Senin, 19 Syawal 1447 / 06 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Mata-mata Zionis di Iran: Kerusuhan Saat Ini Tidak Dapat Menggulingkan Rezim

10 Jan 2018 10:47:31
Mata-mata Zionis di Iran: Kerusuhan Saat Ini Tidak Dapat Menggulingkan Rezim

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Militer zionis memiliki “mata dan telinga” di dalam Iran, kepala dinas intelijen Mossad Israel mengatakan pada hari Selasa (9/1/2018).

“Israel memantau situasi di Iran dengan sangat ketat, kami memiliki mata, telinga dan bahkan lebih banyak lagi di dalam Iran,” kata Yossi Cohen dalam sebuah pertemuan tertutup di Kementerian Keuangan, menurut radio Israel, lansir Anadolu Agency.

Moskow Peringatkan AS untuk Tidak Intervensi Kerusuhan di Iran

Cohen mengatakan bahwa kerusuhan saat ini di Iran “tidak dapat menggulingkan rezim saat ini”.

“Saya akan sangat senang melihat sebuah revolusi sosial di Iran. Itu adalah sesuatu yang mungkin bisa terjadi di masa depan,” katanya.

Iran dilanda demonstrasi pada akhir Desember karena meningkatnya inflasi, pengangguran, dan kesalahan manajemen pemerintahan yang dirasakan rakyatnya.

12 Massa Demo Tewas, 2 Diantaranya Digilas Mobil Anti Huru-hara Iran

Protes tersebut kemudian tampaknya berubah menjadi demonstrasi anti-rezim, menyebar ke beberapa provinsi, termasuk ibukota Teheran.

Lebih dari 20 orang tewas dalam demonstrasi tersebut, termasuk sedikitnya satu petugas polisi, sementara lebih dari 1.000 lainnya ditahan oleh pihak berwenang.

Kategori : Internasional

Tags : demonstrasi iran

1.337 Warga Ghouta Timur Tewas oleh 7.325 Serangan Artileri Rezim Syiah Assad

10 Jan 2018 10:27:05
1.337 Warga Ghouta Timur Tewas oleh 7.325 Serangan Artileri Rezim Syiah Assad

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 1.337 warga sipil terbunuh di distrik Ghouta Timur yang dikepung (blockade) dalam serangan pasukan rezim Syiah Suriah pada 2017, menurut agen pertahanan sipil Helm Putih (the White Helmets), lansir Anadolu Agency.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun media sosialnya pada hari Selasa (9/1/2018), agensi tersebut mengatakan bahwa korban juga termasuk 12 anggotanya.

Rezim Syiah dan pasukan pro-rezim dikatakan melakukan 403 serangan udara dan 7.325 serangan artileri tahun lalu.

Dalam 11 Hari Rezim Assad dan Rusia Bantai 126 Warga Sipil Ghouta Timur

Menurut laporan tersebut, beberapa senjata termasuk bom barel dan bom napalm, yang dilarang oleh hukum internasional, yang digunakan oleh rezim tersebut dan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan mereka di Ghouta Timur tanpa henti.

Rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur, di pinggiran kota Damaskus, tetap berada di bawah pengepungan yang melumpuhkan oleh rezim Assad sejak akhir 2012.

Wilayah ini sebenarnya termasuk dalam jaringan zona de-eskalasi – yang didukung oleh Turki, Rusia dan Iran – di mana tindakan agresi dilarang.

Suriah baru saja mulai pulih dari konflik dahsyat yang dimulai pada tahun 2011, ketika rezim Nushairiyah Assad menindak aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur Konflik Suriah

Pertama dalam Sejarah, Yunani Gelar Praktik Hukum Syariah Islam

10 Jan 2018 08:27:14
Pertama dalam Sejarah, Yunani Gelar Praktik Hukum Syariah Islam

YUNANI (Jurnalislam.com) – Parlemen Yunani pada hari Selasa (9/1/2018) untuk pertama kalinya membuat praktik hukum syariah Islam dalam aturan perselisihan keluarga yang opsional bagi minoritas Muslim di negara tersebut, yang mengubah warisan dari berabad-abad lalu, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Perdana Menteri Yunani dari kelompok sayap kiri Alexis Tsipras segera menyerukan pemungutan suara sebagai “langkah bersejarah” karena “memperluas persamaan di depan hukum kepada semua orang Yunani.”

