Rekor Terbaru Bencana Alam AS 2017, Kerugian Capai $ 306 Miliar dan Ratusan Tewas

Rekor Terbaru Bencana Alam AS 2017, Kerugian Capai $ 306 Miliar dan Ratusan Tewas

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Bencana iklim utama di Amerika Serikat memecahkan rekor sebelumnya pada 2017 dengan menelan biaya $ 306 miliar dan membunuh ratusan orang.

Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (National Oceanic and Atmospheric Administration-NOAA) mengatakan pada hari Senin (8/1/2018) bahwa peristiwa iklim yang merusak terjadi pada tahun terpanas ketiga yang tercatat untuk AS, Aljazeera melaporkan.

Sedikitnya 362 orang tewas dalam bencana iklim yang mencakup tiga badai besar: Harvey, Maria, dan Irma, kata NOAA.

Trump Deklarasikan Bencana Kebakaran Besar Selang Beberapa Hari Resmikan Ibukota Israel

“Selama tahun 2017, AS mengalami tahun yang bersejarah dalam hal bencana akibat cuaca dan iklim,” kata badan cuaca tersebut.

“Kerusakan kumulatif dari 16 peristiwa di AS pada 2017 adalah $ 306,2 miliar, yang memecahkan rekor tahunan AS sebelumnya sebesar $ 214,8 miliar pada tahun 2005.”

Kerugian akibat Badai Harvey yang menerjang Texas melebihi $ 125 miliar. Harvey menempati urutan kedua setelah Badai Katrina, yang menelan biaya $ 160 miliar serta merupakan badai paling mahal dalam 38 tahun yang catatannya telah disimpan.

Sementara itu, Hurricanes Maria dan Irma masing-masing mengakibatkan kerusakan masing-masing sebesar $ 90 miliar dan $ 50 miliar.

Kebakaran hutan yang mematikan di sembilan negara bagian barat AS menyebabkan kerusakan sebesar $ 18 miliar – tiga kali lipat dari rekor sebelumnya, kata agensi tersebut.

Bencana iklim mahal lainnya termasuk badai, kekeringan, dan banjir yang parah.

Hindari Kebakaran Besar, Ribuan Warga Zionis Kabur Tinggalkan Rumahnya

Para ilmuwan dari Pusat Informasi Lingkungan Nasional NOAA mengatakan 2017 adalah tahun terpanas ketiga di Amerika Serikat dalam 123 tahun sejak data tersebut dicatat.

Data ini mencatat lima tahun terpanas bagi Amerika Serikat yang terjadi sejak 2006.

NOAA tidak menghubungkan perubahan iklim akibat ulah manusia dengan bencana besar yang terjadi tahun lalu. Namun, banyak ilmuwan berpendapat pembakaran gas rumah kaca oleh manusia telah memainkan peran penting dalam meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana iklim.

Sebuah laporan baru-baru ini – The Economic Case for Climate Action in the United States – mencatat bahwa jumlah kejadian cuaca ekstrem telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir dengan 21 kejadian di tahun 1980an, 38 di tahun 90-an, dan 92 kejadian antara tahun 2006-2016 – meningkat lebih dari dua kali lipat.

“Kerugian ekonomi akibat kejadian cuaca ekstrem meningkat dengan cepat,” kata studi tersebut.

“Terlepas dari meningkatnya kerugian dan biaya ekonomi pada kehidupan, kesehatan, rumah, bisnis, dan mata pencaharian, Amerika Serikat terus masih sangat mengandalkan bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi – yang menjadi penyebab utama perubahan iklim.”

Bagikan