Berita Terkini

Muslim Community held a Rohingnya Care Bazaar

BIMA (Jurnalislam.com) – The humanitarian crisis that is still suffered by the Rohingya community continues to receive attention, Muslim Bima Peduli (MBP) is included. MBP held a Rohingya care bazaar in Paruga Na’e, Soekarno-Hatta Street Bima City, Sunday (8/10/2017).

MBP Coordinator, Parmila conveyed the purpose of holding this bazaar as a reward market, opening the widest method of donation in addition to providing funds in the form of money.

Me-Dan Forum Distributes the Sixth Wave Assistance for Rohingya Refugees in Sittwe

“The bazaar is to help ease the fund-raising process, because not all the donors who are willing to donate donate it in cash,” he explained briefly to the location.

In addition, he continued, the bazaar is also to draw sympathy from citizens in helping the majority Muslim community in Rohingya Islam.

“Because to this day Muslim brother in Rohingya still desperately need our help and helping hand to connect his life, because to this day they are all still living in refugee tents,” he invited.

Masjid Mujahidin Surabaya Presents Humanitarian Volunteers for Rohingya

From the monitoring team jurniscom, there are several types of goods sold in the event such bazaar dolls, notebooks, clothes, headscarves, moslem clothing, and household appliances.

“The goods we received from the muhsinin who want to berinfak to help Rohingya. For the proceeds of the sale entirely in the designation to help Muslims Rohingya, “said Parmila.

Translator: Taznim

Shame! Treatment Difficult, Abu Bakar Baasyir Abnormal Swelling of Feet

BOGOR (Jurnalislam.com) – The charismatic cleric, Ustadz Abu Bakar Baasyir (ABB) who is currently detained in the prison of Gunung Sindur Bogor, again suffered swelling in his legs.

Jozerizal, one of the doctors from the Mer-C medical team who handles the ustaz ABB said, the condition of this eldah scholar is very worrying. Plus, he said, we hd difficulty even meeting just take care of health by the prison officers.

“Alhamdulillah Mer-C medical team was allowed to check his health, Friday, October 6, 2017. Previously we have done General Check Up in ‘Harapan Kita’ Hospital, including Echokardiografi and CT Scan Heart, and others,” he explained in his official Facebook account, Friday (6/10/2017).

“One of the problems is that his legs are very swollen, presumably from Vena Insuficiency, now his legs are even more swollen again,” he added.

Joze together with Mer-C requested to continue the examination, further to Dr. National Center General Hospital. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Because, in that place many vascular surgeons.

Moreover, Jose appealed to the BNPT and Densus 88 not to complicate the medical examination of the ABB ustaz. Because, if not, could cause foot tissue death.

“The process is complicated, if there is death of the foot tissue (necrosis) by the process of blockage Deep Venous Thrombosis, how? Are BNPT and Densus willing to take responsibility ?, “he concluded.

Translator: Taznim

Tuntutan Turki di Parlemen Eropa Terkait Krisis Rohingya Ditolak Biro Majelis

STRASBOURG (Jurnalislam.com) – Mosi Turki di Majelis Parlemen Dewan Eropa (the Parliamentary Assembly of the Council of Europe-PACE) untuk mengadakan sesi darurat mengenai krisis Rohingya di Myanmar ditolak pada hari Senin (9/10/2017), lansir Anadolu Agency.

Pejabat presiden Roger Gale mengatakan dalam sebuah sesi pembukaan di Strasbourg bahwa tawaran delegasi Turki ditolak oleh Biro Majelis.

Turki ingin membahas tindakan brutal pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Sebaliknya, PACE setuju untuk mengadakan pertemuan di referendum Catalonia dan undang-undang pendidikan baru di Ukraina.

Sejak 25 Agustus, ketika militer Budha Myanmar melancarkan pembantaian terhadap warga Muslim Rohingya, 515.000 Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB.

Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Muslim Rohingya tewas dalam tindakan brutal tersebut.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak ribuan orang terbunuh dalam kekerasan komunal sejak tahun 2012.

Oktober tahun lalu, setelah serangan balasan terhadap pos-pos perbatasan di distrik Maungdaw, militer Budha Myanmar melancarkan tindakan brutal selama lima bulan di mana, menurut kelompok Rohingya, sedikitnya 400 orang terbunuh.