Perundang-undangan tersebut akan memungkinkan para kaum Muslim memilih pengadilan Yunani untuk menyelesaikan sengketa keluarga atau meminta ahli hukum Islam yang dikenal sebagai mufti.

Untuk masalah hukum keluarga, Muslim Yunani umumnya mencari jalan menghadap mufti untuk hal-hal seperti perceraian, hak asuh anak dan warisan. Kelompok hak asasi manusia anti Islam mengatakan bahwa ini adalah sistem yang sering mendiskriminasikan perempuan.

Masalah ini berawal pada periode setelah Perang Dunia I, dan perjanjian antara Yunani dan Turki yang mengikuti runtuhnya Kekaisaran Ottoman.

Masjid Berumur 600 Tahun Era Ottoman di Yunani Terbakar

Perjanjian Sevres tahun 1920 dan Perjanjian Lausanne 1923 menetapkan bahwa hukum Islam dan hukum agama Islam berlaku bagi ribuan umat Islam yang berubah menjadi warga negara Yunani.

Sekitar 73.000 Muslim minoritas di Yunani tinggal di Thrace, daerah pedesaan miskin di timur laut yang berbatasan dengan Turki.

Langkah parlemen tersebut dilakukan saat Pengadilan Tinggi Hak Asasi Manusia Eropa (the European Court of Human Rights-ECHR) diperkirakan tahun ini akan memimpin sebuah kasus berdasarkan keluhan yang diajukan terhadap Yunani oleh seorang janda berusia 67 tahun, Hatijah Molla Salli, yang dikurung dalam perselisihan warisan dengan saudara perempuan almarhum suaminya.

Lebih dari 100 Tahun, Pembangunan Masjid Pertama di Athena akan Selesai Akhir April

Ketika Salli mengajukan banding atas keadilan sekuler Yunani, dia mula-mula memenangkan kasusnya. Namun pengadilan tertinggi Yunani pada tahun 2013 memutuskan bahwa hanya seorang mufti Islam yang memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalah hak warisan Muslim.

“Pemerintah hanya bertindak untuk mencegah penghukuman oleh pengadilan, yang, seperti semua orang tahu, tidak dapat dihindari,” pengacara Salli Yannis Ktistakis mengatakan kepada AFP pada bulan November.

Kategori : Jejak Islam

Tags : muslim eropa yunani

Hujatan Komedian Terhadap Agama Munculkan Permusuhan Sesama Anak Bangsa

10 Jan 2018 08:12:54
Hujatan Komedian Terhadap Agama Munculkan Permusuhan Sesama Anak Bangsa

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Juru Bicara Jamaah Ansyarushy Syariah (JAS) Abdul Rohim Ba’asyir menilai apa yang dilakukan para komika stand up comedy seperti Ge Pamungkas, Joshua, dll yang membawa-bawa agama dalam materinya dan diduga menghina agama bisa memunculkan permusuhan sesama anak bangsa.

“Yang non islam mengolok- olok Islam. (Dibalas) yang Islam mengolok-olok non Islam. Ini akan menjadi muncul permusuhan di antara sesama bangsa. Kemudian menimbulkan peperangan yang menjadi pemisah sehingga jurangnya semakin lebar membuat sulit bersatu kembali,” kata pria yang karib disapa Iim ini kepada Jurnalislam.com, Selasa (9/12/2017) di Solo.

Agama Kerap Dijadikan Lelucon Komika, JAS Minta Negara Bertidak Tegas

Karenanya, menurut Iim, Negara dalam hal ini aparat harus bertindak tegas agar dapat menjaga keutuhan bangsa.

“Saya kira kalau aparat negara tegas kepada para pelaku ini, kemudian memembrikan sanksi yang sesuai maka saya yakin hal-hal tadi akan berkurang,” katanya.

Reporter: Ridho

Kategori : Nasional

Tags : JAS Ustadz Iim

Agama Kerap Dijadikan Lelucon Komika, JAS Minta Negara Bertidak Tegas

10 Jan 2018 07:53:35
Agama Kerap Dijadikan Lelucon Komika, JAS Minta Negara Bertidak Tegas

SOLO (Jurnalislam.com) -Menanggapi maraknya aksi komika yang kerap membawa-bawa agama dan memperoloknya, Juru bicarara Jamaah Ansharushy Syariah Abdul Rohim Ba’asyir mengatakan bahwa para pelaku harus ditindak tegas, karena mereka mengungkit SARA.

