Berita Terkini

Intelijen Inggris Tahu Kenapa Khashoggi Dibunuh

LONDON (Jurnalislam.com) – Jurnalis yang terbunuh, Jamal Khashoggi, hendak mengungkapkan beberapa informasi mendetail tentang penggunaan senjata kimia Arab Saudi di Yaman dan Inggris sadar akan plot rencana terhadapnya beberapa pekan sebelum dia dibunuh di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, tabloid Inggris mengklaim pada hari Ahad (28/10/2018).

The Sunday Express juga mengatakan dalam laporannya berdasarkan sumber dari pihak keamanan yang tidak disebutkan namanya bahwa “seorang anggota lingkaran kerajaan” memerintahkan penculikan Khashoggi, lansir Anadolu Agency.

Mengklaim bahwa sumber intelijen Inggris berbicara kepada mereka selama akhir pekan, tabloid yang ditulis oleh editor diplomatik Marco Giannangeli, mengatakan dinas intelijen Inggris “awalnya dibuat sadar bahwa ada sesuatu yang terjadi pada pekan pertama September, sekitar tiga pekan sebelumnya. Mr Khashoggi masuk ke konsulat pada 2 Oktober, meskipun butuh lebih banyak waktu untuk munculnya rincian lain”.

“Rincian ini termasuk perintah utama untuk menangkap Khashoggi dan membawanya kembali ke Arab Saudi untuk ditanyai. Namun, pintu tampaknya dibiarkan terbuka untuk penanganan alternatif bagi apa yang dilihat sebagai masalah besar,” kata sumber itu kepada tabloid berdasarkan informasi dari Kantor Pusat Komunikasi Pemerintah Inggris (the British Government Communications Headquarters-GCHQ).

“Kami tahu perintah itu datang dari seorang anggota lingkaran kerajaan tetapi tidak memiliki informasi langsung untuk menghubungkan mereka dengan Putra Mahkota Mohammad bin Salman,” kata artikel itu mengutip sumber tersebut.

“Bisa saja ini berarti dia bukan penerbit asli yang tidak bisa kami katakan,” tambahnya.

Artikel itu juga mengklaim bahwa sumber yang tidak disebutkan namanya itu menegaskan bahwa MI6 – Dinas Intelijen Rahasia Inggris – telah memperingatkan mitra Arab Saudi untuk membatalkan misi tetapi permintaan ini diabaikan.

“Pada tanggal 1 Oktober kami sadar akan gerakan kelompok, yang termasuk anggota Ri’asat Al-Istikhbarat Al-Amah (GID) ke Istanbul, dan cukup jelas apa tujuan mereka,” sumber intelijen tersebut mengatakan kepada tabloid tersebut. .

“Melalui saluran kami memperingatkan bahwa ini bukan ide yang bagus. Peristiwa selanjutnya menunjukkan bahwa peringatan kami diabaikan. ”

Ketika ditanya mengapa MI6 tidak memperingatkan mitranya, yaitu intelijen AS, sumber itu mengatakan “keputusan diambil bahwa kami telah melakukan apa yang kami bisa”.

Setelah beberapa pekan menyangkal mengetahui keberadaannya, para pejabat Saudi pekan lalu akhirnya mengakui bahwa wartawan itu telah tewas di dalam Konsulat Saudi di Istanbul.

Baca juga:

Artikel oleh The Sunday Express juga mengklaim bahwa Khashoggi akan memperoleh “bukti dokumenter” yang membuktikan bahwa Arab Saudi telah menggunakan senjata kimia dalam perang proksi di Yaman, mengutip seorang teman Khashoggi yang tidak disebutkan namanya.

“Saya bertemu dengannya sepekan sebelum kematiannya,” kata teman Khashoggi, yang dikatakan oleh surat kabar itu adalah seorang akademisi Timur Tengah yang ingin tetap anonim, dikutip untuk mengatakan.

“Dia tidak bahagia dan dia khawatir,” katanya.

Dia berkata: “Ketika saya bertanya kepadanya mengapa dia khawatir, dia tidak benar-benar ingin menjawab, tetapi akhirnya dia memberi tahu saya bahwa dia mendapatkan bukti bahwa Arab Saudi telah menggunakan senjata kimia.

“Dia [Khashoggi] mengatakan dia berharap akan mendapatkan bukti dokumenter.

“Yang bisa saya katakan adalah bahwa hal berikutnya yang saya dengar, dia hilang.”

