Berita Terkini

Hamas Ambil Alih Pos Perbatasan Rafah

GAZA (Jurnalislam.com) – Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas pada hari Senin (7/1/2019) mengambil tanggung jawab mengelola perbatasan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir.

Langkah itu terjadi sehari setelah Otoritas Palestina (the ased Palestinian Authority PA) yang berbasis di Ramallah tiba-tiba menarik personelnya dari perbatasan.

Fatah, yang dipimpin oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menuduh Hamas menangkap ratusan anggota kelompok Fatah di Gaza menjelang peringatan 54 tahun pendirian Fatah. Tuduhan tersebut dibantah oleh Hamas.

Hamas dan Fatah telah berselisih sejak Hamas memenangkan Gaza pada 2007 dari Fatah.

Baca juga:

Situasi meningkat antara kedua gerakan pekan lalu, yang oleh para pengamat digambarkan sebagai “pertikaian paling serius” sejak penandatanganan perjanjian rekonsiliasi terakhir pada Oktober 2017 di Mesir.

Pada hari Jumat, penyerang bertopeng menyerbu markas Perusahaan Penyiaran Palestina (the Palestinian Broadcasting Corporation) di Kota Gaza. Serangan tersebut dikecam oleh Hamas.

PA mengambil kendali penyeberangan Rafah dari Hamas pada akhir 2017 di bawah perjanjian rekonsiliasi antara kedua kelompok yang diperantarai Mesir.

Bikers Subuhan Karanganyar, Komunitas Mantan Preman dengan Misi Memberantas Buta Huruf Al-Quran

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata ‘Bikers’? Emm…mungkin yang terlintas adalah perkumpulan sekelompok orang yang hobi touring rame-rame mengunakan sepeda motor yang kadang bikin penguna jalan lain harus memilih berhenti atau menepi jika kebetulan berpapasan dengan iringan mereka.

Gaya hidup Hedon memang identik dengan komunitas bikers, mulai dari touring antar kota dan antar provinsi hingga modif motor yang menghabiskan banyak rupiah akan dilakukan untuk para anggota komunitas Bikers ini. Terlebih komunitas Bikers Harley Davidson yang harga motornya memang sudah mahal.

Namun hal yang berbeda ditunjukan oleh komunitas Bikers yang ada di kota Karanganyar, Jawa Tengah. Komunitas yang menamakan dirinya ‘Bikers Subuhan’ ini mencoba menampilkan sosok pecinta motor dengan tampilan yang syar’i namun tetap ada aura khas racingnya.

“Bikers Subuhan Karanganyar sendiri berdiri pada 28 April 2018, hingga kini kami sudah touring subuh ke 34 masjid se- Karanganyar,” tutur Penggagas ‘Bikers Subuhan’, Dwi Agus sebagaimana dikutip wartamuslimin.com belum lama ini.

 

Agus sendiri merupakan mantan preman di Jakarta yang kemudian insaf. Sebelum mendapat hidayah, ia sudah bertahun-tahun bergelut dengan kelamnya kehidupan ibukota hingga akhirnya ia memutuskan hijrah dan kembali ke daerah asalnya, Karanganyar. Keputusan hijrah ini pun disambut baik oleh kawan-kawannya yang juga mantan preman.

Meski sering dipandang sebelah mata, Agus dan kelima kawannya tetap istiqomah dalam mempelajari ilmu agama.

“Bikers Subuhan Karanganyar ini kami rintis hanya berlima saja, saya, Hanindyo, Dwi Mujianto, Usadz Ridwan Soim, Danang Budi, dan alhamdulillah sekarang anggota kami mencapai 70 orang yang aktif,” kata Agus.

Sebagian besar anggota Bikers Subuhan merupakan kawan-kawan lama Agus yang dulu juga sebagai preman di wilayah terminal Karangpandan, Karanganyar. Mereka juga membentuk wadah bernama KOPIKA (Komunitas Pemuda Insaf).

KOPIKA

Komunitas Pemuda Insyaf (KOPIKA) mempunyai berbagai kegiatan yang positif, mulai dari kegiatan taklim rutin hingga BIRMIZON (Belajar Iqro minggu Zonten) dan MAS BRO (maos Quran sesarengan malam rabu) yang dilakukan dengan cara berkeliling di tempat anggota maupun di Masjid At-Taqwa, Tegal Winangun.