“Negara harus hadir dalam menindak tegas orang-orang ini karena ini masalah yang akan memicu permasalahan yang serius karna ini menyangkut SARA,” katanya kepada Jurnalislam.com di Solo (09/01/2018).

Menurutnya masalah pelecehan agama tidak akan marak jika aparat negara tegas memberikan sanksi yang sesuai kepada pelaku. “Saya kira kalau aparat negara tegas kepada pelaku ini kemudia memberikan sanksi,saya yakin hal seperti ini akan berkurang”tuturnya.

Hujatan Komedian Terhadap Agama Munculkan Permusuhan Sesama Anak Bangsa

Lebih lanjut, pria yang karib disapa Iim ini mengingatkan agar agama tidak lagi di jadikan lelucon oleh siapapun, karena jika dibiarkan akansangat berbahaya dalam menjaga kesatuan dan kebersamaan.

“Agama dijadikan lelucon kemudian diketawai dan dia merasa bangga dengan itu ini bahaya sekali dari sisi moral dan sisi kesatuan bangsa”,jelasnya.

Terakahir Iim berharap toleransi bergama berwujud dengan wujud yang sebenarnya. Katanya, jangan sampai toleransi hanya sebatas kulit hanya sebatas pengakuan tapi realitanya terjadi serangam atau olok-olokan terhadap agama tertentu,dalam kasus ini menyerang Islam,

Reporter: Ridho

Kategori : Nasional

Tags : agama ge pamungkas joshua komika lawakan

Ribuan Pasukan Zionis Serbu Desa Palestina setelah Seorang Warga Yahudi Tewas Ditembak

10 Jan 2018 06:54:11
Ribuan Pasukan Zionis Serbu Desa Palestina setelah Seorang Warga Yahudi Tewas Ditembak

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Ribuan tentara zionis melakukan penyerangan di desa-desa Palestina di dekat Nablus di Tepi Barat yang diduduki, menyusul kematian seorang pemukim illegal Israel yang ditembak di daerah tersebut.

Insiden penembakan tersebut terjadi pada hari Selasa (9/1/2018) di jalan utama di dekat pos penjagaan ilegal Israel di Havat Gilad, di mana pemukim berusia 35 tahun tersebut tinggal.

Dia kemudian meninggal karena luka-lukanya di sebuah rumah sakit di dekat Tel Aviv, media Israel melaporkan.

Harry Fawcett dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Yerusalem, mengatakan bahwa tentara Israel telah menggerebek desa-desa Palestina di Tell dan Sarra di Nablus utara.

Warga Pemukim Yahudi Serbu Sekolah Palestina di Tepi Barat, Serang Guru dan Siswa

Bentrokan dilaporkan terjadi di Sarra, Fawcett melaporkan, dan pemukim illegal Israel terlihat melemparkan batu ke arah mobil-mobil Palestina.

Tentara penjajah Israel mengatakan di Twitter bahwa tentara sedang menyisir daerah Nablus untuk mencari penembak yang dicurigai tersebut.

Didirikan pada tahun 2002, pos penjagaan Havat Gilad dianggap ilegal menurut hukum Israel dan internasional.

Permukiman illegal yahudi Israel melanggar Konvensi Jenewa Keempat, yang menyatakan bahwa kekuasaan pendudukan tidak dapat memindahkan penduduknya ke wilayah yang didudukinya.

Kategori : Tak Berkategori

Tags : Gaza palestina Pemukim Yahudi tepi barat yerusalem

Begini Lobi Politik Wakil Presiden AS Saat Kunjungannya ke Timteng Nanti

09 Jan 2018 10:54:32
Begini Lobi Politik Wakil Presiden AS Saat Kunjungannya ke Timteng Nanti

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Wakil Presiden AS Mike Pence akan mengunjungi Israel sebagai bagian dari tur Timur Tengah yang direncanakan pada bulan lalu setelah Presiden Donald Trump mengakui secara sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Tur Timur Tengah yang tertunda akan berlangsung dari tanggal 20 sampai 23 Januari dan Pence akan mengunjungi Mesir dan Yordania untuk memperbaiki hubungan setelah keputusan kontroversial mengenai Yerusalem.

Dia akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Raja Yordania Abdullah dan Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu, Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan, Middle East Eye melaporkan, Senin (8/1/2018).

Liga Arab Kembali Serukan pada Dunia untuk Bela Yerusalem

Pence, pendukung kuat keputusan Trump atas Yerusalem, juga akan mengunjungi Tembok Barat kota tersebut dan memberikan pidato di parlemen Israel, katanya.

