Moskow Peringatkan AS untuk Tidak Intervensi Kerusuhan di Iran

Moskow Peringatkan AS untuk Tidak Intervensi Kerusuhan di Iran

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Moskow pada hari Kamis (4/1/2018) mendesak AS agar tidak melakukan intervensi dalam urusan domestik Iran di tengah demonstrasi yang berkecamuk menentang pemerintah hampir di seluruh negeri.

“Kami memperingatkan AS menentang upaya mereka mencampuri urusan dalam negeri Republik Iran,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov kepada kantor berita resmi TASS, lansir Anadolu Agency.

Ryabkov mengatakan bahwa dia yakin Iran akan mengatasi kesulitan saat ini meski ada banyak usaha untuk mengubah inti dari apa yang terjadi di sana.

Dia mengatakan bahwa Washington “dengan sengaja” menggunakan situasi di Iran untuk mencoba merongrong stabilitas Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action-JCPOA), sebuah kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2015 antara Iran dan kekuatan dunia untuk mengekang aktivitas nuklir Teheran dengan imbalan mengangkat beberapa sanksi ekonomi.

Ryabkov mengatakan bahwa Rusia mendukung kesepakatan nuklir dan pemenuhannya oleh semua pihak, terutama AS.

Demonstrasi Hari keenam di Iran, 23 Orang Tewas dan 500 Ditangkap

Presiden AS Donald Trump men-tweet pada hari Selasa bahwa Washington menyaksikan demonstrasi massa terus berlanjut di seluruh pusat-pusat populasi utama Iran.

“Rakyat Iran akhirnya bertindak melawan rezim Iran yang brutal dan korup,” tweeted Trump.

Tentang seruan AS untuk sesi darurat Dewan Keamanan PBB, Ryabkov mengatakan bahwa proses internal di Iran tidak terkait dengan fungsi undang-undang dewan tersebut.

“Sangat disayangkan rekan Amerika kita harus diingatkan lagi tentang dasar-dasar diplomasi,” kata Ryabkov kepada TASS.

Kamis lalu, warga Iran turun ke jalan di kota-kota di timur laut Masyhad dan Kashmar untuk memprotes kenaikan inflasi dan menganggap pemerintah salah mengelola Negara.

Demonstrasi ini diikuti oleh demonstrasi pro-pemerintah yang jugabesar pada hari Sabtu dan Rabu.

Korps elit Garda Revolusi Syiah Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa demonstrasi telah berakhir.

“Hari ini adalah hari berakhirnya penghasutan,” Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari menyatakan dalam siaran pers di televisi pemerintah Iran.

Sejak demonstrasi pertama kali meletus, sedikitnya 23 orang demonstran telah terbunuh – termasuk seorang perwira polisi – sementara ratusan lainnya dilaporkan telah ditahan.

Bagikan