Kelompok Oposisi Bergabung, Ribuan Orang Demo Pemerintah Pakistan

Kelompok Oposisi Bergabung, Ribuan Orang Demo Pemerintah Pakistan

Islamabad (Jurnalislam.com) – Dalam persatuan yang jarang terjadi, kelompok oposisi besar di Pakistan berhasil membawa ribuan orang ke jalan-jalan di Lahore dalam sebuah demonstrasi besar-besaran untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah negara tersebut.

Demonstrasi hari Rabu (17/1/2018) di kota timur, yang dianggap sebagai pusat perhatian politik partai PML-N yang berkuasa, diserukan oleh Tahir-ul-Qadri, seorang ulama dan pendiri Awami Tehreek Pakistan (PAT), lansir Aljazeera.

Tokoh senior dari partai oposisi PPP dan PTI, dua kekuatan politik utama yang menandingi PML-N, juga bergabung, begitu pula politisi yang mewakili kelompok lain.

Qadri menyerukan demonstrasi tersebut dengan meminta secara eksplisit agar Shahbaz Sharif, menteri utama provinsi Punjab, mengundurkan diri, menyusul dikeluarkannya sebuah laporan penyelidikan yang melibatkan pemerintahnya dalam pembunuhan 14 pekerja politik cendekiawan kurang dari empat tahun yang lalu.

Shahbaz adalah adik Nawaz Sharif, yang memimpin partai PML-N dan diturunkan dari jabatan perdana menteri pada akhir Juli oleh Mahkamah Agung Pakistan, atas tuduhan korupsi. Partai Sharif masih mengalami tekanan sejak saat itu, dengan beberapa anggota keluarga menghadapi kasus korupsi.

Pekerja politik Qadri ditembak mati di luar markas politiknya di Lahore, setelah polisi melepaskan tembakan ke arah mereka karena menolak usaha untuk membongkar penghalang yang didirikan di luar gedung tersebut.

Pakistan Gelar Rapat Darurat Setelah 6 Tewas dalam Bentrokan dengan Gerakan Pembela Rasulullah

Pada bulan Desember, laporan komisi tersebut dipublikasikan setelah Pengadilan Tinggi Lahore memerintahkan pihak berwenang untuk membebaskannya.

Penyelidikan, yang dilakukan oleh hakim pengadilan tinggi tersebut, berpendapat bahwa pihak berwenang telah bertindak dengan kekuatan yang tidak proporsional dengan cara yang direncanakan, dan pejabat tersebut dengan sengaja menahan informasi tentang siapa yang memerintahkan mereka untuk menembak.

Saat demonstrasi pada hari Rabu, Qadri bergabung dengan, antara lain, koordinator ketua PPP dan mantan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, serta pemimpin oposisi PTI Imran Khan.

“Pertunjukan kekuatan politik ini adalah ilustrasi bukan kekuatan saya, tapi kekuatan para martir Model Town,” kata Qadri, berbicara kepada orang banyak.

“Semua kepemimpinan partai politik dan agama bergabung di sini … untuk membantu kaum tertindas.”

Namu aksi persatuan tersebut agak rusak oleh penolakan Zardari dan Khan untuk berbagi panggung satu sama lain. Akibatnya, Zardari sempat berbicara kepada kerumunan dan pergi tak lama kemudian, lalu Khan kemudian tiba di tempat demonstrasi.

Perginya Zardari membuat banyak pendukung PPP meninggalkan demonstrasi tersebut. Pendukung PAT Qadri, PTI Khan dan PML-Q, Sunni Tehreek dan partai lainnya tetap ada.

Perbedaan antara PPP dan PTI menunjukkan tidak akan ada aliansi besar antara partai oposisi untuk menggulingkan pemerintah.

PML-N, yang terpilih pada 2013, menegaskan akan menyelesaikan masa jabatannya pada pertengahan 2018 dan mengadakan pemilihan umum tepat waktu.

“Pada tahun 2018, hanya orang-orang yang memilih suara yang akan berkuasa,” Marriyum Aurangzeb, menteri informasi negara tersebut, mengatakan kepada wartawan di ibukota, Islamabad, Rabu pagi.

Qadri dan Khan telah memimpin seruan agar pemerintah mengundurkan diri di masa lalu. Pada tahun 2014, mereka mengadakan pertemuan gabungan di luar parlemen yang berlangsung selama empat bulan dan membuat sebagian pemerintah Islamabad macet.

Bagikan
Close X