Keputusan Trump tentang Yerusalem dan pengumuman pada bulan Desember bahwa AS akan memulai proses pemindahan kedutaannya dari Tel Aviv menyebabkan kekacauan dan demonstrasi di wilayah tersebut dan di dunia.

“Dengan arahan Presiden Trump, wakil presiden sedang melakukan perjalanan ke Timur Tengah demi menegaskan kembali komitmen kami bekerja sama dengan sekutu AS di kawasan tersebut untuk mengalahkan radikalisme yang mengancam generasi masa depan,” kata Alyssa Farah, juru bicara Pence.

Dia berencana untuk berdiskusi dengan ketiga pemimpin tersebut dengan mengangkat isu “cara untuk bekerja sama memerangi terorisme dan memperbaiki keamanan nasional kita,” tambahnya.

Israel Tawarkan $ 50 Juta Bagi Negara yang Dukung Pengakuan Trump atas Yerusalem

Status Yerusalem, yang merupakan rumah bagi situs suci Muslim, Yahudi dan Kristen, adalah salah satu hambatan terberat dalam kesepakatan damai antara Israel dan Palestina, yang sangat marah atas tindakan Trump dan menolak untuk bertemu dengan Pence.

Masyarakat internasional tidak mengakui kedaulatan Israel atas kota ini.

Israel menganggap Yerusalem sebagai ibukota abadi, sementara penduduk Palestina menginginkan ibu kota negara merdeka berada di sektor timur kota, yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967 dan dicaplok dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui secara internasional.

Pence menunda kunjungan yang direncanakan ke Mesir dan Israel bulan lalu untuk tinggal di Washington demi memberikan suara kongres mengenai rencana perbaikan pajak Trump.

Pejabat Palestina membatalkan pertemuan mereka dengan Pence di Tepi Barat setelah keputusan Presiden Donald Trump pekan lalu untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv.

“Tidak akan ada pertemuan dengan wakil presiden Amerika di Palestina,” kata penasihat hukum Abbas Majdi al-Khaldi pada hari Sabtu. “Amerika Serikat telah melewati semua garis merah dengan keputusannya atas Yerusalem.”

Paus Fransiskus Dukung Erdogan dan Puji Resolusi PBB atas Yerusalem

Gedung Putih memperingatkan bahwa membatalkan pertemuan di Tepi Barat akan menjadi “kontraproduktif,” namun Abbas berada di bawah tekanan domestik yang berat untuk menghindari Pence setelah pengumuman Trump.

Pejabat Palestina juga telah menekan para pemimpin gereja setempat untuk menolak kunjungan Pence dan mengikuti contoh dari Gereja Koptik Mesir yang pausnya menolak untuk bertemu dengan wakil presiden AS karena keputusan tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : AS mesir palestina tepi barat yerusalem Yordania

Rekor Terbaru Bencana Alam AS 2017, Kerugian Capai $ 306 Miliar dan Ratusan Tewas

09 Jan 2018 07:57:17
Rekor Terbaru Bencana Alam AS 2017, Kerugian Capai $ 306 Miliar dan Ratusan Tewas

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Bencana iklim utama di Amerika Serikat memecahkan rekor sebelumnya pada 2017 dengan menelan biaya $ 306 miliar dan membunuh ratusan orang.

Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (National Oceanic and Atmospheric Administration-NOAA) mengatakan pada hari Senin (8/1/2018) bahwa peristiwa iklim yang merusak terjadi pada tahun terpanas ketiga yang tercatat untuk AS, Aljazeera melaporkan.

Sedikitnya 362 orang tewas dalam bencana iklim yang mencakup tiga badai besar: Harvey, Maria, dan Irma, kata NOAA.

Trump Deklarasikan Bencana Kebakaran Besar Selang Beberapa Hari Resmikan Ibukota Israel

“Selama tahun 2017, AS mengalami tahun yang bersejarah dalam hal bencana akibat cuaca dan iklim,” kata badan cuaca tersebut.

“Kerusakan kumulatif dari 16 peristiwa di AS pada 2017 adalah $ 306,2 miliar, yang memecahkan rekor tahunan AS sebelumnya sebesar $ 214,8 miliar pada tahun 2005.”

