Koalisi Arab Gempur Houthi di Hodaidah, PBB: Ratusan Ribu Diambang Kematian

Koalisi Arab Gempur Houthi di Hodaidah, PBB: Ratusan Ribu Diambang Kematian

YAMAN (Jurnalislam.com) – Krisis kemanusiaan di Yaman memburuk “secara dramatis” dalam pekan terakhir sejak pembicaraan damai yang disponsori PBB runtuh dan pertempuran berlanjut di kota pelabuhan Hodeidah.

Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB, mengatakan pada hari Kamis (13/9/2018) bahwa “ratusan ribu nyawa bergantung dalam keseimbangan” di Hodeidah yang dikuasai pemberontak Syiah Houthi, di mana “keluarga benar-benar ketakutan dengan pemboman, penembakan dan serangan udara”.

Perang tiga tahun telah menciptakan krisis kemanusiaan paling buruk di dunia di negara berpenduduk 28 juta orang dengan 22 juta penduduknya bergantung pada bantuan.

Baca juga: 

PBB memperingatkan pertempuran yang sedang berlangsung di Hodeidah,yang merupan titik masuk untuk sebagian besar impor komersial Yaman dan pasokan bantuan, dapat memicu kelaparan di negara miskin itu di mana diperkirakan 8,4 juta orang menghadapi kelaparan.

“Kami sangat khawatir tentang pabrik Laut Merah, yang saat ini memiliki 45.000 metrik ton makanan, cukup untuk memberi makan 3,5 juta orang selama sebulan. Jika pabrik rusak atau terganggu, kurban manusia akan tak terhitung,” kata Grande dalam sebuah pernyataan.

Pasukan Yaman, didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, merebut jalan utama Hodeidah ke ibu kota Sanaa, memblokir rute pasokan utama bagi pemberontak Houthi yang mengendalikan utara negara itu.

“Pintu masuk utama di Hodeidah yang mengarah ke Sanaa telah ditutup setelah pasukan yang didukung oleh UEA menguasai jalan,” kata sumber militer pro-koalisi kepada kantor berita Reuters.

Penduduk mengatakan gerbang timur utama kota itu telah hancur dalam serangan udara dan pertempuran berlanjut di jalan-jalan sekunder dari jalan utama.

Baca juga: 

Tidak ada kata-kata langsung dari kedua pihak dalam konflik tentang korban di pihak mereka.

Dokter dan petugas medis di dua rumah sakit di provinsi Hodeidah mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa 50 orang telah tewas dalam 24 jam terakhir.

Ratusan warga sipil telah meninggalkan rumah mereka di Hodeidah untuk melarikan diri dari pertempuran dan asap tebal naik di atas bagian kota, AP mengutip perkataan para pejabat.

Pertempuran di Hodeidah meningkat setelah runtuhnya perundingan yang disponsori PBB di Jenewa pekan lalu setelah delegasi Syiah Houthi tidak muncul.

Pasukan koalisi – yang bertujuan untuk mengembalikan pemerintahan yang diakui secara internasional, Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang melarikan diri dari Yaman setelah pengambilalihan Houthi – percaya bahwa kendali mereka atas Hodeidah dengan memotong jalur pasokan akan memaksa para pemberontak untuk bergabung di meja perundingan.

Namun, Andrew Simmons dari Al-Jazeera, yang melaporkan dari negara tetangga Djibouti, mengatakan ada “peringatan dari semua pihak bahwa serangan ini adalah hal terakhir yang diperlukan dalam upaya untuk mendapatkan semacam dialog”.

Martin Griffiths, utusan khusus PBB di Yaman, diperkirakan akan bertemu perwakilan Houthi serta pejabat pemerintah Yaman yang tinggal di pengasingan di Arab Saudi pekan ini dalam upaya untuk menghidupkan kembali perundingan.

Sementara itu, Meritxell Relano, perwakilan UNICEF di Yaman, mengatakan lebih dari 11 juta anak-anak menghadapi kekurangan makanan, penyakit, pengungsian, dan kurangnya akses ke layanan dasar.

Baca juga: 

“Konflik telah membuat Yaman menjadi neraka hidup bagi anak-anaknya,” katanya. “Diperkirakan 1,8 juta anak-anak kekurangan gizi di negara ini. Hampir 400.000 dari mereka menderita kekurangan gizi akut, dan mereka berjuang untuk hidup mereka setiap hari.”

Menurut PBB, sedikitnya 10.000 orang telah tewas sejak koalisi yang dipimpin Saudi-Emirat mengintervensi di Yaman pada 2015. Namun laporan jumlah korban tewas belum diperbarui dalam beberapa tahun dan kemungkinan akan jauh lebih tinggi.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.