“Bulan lalu diklaim bahwa Arab Saudi telah menggunakan munisi fosfor putih yang disediakan AS terhadap pasukan dan bahkan warga sipil di Yaman,” kata artikel itu.

“Meskipun peraturan menyatakan bahwa bahan kimia tersebut dapat digunakan untuk menyediakan smokescreens, jika digunakan secara ilegal, ia dapat membakar hingga ke tulang,” katanya.

The Sunday Express juga mengutip seorang ahli perang kimia, Kolonel Hamish de Bretton-Gordon, yang mengatakan bahwa “tidak ada yang seefektif senjata kimia dalam membersihkan pasukan dan warga sipil di daerah perkotaan – Assad telah menggunakan fosfor untuk alasan ini.”

“Jika Khashoggi memang, pada kenyataannya, memiliki bukti bahwa Arab Saudi sengaja menyalahgunakan fosfor untuk tujuan ini, itu akan sangat memalukan bagi rezim dan memberikan motif atas kemungkinan tindakan Riyadh terhadap dirinya,” katanya.

Serangan Udara Koalisi Arab Hantam Pasukan Syiah Yaman, 40 Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sumber militer Yaman mengkonfirmasi pada hari Ahad (28/10/2018) bahwa 40 anggota pasukan Syiah Houthi tewas dan puluhan lainnya terluka setelah serangan udara oleh koalisi Arab yang mendukung tentara sah Yaman.

Sumber itu mengatakan serangan udara ditujukan pada bala bantuan Houthis yang sedang dalam perjalanan ke kota pelabuhan Hodeidah.

Pertempuran juga meletus antara tentara sah Yaman dan milisi Houthi yang didukung Iran dekat jalan raya Kilo 16 yang menghubungkan ibu kota Sanaa dengan Hodeidah, menambah korban di kalangan Houthis.

Baca juga:

Seorang sumber militer senior Yaman mengatakan bahwa milisi berusaha membawa bala bantuan militer mereka ke pusat kota pelabuhan, menambahkan bahwa jet tempur koalisi Arab menghancurkan sejumlah kendaraan militer dan peralatan bala bantuan yang sedang dalam perjalanan ke pasukan pemberontak Houthi.

Dalam perkembangan lain, ketegangan dan konfrontasi bersenjata melebar antara milisi Abdul Malik al-Houthi dan pamannya, Abdul Azim al-Houthi, seorang ulama Syiah Zaidi di beberapa daerah di gubernuran Saada, Hajjah, Amran dan Sanaa dengan keduanya mengerahkan pangkalan mereka di banyak wilayah Saada.

Gelar Aksi Bela Tauhid, Umat Islam Magelang Desak Kepolisian Bersikap Adil

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam dari Forum Umat Islam Magelang Raya (FUIMARA) mengikuti Aksi Bela Tauhid di alun-alun Kota Magelang, Ahad (28/10/2018). Massa menuntut kepolisian bertindak adil dan menghukum para pelaku pembakaran bendera tauhid di Garut pada Senin (22/10/2018) lalu.

“Karena dirasa polisi tidak adil, maka kami menuntut agar polisi melaksanakan tugas secara profesional, hukum sesuai undang-undang yang ada,” jelas ketua FUIMARA Hendrarto kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Sementara itu sekretaris GNPF-ulama Magelang, Gus Lutfi mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar di Jakarta jika pelaku tidak dihukum.

“Jika pelaku pembakaran bendera tauhid tidak dijatuhi hukuman maka kita akan adakan aksi yang lebih besar bersama umat islam Indonesia di Jakarta, demi tegaknya kalimat Tauhid dan jalannya hukum di negara ini,” tegasnya.

Baca juga :

Aksi yang berlangsung tertib itu diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap Tokoh bersama Umat Islam Magelang Raya. Berikut selengkapnya,

1. Kami FUIMARA bersama elemen masyarakat se-Magelang raya mengutuk keras atas tindakan pembakaran bendera bertuliskan lafadz La ilaha illa Allah oleh oknum Banser tersebut.

2. Kami FUIMARA bersama elemen masyarakat se-Magelang raya menuntut pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menindak tegas kejadian tersebut dan tidak diskriminatif sesuai perundang-undangan yang berlaku.

3. Kami FUIMARA bersama elemen masyarakat se-Magelang raya menghimbau kepada umat Islam se-Magelang raya untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi demi terciptanya kenyamanan dan keamanan di wilayah Magelang raya.