Wujudkan Rekonsiliasi Palestina, Hamas dan Fatah Jadwalkan Pertemuan di Mesir Hari ini

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Delegasi kelompok Perlawanan Islam (Hamas) Palestina meninggalkan Jalur Gaza pada hari Senin (9/10/2017) menuju Mesir menjelang perundingan untuk memperbaiki keretakan satu dekade dengan gerakan Fatah, World Bulletin melaporkan.

Dipimpin oleh pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwa, delegasi tingkat tinggi melintasi perbatasan Rafah ke Mesir, sebuah sumber keamanan Palestina di otoritas penyeberangan Gaza mengatakan dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara dengan media.

Hamas Ajak Fatah Bangun Kekuatan Baru Lawan Penjajahan Isreal

Delegasi Hamas dan Fatah dijadwalkan bertemu di Kairo pada hari Selasa (10/10/2017) sebagai bagian dari upaya Mesir untuk menyembuhkan keretakan antar keduanya dan membiarkan pemerintah persatuan Tepi Barat untuk mengambil tanggung jawabnya di Jalur Gaza.

Pekan lalu, Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah mengadakan pertemuan kabinet pertamanya di Gaza sejak pemerintah persatuan dibentuk pada tahun 2014, dalam sebuah langkah besar menuju rekonsiliasi Palestina.

Didaftarkan AS ke PBB sebagai Teroris, Hamas: Pendukung Zionis yang Teroris!

Tepi Barat dan Jalur Gaza telah terbagi secara politis dan administratif sejak 2007, ketika Hamas merebut kendali jalur Fatah setelah beberapa hari pertempuran jalanan.

Penguasaan Hamas di Gaza pada tahun 2007 mengakhiri pemerintahan persatuan berumur pendek sebelumnya setelah Hamas memenangkan pemungutan suara legislatif Palestina 2006.

Pasukan Turki Mulai Lakukan Pengintaian di Provinsi Idlib

ANKARA (Jurnalislam.com) Pasukan Turki telah memulai kegiatan pengintaian di provinsi Idlib Suriah sebagai bagian dari kesepakatan internasional untuk menetapkan zona de-eskalasi, kata militer Senin (9/10/2017).

Operasi di wilayah barat laut, yang berbatasan dengan provinsi Hatay Turki tersebut, diluncurkan pada hari Ahad di bawah kesepakatan dengan Rusia dan Iran selama perundingan damai Astana, Anadolu Agency.

Pasukan Iran dan Rusia juga berpartisipasi dalam upaya mengurangi ketegangan di Suriah.

Kesepakatan tersebut bertujuan untuk memastikan kelanjutan gencatan senjata yang disepakati Desember lalu antara ketiga negara penjamin.

Putaran ke Enam Perundingan Astana Setujui Batas Zona de Eskalasi Suriah

Menurut pernyataan di situs Tentara Nasional Turki, zona de-eskalasi diciptakan untuk “meningkatkan efektivitas gencatan senjata, mengakhiri konflik, membawa bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan, menetapkan kondisi untuk kembalinya para pengungsi”.

Misi pengintaian sedang dilakukan dalam aturan kerja sama yang disepakati antara negara penjamin.

Pembentukan zona de-eskalasi disetujui pada bulan Mei antara Turki, yang mendukung kelompok-kelompok oposisi penentang rezim Bashar al-Assad di Suriah, dan Rusia dan Iran, pendukung rezim Syiah Bashar Assad.

Intervensi militer terbaru Turki mengikuti Operasi Perisai Efrat, dimana Tentara Pembebasan Suriah, didukung oleh pasukan Turki, menyingkirkan IS dari wilay

37 Orang Tewas Termasuk Bayi 6 Bulan Setelah Pengumuman Pemilu di Kenya

KENYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 37 orang, termasuk tiga anak, tewas dalam demonstrasi yang terjadi setelah pengumuman hasil pemilihan di Kenya, kata sebuah kelompok hak asasi manusia setempat.

Beberapa korban tewas akibat “polisi menggunakan peluru tajam” sementara yang lainnya dibunuh oleh polisi “yang memukuli menggunakan tongkat”, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Senin (9/10/2017), lansir Aljazeera.

