Berita Terkini

Kunjungi PP Muhammadiyah, Rombongan PBNU Disambut “Nasi Arab”

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Rabu (31/10/2018) mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya No. 62, Jakpus.

Dalam rombongan yang lebih dari sepuluh orang pengurus PBNU, juga nampak Ketua Banser Yaqut Cholil Qoumas, dan Sekjend PBNU Helmi Faisal.

Dalam kunjungannya, Said Agil Siradj bersama sepuluh orang pengurus PBNU disambut oleh Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan beberapa Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, Anwar Abbas, Syafiq Mughni, Yunahar Ilyas, Agus Taufiqurrahman, Agung Danarto, Sekretaris Umum Abdul Mu’ti, Bendahara Umum Suyatno dan Komandan KOKAM Masyhuri.

Pertemuan silaturahmi PBNU ke Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah ini merupakan kelanjutan dari kunjungan PP Muhammadiyah ke Gedung PBNU, Jum’at (24/3).

Sebagai tuan rumah yang baik, PP Muhammadiyah menyambut ‘saudara tua’ dengan istimewa. Delegasi PBNU disuguhkan hidangan nasi kebuli dan liwet.

“Nasi Arab,” gurau Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

“Nasi Arab yang dinusantarakan,” jawab Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi Ketua Umum PBNU Sa’id Aqil Siradj.

Tubuh Khashoggi Dibuang Setelah Dipotong-potong di Gedung Konsulat Arab

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Tubuh wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, dibuang setelah dipotong-potong, kata Kepala Kantor Kejaksaan Umum Istanbul, Rabu (31/10/2018).

“Dengan cara direncanakan korban Jamal Khashoggi dicekik sampai mati saat ia memasuki gedung Konsulat Kerajaan Turki-Saudi pada 2 Oktober 2018 guna mengurus prosedur untuk pernikahannya. Ia tewas, setelah dipotong-potong tubuhnya lalu dibuang – sekali lagi ini – sejalan dengan rencana,” kata kantor kejaksaan dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menegaslan bahwa pemerintah Turki dan Saudi telah mencapai kesepakatan bersama untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, mengungkapkan semua rincian dan membawa para pelaku dan komplotan ke pengadilan.

Sebagai bagian dari perjanjian, Jaksa Agung Saudi Saud al-Mujeb bersama dengan delegasi datang ke Turki pada 28 Oktober 2018 dan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kepala Penuntut Umum Istanbul pada 29 Oktober.

Selama pertemuan, jaksa Turki menyampaikan kepada pejabat Saudi yang berkunjung bahwa Khashoggi tewas di Turki dan pengadilan negara memiliki hak untuk menempatkan tersangka diadili sesuai dengan peraturan hukum Turki dan prinsip umum hukum universal, kata pernyataan itu.

Para jaksa juga mengulangi ekstradisi para tersangka yang dilaporkan telah ditangkap di Arab Saudi, tambahnya.

Dalam pertemuan yang sama, jaksa Turki juga bertanya secara tertulis tentang keberadaan Khashoggi dan “kolaborator lokal” dalam pembunuhan itu, serta “apakah mereka memiliki temuan dalam konteks penyelidikan mereka hingga tahap perencanaan pembunuhan”, kata pernyataan itu.

Pernyataan itu mencatat bahwa delegasi Saudi kembali mengunjungi Kantor Penuntut Istanbul pada 30 Oktober 2018, dan pertanyaan yang sama diajukan.

“Jaksa Saudi mengatakan, ‘Jawaban akan diberikan pada hari yang sama [30 Oktober]’,” kata kantor kejaksaan.

Namun dalam menanggapi pertanyaan tersebut Kantor Kejaksaan Saudi mengirim jawaban tertulis ke Kantor Kejaksaan Istanbul pada 31 Oktober, tanpa memberikan informasi tentang “kolaborator lokal” dalam pembunuhan Khashoggi, kata pernyataan itu.

Baca juga:

Awal bulan ini, kantor berita pers mengutip seorang pejabat Saudi yang mengatakan bahwa mayat Khashoggi telah diberikan kepada “kolaborator lokal” untuk diurus, tetapi tidak ada pejabat Saudi yang memberitahukan keberadaan mayat itu dalam catatan.

Dalam surat itu, jaksa penuntut umum Istanbul dan delegasi Turki juga diundang ke Arab Saudi, bersama dengan bukti yang mereka peroleh, sebagai bagian dari penyelidikan, tambahnya.

Menurut kantor kejaksaan Turki, surat Saudi mengatakan bahwa badan Khasoggi dapat ditemukan setelah tim investigasi gabungan bekerja di Arab Saudi dan juga dapat dipastikan jika pembunuhan itu direncanakan.

Kantor kejaksaan Turki mengatakan bahwa mereka tidak dapat mencapai hasil nyata dari pembicaraan ini meskipun ada niat baik dari kantor untuk mengungkap kebenaran di balik pembunuhan itu.

Kantor Penuntut Umum Istanbul berbagi informasi berikut:

1- Korban Jamal Khashoggi dicekik sampai mati – dengan cara yang direncanakan – segera setelah ia memasuki gedung Konsulat Saudi pada 2 Oktober 2018 untuk prosedur pernikahan.

2 – Tubuh Khashoggi dibuang setelah dipotong-potong dengan cara terencana.

Penyelidikan berlanjut setelah seorang kerabat Khashoggi memanggil pihak berwenang yang kompeten karena dia tidak meninggalkan konsulat untuk waktu yang cukup lama, tambah pernyataan itu.

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah awalnya Arab Saudi mengatakan dia meninggalkan konsulat dalam keadaan masih hidup, namun beberapa pekan kemudian akhirnya mengakui dia telah dibunuh di sana.

Komunitas internasional menolak untuk menerima klaim Saudi bahwa insiden itu bukan pembunuhan terencana.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan bahwa semua rincian kasus harus diungkapkan, termasuk yang memberikan instruksi untuk “pembunuhan terencana tersebut.”

Mahkamah Agung Pakistan Bebaskan Wanita Kristen dari Kasus Penistaan Agama

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Mahkamah Agung Pakistan telah membebaskan seorang wanita Kristen yang dihukum karena penodaan agama, hingga memicu protes oleh kelompok-kelompok sayap kanan yang telah menuntut eksekusinya selama bertahun-tahun.

Aasia Bibi dibebaskan dari semua tuduhan penodaan agama dan pihak berwenang diperintahkan untuk membebaskannya setelah vonis sembilan tahun hukuman mati, Hakim Agung Saqib Nisar mengumumkan di ibukota, Islamabad, pada hari Rabu (31/10/2018).

“Banding ini diperbolehkan. Keputusan Pengadilan Tinggi (the High Court), serta Pengadilan Trial (the Trial Court), dibatalkan. Akibatnya, keputusan hukuman mati yang diberikan kepada pemohon disisihkan dan dia dibebaskan dari tuduhan,” Nisar memberi tahu ruang sidang yang penuh sesak.

Pada Rabu malam, Perdana Menteri Imran Khan mengeluarkan peringatan bahwa setiap jalan yang di-blokade akan mendapat tanggapan, sambil meminta warga Pakistan untuk menghormati putusan itu.

“Mereka menghasut Anda untuk keuntungan politik mereka sendiri, Anda tidak boleh terjebak oleh mereka demi negara, mereka tidak melakukan pelayanan terhadap Islam,” kata Khan dalam siaran televisi.

“Kami akan melindungi properti dan kehidupan orang-orang, kami tidak akan mengijinkan sabotase apapun, kami tidak akan mengizinkan lalu lintas dihentikan,” tambahnya.

Bibi, 53, penduduk asli dari desa Pakistan tengah Ithan Wali, dituntut oleh dua wanita Muslim karena telah menghina Nabi Muhammad dan Al-Quran dalam sebuah argumen yang dipicu oleh penolakan mereka untuk minum air dari wadah yang sama dengannya pada 2009.

Dia divonis dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan pada bulan November 2010, dengan Pengadilan Tinggi Lahore menegaskan hukumannya empat tahun kemudian.

Namun kelompok-kelompok hak asasi manusia dan pengacara Bibi berpendapat bahwa ada banyak masalah pengadilan yang tidak adil dalam kasusnya, yang menjadi simbol keprihatinan semacam itu dalam banyak kasus di bawah undang-undang penodaan agama Pakistan yang ketat.

Baca juga: 

Penghujatan terhadap Islam dan Nabi-nya adalah subjek yang sensitif di Pakistan, di mana kejahatan semacam itu dapat membawa pelakunya mendapat hukuman mati.

Tuduhan penistaan ​​agama yang semakin banyak, telah mengakibatkan pembunuhan massal dan pembunuhan di luar hukum.

Sedikitnya 74 orang tewas dalam kekerasan yang terkait dengan tuduhan penistaan ​​agama sejak 1990, menurut penghitungan Al Jazeera. Mereka yang tewas termasuk seorang gubernur provinsi dan menteri federal yang membela Bibi ketika dia dituduh pertama kali pada tahun 2009.

Pada hari Rabu, para hakim mengatakan bahwa mereka setuju bahwa Bibi belum diadili secara adil, dengan memperhatikan kontradiksi “mencolok dan kejam” dalam bukti penuntutan, dan memerintahkan pembebasannya segera.

Hakim Asif Khosa, menulis dalam putusan penuh, dikeluarkan tak lama setelah pengumuman Rabu, mengatakan kebenaran belum sepenuhnya terungkap selama persidangan.

“[Ada] kesan jelas bahwa semua yang terkait dalam kasus dengan memberikan bukti dan melakukan penyelidikan tidak menyuarakan kebenaran atau sedikitnya tidak membeberkan seluruh kebenaran,” tulisnya.

“Aasia akhirnya mendapatkan keadilan,” kata pengacara Bibi, Saif-ul-Malook, kepada Al Jazeera sesaat setelah putusan diumumkan.

Amnesty International memuji keputusan hari Rabu tersebut sebagai “vonis tengara”.

“Selama delapan tahun terakhir, kehidupan Aasia Bibi merana karena limbo. Meskipun memprotes bahwa dirinya tidak bersalah, dan meskipun kurangnya bukti atas kesalahannya, kasus ini digunakan untuk membangkitkan massa yang marah, membenarkan pembunuhan dua pejabat senior, dan mengintimidasi negara Pakistan menjadi kapitulasi,” kata kelompok hak asasi manusia.

“Keadilan akhirnya berhasil. Pesan itu harus dikeluarkan bahwa undang-undang penodaan agama tidak akan lagi digunakan untuk menganiaya minoritas paling rentan di negara itu,” kata wakil direktur Asia Selatan Amnesty, Omar Waraich.

Masih ada kira-kira 40 orang lainnya di barisan hukuman mati atau menjalani hukuman seumur hidup untuk penodaan agama di Pakistan, menurut Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS (the US Commission on International Religious Freedom-USCIRF).

Setelah pengumuman itu, protes meletus di berbagai kota setelah seruan Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), sebuah kelompok politik dan agama sayap kanan yang dipimpin oleh pemimpin Muslim fanatik Khadim Hussain Rizvi yang telah lama meminta Bibi untuk dieksekusi.

Pemimpin TLP, termasuk Rizvi, berkumpul di luar gedung-gedung pemerintah di kota Lahore di timur, sementara kelompok-kelompok pengunjuk rasa yang lebih kecil memblokir jalan di kota selatan Karachi, ibukota Islamabad dan berbagai kota di provinsi Punjab.

Setelah putusan, TLP menyerukan kematian para hakim yang membatalkan hukuman Bibi, serta pengusiran pemerintahan Perdana Menteri Imran Khan.

“[Para hakim] yang telah memerintahkan pembebasan Aasia adalah terkutuk, semuanya bertanggung jawab untuk dibunuh di bawah perintah agama,” kata Afzal Qadri, seorang pemimpin TLP, dalam aksi protes Lahore.

Para pengacara bagi pelapor dalam kasus tersebut, imam Muhammad Salim, mengatakan mereka akan memutuskan apakah akan mengajukan petisi peninjauan setelah membaca putusan secara rinci.

TLP dan para pengikutnya sering menuduh kelompok-kelompok HAM yang mendukung orang-orang yang dituduh melakukan penistaan agama, dan menuduh pengadilan bekerja di bawah pengaruh asing.

“Kami telah memperkirakan keputusan ini, karena para hakim terikat dalam perbudakan,” kata Tahira Shaheen, salah satu pengacara Salim, dengan penuh kemarahan.

“Ini adalah perbudakan Barat, dan kami belum pernah terbebas (dari perbudakan ini).”

Massa Honorer K2: ‘Pemerintah Gak Bisa Diharapkan Lagi’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan massa honorer K2 (kategori dua) yang menggelar aksi unjuk rasa sejak Selasa (30/10/2018) di depan Istana Negara, Jakarta akhirnya membubarkan diri sore ini tepat pukul 16.00 WIB, Rabu (31/10/2018). Sebelumnya mereka nekat bermalam tanpa alas tidur di depan kantor Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keputusan itu diambil setelah Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih dan timnya tidak berhasil menemui Presiden Jokowi.

“Kita sangat kecewa. Sangat! Tapi semangat kita semua jangan sampai luntur,” ujar Titi di atas mobil komando dilansir Jawapos.com, Rabu (31/10/2018).

Dari pantauan di lapangan, begitu aksi itu perlahan bubar tampak wajah-wajah letih, kecewa, dan sedih. Beberapa di antaranya tidak tahu harus menjawab apa jika nanti ditanya rekan-rekannya setiba di daerah.

“Aduh mau bilang apa ya. Ini saja kami ke Jakarta kumpulin uangnya susah banget. Kecewa banget ini,” kata Eka Mujianto, korwil FHK2I Yogyakarta.

Dia tadinya optimistis Jokowi akan menerima perwakilan honorer K2. Ternyata aksi untuk menarik simpati presiden itu belum juga membuahkan hasil. Demikian juga Sumarni Azis, korwil FHK2I Sulawesi Selatan.

“Kayaknya kami harus mengambil sikap politik. Pemerintah enggak bisa diharapkan lagi,” tandasnya.

“Buat apa masuk kalau hasilnya sama dengan kemarin. Kami maunya bertemu presiden bukan lainnya. Nyatanya presiden menolak menerima kami,” kata Titi.

Penolakan ini membuat honorer K2 kecewa berat. Mereka pun memilih menentukan sikap. Pertama, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kedua, menyatakan sikap terkait posisi politik honorer K2.

“Kami akan memihak kepada capres yang membela honorer K2. Dengan tidak adanya rasa simpati presiden kepada K2 menunjukkan Pak Jokowi tidak membela honorer K2,” tegasnya.

Dia pun meminta seluruh honorer K2 tetap solid. Perjuangan akan terus dilakukan dan tidak akan pernah berhenti. “Jangan menyerah, masih banyak jalan yang bisa ditempuh. FHK2I harus kompak dan semangat. Sampaikan ini kepada teman-teman di daerah,” tandasnya.

ECR Gelar Pengobatan Gratis untuk Korban Gempa di Balaroa

PALU (jurnalislam.com)- Emergency and Crisis  Response (ECR) menggelar aksi pengobatan gratis kepada warga terdampak Likuifaksi di Di yayasan panti asuhan Ar Rahman sungai Manonda Balaroa, Palu pada selasa, (30/10/2018).

Selain pengobatan gratis, tim medis ECR rencananya juga melakukan aksi khitan massal di tempat tersebut.