4. Kami FUIMARA bersama elemen masyarakat se-Magelang raya siap bekerja sama dengan aparat pemerintah untuk menjaga terciptanya situasi yang kondusif, aman, tentram, dan damai demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Reporter: Hasan Shoghir

Komunitas Panahan Cilegon Gelar Laga Amal untuk Sulteng

CILEGON (Jurnalislam.com) – Aksi kepedulian untuk korban bencana alam di Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Panahan Cilegon (KOMPAC) yang menggelar event nasional Pertandingan Persaudaraan Gala Amal di Lapangan Bonakarta Cilegon hari ini, Ahad (28/10/2018).

“Event ini event kemanusiaan, sebagai bentuk peduli kami kepada saudara-saudara di Palu, Donggala, Sigi, dan Mamuju yang terkena musibah gempa tsunami,” kata Ketua Pelaksana, Fajar kepada Jurnalislam.com

Meski dengan persiapan singkat, lomba amal ini diikuti oleh 60 peserta laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai daerah seperti Bogor, Tangerang, Serang dan Cilegon.

“Persiapannya cukup singkat, kami pengurus hanya sekali tatap muka untuk persiapan event ini dan semua pembiayaan acara murni dari uang kas kami, peserta tidak kami pungut biaya,” ujar Fajar.

Peserta Pertandingan Persaudaraan Gala Amal di Lapangan Bonakarta Cilegon. Foto: Jumi/Jurniscom

Penggalangan dana dilakukan dengan cara menyimpan kota-kotak amal di beberapa titik area lomba untuk diisi oleh peserta maupun penonton.

“Tujuan kami mengadakan pertandingan persaudaraan ini selain untuk membantu korban gempa palu, juga untuk silaturahim para archer dari berbagai komunitas dan membumikan olahraga panahan di kota Cilegon yang merupakan misi KOMPAC itu sendiri,” paparnya.

“Alhamdulillah masyarakat sekitar lapangan Bonakarta antusias menonton acara ini,” sambung Fajar.

Fajar berharap semoga donasi yang dikumpulkan dapat bermanfaat bagi korban bencana alam di Sulteng. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga sosial RelaBaik.

“Harapan kami kepada saudara-saudara kami di Palu agar tabah, jangan berlarut dalam kesedihan dan semoga cepat kembali pulih pada aktifitas sebelumnya,” pungkasnya.

Reporter: Jumi

Foto Kerusakan RS Indonesia di Gaza Akibat Serangan Penjajah Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina di Gaza mengecam serangan udara Israel yang menyasar kawasan Rumah Sakit Indonesia di Utara Jalur Gaza, Sabtu 27 Oktober 2018. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada beberapa bagian rumah sakit.

Jurnalis Suara Palestina di Gaza, Abdillah Onim melaporkan, sedikitnya empat rudal dijatuhkan Israel persis di depan Rumah Sakit Indonesia berjarak kurang dari 250 meter, tepatnya di sebuah lapangan kecil. 10 tahun lalu lapangan tersebut kerap dijadikan tempat pelatihan dan olah raga pemuda Gaza.

Juru bicara Kemenkes Palestina, Asyraf El-Qedra mengatakan, serangan zionis Israel tersebut membuat para pasien dan awak medis panik dan trauma. Suasana yang mencekam membuat aktivitas rumah sakit sempat terhenti karena tim medis dan pasien sempat dijauhkan dari rumah sakit untuk menghindari serangan susulan.

El-Qedra menyeru lembaga-lembaga internasional agar berperan lebih efektif dalam melindungi layanan publik seperti pusat-pusat kesehatan dan pengobatan serta para tim medis.

Serangan itu juga merusak rumah warga sipil dan serpihan rudal berserakan di Rumah Sakit Indonesia yang terletak di wilayah perbatasan Al-Syaikh Zayed Utara Gaza.

Serangan brutal ini juga menyebabkan terputusnya aliran listrik di rumah sakit Indonesia, dan sejumlah bagunan yang mengitari rumah sakit itu pun terkena guncangan serta serpihan rudal. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam saat rudal jatuh dekat rumah sakit Indonesia.

Guncangan dan serpihan rudal membuat beberapa bagian RS Indonesia rusak seperti, ruang operasi dan bagian ICU, jendela, plafon, dan alat laboratorium.

Reporter: Abdillah Onim

Jurnalis Suara Palestina di Gaza, Abdillah Onim

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Praktisi Hukum : Pembakar Bendera Tauhid Layak Dijerat Pasal 156a KHUP

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Praktisi hukum dari Masyarakat Unggulan (Maung) Bandung, HM Rizal Fadilah menilai pelaku pembakaran bendera tauhid dalam acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut pada Senin (22/10/2018) lalu layak dijerat dengan Pasal 156a KHUP.

Menurutnya, pelaku telah melakukan tindakan yang bersifat permusuhaan dan penodaan agama. Sementara itu pembawa bendera tidak melakukan tindak pidana apapun karena permasalahannya selesai ketika bendera yang ia bawa dirampas panitia HSN.

“156 a KUHP sangat pantas untuk menjerat si penoda. Pembawa bendera tidak menodai agama. Dia tidak membuat gaduh juga. Selesai perbuatannya setelah dirampas benderanya,” kata Rizal.

Rizal juga menyayangkan keputusan kepolisian melepas para pelaku dengan alasan tidak adanya niat. Menurutnya, niat itu sulit dibuktikan dan tidak menjadi pokok perbuatan pidana.

Baca juga: 

“Masalah yang luar biasa dan  berdampak besar tapi diselesaikan secara  sederhana,  pasti akan mengoyak rasa keadilan masyarakat. Mestinya difahami oleh aparat bahwa mazhab kaku ‘terompet undang-undang’ sudah using,” paparnya.

Rizal menjelaskan, tindakan para pelaku pembakaran adalah perbuatan yang disengaja (opzet/dolus) yang sekurang-kurangnya dalam makna sadar denga kepastian (zekerheidbewustzijn) atau minimal tidak bisa menghindar dari sengaja dengan kemungkinan (voorwardelijke opzet). Maka, ketika terjadi perdebatan, pengadilanlah lembaga pemutus bersalah atau tidak.

“Adil jika membawa kasus ini ke ruang pengadilan, bukan buru-buru menyatakan tak bersalah atas dasar tidak ada niat,” tandasnya.

Seperti diketahui, kepolisian melepas para pelaku dengan alasan tidak cukup bukti dan tidak ada niat. Sementara pembawa bendera Uus Sukmana (22) ditangkap karena dituding menjadi pemicu pembakaran bendera.

Kepolisian menilai, pembakaran tidak akan terjadi jika Uus tidak membawa bendera tersebut ke acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di alun-alun Balubur Limbangan, Garut tersebut.

4 Negara Sepakat Akhiri Perang Suriah, Erdogan: Nasib Assad Diputuskan Rakyatnya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pemimpin Turki, Rusia, Jerman dan Perancis pada hari Sabtu (27/10/2018) menyatakan tekad mereka untuk secepatnya mengakhiri pertumpahan darah di Suriah yang dilanda perang.

Setelah KTT Suriah di Istanbul, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan konferensi pers bersama yang menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bekerja bersama-sama menemukan solusi berkelanjutan bagi Suriah.

“Kami telah membahas solusi politik yang sejalan dengan tuntutan sah rakyat Suriah yang bergerak untuk mencapai stabilitas di negara itu,” kata Erdogan kepada wartawan.

“Tujuan kami adalah mencapai gencatan senjata lengkap untuk menghentikan pertumpahan darah,” katanya, seraya menambahkan bahwa keempat negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di antara mereka dan di tingkat internasional mengenai masalah ini.

Para pemimpin juga menyerukan penyelesaian proses komite konstitusi untuk membentuk konstitusi Suriah pada akhir tahun ini yang akan membuka jalan bagi pemilihan yang inklusif dan adil di negara yang telah menanggung beban akibat perang sipil yang menghancurkan sejak 2011.

Baca juga:

Mengenai masa depan Bashar al-Assad di Suriah, pemimpin Turki itu menegaskan kembali sikap Ankara yang menggarisbawahi bahwa nasibnya harus diputuskan oleh rakyat Suriah dan bukannya ditentukan oleh beberapa “individu”.

Menyatakan bahwa KTT itu “produktif” dan “tulus”, Erdogan mengatakan mereka telah sepakat bahwa bantuan kemanusiaan harus terus berlanjut untuk meringankan penderitaan rakyat Suriah.

Warga sipil Suriah dan negara-negara tetangga – terutama Turki, Libanon dan Yordania – harus menanggung beban penderitaan yang timbul dari krisis di Suriah untuk waktu yang lama, menurut Erdogan.

Turki adalah tuan rumah teratas di dunia bagi pengungsi yang menyambut sekitar 3,5 juta warga Suriah sejak awal perang Suriah.

Erdogan mengatakan alasan utama mengapa konflik Suriah menjadi ancaman global adalah “karena komunitas internasional tidak merespon secara memadai”.

Namun, dia mengatakan bahwa banyak negara menyadari keparahan situasi ketika krisis mempengaruhi mereka, mengacu pada masuknya pengungsi besar-besaran ke negara-negara Eropa.

Dia juga mendesak masyarakat internasional untuk “mengakhiri ketidakpedulian” mengenai konflik, menyerukan dukungan internasional untuk meningkatkan upaya guna menemukan solusi politik serta demi memperbaiki situasi di tanah Suriah.

Mengacu pada proses perdamaian Astana – yang ditengahi oleh Turki Rusia dan Iran – yang menjamin gencatan senjata dan zona de-eskalasi di Idlib, Erdogan menambahkan bahwa partisipasi Prancis dan Jerman ke dalam proses Astana akan mengembangkan sinergi untuk solusi Suriah.

Dia mengatakan bahwa Iran, sebagai salah satu negara penjamin dari proses Astana, akan diberitahu tentang keputusan yang diambil dalam KTT Istanbul.

“Proses perdamaian Astana untuk konflik Suriah menjadi contoh bagi komunitas internasional,” tambahnya.

Ankara bertekad untuk melanjutkan upaya mencari solusi untuk masalah Suriah di platform Astana serta beberapa platform lain yang lebih luas di arena internasional “seperti pertemuan puncak hari ini di Istanbul,” ia melanjutkan dengan menegaskan.

“Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama di antara empat negara dan di tingkat internasional” mengenai negosiasi damai Suriah, Erdogan mencatat.

11 Orang Tewas dan 6 Terluka dalam Serangan di Sinagog Yahudi Amerika

PENNSYLVANIA (Jurnalislam.com) – Seorang tersangka telah ditahan di Pittsburgh, di negara bagian Pennsylvania, AS, setelah penembakan di sebuah sinagoga yang menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai enam orang lainnya, termasuk empat petugas polisi, menurut pihak berwenang.

Wendell Hissrich, direktur keselamatan publik kota itu, mengatakan, terduga penyerang hari Sabtu (27/10/2018) itu berada di rumah sakit dalam kondisi baik dengan beberapa luka tembak.

Agen khusus FBI Bob Jones mengatakan penembak menggunakan senapan serbu dan tiga pistol di dalam Tree of Life Synagogue di lingkungan Squirrel Hill.

Penyerang itu pergi ketika dia bertemu seorang perwira, kata Jones.

Stasiun televisi lokal KDKA mengatakan tersangka dalam tahanan adalah “pria kulit putih”. Seorang pejabat penegak hukum, yang berbicara kepada kantor berita Associated Press dengan syarat anonimitas, mengidentifikasi tahanan itu sebagai Robert Bowers, seorang pria berusia 40-an.

Sebuah posting media sosial sebelumnya oleh Bowers mengatakan: “[Organisasi pengungsi Yahudi, Hebrew Immigrant Aid Society] suka membawa penjajah yang membunuh orang-orang kita. Saya tidak bisa duduk dan menonton orang-orang saya dibantai. Bersiaplah, saya akan masuk. ”

Komentar itu diposting di Gab, layanan jejaring sosial berbasis Philadelphia, Pennsylvania yang dibuat sebagai pengganti Twitter.

Baca juga:

Bowers juga baru-baru ini memposting foto koleksi tiga pistol semi-otomatis yang ia beri judul “keluarga glock saya,” sebuah referensi untuk pabrik senjata api.

Dia juga memposting foto-foto lubang peluru dalam target berukuran tubuh orang pada jarak tembak, menggembar-gemborkan “pemicu luar biasa” pada pistol yang dia tawarkan untuk dijual.

Dalam sebuah pernyataan, Gab.com menegaskan bahwa akun itu milik Bowers.

Gab mengambil tindakan cepat dan proaktif untuk segera menghubungi penegak hukum,” katanya.

“Kami pertama-tama mencadangkan semua data pengguna dari akun dan kemudian melanjutkan untuk menangguhkan akun. Kami kemudian menghubungi FBI dan membuat mereka mengetahui akun ini dan data pengguna yang kami miliki.”

John Hendren dari Al Jazeera, melaporkan dari Washington, DC, mengatakan bahwa penembakan dimulai sekitar pukul 10 pagi waktu setempat ketika jemaat Yahudi berkumpul untuk kebaktian Sabat (Sabtu).