“Alhamdulillah dengan adanya komunitas ini kawan-kawan bertambah ilmunya, imannya, dan alhamdulillah sudah bisa baca Al-Qur’an semua, meskipun masih terbata bata,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan bahwa program-program tersebut merupakan salah satu visi dan misi dari Bikers Subuhan yang diberi nama B3A yakni Bebas Buta Baca Al-Quran. Melalui hal itu ia bersama kawan-kawannya berharap bumi Intan Pari Karanganyar bebas dari buta huruf Al-Quran.

Anggota Bikers Subuhan Karanganyar sedang belajar membaca Al-Qur’an

Selain program memberantas buta hufuf Al-Quran, Bikers Subuhan juga aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Mulai dari baksos seperti pembagian sembako dan bantuan air bersih di sejumlah daerah yang membutuhkan hingga kegiatan penggalangan dana untuk para korban bencana alam.

Agus menambahakan, komunitas Bikers Subuhan terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung. Ia mempersilahkan bagi orang biasa maupun mantan preman untuk ikut dalam kegiatan-kegiatan Bikers Subuhan. Bahkan ia tidak mempermasalahkan jenis dan merk motor tertentu untuk ikut bergabung.

Karena menurut Agus komunitas ‘Bikers Subuhan’ ini lebih fokus terhadap kegiatan kegiatan dakwah Islam. Informasi selengkapnya bisa dilihat di akun media sosial ‘Biker Subuhan’ yakni di Instagram @Bikerssubuhankaranganyar dan Facebook @bikerssubuhankaranganyar.

Puluhan Warga Muslim Rohingya Dideportasi oleh Arab Saudi

JEDDAH (Jurnalislam.com) – Puluhan warga Muslim Rohingya dideportasi dari Arab Saudi ke Bangladesh, meskipun mereka berasal dari Myanmar.

Dalam rekaman video yang dikirim ke website Middle East Eye pada hari Ahad (6/1/2018), beberapa pria terlihat dideportasi ke pusat penahanan Shumaisi di Jeddah.

Beberapa warga Rohingya juga diborgol setelah mereka berusaha menolak deportasi mereka ke Bangladesh, menurut catatan suara yang dikirim ke MEE.

Pria Rohingya yang merekam kejadian itu mengatakan bahwa orang-orang yang sebelumnya dikurung di sebuah pusat penahanan Saudi selama enam tahun mulai dideportasi.

“Saya sudah di sini selama lima hingga enam tahun terakhir, sekarang mereka mengirim saya ke Bangladesh. Tolong doakan saya,” kata pria dalam video itu.

Rekaman lain yang dikirim ke MEE menceritakan peristiwa yang menyebabkan pemindahan paksa hari Ahad.

“Mereka datang ke sel-sel kami di tengah malam pukul 12, memberitahu kami untuk mengepak tas kami dan bersiap-siap menuju Bangladesh,” seorang tahanan Rohingya, yang ingin tetap anonim, mengatakan kepada MEE.

“Sekarang saya diborgol dan dibawa ke negara yang bukan negara saya – saya warga Rohingya, bukan Bangladesh.”

Banyak dari mereka dilaporkan memasuki Arab Saudi dengan visa ziarah tetapi menetap lebih lama untuk bekerja.

Beberapa tahanan yang dikurung di Shumaisi mengatakan kepada MEE bahwa mereka telah tinggal di Arab Saudi sepanjang hidup mereka dan telah dikirim ke pusat penahanan setelah polisi Saudi menemukan mereka tanpa dokumen.

Baca juga:

Nay San Lwin, seorang aktivis Rohingya mengatakan kepada Al Jazeera dari Frankfurt, Jerman, bahwa sebagian besar warga Rohingya memasuki Arab Saudi pada 2012 setelah kekerasan meletus di negara bagian Rakhine, demi mencari kehidupan yang lebih baik.

Sejak itu mereka mendukung keluarga mereka yang ditahan di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh. Ketika mereka mendarat di Dhaka, mereka akan menjadi pengungsi dan diangkut ke kamp-kamp pengungsi di Cox’s Bazaar.

Nay San menjelaskan bahwa ketika memasuki Arab Saudi, sidik jari mereka didaftarkan sebagai “warga India, Pakistan, Bangladesh, atau Nepal” karena identitas Rohingya tidak diterima.

“Menurut hukum Saudi, karena mereka terdaftar sebagai warga negara yang berbeda, kami tidak dapat melakukan apapun dalam hal bantuan hukum,” kata Nay San.

“Saudi membawa empat pejabat kedutaan ke pusat penahanan. Tiga kedutaan menolak [untuk menerima mereka]; Bangladesh adalah satu-satunya yang menerima mereka.”

Muslim Rohingya dari Myanmar digambarkan sebagai warga Muslim minoritas yang paling teraniaya di dunia.

Hampir satu juta Rohingya terpaksa berlindung di Bangladesh setelah tentara Myanmar, menanggapi serangan kelompok bersenjata dengan melancarkan operasi militer brutal terhadap warga Muslim minoritas di negara bagian Rakhine barat negara itu pada 2017.

Rohingya telah menghadapi penganiayaan di Myanmar selama beberapa dekade. Pemerintah militer, yang mengambil alih kekuasaan setelah kudeta pada tahun 1962, mencabut kewarganegaraan Rohingya pada tahun 1982.

Sejak 2012, menyusul kerusuhan mematikan antara pengikut Buddha Rakhine dan Muslim Rohingya, puluhan ribu orang dari warga Muslim minoritas telah dipaksa untuk tinggal di kamp-kamp pengasingan yang jorok.

“Mereka telah berada di penjara terbuka selama beberapa dekade,” kata Nay San. “Genosida sedang berlangsung di sana. Tidak ada yang bisa memiliki paspor Myanmar untuk bepergian ke luar Myanmar.

“Mereka bahkan tidak diizinkan melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain di negara bagian Rakhine. Orang-orang ini yang sekarang dideportasi … berhasil masuk dengan paspor yang berbeda melalui penyelundup.

Belanda Persoalkan Pernyataan Akedemisi Islam Turki

BELANDA (Jurnalislam.com) – Belanda mengumumkan akan membuka penyelidikan terhadap pernyataan yang dibuat oleh akademisi Islam Turki, yang setia kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan, ketika ia mengatakan, “lawan yang memberontak terhadap pemerintah Turki harus dibunuh.”

Ahmet Akgunduz, kepala Universitas Islam Rotterdam di Belanda, juga menyatakan bahwa “musuh-musuh Turki (pendukung Fethullah Gulen) harus dijatuhi hukuman mati, bahkan jika mereka orang baik,” selama wawancara telepon dengan saluran berita Turki Akit TV , menurut surat kabar Turki Zaman, lansir Al Arabiya Ahad (6/1/2019).

Akgunduz juga mengutip sebuah ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa diperbolehkan mengeksekusi musuh-musuh negara.

Dia menambahkan, “apa yang dilakukan Fethullah Gulen dan gerakannya pada 15 Juli adalah pemberontakan terhadap negara, oleh karena itu mereka adalah pemberontak menurut Syariah Islam.”

Baca juga: 

Menteri Pendidikan Belanda Ingrid van Engelshoven telah mengancam untuk menarik akreditasi universitas yang dipimpin Akgunduz. “Ini adalah komentar yang menakutkan. Kami akan membentuk komite khusus untuk memperjelas apa yang dia katakan dan memutuskan bagaimana kami harus berkomentar, tetapi kami harus menunggu hasil temuan komite terlebih dahulu, ”katanya.

Surat kabar Zaman juga mengatakan bahwa “Ahmet Akgunduz tidak menyebutkan penangkapan dan pemindahan lebih dari 60.000 orang di Turki, termasuk wanita dan anak-anak, serta penyitaan properti dan perusahaan rakyat dan organisasi media karena tidak adanya bukti resmi atas “kecurigaan Ankara terhadap Gulen yang dituduh berpartisipasi dalam kudeta yang gagal”.

Ini bukan pertama kalinya Akgunduz memicu kontroversi, karena ia baru-baru ini menghina pengkritik Erdogan dan menyebut orang Kurdi sebagai hewan.

Afghanistan Mensyaratkan Undangan Konferensi Damai Arab Saudi

KABUL (Jurnalislam.com) – Pemerintah Afghanistan pada hari Ahad (6/1/2019) mengatakan hanya akan menghadiri konferensi perdamaian yang diusulkan di Arab Saudi jika ada jaminan untuk pembicaraan tatap muka dengan Taliban.

Syed Ehsani Tahiri, juru bicara Dewan Perdamaian Tinggi, sebuah badan pemerintah yang ditugasi untuk mencapai perdamaian dengan para pejuang Taliban, mengatakan pada konferensi pers bahwa pemerintah Kabul belum menerima tanggal akhir untuk usulan perundingan tentang perdamaian di Jeddah.

“Kami tidak ingin pengalaman Abu Dhabi berulang,” katanya, merujuk pada perundingan serupa yang diselenggarakan oleh UEA tahun lalu di mana Taliban bertemu dengan perwakilan dari AS, Pakistan, Arab Saudi dan UEA, tetapi menolak untuk menemui delegasi tamu dari Afghanistan.

“Kami telah menyarankan pemerintah untuk tidak menghadiri pertemuan Jeddah kecuali ada jaminan untuk pembicaraan tatap muka dengan Taliban,” kata Tahiri.

Baca juga:

Akhir pekan ini, delegasi dari Dewan Perdamaian Tinggi akan mengunjungi Pakistan untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan perdamaian.

Namun Taliban menjuluki usulan konferensi Jeddah tersebut sebagai kelanjutan dari pembicaraan Abu Dhabi. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara kelompok itu, Zabihullah Mujahed, para mujahid telah bersumpah untuk tidak bertemu dengan delegasi pemerintah Afghanistan.

Trump: Agen Al Qaeda Terkait dengan Serangan pada Kapal Perang USS Cole Terbunuh

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Donald Trump mengkonfirmasi bahwa militer negaranya telah membunuh seorang anggota terkemuka al-Qaeda yang diyakini sebagai salah satu arsitek pemboman mematikan kapal perang USS Cole hampir dua dekade lalu.

Trump, dalam sebuah posting Twitter pada hari Ahad (6/1/2019), mengatakan pasukan AS “memberikan balasan” dengan membunuh Jamal al Badawi.

“Kami baru saja membunuh pemimpin serangan itu, Jamal al Badawi. Pekerjaan kami melawan al-Qaeda terus berlanjut,” tweeted Trump.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (4/1/2019), Komando Pusat AS mengatakan pasukannya menargetkan Badawi dalam serangan udara di provinsi Marib di Yaman.

Dia didakwa oleh dewan juri federal AS pada tahun 2003 dan didakwa dengan 50 tuduhan berbagai pelanggaran serangan, termasuk pembunuhan warga negara AS dan pembunuhan personil militer AS.

Tujuh belas pelaut tewas AS pada 12 Oktober 2000 ketika dua orang di sebuah perahu kecil meledakkan bom saat kapal perang perusak tersebut sedang mengisi bahan bakar di Aden.

Jamal al Badawi
Jamal al Badawi

Ledakan itu meninggalkan lubang menganga di lambung kapal dan melukai lebih dari tiga lusin prajurit AS.

Serangan yang diakui oleh Al-Qaeda itu, dianggap sebagai keberhasilan awal bagi kelompok jihadis tersebut yang pendirinya Syeikh Usamah bin Laden.

Badawi dikatakan sebagai orang yang menyiapkan perahu kecil dan bahan peledak untuk menyerang kapal perusak Angkatan Laut AS itu.

Baca juga: 

Dia juga didakwa berkonspirasi untuk menyerang kapal Angkatan Laut AS pada Januari 2000, dan termasuk dalam daftar buronan paling dicari FBI.

Ada hadiah $ 5juta untuk informasi yang mengarah ke penangkapannya.

Jamal al Badawi ditangkap oleh otoritas Yaman tetapi melarikan diri dari penjara pada April 2003. Ia ditangkap kembali pada Maret 2004, tetapi kembali melarikan diri pada Februari 2006.

Tersangka utama dalam serangan itu, Abd al-Rahim al-Nashiri, ditahan di kamp penahanan AS di Teluk Guantanamo, Kuba.

Hampir 295.000 Warga Suriah Sudah Kembali dari Turki

SURIAH (Jurnalislam.com) – Hampir 295.000 warga Suriah, yang melarikan diri dari perang di negara mereka, telah kembali dari Turki ke rumah mereka pada tahun 2018, menurut Kementerian Dalam Negeri Turki lansir World Bulletin Ahad (5/1/2019).

Operasi Turki Euphrates Shield Olive Branch di Suriah barat laut yang berhasil membebaskan wilayah tersebut dari milisi YPG/PKK dan IS, memungkinkan kembalinya warga sipil Suriah ke tanah air.

Baca juga: 

Berbagi informasi di salah satu akun media sosialnya, kementerian itu mengatakan 853.274 orang asing juga diberikan izin tinggal, sementara hampir 270.000 imigran gelap ditahan.

Sebanyak 55.894 imigran gelap juga dideportasi, katanya menambahkan.

Diprotes Umat Islam Terkait Penurunan Bendera Tauhid, Banser Minta Maaf

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Puluhan Umat Islam Karanganyar dan pengurus Nahdatul Ulama, Banser melakukan audensi di rumah dinas Bupati Karanganyar terkait adanya pencopotan dan penurunan bendera tauhid oleh anggota Banser di acara shalawat bersama Habib Syech di Alun Alun Karanganyar, Senin, (31/12/2018) malam.

Sebelumnya, Front Ummat Islam (FUI) Karanganyar melakukan protes atas apa yang dilakukan oleh beberapa anggota Banser di malam pergantian tahun itu.

Dalam mediasi yang dihadiri Bupati Karanganyar Juliatmono, Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Effendi, Perwakilan MUI Karanganyar dan FKUB Karanganyar itu, ketua Pemuda Anshor Karanganyar Suwanto meminta maaf atas apa yang dilakukan anggota banser itu.

“Banser melihat adanya bendera yang disangka bendera ormas, karena dikhawatirkan ada ancaman keamanan. kita juga meminta maaf atas ulah Banser,” katanya kamis, (3/1/2019) malam.

Sementara itu, Sekjen FUI Karanganyar Mulyono menegaskan, bahwa bendera tauhid bukan milik satu ormas tertentu, untuk itu ia meminta agar anggota Banser lebih paham lagi agar kasus yang terjadi di Garut tidak terulang lagi.

“Bendera Tauhid adalah bendera yg dimiliki oleh umat Islam sejak negeri ini belum lahir, dan Menkopolhukam Wiranto telah menyatakan itu bukan bendera terlarang,” ungkapnya.

“Kedepan mudah-mudahan sudah tidak ada lagi hal-hal seperti ini terjadi, lebih-lebih di bumi Karanganyar, dan bisa menjadi kaca diri buat ormas Banser agar tidak mengulanginya lagi,” tandasnya.

Mediasi yang berlangsung sekitar 2 jam itu berakhir dengan damai, pihak Banser berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. (Sardi)

Pesan Cinta Kiai Miftah untuk Jurnalis Muslim

JURNALISLAM.COM – Pada suatu pagi, di dalam ruangan dengan tirai biru dan sofa berwarna coklat muda, seorang sepuh lagi berwibawa tengah duduk.

Pria berkopiah hitam itu menyambut empat orang dari organisasi profesi Jurnalis Islam Bersatu (JITU), yang terdiri dari para jurnalis di Tanah Air.

Suasana keakraban itu berlangsung di dalam sebuah gedung Majelis Ulama Indonesia kota Bandung. Dengan seutas senyum, kiai yang juga ketua MUI Kota Bandung ini memberikan wejangan bagi profesi yang dituntut memberikan informasi yang benar kepada khalayak.

“Saya memberikan apresiasi dan dukungan kepada keluarga besar JITU dan jurnalis muslim,” ungkap pria kelahiran Cianjur, 18 Oktober 1944 ini, Jumat (4/1/2018).

Di tengah-tengah sebuah meja kaca transparan yang ditemani oleh vas bunga berwarna merah muda, Profesor Miftah Faridl bercerita tentang keutamaan profesi yang saat ini dinilai mulai kehilangan fungsi utamanya.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Universitas Islam Bandung (UNISBA) ini bercerita, saat ini media harus berperan mengedukasi masyarakat soa menggeliatnya Islamophobia kepada umat Islam.

Mantan pimpinan redaksi tabloid Salam ini menyampaikan tantangan mengedukasi opini publik memang dirasa berat. Namun, porsi itulah yang dapat diemban oleh jurnalis Muslim.

“Lanjutkan profesi ini, istiqomah untuk memberikan opini yang baik untuk Islam,” ujar Kiai Miftah dalam ruangan yang dilengkapi televisi klasik berukuran 14 inchi.

Doktor Ilmu Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2000 (kini UIN) ini mengatakan, informasi yang diterima oleh media arus utama atau mainstream berdampak kepada pemahaman masyarakat Indonesia.

“Kita harus mengubah ini, bingkailah dengan perilaku. Mulai dari diri, perlihatkan Islam itu mulia, itu ada. Dan itu harus dibantu oleh media,” ungkap ayah empat anak ini.

Nasehat dan Pesan Prof Miftah

Dalam obrolan hangat sepanjang 30 menit itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jabar ini juga menekankan profesi jurnalis yang berbanding lurus dengan cita-cita konstitusi, yakni “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Oleh karena itu, jurnalis harus menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh.

“Allah sangat senang dengan seseorang yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas agar ibadah itu bernilai,” nasehatnya serius.

“Apapun langkah yang Anda lakukan strategis untuk membentuk opini. Jangan sampai umat Islam menjadi korban karena salah opini,” tambahnya tiba-tiba penuh semangat.

Lebih dari itu, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memberikan dorongan dan motivasi agar jurnalis muslim tetap konsisten mengedukasi dan menginformasikan nilai-nilai Islam yang tengah tergerus saat ini.

“Mudah-mudahan apa yang saudara lakukan adalah ibadah kepada Allah, membudayakan apa yang disebut Tabayyun (klarifikasi), Islah (damai), dan kemudian ajaran-ajaran penting dalam agama Islam yang harus disampaikan melalui media.”

“Selamat, mudah-mudahan apa yang kita lakukan diridhoi oleh Allah,” harapnya menyemangati empat orang perwakilan dari Organisasi profesi Jurnalis muslim yang sudah terbentuk dari tahun 2012 ini.

Reporter: Muhammad Fajar/ Islamic News Agency

Hadits-hadits Tentang Keistimewaan Hari Jumat [INFOGRAFIK]

JURNALISLAM.COM – Hari Jumat adalah hari yang istimewa bagi umat Islam. Saking spesialnya, Allah Subahanahu wa ta’ala menjadikannya salah satu nama surat dalam Al-Qur’an, yaitu surat nomor ke 62. Demikian juga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan dalam banyak haditsnya tentang keistimewaan hari Jum’at.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jumat, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jumat.” (HR Muslim)

Berikut ini beberapa keistimewaan hari Jumat berdasarkan Hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam:

  1. Kewajiban Shalat Jumat
    Kewajiban shalat Jumat paling ditekankan dan seagung-agungnya berhimpunnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya (shalat Jumat) karena meremehkannya, niscaya Allah tutup hatinya sebagaimana di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim.
    Telah meriwayatkan, Abu Daud No. 1052, Tirmizi No. 500 dan Nasai No. 1369 dari Abi Al-Ja’d radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda,”Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali dengan meremehkannya, maka Allah tutup hatinya.” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami)
  2. Waktu Mustajab Untuk Berdo’a
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,”Sesungguhnya di dalam hari Jumat, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jumat) sedangkan ia dalam keadaan berdiri shalat memohon sesuatu kepada Allah, melainkan akan Allah berikan padanya.” (Muttafaq alaihi)

    Ibnul Qayyim berkata setelah menyebutkan adanya perselisihan tentang penentuan spesifikasi waktu ini, “Pendapat-pendapat yang paling rajih (kuat) adalah dua pendapat yang keduanya terkandung di dalam sebuah hadits yang tsabit (shahih). Yaitu, pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah) mulai dari duduknya imam hingga ditunaikannya salat, sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,

    “(waktu ijabah tersebut) yaitu di antara duduknya imam sampai ditunaikannya salat.” (HR Muslim).

    Pendapat kedua, yaitu setelah waktu Ashar. Dan ini adalah dua pendapat yang paling kuat. (Zaadul Maad I/389-390).

Infografis Keistimewaan Hari Jumat
  1. Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi pada Hari Jum’at
    “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ No. 6471)“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)
  2. Hari Jumat Adalah Hari Penghapus dosa
    Dari Salman beliau berkata, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jumat dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan shalat Jumat) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan shalat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jumat ini dengan Jumat lainnya.” (HR Bukhari).
  3. Langkah Kaki Orang yang Akan Menunaikan Shalat Jumat Diganjar Pahala Puasa dan Shalat Selama Satu Tahun
    Sebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,”Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jumat, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk shalat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan shalat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Allah. (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).
  4. Keutamaan Shalawat pada Hari Jum’at
    “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)
  5. Shodaqoh Di Hari Jumat Lebih Utama Dibanding Hari LainnyaIbnul Qayyim Rahimahullah berkata tentang keutamaan hari Jum’at, “Bahwasanya sedekah di hari Jum’at dibandingkan semua hari dalam sepekan seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan selainnya.”

Itulah beberapa keistimewaan hari Jumat, semoga kita semua diberikan kemudahan untuk dapat bisa meraihnya.