Relawan ECR Muhammad Hamdan Dwi Nur Arif menjelaskan, dalam aksi sosial kali ini, tim medis ECR menurunkan 1 dokter, 1 fisioterapis dan 3 perawat.

“Dalam aksi kali ini ada 250 yatim dari 11 panti asuhan, puluhan lansia dan disabilitas di Palu. Mereka banyak yang mengeluh sakit perut, pusing dan pegal-pegal,” katanya kepada Jurnalislam.com selasa, (30/10/2018).

“Kedepan, kita juga akan melakukan khitan masal kepada anak-anak yang ada di tempat tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, pimpinan panti asuhan ar rahman ustaz Irwan mengapresiasi aksi sosial dari ECR, menurutnya paska bencana gempa, tsunami dan likuifaksi Palu, belum ada layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah tersebut.

“Pasca bencana sampai detik ini pihak panti belum pernah mendapatkan pelayanan cek kesehatan, dan kita berharap kbisa melanjutkan kerjasama lagi kedepannya,” ungkapnya.

Erdogan Temui Khabib Nurmagomedov di Bandara Istanbul

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan juara Seni Bela Diri Campuran (Mixed Martial Arts-MMA) Khabib Nurmagomedov pada hari Senin (29/10/2018) saat pembukaan Bandara Istanbul.

Nurmagomedov, dari Republik Dagestan Kaukasus di utara Rusia, adalah seorang petarung MMA profesional. Dia juga orang Rusia pertama dan Muslim pertama yang memenangkan kejuaraan UFC.

Erdogan secara resmi membuka Bandara Istanbul, “pusat baru dunia”, pada peringatan ke-95 tahun berdirinya Republik Turki.

Nurmagomedov, seorang Rusia berusia 30 tahun, mempertahankan mahkota kelas ringan UFC-nya dengan kemenangan empat putaran (ronde) atas warga Irlandia, McGregor, di Las Vegas, meningkatkan rekor kemenangan tak terkalahkannya menjadi 27-0 dalam karir profesionalnya dan 11-0 dalam pertarungan UFC.

Dengan Bawa Salib Kelompok KKK Lakukan Kejahatan Kebencian di Islamic Center Irlandia

IRLANDIA (Jurnalislam.com) – Sekelompok sedikitnya delapan orang berpakaian seperti anggota Ku Klux Klan (KKK) berpose di luar sebuah pusat Islam di kota Irlandia Utara selama akhir pekan, dalam sebuah insiden yang sedang ditangani oleh polisi sebagai kejahatan kebencian.

Sebuah gambar yang diterbitkan di media sosial menunjukkan kelompok itu, juga membawa salib, berkumpul dekat dengan Islamic Center Bangladesh di Newtownards, sebelah timur Belfast, pada hari Sabtu (27/10/2018).

Kepala babi ditinggalkan di luar bangunan yang sama pada Agustus tahun lalu, menurut media Inggris.

“Kami menangani kasus ini sebagai kejahatan kebencian,” kata Inspektur Richard Murray, dari Dinas Kepolisian Irlandia Utara, dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, lansir Aljazeera.

KKK adalah kelompok supremasi kulit putih yang didirikan pada abad ke-19 setelah penghapusan perbudakan di Amerika Serikat.

Kelompok ini juga berpose untuk berfoto di sebuah pub di kota bersana Sharon Mellor, pacar Tony Martin, pemimpin kelompok sayap kanan National Front, Belfast Telegraph melaporkan.

Baca juga: 

Koran itu menerbitkan sebuah gambar yang menunjukkan Mellor dengan seseorang yang mengenakan kostum KKK sedang dicipratkan dengan sesuatu yang tampak seperti darah dan memegang bir.

Dia mengatakan kepada koran bahwa mereka adalah “orang asing acak (random strangers)”.

“Beberapa orang berpakaian Halloween, tidak tahu siapa mereka,” katanya.

Surat kabar itu mengatakan bahwa tiga tahun lalu Mellor “bercanda” tentang mencoba membakar pusat Islam di kota itu.

Salah satu pub yang dikunjungi kelompok itu pada Sabtu malam adalah The Spirit Merchant yang dimiliki oleh jaringan JD Wetherspoon.

Juru bicara Wetherspoon Eddie Gershon mengatakan: “Kami dapat mengkonfirmasi bahwa sebuah kelompok yang mengenakan pakaian KKK datang ke pub kami.

“Mereka ditolak masuk oleh staf pintu depan tetapi memaksa masuk ke pub. Mereka diberitahu oleh staf bar bahwa mereka tidak akan dilayani. Mereka tetap berada di pub selama lima menit, tidak dilayani, dan kemudian pergi.”

Jaksa Agung Saudi Datangi Gedung Pengadilan Istanbul

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Jaksa agung Arab Saudi pada hari Selasa (30/10/2018) mengunjungi gedung pengadilan di Istanbul untuk kedua kalinya atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Jaksa Agung Saud al-Mujeb juga telah mengunjungi Istanbul Caglayan Courthouse pada hari Senin untuk bertemu Irfan Fidan, jaksa umum kepala Istanbul.

Setelah pertemuan kedua, yang berlangsung sekitar satu jam, al-Mujeb dan delegasinya melanjutkan ke Konsulat Saudi di Istanbul, tempat Khashoggi terbunuh pada 2 Oktober.

Mereka meninggalkan konsulat setelah menghabiskan satu setengah jam di dalam.

Tidak ada pernyataan resmi yang dibuat tentang kunjungan itu.

Al-Mujeb dan delegasi yang mendampinginya tiba di Istanbul Senin pagi.

Baca juga: 

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah beberapa pekan menyangkal mengetahui keberadaannya, para pejabat Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi telah tewas di dalam gedung konsulat.

Polisi Turki telah menyelidiki kasus tersebut, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan 18 orang yang ditangkap di Arab Saudi atas pembunuhan itu harus dikirim ke Turki untuk diadili.

Jubir Rusia: Turki Terus Bekerja Keras untuk Penuhi Kesepakatan Idlib

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia menegaskan bahwa Turki sedang berusaha keras untuk membangun zona demiliterisasi di Idlib Suriah, kata juru bicara Kremlin, Selasa (30/10/2018).

Kami tidak melihat ancaman pelanggaran atas memorandum Rusia-Turki di provinsi Suriah ini, Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan selama konferensi harian di Moskow.

“Sayangnya, tidak semuanya berjalan sesuai rencana – atau, sesuai dengan rencana ideal yang berhasil,” kata Peskov, lansir Anadolu Agency.

“Tapi, seperti yang dikatakan Presiden Vladimir Putin, kami menerimanya dengan pengertian, karena memang situasinya sangat sulit,” tambahnya.

Pada 17 September, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Putin setuju untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib.

Baca juga: 

Ankara dan Moskow juga menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan “stabilisasi” atas zona eskalasi de-Idlib, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi dan faksi-faksi jihad di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud untuk mencegah pertempuran baru.

Israel Culik 12 Warga Palestina dalam Serangan Semalam di Tepi Barat

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Pasukan Israel menangkap 12 warga Palestina dalam serangan semalam di Tepi Barat yang diduduki, menurut militer Israel pada hari Selasa (30/10/2018).

Mereka ditangkap karena “dicurigai terlibat dalam kegiatan teroris populer”, kata militer zionis  dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan sifat dari operasi ini.

Psukan penjajah Israel sering melakukan operasi penangkapan yang luas di seluruh Tepi Barat yang diduduki dengan dalih mencari orang-orang Palestina yang “diinginkan (wanted)”.

Baca juga: 

Menurut laporan Palestina, sekitar 6.500 orang Palestina masih terus menderita di penjara-penjara Israel, termasuk sejumlah wanita dan ratusan anak di bawah umur.