Sabtu, 16 Rabi'ul Awwal 1448 / 29 Agustus 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

11 Okt 2017 10:36:45 Redaktur: Deddy Purwanto
Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

SURIAH (Jurnalislam) – Alasan yang dikemukakan ke publik oleh Turki adalah untuk mengusir faksi-faksi jihad yang terkait al-Qaeda di Suriah. Tapi ketika diselidiki lebih dalam, indikasi intervensi Turki di Idlib ini adalah upaya untuk membangun pengaruh di Suriah sebelum terlambat, kata para analis, Selasa (10/10/2017), lansir Middle east Eye.

Dorongan tersebut juga menandai penerimaan Ankara terhadap rezim Syiah Bashar al-Assad – hampir enam tahun setelah memintanya untuk mundur – dan sebuah konflik yang telah berubah menjadi pertarungan nyata politik.

Pada hari Sabtu (7/10/2017), setelah berbulan-bulan membangun militer Turki di sekitar Idlib dan mengatakan di media pemerintah bahwa sebuah intervensi akan terjadi, presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan dimulainya kampanye melawan koalisi faksi jihad Hayat Tahrir al-Sham (HTS).

Sejak 2014, pasukan oposisi telah menguasai provinsi Suriah utara yang sekarang dikendalikan penuh HTS, koalisi faksi jihad yang dipimpin oleh Jabhat Fath al Sham, nama baru Jabhah Nusrah, pada akhir Juli.

HTS Kini Mengendalikan Penuh Fasilitas Umum Provinsi Idlib

“Hari ini ada operasi serius di Idlib dan ini akan berlanjut, karena kita harus mengulurkan tangan kepada saudara-saudara kita di Idlib dan saudara-saudara kita yang tiba di Idlib,” kata Erdogan dalam pidato di televisi.

Turki, lanjutnya, tidak akan mengizinkan terbentuknya “koridor perang” di sepanjang perbatasannya dan operasi tersebut, yang dipimpin oleh pasukan oposisi Suriah yang didukung Turki, akan “memberi kami inisiatif baru mengenai masalah ini”.

Empat hari dalam misi tersebut, telah ada laporan tentang jihadis HTS yang melepaskan tembakan ke pasukan Turki di sebuah dinding di sepanjang perbatasan antara Turki dan Idlib, namun sedikit darah yang ditumpahkan.

Itu karena menurut analis pertempuran sengit tidak akan terjadi, setidaknya di awal, dengan adanya kesepakatan win-win: HTS akan mempertahankan kehadirannya di utara Suriah; sedangkan Turki, akan menghentikan orang-orang Kurdi Suriah yang berusaha mendirikan sebuah koridor ke Mediterania dengan mengisolasi daerah kantong Afrin milik mereka.

Amerika Serikat Ketakutan jika Hayat Tahrir al Sham Mendominasi Provinsi Idlib

“Sejauh ini, menurut sumber yang berbeda – yaitu warga Suriah yang berada di lapangan dan juga pengamat – mereka mengatakan bahwa ada semacam pemahaman antara HTS dan pasukan Turki tentang ke mana harus pergi, apa yang harus dilakukan dan siapa yang akan berada di sana,” kata Haid Haid, seorang jurnalis dan pakar riset Chatham House.

“Turki ingin memaksakan kehadiran pasukannyanya di daerah itu sebelum orang lain melakukannya,” kata Haid. “Mereka bergerak sekarang untuk menciptakan zona penyangga yang akan berisi pejuang-pejuang HTS yang akan memungkinkan mereka beroperasi pada dasarnya di wilayah sekitar Afrin tanpa ada keberatan dari Rusia atau AS atau masyarakat internasional, yang mungkin merupakan hasil dari kesepakatan Astana baru-baru ini.”

Tapi masalahnya adalah apa yang terjadi setelah bab pertama ini selesai dan di sini Turki menemukan dirinya berada di tempat yang sulit.

Hayat Tahrir al-Sham
Mujahidin Hayat Tahrir al-Sham

Bisakah Turki meyakinkan HTS untuk membatasi aktivitasnya dan mengisolasi dirinya sendiri di dalam koridornya? Dan jika Turki mampu melakukan hal yang diragukan itu – apakah itu cukup untuk mencegah serangan udara pemerintah Rusia atau rezim Suriah terhadap kelompok jihadis – dan gelombang pengungsi yang akan datang bersama mereka?