Di antara korban tewas adalah bayi perempuan berusia enam bulan bersama ibunya yang “dipukuli berkali-kali oleh agen polisi bersenjata di Kabupaten Kisumu”, kata laporan tersebut.

Hampir semua korban kekerasan terbunuh di kubu oposisi di daerah kumuh ibukota, Nairobi, atau bagian barat negara tersebut.

Pada bulan Agustus, Fred Matiangi, yang bertindak sebagai menteri dalam negeri, melarang petugas keamanan menggunakan peluru tajam atau kekuatan yang berlebihan dalam berurusan dengan pemrotes dan menyalahkan bahwa kekerasan dilakukan oleh “elemen kriminal”.

“Saya tidak mengetahui siapa saja yang telah dibunuh oleh peluru tajam yang dilontarkan oleh petugas polisi di manapun di negara ini,” kata Matiangi.

Protes dimulai setelah badan pemilihan mengumumkan presiden yang sedang menjabat, Uhuru Kenyatta, sebagai pemenang pemilihan 8 Agustus.

Pemimpin oposisi Raila Odinga mengatakan bahwa pemilihan tersebut dicurangi dan mengklaim bahwa dia memenangkan pemilihan.

Bulan lalu, Mahkamah Agung menyatakan hasil pemilihan “tidak sah, batal demi hukum”.

Pengadilan di Nairobi mengatakan dewan pemilihan melakukan “penyimpangan dan ilegalitas” selama pemungutan suara, yang merugikan integritas pemilihan.

Sementara itu, pada hari Senin, ratusan pendukung oposisi turun ke jalan di Nairobi meminta petugas pemilihan dipecat.

Tiga Aparat Tewas saat Al Shabaab Culik Pejabat Pemerintah Kenya

Para demonstran dipimpin oleh politisi oposisi, James Orengo, yang mengatakan bahwa mereka tidak akan mundur dalam tuntutan mereka untuk reformasi badan pemilihan.

“Kami hanya akan berpartisipasi dalam pemilihan di mana kita tahu hasilnya akan bebas dan adil,” Orengo mengatakan kepada pendukung oposisi.

Pekan lalu, pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pemrotes.

Demonstrasi juga dilaporkan terjadi di beberapa kota lain.

Odinga telah bersumpah untuk tidak berpartisipasi dalam pemilihan presiden 26 Oktober lalu jika tuntutan oposisi untuk sebuah perombakan komisi pemilihan tidak dipenuhi.

Tarik Simpati Warga, Muslimah Bima Gelar Bazar Peduli Rohingya

BIMA (Jurnalislam.com) – Krisis kemanusiaan yang sampai hari ini masih diderita oleh masyarakat Rohingya terus mendapatkan perhatian, Muslimah Bima Peduli (MBP) termasuk didalamnya. MBP menggelar bazar peduli Rohingya di Paruga Na’e, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bima, Ahad (8/10/2017).

Koordinator MBP, Parmila menyampaikan tujuan diadakannya bazar ini sebagai pasar pahala, membuka seluas-luasnya metode donasi selain memberikan dana berupa uang.

“Bazar ini untuk membantu mempermudah proses penggalangan dana, karena tidak semua para muhsinin (orang kaya -red) yang mau berdonasi itu memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai,” jelasnya sesaat ditemui dilokasi.

Disamping itu, lanjutnya, bazar ini juga untuk menarik rasa simpatik dari warga dalam membantu masyarakat beragama mayoritas Islam di Rohingya tersebut.

“Karena sampai hari ini saudara muslim di Rohingya masih sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita untuk menyambung kehidupannya, karena sampai hari ini mereka semua masih tinggal di tenda-tenda pengungsian,” ungkapnya mengajak.

Dari pantauan tim jurniscom, ada beberapa jenis barang yang dijual di acara bazaar tersebut diantaranya boneka, buku tulis, baju, jilbab, pakaian muslimah, serta peralatan rumah tangga.

“Barang-barang tersebut kami terima dari para muhsinin yang ingin berinfak untuk membantu Rohingya. Untuk hasil penjualannya seluruhnya di peruntukkan untuk membantu muslim Rohingya,” pungkas Parmila.

