mengakhiri konflik Afghanistan sedang berlangsung.

Lima komandan tersebut, Mohammad Fazl, Mohammed Nabi, Khairullah Khairkhwa, Abdul Haq Wasiq dan Noorullah Noori, ditahan selama 12 tahun di pusat penahanan AS sebelum dibebaskan pada tahun 2012 sebagai bagian dari pertukaran tahanan sebagai imbalan bagi tentara AS Berg Bergdahl.

Mereka menetap di Qatar setelah pembebasan mereka tetapi sampai sekarang belum terlibat langsung dalam kegiatan politik, juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan pada hari Rabu (31/10/2018), lansir Aljazeera.

Pengumuman itu muncul di tengah-tengah kegiatan diplomatik yang dipimpin AS untuk meyakinkan kelompok bersenjata terbesar Afghanistan tersebut guna mengakhiri perang selama 17 tahun.

Kantor Taliban dibuka di Doha, ibukota Qatar, pada tahun 2013 atas permintaan AS untuk memfasilitasi pembicaraan.

Awal bulan ini, para pejabat Taliban bertemu dengan utusan khusus AS yang baru-baru ini ditunjuk, Zalmay Khalilzad di Doha, setelah bertemu Alice Wells, wakil sekretaris asisten utama untuk Asia Selatan dan Tengah, di sana awal tahun ini.

Seorang pejabat Taliban di Qatar mengatakan bahwa walaupun para mantan komandan, yang dekat dengan almarhum Mullah Mohammad Omar pendiri gerakan Taliban, belum terhubung dengan kantor politik sebelumnya, kantor sebelumnya selalu meminta pendapat dan saran mereka.

Penunjukan itu dilakukan pada waktu yang “sangat sensitif” dan akan membantu memperkuat tim politik Taliban, kata pejabat kelompok itu kepada AFP.

Baca juga: 

Beberapa pengamat melihat langkah itu sebagai pertanda baik bagi upaya baru untuk membawa perdamaian di Afghanistan, yang telah dilanda perang sejak 2001.

“Taliban menunjukkan beberapa gerakan positif terhadap pembicaraan damai,” kata analis politik Atta Noori.

“Tim lama selalu gagal menyampaikan karena mereka tidak diberi otoritas yang cukup.”

Namun seorang diplomat Barat di Kabul tidak terlalu menyatakan optimisme. “Sepertinya mereka sedang mempersiapkan sesuatu, yang tidak saya ketahui,” katanya.

Penunjukan itu menyusul pembebasan tokoh senior Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, oleh Pakistan pekan lalu.

Kantor Taliban ditutup tak lama setelah dibuka pada 2013 ketika ditekan perihal bendera yang berkibar di luar kantor – bendera sama yang dikibarkan selama Taliban memerintah di Afghanistan.

Presiden Afganistan pada saat itu, Hamid Karzai, kemudian menghentikan upaya perdamaian, mengatakan kantor itu menampilkan diri sebagai kedutaan tidak resmi untuk pemerintah di pengasingan.

Bendera diturunkan dan kantor telah kosong tanpa pengumuman resmi tentang kemungkinan pembukaan kembali.

Pembicaraan dengan Taliban terjadi di tempat lain di Doha.

Bagikan

One thought on “Taliban Kirim 5 Mantan Tahanan Guantanamo ke Perundingan Damai di Qatar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.