Galip Dalay, seorang direktur peneliti di Sharq Forum dan rekan senior di Al Jazeera Center for Studies, mengatakan anggota HTS mempunyai kemampuan untuk bergabung dengan kelompok sipil setempat atau menyusup ke kelompok lain dalam perang, kemungkinan kecil untuk membelot.

“Bahkan dalam skenario ini, bahaya dan tingkat ancaman akan berkurang secara signifikan. Turki percaya bahwa mereka dapat melakukan hal ini tanpa mempertaruhkan sebuah konfrontasi besar,” katanya.

Tapi Aymenn al-Tamimi, seorang peneliti Forum Timur Tengah yang berbasis di AS, kurang yakin. Menurutnya pembelotan sangatlah tidak mungkin, dan jika kemudian terjadi pertempuran, bergantung pada FSA yang didukung Turki, seperti yang dilakukan Ankara selama operasi Euphrates Shield tahun lalu, tidak akan cukup.

“Jika Anda secara militer akan melakukan intervensi terhadap HTS, pastilah ada pasukan darat Turki yang berpartisipasi dalam hal itu, bukan hanya pasukan Euphrates Shield, yang ketika benar-benar terlibat dalam pertempuran militer – ketika mereka benar-benar harus menghadapi IS – mereka butuh waktu lama dan itu bukan pertarungan yang mudah melawan HTS,” katanya.

Ada juga dinamika lokal yang bisa menyulitkan pertempuran itu. Selama sepekan terakhir, HTS merilis sebuah pernyataan mengkritik oposisi moderat yang akan bekerja sama dengan Turki untuk melawan HTS, dengan menyoroti bahwa usaha mereka akan didukung oleh dukungan serangan udara Rusia musuh mereka sendiri.

Sepakati Zona Aman pada Rezim Assad, HTS Peringatkan Oposisi Moderat

“Sudah ada keyakinan bahwa pasukan FSA/Perisai Euphrates ini tidak populer. HTS telah memberikan informasi pada warga Idlib bahwa jika FSA/Perisai Euphrates menyerang itu akan didukung oleh serangan udara Rusia untuk melawan HTS, dan ini akan mencitrakan FSA/Perisai Euphrates lebih buruk dan gelomban warga sipil untuk bergabung dengan HTS akan lebih banyak.”

Seorang teman yang tinggal di daerah Druze di Idlib baru-baru ini mengatakan kepada Tamimi bahwa walaupun dia hidup bawah peraturan HTS, dengan Syariat Islam, dia masih akan memilih HTS untuk tetap menguasai wilayahnya daripada FSA.

“Dia mengatakan meskipun HTS mengatur kita, situasi keamanan jauh lebih baik,” kata Tamimi.

Warga Sipil di Idlib dukung HTS
Warga Sipil di Idlib dukung HTS

HTS masih mengendalikan – bahkan andaikan dalam kapasitas yang berkurang – ada yang mengatakan serangan akan terjadi.

“Jika banyak HTS yang mundur, kemungkinan Assad serta Rusia akan datang mengalahkan mereka dari selatan,” Josh Landis, direktur Pusat Studi Timur Tengah Universitas Oklahoma, mengatakan kepada Inside Story Al Jazeera pada hari Ahad.

“Itu akan menjadi negosiasi terakhir – apakah mereka akan berdiri sampai mati sebagai Negara Islam Suriah atau apakah mereka akan menyelesaikan kesepakatan dengan Turki untuk menyebrang ke Turki?”

Operasi baru tersebut juga terjadi kurang dari sebulan setelah putaran keenam perundingan Astana di mana Rusia, Turki dan Iran memutuskan untuk mendirikan zona de-eskalasi di Idlib, di antara beberapa lokasi lainnya.

Meskipun Turki telah bersiap selama berbulan-bulan untuk intervensi kedua yang harus diikuti pada Perisai Euphrates, sekarang mereka terlihat sangat mencolok untuk masuk sebelum pihak lain masuk, kata para analis.

“Turki melihat dirinya sebagai negara adidaya regional. Jika Iran memiliki saham di Suriah, mengapa Turki tidak?” kata Simon Waldman, seorang rekan penelitian tamu di King’s College London dan rekan Carter IPC di Pusat Kebijakan Istanbul (Istanbul Policy Centre-IPC). “Rusia memiliki latar belakang kekaisaran, tapi bagaimana dengan Turki? Turki juga.”

Rusia Ingin Kuasai Idlib dengan Zona De-eskalasi

Meskipun ada rumor selama beberapa bulan bahwa Turki akan menyerang Afrin, Ankara menahan diri karena, mengingat kehadiran Rusia di daerah tersebut, ini berarti pertempuran dengan Moskow.

Jadi Turki, katanya, harus menemukan cara lain untuk mengukir wilayah dengan pengaruh dan menjamin perannya dalam membentuk masa depan kawasan ini.

“Ini 100 tahun setelah Sykes-Picot, tapi sekarang bukan Inggris dan Prancis, melainkan Rusia, Iran dan Turki,” kata Waldman.

Salah satu perhatian utama Ankara adalah, dengan pertarungan melawan kelompok Islamic State (IS) yang berakhir, kini agresor AS dan Rusia akan menargetkan HTS, melakukan pemboman tanpa pandang bulu tepat di perbatasan Turki, membuat jutaan pengungsi melarikan diri.

HTS Bongkar Sel-sel al Bagdadi di Provinsi Idlib, 100 Pasukan IS Ditangkap

Syeikh Abdullah Al Muhaysini Ulama HTS

Tapi bersamaan dengan hal itu, kapan pun AS melakukan intervensi di Suriah, dia mengatakan, Kurdi telah memperluas wilayah mereka.

“Ketakutan itu, meski Idlib adalah provinsi yang cukup besar – kita berbicara tentang 2,5 juta orang – kita tidak dapat mencegah AS atau Rusia pergi dengan orang-orang Kurdi di jalan. Mereka mungkin akan membentuk sebuah pemerintahan,” kata Dalay. “Apakah orang-orang Kurdi akan sampai di Laut Tengah atau tidak? Ini adalah salah satu ketakutan terburuk bagi Turki.”

Mengisolasi Afrin tidak akan menjadi satu-satunya keuntungan bagi Turki: mempertahankan HTS sebagai sebuah kekuatan yang layak, kata Haid, dapat memberi Turki pengaruh yang dapat digunakan untuk menekan rezim Suriah, terutama jika, seperti yang diprediksi beberapa analis, perundingan Turki dengan Assad bisa segera terjadi.

Tapi Dalay mengatakan bahkan jika perundingan semacam itu terjadi, Turki pasti sudah mencapai tujuannya dengan intervensi ini, yang mencerminkan penerimaannya bahwa kontrol Kurdi Suriah hanya bisa dibatasi, tidak dihilangkan.

“Kami menghentikan kontaminasi wilayah SDF. Sekarang kita berada di Idlib. Ok, apa yang bisa Assad berikan untukmu?” kata dia.

Kategori : Analisa

Tags : Hayyat Tahrir al-Sham HTS Idlib Konflik Suriah turki

Perundingan Rekonsiliasi di Mesir, Diplomatik: Ada Kemauan Hamas dan Fatah Bersatu

11 Okt 2017 08:26:23
Perundingan Rekonsiliasi di Mesir, Diplomatik: Ada Kemauan Hamas dan Fatah Bersatu

KAIRO (Jurnalislam.com) – Delegasi kelompok Palestina, Hamas dan Fatah, memulai perundingan rekonsiliasi di ibukota Mesir, Kairo, Selasa (10/10/2017), untuk memperbaiki keretakan selama satu dekade, World Bulletin melaporkan.

Sumber diplomatik mengatakan “ada kemauan untuk membuat perundingan berhasil”. Sumber tersebut berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Pihak berwenang Mesir belum mengungkap rincian dan agenda perundingan.

Kairo saat ini memimpin upaya untuk menyembuhkan perpecahan politik satu dekade yang panjang antara kelompok Hamas yang berbasis di Gaza dan gerakan Fatah yang berbasis di Tepi Barat.

Wujudkan Rekonsiliasi Palestina, Hamas dan Fatah Jadwalkan Pertemuan di Mesir Hari ini

Pekan lalu, Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah mengadakan pertemuan kabinet pertamanya di Gaza sejak pemerintah persatuan dibentuk pada tahun 2014, dalam sebuah langkah besar menuju rekonsiliasi Palestina.

