Rabu, | 25 April 2018 Jurnal Islam Menyongsong Fajar Kejayaan Islam

Begini Lobi Politik Wakil Presiden AS Saat Kunjungannya ke Timteng Nanti

9 Januari 2018
Begini Lobi Politik Wakil Presiden AS Saat Kunjungannya ke Timteng Nanti

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Wakil Presiden AS Mike Pence akan mengunjungi Israel sebagai bagian dari tur Timur Tengah yang direncanakan pada bulan lalu setelah Presiden Donald Trump mengakui secara sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Tur Timur Tengah yang tertunda akan berlangsung dari tanggal 20 sampai 23 Januari dan Pence akan mengunjungi Mesir dan Yordania untuk memperbaiki hubungan setelah keputusan kontroversial mengenai Yerusalem.

Dia akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Raja Yordania Abdullah dan Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu, Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan, Middle East Eye melaporkan, Senin (8/1/2018).

Liga Arab Kembali Serukan pada Dunia untuk Bela Yerusalem

Pence, pendukung kuat keputusan Trump atas Yerusalem, juga akan mengunjungi Tembok Barat kota tersebut dan memberikan pidato di parlemen Israel, katanya.

Keputusan Trump tentang Yerusalem dan pengumuman pada bulan Desember bahwa AS akan memulai proses pemindahan kedutaannya dari Tel Aviv menyebabkan kekacauan dan demonstrasi di wilayah tersebut dan di dunia.

“Dengan arahan Presiden Trump, wakil presiden sedang melakukan perjalanan ke Timur Tengah demi menegaskan kembali komitmen kami bekerja sama dengan sekutu AS di kawasan tersebut untuk mengalahkan radikalisme yang mengancam generasi masa depan,” kata Alyssa Farah, juru bicara Pence.

Dia berencana untuk berdiskusi dengan ketiga pemimpin tersebut dengan mengangkat isu “cara untuk bekerja sama memerangi terorisme dan memperbaiki keamanan nasional kita,” tambahnya.

Israel Tawarkan $ 50 Juta Bagi Negara yang Dukung Pengakuan Trump atas Yerusalem

Status Yerusalem, yang merupakan rumah bagi situs suci Muslim, Yahudi dan Kristen, adalah salah satu hambatan terberat dalam kesepakatan damai antara Israel dan Palestina, yang sangat marah atas tindakan Trump dan menolak untuk bertemu dengan Pence.

Masyarakat internasional tidak mengakui kedaulatan Israel atas kota ini.

Israel menganggap Yerusalem sebagai ibukota abadi, sementara penduduk  Palestina menginginkan ibu kota negara merdeka berada di sektor timur kota, yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967 dan dicaplok dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui secara internasional.

Pence menunda kunjungan yang direncanakan ke Mesir dan Israel bulan lalu untuk tinggal di Washington demi memberikan suara kongres mengenai rencana perbaikan pajak Trump.

Pejabat Palestina membatalkan pertemuan mereka dengan Pence di Tepi Barat setelah keputusan Presiden Donald Trump pekan lalu untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv.

“Tidak akan ada pertemuan dengan wakil presiden Amerika di Palestina,” kata penasihat hukum Abbas Majdi al-Khaldi pada hari Sabtu. “Amerika Serikat telah melewati semua garis merah dengan keputusannya atas Yerusalem.”

Gedung Putih memperingatkan bahwa membatalkan pertemuan di Tepi Barat akan menjadi “kontraproduktif,” namun Abbas berada di bawah tekanan domestik yang berat untuk menghindari Pence setelah pengumuman Trump.

Pejabat Palestina juga telah menekan para pemimpin gereja setempat untuk menolak kunjungan Pence dan mengikuti contoh dari Gereja Koptik Mesir yang pausnya menolak untuk bertemu dengan wakil presiden AS karena keputusan tersebut.

top

DeVio Jurnal-Islam 2017
Theme developed with DeVioPlaygroundPro

Copyright 2017 jurnalislam.com. All right reserved.