“Mungkin ada 60 hingga 100 orang di sana,” katanya.

Sinagoga Tree of Life menggambarkan diri di situs web mereka sebagai jemaat tradisional, progresif dan egaliter. Beberapa detail lainnya segera tersedia.

Lingkungan perumahan yang dipenuhi pepohonan di Squirrel Hill yang dekat dengan pusat kota adalah pusat komunitas Yahudi Pittsburgh.

Rekaman berita TV lokal menunjukkan polisi berada di lokasi itu dengan senapan dan mengenakan helm dan peralatan taktis lainnya.

Paramedis juga ditempatkan di dekat sinagoga dan kendaraan polisi menghalangi (memblokir) beberapa jalan di daerah itu.

Presiden AS Donald Trump di Twitter mengatakan dia memantau peristiwa di Pittsburgh: “Sepertinya banyak korban jiwa. Waspadai penembak aktif. Tuhan memberkati semua!”

Kemudian, dia mengatakan kepada wartawan: “Ini hal yang mengerikan, mengerikan, apa yang terjadi dengan kebencian di negara kita secara terus terang, dan di seluruh dunia. Sesuatu harus dilakukan. Ketika orang-orang melakukan ini, mereka harus mendapatkan hukuman mati.”

Gubernur Pennsylvania Tom Wolf menyebut penembakan itu sebagai “tragedi absolut”.

“Kita semua harus berdoa dan berharap tidak ada lagi korban jiwa,” kata Wolf. “Tapi kita sejak lama telah mengatakan ‘ini terlalu banyak’. Senjata berbahaya menempatkan warga kami dalam bahaya.”

Insiden penembakan hari Sabtu adalah yang terbaru di Amerika Serikat, di mana senjata api dikaitkan dengan lebih dari 30.000 kematian setiap tahun.

Hamas Bantah Laporan Media Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Kelompok perlawanan Islam Palestina Hamas pada hari Sabtu (27/10/2018) membantah laporan media Israel tentang penghentian mediasi Mesir antara faksi-faksi yang berbasis di Gaza dengan Israel.

“Upaya Mesir yang bertujuan untuk mencapai gencatan senjata di Gaza masih berlangsung,” kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan: “Hamas tidak meminta Kairo untuk menghentikan upayanya.”

Media Israel melaporkan pada hari Jumat bahwa kelompok Palestina, yang memerintah Jalur Gaza, telah meminta Mesir untuk menghentikan mediasinya.

Delegasi dari dinas intelijen Mesir telah mengadakan diplomasi antar-jemput antara Gaza, Tepi Barat dan Israel dalam beberapa pekan terakhir, di mana mereka bertemu dengan para pejabat Hamas, Fatah dan pemerintah Israel.

Pembicaraan itu dilaksanakan dengan maksud mencapai gencatan senjata antara Hamas dan Israel di satu sisi dan mencapai rekonsiliasi Palestina di antara Hamas dan Fatah.

Baca juga:

Pada hari Jumat, pesawat tempur Israel meluncurkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza, merespon serangan roket dari wilayah Palestina yang diblokade.

Sedikitnya lima warga Palestina meninggal dan puluhan orang terluka oleh tembakan tentara zionis Yahudi selama protes anti-penjajahan Israel  di sepanjang perbatasan Gaza.

Lebih dari 200 warga Palestina telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan penjajah Israel yang dikerahkan di dekat zona penyangga Gaza sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret.

Serangan Israel di Gaza Akibatkan Beberapa Bagian RS Indonesia Rusak

GAZA (Jurnalislam.com) – Serangan udara militer zionis Israel terus menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza. Serangan belum berhenti hingga Sabtu (27/10/2018) kemarin. Relawan MER-C di Gaza Reza Aldilla Kurniawan, melaporkan pesawat tempur F16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.

“Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya ruangan kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan lainnya,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika, Ahad (28/10).

Menurutnya, bangunan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang RS Indonesia juga mengalami guncangan. “Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian,” ungkapnya.

Salah satu ruangan RS Indonesia di Gaza yang rusak

Akibat pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka. Sampai hari ini, menurut Reza, suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza.

“Akibatnya sejumlah ruangan rusak selain juga para pasien mengalami shock,” ujarnya.

“Sampai berita ini saya tulis, suara dentuman dan deru pesawat tempur masih terdengar,” ujar Reza dalam Instagramnya, Sabtu (27/10/2018).