Panglima TNI : Indonesia Merdeka Karena Jihad Umat Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa dalam sejarah Indonesia, peran dan kontribusi umat Islam tidak perlu diragukan lagi. Hal tersebut disampaikan dalam pengajian bulanan PP Muhanmadiyah yang bertajuk ‘Islam, TNI, dan Kedaulatan Bangsa’ bertempat di Kantor PP Muhamadiyah Menteng 62 Jakarta, Jumat (6/10/2017).

“Pada tahun 1943 didirikan laskar mujahidin hizbullah yang dipimpin oleh para ulama dan dengan semboyan merdeka atau mati sejalan dengan semboyan jihad umat Islam,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Baca juga: Panglima TNI: Peran Ulama Sangat Penting di Era Global

Dengan jihad ini, kata Panglima TNI, Indonesia bisa menjadi merdeka. Pun dari sebelum kemerdekaan hingga sekarang, umat Islam tidak menindas kaum yang lemah.

“Setelah itu umat Islam menang dengan terciptanya negara merdeka,” terang Panglima.

Pengajian ini dihadiri ratusan peserta diisi oleh pemateri seperti Ketua Umum PP Muhamadiyah Haedar Nashir, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan pengamat militer Prof. Salim Said.

Reporter: Firdaus

Haedar Nashir : Umat Islam dan TNI Jaga Kedaulatan Bangsa Karena Semangat Jihad

JAKARTA(Jurnalislam.com) – PP Muhammadiyah menggelar pengajian bulanan bertajuk ‘Islam, TNI, dan Kedaulatan Bangsa’ bertempat di Kantor PP Muhamadiyah Menteng 62 Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Pengajian yang dihadiri ratusan peserta dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhamadiyah Haedar Nashir, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan pengamat militer Prof. Salim Said.

“Kedaulatan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran TNI dan umat islam yang diiringi dengan semangat jihad dalam membentuk negara yang baldatun toyibah,” kata Haedar Nashir dalam sambutannya setelah mengucapkan selamat atas HUT TNI.

Baca juga: TNI dan Polri Tak Selaras, Dahnil: Presidennya Tidak Tegas

Sekarang ini, kata Haedar, bangsa Indonesia bukan hanya berjuang secara fisik saja. Banyak tantangan yang akan dihadapi di masa yang akan datang.

“Kedepannya akan banyak lagi yang akan dihadapi umat islam. Oleh karena umat islam diharapkan siap sedia menghadapinya,”pungkasnya.

Reporter: Firdaus

Miris! Pengobatan Dipersulit, Abu Bakar Baasyir Kembali Alami Pembengkakan Kaki

BOGOR (Jurnalislam.com) – Ulama karismatik, Ustadz Abu Bakar Baasyir (ABB) yang saat ini ditahan di penjara Gunung Sindur Bogor, kembali mengalami pembengkakan di kakinya.

Jozerizal, salah seorang dokter dari tim medis Mer-C yang menangani ustaz ABB mengatakan, saat ini kondisi ulama sepuh ini sangat memprihatinkan. Ditambah, kata dia, kesulitan menemui untuk sekadar merawat kesehatan oleh pihak petugas penjara.

“Alhamdulillah tim medis Mer-C diizinkan memeriksa kesehatan beliau, Jumat 6 Oktober 2017. Sebelumnya beliau sudah kita lakukan General Check Up di RS Harapan Kita, termasuk Echokardiografi dan CT Scan Jantung, dan lainnya,” terangnya dalam akun resmi Facebooknya, Jumat (6/10/2017).

Pembengkakan kaki Ustaz Abu Bakar Baasyir

“Salah satu yg jadi masalah adalah kakinya bengkak, diduga berasal dari Vena Insuficiency, Sekarang kaki beliau bengkak lagi,” tambahnya.

Joze bersama Mer-C meminta untuk melanjutkan pemeriksaan, lebih lanjut ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sebab, ditempat itu banyak ahli bedah vaskular.

Lebih dari itu, Jose mengimbau kepada pihak BNPT dan Densus 88 untuk tidak mempersulit pemeriksaan kesehatan ustaz ABB. Sebab, jika tidak, menyebabkan kematian jaringan kaki.

“Proses dipersulit, kalau terjadi kematian jaringan kaki (Nekrosis) oleh proses penyumbatan Deep Venous Thrombosis, bagaimana? Apakah BNPT dan Densus mau tanggung jawab?,” pungkasnya.