Tepi Barat dan Jalur Gaza telah terbagi secara politis dan administratif sejak 2007, ketika Hamas merebut kendali Jalur Gaza dari Fatah setelah beberapa hari pertempuran jalanan.

Penguasaan Hamas terhadap Gaza pada tahun 2007 mengakhiri pemerintahan persatuan yang berumur pendek sebelumnya – setelah Hamas menguasai pemungutan suara legislatif Palestina 2006.

Kategori : Internasional

Tags : Fatah hamas palestina

Jet Tempur Rusia Jungkir Balik di Pangkalan Udara Assad, Pilot dan Kru Tewas

11 Okt 2017 07:32:40
Jet Tempur Rusia Jungkir Balik di Pangkalan Udara Assad, Pilot dan Kru Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah jet militer Sukhoi jatuh saat mencoba lepas landas dari markas Rusia di Hmeimim, Suriah, pada hari Selasa (10/10/2017), membunuh pilot dan kru, lansir kantor berita Rusia mengutip seorang juru bicara militer.

“Pesawat Su-24 berguling dari landasan pacu dan hancur saat mempercepat lepas landas … Awak pesawat tidak sempat keluar dan tewas,” kata juru bicara tersebut, Al Arabiya melaporkan.

Dia tidak menjelaskan berapa banyak orang yang tewas, namun Su-24 biasanya memiliki dua awak.

“Menurut sebuah laporan dari tempat kejadian, alasannya kemungkinan adalah kegagalan teknis,” tambahnya.

Agresor Rusia telah melakukan serangan udara di Suriah untuk mendukung rezim Syiah Bashar al-Assad sejak 2015.

Rusia Telah Membunuh 5.233 Warga Sipil Suriah, Termasuk 1.417 Anak-anak dan 886 Wanita

Pada hari Selasa, kementerian pertahanan mengatakan pesawat Rusia saat ini melakukan 150 serangan per hari di Suriah timur.

Korban terbaru membuat korban tentara Rusia yang dilaporkan tewas di Suriah berjumlah 37.

Bulan lalu seorang jenderal Rusia tewas di dekat kota timur Deir Ezzor, di mana pasukan khusus Rusia berpartisipasi dalam serangan darat untuk mendukung rezim Assad.

Jet Tempur AS dan Rusia Kerja Sama Gempur Warga Sipil Deir al Zour, 28 Tewas

Sukoi-24 Rusia
Sukoi-24 Rusia
Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah Rusia

Rayakan Hari Raya Zionis, Ratusan Pemukim Yahudi Serbu Masjid al Aqsha

11 Okt 2017 07:08:21
Rayakan Hari Raya Zionis, Ratusan Pemukim Yahudi Serbu Masjid al Aqsha

JERUSALEM (Jurnalislam.com) – Ratusan pemukim Yahudi pada hari Selasa (10/10/2017) memaksa masuk Masjid Al-Aqsha di Yerusalem untuk merayakan hari raya zionis, Sukkot, seorang pejabat Palestina mengatakan, Anadolu Agency melaporkan.

Firas al-Dibs, juru bicara Wakaf Islam Palestina Yordania, yang bertanggung jawab untuk mengawasi situs-situs Islam kota tersebut, mengatakan bahwa total 537 pemukim, dengan dukungan polisi Israel, telah menyerbu kompleks tersebut sejak pagi.

Menlu Palestina: Zionis akan Yahudisasi Masjid Ibrahimi

Menurut al-Dibs, kelompok Yahudi telah meminta para pendukung untuk berkumpul di kompleks Al-Aqsa pekan ini untuk merayakan Sukkot, hari raya panjang yang berlangsung sepanjang pekan, yang dimulai pada hari Rabu dan akan berlanjut sampai hari Ahad.

Bagi umat Islam, Al-Aqsha mewakili situs tersuci ketiga di dunia. Sedangkan Yahudi mengklaim bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

5 Hal Penting Tentang Masjid Al Aqsha yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Penjajah Israel menduduki Yerusalem Timur – di mana Al-Aqsha berada – selama Perang Timur Tengah 1967. Israel secara resmi mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukotanya – sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha palestina yerusalem

Kampanye Vaksinasi Kolera Terbesar di Dunia Digelar di Kamp Pengungsi Rohingya

11 Okt 2017 06:18:03
Kampanye Vaksinasi Kolera Terbesar di Dunia Digelar di Kamp Pengungsi Rohingya

JENEWA (Jurnalislam.com) – Kampanye vaksinasi kolera oral terbesar kedua di dunia dimulai pada hari Selasa (10/10/2017) di kamp pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh, kata PBB.

“Kampanye imunisasi kolera besar-besaran dimulai hari ini di dekat Cox’s Bazar, Bangladesh, untuk melindungi Rohingya yang baru tiba dan komunitas inang dari penyakit diare yang mengancam jiwa,” kata PBB dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, lansir Anadolu Agency.

Kapal Sarat Muatan Berjumlah 100 Orang Rohingya Terbalik di Distirk Bazar Cox

“900.000 dosis vaksin telah disiapkan dan dikirim oleh lebih dari 200 tim vaksinasi seluler, menjadikannya kampanye vaksinasi kolera oral terbesar kedua,” kata PBB.

Kampanye tersebut dipimpin oleh Kementerian Kesehatan Bangladesh dan didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF.

Sejauh ini belum ada kasus kolera di antara pengungsi Rohingya di Bangladesh, kata WHO.

Menurut UNICEF, ini adalah kampanye vaksinasi oral terbesar kedua di dunia setelah Haiti pada tahun 2016.

“Pekan lalu, sedikitnya 10.292 kasus diare telah dilaporkan dan ditangani di seluruh pemukiman dan kamp. WHO telah memperingatkan potensi wabah kolera,” kata PBB.

Uni Arakan Rohingya: Pembunuhan Terhadap Muslim Rohingya Masih Berlanjut

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi militer di Myanmar di mana pasukan Budha Myanmar dan gerombolan Buddha membunuhi pria, wanita dan anak-anak, memperkosa, menyiksa, memutilasi, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.

Sejak 25 Agustus, ketika militer melancarkan tindakan brutal terhadap warga Muslim Rohingya, 519.000 warga Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar, Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB.

Ini adalah gerakan populasi sipil di Asia yang “terbesar dan tercepat” sejak tahun 1970an, kata PBB.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Mentri Pertahanan Turki: Pasukan Kami Harus Tinggal di Provinsi Idlib

11 Okt 2017 06:02:25
Mentri Pertahanan Turki: Pasukan Kami Harus Tinggal di Provinsi Idlib

BATUMI (Jurnalislam.com) – Pasukan Turki harus tinggal di provinsi Idlib di Suriah barat laut, sampai ancaman hilang, kata menteri pertahanan nasional Turki, Selasa (10/10/2017), lansir Anadolu Agency.

“Kami harus berada di sana sampai ancaman dari Suriah ke Turki benar-benar hilang,” kata Nurettin Canikli kepada sekelompok siswa di sekolah Turki di Batumi, sebuah kota Georgia di Laut Hitam.

Canikli berada di Batumi untuk ambil bagian dalam pertemuan Menteri Pertahanan Eropa Tenggara.

Pada hari Senin, militer Turki mengatakan bahwa pasukannya memulai kegiatan pengintaian di Idlib, yang berbatasan dengan provinsi Hatay selatan Turki, sebagai bagian dari kesepakatan internasional untuk menetapkan zona de-eskalasi.

Pasukan Turki Mulai Lakukan Pengintaian di Provinsi Idlib

Operasi di wilayah barat laut diluncurkan pada hari Ahad di bawah kesepakatan yang dicapai dengan Rusia dan Iran selama perundingan damai Suriah di ibukota Kazakhstan Astana.

Pembentukan zona de-eskalasi disetujui pada bulan Mei antara Turki, pendukung kelompok-kelompok yang menentang rezim Syiah Bashar al-Assad di Suriah, dan Rusia dan Iran, pendukung rezim Nushairiyah Assad.

 

Kategori : Internasional

Tags : Idlib Konflik Suriah turki

Iklan ‘Naughty Nurse’ Diprotes, Amazon Karaoke Minta Maaf

10 Okt 2017 22:40:57
Iklan ‘Naughty Nurse’ Diprotes, Amazon Karaoke Minta Maaf

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Pihak Amazon Executive Karaoke akhirnya meminta maaf terkait iklan yang dinilai melecehkan profesi perawat.

“Itu hanya logo aja sebenarnya, kami tidak tahu kalau itu dampaknya merugikan profesi lainnya, kami atas nama managemen Amazon 11-12 Karaoke meminta maaf dan akan menghentikan aktivitas promosi tersebut, kami akan mengganti segmen yang berbeda,” kata Manager Amazon Executive Karaoke dan Beer Garden, Ferdian, terangnya pada jurnalislam.com di tempat kerjanya, Selasa (10/10/2017).

Baca juga: Lecehkan Profesi Perawat, PPNI Soloraya Desak Amazon Karaoke Minta Maaf Terbuka

Ferdian juga mengaku pihaknya telah didatangi Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Soloraya, yang keberatan atas iklan promosi tersebut.

Ferdian berjanji akan menghentikan seluruh aktivitas periklanan terkait program acara tersebut. Ferdian mengaku, iklan yang menampilkan wanita seksi berseragam perawat itu hanya sebagai strategi pemasaran.

“Itu hanya tematik aja, kita nggak berseragam seperti itu, hanya pengiklanan aja, jadi bukan berarti baju perawat bisa dipakai di karaoke, ndak seperti itu,” ujarnya.

Atas dicopotnya iklan baligo tersebut, pihak Amazon Karaoke merugi sekitar Rp.20 juta. Hingga saat ini belum ada klarifikasi dari instansi terkait atas lolosnya iklan baliho berisi foto wanit berpakaian senonok itu.

Reporter: Ridho Asfari

Kategori : Nasional

Tags : amazon karaoke iklan naughty nurse ppni

Lecehkan Profesi Perawat, PPNI Soloraya Desak Amazon Karaoke Minta Maaf Terbuka

10 Okt 2017 22:19:14
Lecehkan Profesi Perawat, PPNI Soloraya Desak Amazon Karaoke Minta Maaf Terbuka

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Soloraya mendatangi Amazon Executive Karaoke di Jalan Adi Sucipta No. 48 Colomadu Karanganyar, Selasa (10/10/2017) siang. PPNI menilai baliho ‘Naughty Nurse’ (perawat binal) yang dipasang tempat karaoke tersebut telah melecehkan profesi perawat.

 

Baca juga: Pasang Baliho ‘Naughty Nurse’ Berpose Gadis Seksi, PPNI Surakarta: Pelecehan Profesi Mulia!

“Bahwa iklan itu sangat-sangat menyinggung profesi perawat, karena disana ada kata-kata Nurse dimana perawat adalah profesi yang mulia, sangat menjunjung tinggi etika dan jika itu tercampur dengan ikon-ikon yang tidak beretika, ini kami sangat-sangat tersinggung,” papar Ketua PPNI Soloraya, Mujiran kepada wartawan, Selasa (10/10/2017).

 

Jika hal itu dibiarkan, lanjut Mujiran, akan membuat citra perawat di mata masyarakat menjadi buruk. Untuk itu, kata dia, PPNI meminta Amazon Karaoke untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat.

“Kita susah sekali kalau imej di masyarakat itu tercampuri dengan ikon profesi keperawatan yang tidak beretika, ini sulit mengembalikan itu, maka dari itu, pihak manajemen harus meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, PPNI juga mendesak Amazon Karaoke untuk menurunkan semua baliho yang bertemakan ‘Naughty Nurse’.

“Yang pertama, semua baliho harus diturunkan, yang kedua harus ada pernyataan maaf secara terbuka kepada profesi keperawatan, dan yang ketiga supaya membuktikan itu semua, surat yang kita ajukan harus dibalas dengan bukti-bukti penyelesaian itu, itu masih kita tunggu,” pungkasnya.

 

Kategori : Nasional

Tags : amazon karaoke iklan naughty nurse pelecehan perawat

Begini Kondisi Terakhir IS di Suriah

10 Okt 2017 10:06:26
Begini Kondisi Terakhir IS di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan yang didukung agresor AS di utara Suriah sedang bersiap menghadapi serangan terakhir merebut wilayah yang masih dipegang oleh kelompok Islamic State (IS) di kota Raqqa, juru bicara kelompok tersebut mengatakan Senin (9/10/2017). Seorang pejabat AS menegaskan bahwa pertempuran untuk Raqqa sekarang mendekati fase terakhirnya, Al Arabiya melaporkan.

Mustafa Bali dari Pasukan Demokratik pimpinan Kurdi mengatakan kepada The Associated Press bahwa pertempuran tersebut diperkirakan berlangsung antara tujuh sampai 10 hari. IS masih memiliki ratusan pasukan di kota yang pernah mereka nyatakan sebagai modal de facto mereka.

Pasukan pimpinan Kurdi melancarkan serangan terhadap IS di Raqqa pada awal Juni, di bawah penutup serangan udara oleh koalisi pimpinan agresor AS. Kelompok pimpinan Kurdi telah menguasai 80 persen kota, meninggalkan IS yang mengendalikan bagian-bagian pusat Raqqa dan utara.

“Pasukan Demokrat Suriah memperkuat posisi menjelang serangan terakhir ke kota Raqqa,” kata Bali melalui telepon pada hari Senin, berbicara dari Suriah utara.

Pasukan Kurdi Dukungan Agresor AS: Kini 80 Persen Kota Raqqa telah Dikuasai

Dia menambahkan bahwa belum ada waktu yang ditetapkan untuk serangan tersebut, dengan mengabaikan laporan di beberapa media bahwa “serangan akhir” telah dimulai. Bali mengatakan pertempuran utama tersebut diperkirakan akan berlangsung di seputar Stadion Sepak Bola Al-Aswad, tempat pasukan IS biasa menahan para tahanan.

Brett McGurk, utusan tertinggi agresor AS untuk koalisi anti-IS, mengatakan pertempuran Raqqa mendekati tahap akhir, dengan pejuang SDF maju “ruang per wilayah melalui pusat kota.” Dia menambahkan dalam sebuah tweet bahwa 75 serangan udara koalisi di 48 jam terakhir mempersiapkan tanah untuk serangan SDF pada sisa IS holdouts.

Hilangnya Raqqa akan menjadi satu lagi kekalahan besar bagi IS, yang telah mengalami kemunduran yang signifikan selama tahun lalu, termasuk kerugian pada bulan Juli di Mosul, kota terbesar kedua di Irak dan yang terbesar yang pernah dimiliki para ekstremis.

Pertempuran telah berlangsung selama berminggu-minggu di Raqqa, yang diambil IS pada tahun 2014. Para milisi SDF dan pasukan rzim Syiah Suriah juga berbaris di provinsi timur Deir el-Zour, benteng terakhir IS di Suriah timur.

PBB: Serangan Udara AS Bunuh 300 Lebih Warga Sipil di Raqqah

Didukung oleh serangan udara Rusia, pasukan rezim Suriah dan sekutunya telah mendorong sepanjang tepi barat Sungai Efrat sementara milisi SDF bergerak di sepanjang tepi timur. Ada kekhawatiran tentang bentrokan antara pasukan pejuang yang didukung AS dan pasukan Syiah Bashar Assad.

Sementara itu, militer Turki mengatakan pada hari Senin bahwa pasukan Turki pindah ke provinsi Idlib di barat laut Pakistan pada hari sebelumnya sebagai bagian dari operasi untuk menegakkan zona “de-eskalasi” yang disetujui secara internasional awal tahun ini.

Pasukan Turki menyeberang ke wilayah Suriah pada hari Ahad untuk memulai “kegiatan pengintaian” di Idlib, sebuah pernyataan dari Ankara mengatakan. Ia tidak mengatakan berapa banyak tentara yang terlibat, namun menambahkan bahwa kekuatan tersebut akan menciptakan “titik pengamatan” di wilayah tersebut.

Amerika Serikat Ketakutan jika Hayat Tahrir al Sham Mendominasi Provinsi Idlib

Juga hari Ahad, pasukan Turki dikepung di sepanjang daerah perbatasan yang didominasi oleh koalisi faksi jihad Hayat Tahrir al Sham (HTS).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki tidak akan membiarkan sebuah “koridor teror” oleh milisi Kurdi (SDF) yang bertujuan untuk menghubungkan wilayah-wilayahnya dari Suriah timur ke Laut Tengah, di tengah laporan bahwa penyebaran Turki juga dapat menahan kemungkinan keuntungan teritorial oleh Kurdi yang didukung AS.

Ankara melihat pasukan Kurdi Suriah sebagai perpanjangan dari pemberontakan minoritas Kurdi sendiri.