Kerugian akibat Badai Harvey yang menerjang Texas melebihi $ 125 miliar. Harvey menempati urutan kedua setelah Badai Katrina, yang menelan biaya $ 160 miliar serta merupakan badai paling mahal dalam 38 tahun yang catatannya telah disimpan.

Sementara itu, Hurricanes Maria dan Irma masing-masing mengakibatkan kerusakan masing-masing sebesar $ 90 miliar dan $ 50 miliar.

Kebakaran hutan yang mematikan di sembilan negara bagian barat AS menyebabkan kerusakan sebesar $ 18 miliar – tiga kali lipat dari rekor sebelumnya, kata agensi tersebut.

Bencana iklim mahal lainnya termasuk badai, kekeringan, dan banjir yang parah.

Hindari Kebakaran Besar, Ribuan Warga Zionis Kabur Tinggalkan Rumahnya

Para ilmuwan dari Pusat Informasi Lingkungan Nasional NOAA mengatakan 2017 adalah tahun terpanas ketiga di Amerika Serikat dalam 123 tahun sejak data tersebut dicatat.

Data ini mencatat lima tahun terpanas bagi Amerika Serikat yang terjadi sejak 2006.

NOAA tidak menghubungkan perubahan iklim akibat ulah manusia dengan bencana besar yang terjadi tahun lalu. Namun, banyak ilmuwan berpendapat pembakaran gas rumah kaca oleh manusia telah memainkan peran penting dalam meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana iklim.

Sebuah laporan baru-baru ini – The Economic Case for Climate Action in the United States – mencatat bahwa jumlah kejadian cuaca ekstrem telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir dengan 21 kejadian di tahun 1980an, 38 di tahun 90-an, dan 92 kejadian antara tahun 2006-2016 – meningkat lebih dari dua kali lipat.

“Kerugian ekonomi akibat kejadian cuaca ekstrem meningkat dengan cepat,” kata studi tersebut.

“Terlepas dari meningkatnya kerugian dan biaya ekonomi pada kehidupan, kesehatan, rumah, bisnis, dan mata pencaharian, Amerika Serikat terus masih sangat mengandalkan bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi – yang menjadi penyebab utama perubahan iklim.”

Kategori : Internasional

Tags : AS bencana

Serangan Roket Hantam Konvoi Militer Turki di Idlib

09 Jan 2018 06:54:48
Serangan Roket Hantam Konvoi Militer Turki di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Serangan roket menargetkan konvoi militer Turki di provinsi Idlib, Suriah barat laut, menurut sebuah sumber militer pada hari Senin (81/2018).

Roket tersebut mendarat hanya 20-30 meter dari konvoi di distrik Darat Izzah, kata sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan untuk berbicara dengan media.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam serangan itu. Kendaraan militer dalam konvoi tersebut juga dikatakan tidak rusak, sumber tersebut menambahkan, lansir World Bulletin.

Militer Turki Masuk ke Dalam Idlib Tanpa Koordinasi, Ini Kata Erdogan

Langkah-langkah keamanan ditingkatkan di wilayah tersebut setelah serangan tersebut terjadi.

Pada 12 Oktober 2017, militer Turki mulai menyeberang ke wilayah tersebut untuk menetapkan titik pengamatan demi memantau gencatan senjata di zona de-eskalasi Idlib, yang didirikan setelah perundingan Astana.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Idlib, yang terletak di perbatasan Turki, menghadapi serangan udara hebat dari rezim Syiah Assad setelah sebuah perang global yang kejam pecah sejak tahun 2011.

Setelah Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Assad melainkan didominasi oleh faksi-faksi jihad dan organisasi bersenjata anti-rezim.

Kategori : Internasional

Tags : Idlib Konflik Suriah turki

Dalam 11 Hari Rezim Assad dan Rusia Bantai 126 Warga Sipil Ghouta Timur

09 Jan 2018 06:47:13
Dalam 11 Hari Rezim Assad dan Rusia Bantai 126 Warga Sipil Ghouta Timur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 23 orang tewas dalam serangan udara rezim Syiah Assad dan agresor Rusia kemarin Senin (8/1/2018) di pinggiran ibukota negara itu, Damaskus.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa angka tersebut mencakup enam anak dan empat wanita yang tewas dalam serangan Senin di distrik Ghinka yang dikuasai oposisi.

Monitor tersebut, yang mengumpulkan informasinya dari jaringan sumber di Suriah, menambahkan sejak 29 Desember, total 126 orang tewas dalam serangan udara di wilayah yang terblokade tersebut, termasuk 29 anak dan 28 wanita.

Al Jazeera tidak dapat memverifikasi sendiri angka-angka tersebut secara independen.

Satu-satunya pusat medis di lingkungan perumahan Madira di Ghouta Timur “hancur total”, seorang koresponden Al Jazeera melaporkan. Dia mengatakan beberapa pekerja bantuan juga terluka dalam serangan tersebut.

Pengepungan Rezim Assad di Timur Ghouta Bunuh 527 Bayi

Bagi pemerintah rezim Bashar al-Assad dan sekutunya Rusia, kedekatan Ghouta Timur ke ibukota menjadikannya sebagai target utama.

Wilayah tersebut berada di bawah kendali kelompok-kelompok anti-Assad yang setia pada Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA), sebuah brigade bersenjata yang didukung AS dan Turki yang terdiri dari pembelot tentara Suriah dan warga sipil biasa.

Sejak 2013, rezim Nushairiyah telah mempertahankan pengepungan yang mencekik di wilayah tersebut dalam upaya melemahkan kelompok oposisi dan terus mencengkeramnya meskipun ada kesepakatan de-eskalasi.

Kesepakatan tersebut – yang dicapai tahun lalu oleh Turki, Rusia dan Iran – dimaksudkan untuk menghentikan pertempuran di sana dan untuk memungkinkan pasokan kemanusiaan ke daerah kantong tersebut.

Kawasan tersebut merupakan salah satu benteng oposisi terakhir di negara ini dan merupakan rumah bagi sekitar 400.000 orang. Pengepungan empat tahun telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang besar, dengan kekurangan makanan dan obat-obatan.

Ghouta Timur Diblokade Rezim Syiah Assad, 1.000 Anak Lebih Terancam Kematian

Hamish de Bretton-Gordon, seorang penasihat koalisi badan amal medis yang beroperasi di Suriah, mengatakan kepada Al Jazeera dari kota Salisbury di Inggris bahwa lebih dari 120 anak-anak membutuhkan perawatan medis mendesak di Ghouta Timur, mencatat bahwa sepuluh hari terakhir “jumlah serangannya sangat mengerikan.”

Serangan pemerintah di distrik tersebut sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir dan diyakini merupakan bagian dari strategi pemerintah Suriah untuk merebut kembali wilayah yang dipegang oposisi.

Sebelumnya pada hari Senin, tentara rezim Suriah merebut kembali sebuah lokasi militer di pinggiran kota Damaskus dari pasukan oposisi, menurut Observatorium Suriah.

Pasukan rezim “membuka jalan” pada hari Ahad ke markas Kendaraan Militer di kota Harasta di Ghouta Timur, membebaskan sekitar 200 tentara rezim yang terperangkap di dalam kompleks tersebut, kata pemantau yang berbasis di Inggris.

PBB: 400.000 Warga Ghouta Timur akan Hadapi Malapetaka Mengerikan

Pasukan pemerintah telah dikepung oleh pejuang oposisi dari faksi Ahrar al-Sham dan Korps al-Rahman sejak serangan pada 31 Desember, di mana pasukan anti-assad memperluas kendali mereka atas lokasi tersebut.

Sekitar 160 pasukan rezim Suriah dan oposisi tewas dalam pertempuran di pangkalan tersebut sejak 31 Desember.

Pasukan oposisi menyerbu situs tersebut pada bulan November 2017 untuk mencegah serangan udara pemerintah di daerah kantong oposisi di Ghouta Timur.

Di tempat lain di Suriah, sedikitnya 43 orang, termasuk 27 warga sipil, tewas dalam serangan bom mobil pada hari Ahad di kota barat laut Idlib, menurut SOHR.

Sedikitnya 14 dari mereka yang terbunuh adalah anak-anak dan tujuh adalah wanita, kata monitor tersebut.

Ledakan tersebut, yang sejauh ini belum ada klaim tanggung jawab, menyerang markas militer kelompok bersenjata Ajnad al-Kavkaz, SOHR melaporkan.

Ia menambahkan tidak jelas apakah serangan tersebut secara khusus menargetkan basis para pejuang Suriah.

Sementara provinsi Idlib yang dikuasai oleh faksi-faksi jihad Suriah telah mengalami peningkatan petempuran dalam beberapa pekan terakhir karena rezim Assad mengintensifkan upayanya untuk menguasai wilayah tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur Konflik Suriah

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED