HTS Kini Mengendalikan Penuh Fasilitas Umum Provinsi Idlib

HTS Kini Mengendalikan Penuh Fasilitas Umum Provinsi Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Koalisi faksi-faksi Jihad Hayat Tahrir al-Sham (HTS) telah menguasai penuh fasilitas lokal di Idlib dari anggota dewan terpilih di kota tersebut yang menolak menyerah pada HTS, Middle East Eye melaporkan Senin (28/8/2017).

Kelompok aktivis melaporkan pada hari Senin bahwa faksi jihad HTS telah menguasai kantor pengelolaan air di Dewan Kota Idlib dan membebaskan karyawannya.

Langkah tersebut mengikuti penolakan dewan terhadap permintaan formal HTS untuk menyerahkan kontrol atas toko roti, air dan transportasi ke “administrasi layanan sipil,” sebuah badan yang dikendalikan oleh kelompok tersebut.

“Keputusan yang baru-baru ini diambil oleh ‘administrasi perkantoran sipil’ serta langkah-langkah yang dipercepat dan berurutan, terutama berkaitan dengan departemen dewan kota Idlib, adalah usaha untuk membuatnya tunduk pada subordinasi, dan keputusannya sepihak,” isi pernyataan tersebut.

“Wahai warga Idlib … Wahai revolusioner … Wahai penduduk Suriah di manapun… dewan kota Idlib akan tinggal bersamamu, tidak akan pergi dan tidak akan turun.”

Dewan tersebut mengatakan bersedia untuk melayani badan pusat “asalkan ada sebuah pemerintahan sipil independen yang diakui kembali.”

Apakah Koalisi Telah Gagal? Begini Penjelasan Syeikh Muhaysini

Kontrol HTS atas Idlib tampak tak terbantahkan setelah mereka menundukan saingan utama mereka di provinsi ini, Ahrar al-Sham yang dulu berkuasa dengan sejumlah perjanjian.

Idlib jatuh ke tangan faksi-faksi Jihad Suriah dari Rezim Syiah Assad pada tahun 2015 setelah sebuah koalisi yang terdiri dari anggota HTS yang sebelumnya adalah Jabhah Nusrah, Ahrar dan yang lainnya merebutnya dari pasukan rezim Nushairiyah.

Sejak saat itu, ketegangan meningkat antara pendukung oposisi moderat Suriah dan HTS, yang dipandang memiliki agenda transnasional yang dinilai bertentangan dengan tujuan awal perlawanan di Suriah.

Telah terjadi protes berulang oleh pendukung oposisi moderat dalam beberapa bulan terakhir terhadap HTS di Idlib, yang sering mendapat tekanan.

Meskipun demikian, setelah bentrokan berulang kali, HTS bulan lalu mampu menguasai dan mengendalikan missal di persimpangan Bab al-Hawa antara Suriah dan Turki, yang sebelumnya merupakan salah satu lokasi strategis Ahrar yang paling penting dan merupakan sumber pendapatan utama melalui perdagangan perbatasan.

Mereka juga mengelurkan kelompok tersebut dari kota Idlib, meninggalkan markas di tangan HTS.

“HTS bersedia mengeluarkan lebih banyak sumber daya, mereka lebih terorganisir dengan baik, dan perlahan tapi pasti mereka telah menggulingkan LCC (dewan oposisi moderat) di daerah tersebut,” Michael Stephens, seorang peneliti untuk studi Timur Tengah di Royal United Services Institute, baru-baru ini memberi tahu MEE.

Amerika Serikat Ketakutan jika Hayat Tahrir al Sham Mendominasi Provinsi Idlib

Dia mengatakan bahwa HTS “mendorong kelompok lain dengan perlahan tapi pasti dan kemudian dapat menyerap kelompok lain dengan cukup cepat hingga menyadari bahwa tidak ada gunanya menolak”.

Dewan kota Idlib terpilih pada Januari dalam pemilihan sipil pertama di kota tersebut saat berada di bawah kendali oposisi moderat.

Hanya mereka yang berusia 25 tahun ke atas dan berasal dari Idlib yang dapat memilih dewan beranggotakan 25 orang tersebut.

Pemilu tersebut dilakukan setelah para aktivis koalisi Pasukan Penaklukan (the Army of Conquest) melakukan lobi untuk memungkinkan kepemimpinan sipil terhadap layanan lokal.

Menurut Mohammad al-Aref, anggota kantor eksekutif pemerintah Idlib, ada sekitar 160 dewan pelaksana sipil di seluruh provinsi tersebut.

Badan-badan ini mengelola “urusan kesehatan dan pendidikan, serta pelayanan publik” di kota-kota dan desa-desa.

Populasi Idlib membengkak pada tahun lalu, dengan puluhan ribu orang mengungsi ke sana akibat pertempuran atau setelah mengevakuasi daerah yang terkepung di bagian lain Suriah, termasuk Aleppo.

Banyak bantuan kemanusiaan penyelamat nyawa terus memasuki provinsi tersebut melalui Bab al-Hawa dan diterima seiring dengan adanya pemekaran kekuasaan HTS dengan banyak yang bergabung dan mendukung, seorang diplomat Barat mengatakan kepada AFP.

Bagikan
Close X