Operasi Idlib adalah penyebaran pasukan Turki terbesar kedua ke negara tetangga Suriah. Tahun lalu, Turki mengirim pasukan dan tank untuk mendukung pasukan oposisi membersihkan jalur di sepanjang perbatasannya dari militan IS dan mencegah militan Kurdi yang didukung AS membuat keuntungan teritorial. Sebanyak 70 tentara Turki tewas dalam operasi yang diberi nama Euphrates Shield.

Di provinsi terdekat Hama, IS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya menyerang dan menangkap 10 desa dari Komite Pembebasan Levant. Observatorium tersebut mengatakan bahwa IS sebelumnya menangkap 16 desa dari HTS namun kemudian kehilangan enam desa dalam serangan balik, pertempuran tersebut masih berlangsung.

Area pertempuran antara HTS dan IS adalah salah satu posisi terakhir yang dikendalikan oleh IS di Suriah tengah.

Posisi IS di Suriah Tengah
Posisi IS di Suriah Tengah

 

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah

Pasang Baliho ‘Naughty Nurse’ Berpose Gadis Seksi, PPNI Surakarta: Pelecehan Profesi Mulia!

10 Okt 2017 08:59:32
Pasang Baliho ‘Naughty Nurse’ Berpose Gadis Seksi, PPNI Surakarta: Pelecehan Profesi Mulia!

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Surakarta, melayangkan surat pernyataan keberatan atas baliho Amazone Executive Karaoke, di Jalan Adi Sucipto No 48 Colomadu Karanganyar, Senin, (9/10/2017). PPNI menilai, promosi bertajuk ‘Naughty Nurse’ melecehkan martabat profesi perawat.

“Sehubungan dengan pemasangan iklan/banner/baliho dan segala bentuknya yang memuat tema ‘Naughty Nurse’ beserta isinya, sangat merendahkan dan melecehkan profesi perawat/nurse,” jelas Suminanto S.Kep selaku ketua PPNI Surakarta dalam rilis surat yang diterima jurniscom, Selasa (10/10/2017).

PPNI menegaskan, dalam baliho yang menampilkan wanita seksi ini, sangat merendahkan profesi mulia yang dijamin oleh undang-undang.

“Maka dengan ini atas nama seluruh perawat di Surakarta menyatakan sangat keberatan atas pemasangan iklan/banner/baliho dan segala bentuknya dari promo,” tegasnya.

Lebih dari itu, Suminanto mendesak Managemen Amazone Executive Karaoke untuk bertanggung jawab mencabut dan meminta maaf kepada warga Surakarta.

“Segera mencabut pemasangan segala bentuk iklan/promo yang memuat tema ‘Naughty Nurse’ di seluruh tempat pemasangan dan meminta maaf secara terbuka,” pungkasnya.

Sebelumnya, Amazone Karaoke juga memasang beberapa baliho besar di wilayah Soloraya yang bergambar seorang perawat wanita dan bertuliskan ‘Naughty Nurse’.

Surat keberatan DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Surakarta

 

Kategori : Nasional

Tags : karaoke mesum Ppni surakarta Surakarta

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Kala Anugerah Menjadi Malapetaka

Kala Anugerah Menjadi Malapetaka

29 Agu 2026 18:36:23
Gen Z dan Otak yang Tidak Pernah Benar-Benar Istirahat

Gen Z dan Otak yang Tidak Pernah Benar-Benar Istirahat

28 Agu 2026 10:14:23
GenZ dan Tantangan Hidupnya, Kokoh Dengan Islam

GenZ dan Tantangan Hidupnya, Kokoh Dengan Islam

28 Agu 2026 09:47:30
81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

18 Agu 2026 16:31:58

Internasional

Iran Buka Peluang Kembali ke Jalur Diplomasi dengan AS

Iran Buka Peluang Kembali ke Jalur Diplomasi dengan AS

29 Agu 2026 10:14:55
Kekejian Zionis Berlanjut: 1.700 Jenazah Syuhada Palestina Ditahan Israel, Mayoritas dari Gaza

Kekejian Zionis Berlanjut: 1.700 Jenazah Syuhada Palestina Ditahan Israel, Mayoritas dari Gaza

28 Agu 2026 19:44:22
Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED