Belanda Izinkan Kelompok Anti Islam Pesta Panggang Babi di Depan Masjid saat Berbuka

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Uni Eropa Turki Omer Celik pada hari Rabu (6/6/2018) mengecam Belanda karena memberikan izin kepada kelompok anti-Islam untuk memanggang daging babi di depan sebuah masjid di Rotterdam saat iftar (berbuka puasa).

“Pada hari Kamis (7/6/2018), pada saat berbuka puasa Ramadhan, beberapa anggota organisasi fasis akan mengadakan pesta barbeque di depan Masjid Laleli Islamitische Stichting Nederland di Rotterdam dan mereka akan memanggang babi,” Celik men-tweet, lansir Anadolu Agency.

Organisasi sayap kanan Patriot Eropa melawan Islamisasi Barat (Pegida) sebelumnya mengumumkan di media sosial bahwa mereka akan memanggang daging babi di depan masjid selama jam buka puasa pekan ini di kota-kota Belanda di Rotterdam, Utrecht, Gouda, Den Haag dan Arnhem. Pemerintah kota Rotterdam memberi izin kepada Pegida.

Ribuan Anggota Anti Islam PEGIDA Gelar Aksi Unjuk Rasa di Seluruh Eropa

Makan daging babi dilarang bagi Muslim.

Celik mengatakan ini adalah upaya paling tidak bermoral yang pernah ada dalam sejarah kejahatan kebencian.

“Memberikan izin hukum untuk kegiatan tak bermoral semacam itu juga merupakan kekurangan moralitas lain,” tambahnya.

“Kota-kota lain di Belanda tidak mengizinkan Pegida untuk memanggang babi di depan masjid pada waktu puasa. Namun, Ahmet Abutalib, Walikota Rotterdam, yang berasal dari Maroko, berpikir bahwa kegiatan Pegida ini tidak melanggar hukum. Sungguh tragedi yang menjijikkan!”

Celik juga mengatakan bahwa Muslim Turki dan lainnya di Rotterdam akan meletakkan bunga di sekitar masjid dan “mendirikan dinding cinta dengan bunga untuk melawan bau kebencian.”

“Muslim akan mengajarkan pelajaran kemanusiaan melawan kebijakan kebencian ini. Dengan demikian, mereka akan mengingatkan semua orang tentang penghormatan terhadap masjid, gereja dan sinagog.”

Bagikan