Berita Terkini

HSS: Ribuan Anak Migrasi Dipisah dari Orang Tuanya oleh Trump

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Masih ada ribuan lebih anak migran lainnya dibanding jumlah yang diperkirakan sebelumnya, yang dipisahkan dari orang tua mereka di bawah kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump, menurut laporan baru yang diterbitkan pada hari Kamis (17/1/2019).

Inspektur jenderal Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HSS) merinci lonjakan pemisahan keluarga migran terjadi pada awal musim panas 2017 – setahun sebelum pemerintah memprakarsai kebijakan “nol toleransi (zero tolerance)” yang menuntut orang tua migran yang menyeberang perbatasan secara ilegal dipisahkan dari anak-anak mereka, yang ditahan di HSS.

Setelah gugatan diajukan atas nama keluarga yang terpisah, pengadilan federal memerintahkan penyatuan kembali keluarga migrant-migran tersebut. Trump mengakhiri kebijakan nol toleransi dengan perintah eksekutif pada Juni 2018.

Namun, tidak ada perintah untuk menyatukan kembali keluarga yang telah dipisahkan sebelum kebijakan ditetapkan.

Walaupun HSS tidak dapat memberikan angka konkrit tentang berapa banyak anak yang dipisahkan selama periode waktu itu, mereka memperkirakan jumlahnya mencapai ribuan setelah mewawancarai para pemimpin senior dan pejabat di lembaga tersebut.

Baca juga: 

Sebagian dari masalahnya adalah bahwa ketika agensi membebaskan anak-anak dari tahanan, mereka tidak melacak apakah mereka awalnya menyeberang ke AS sendirian atau dengan orang tua.

“Ribuan anak-anak mungkin telah dipisahkan selama gelombang masuk yang dimulai pada tahun 2017, sebelum data diperlukan oleh Pengadilan, dan HHS telah menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi anak-anak yang terpisah,” kata laporan itu.

HHS masih terus menerima dan menahan anak-anak migran yang telah dipisahkan dari keluarga mereka. Antara 1 Juli dan 7 November, agensi menerima 118 anak yang telah diidentifikasi terpisah dari orang tua mereka, tetapi hanya memiliki informasi terbatas tentang pemisahan itu.

Jumlah total dan status semua anak migran yang dipisahkan dari orang tua atau wali mereka saat ini tidak diketahui, menurut HSS.

Catatan Terburuk Defisit Perdagangan; Akankah Berlanjut?

Penulis : Center of Reform on Economics (CORE)

JURNIS – Pada 15 Maret 2018 lalu, CORE telah mengingatkan akan bahaya defisit perdagangan yang mengancam di sepanjang tahun 2018. Hari ini BPS telah merilis kinerja perdagangan Indonesia, dimana pada bulan Desember 2018 terjadi defisit sebesar USD 1,1 Miliar. Meskipun lebih rendah dibandingkan dengan defisit di bulan sebelumnya yang mencapai USD 2 Miliar, secara kumulatif sepanjang 2018 defisit perdagangan Indonesia telah mencapai USD 8,6 Miliar. Ini merupakan sebuah rekor kinerja perdagangan terburuk sepanjang sejarah, lebih buruk dibanding defisit yang terjadi pada tahun 2013 yang mencapai USD 4 Miliar.

Buruknya kinerja perdagangan tahun 2018 didorong oleh dua sisi, yakni anjloknya pertumbuhan ekspor serta akselerasi impor yang tajam. Ekspor hanya tumbuh 6,7%, jauh di bawah performa tahun 2017 yang tumbuh sampai 16,2%. Sementara impor malah mengalami akselerasi dari 15,7% pada 2017 menjadi 20,2% di tahun 2018.

Tak Hanya Didorong oleh Defisit Migas

Memang pendorong penting dari lonjakan defisit perdagangan di 2018 adalah pelebaran defisit di sektor migas yang mencapai USD 12,4 Miliar. Peningkatan harga minyak dunia hampir di sepanjang 2018 telah mendorong lonjakan impor minyak negara-negara net-importir minyak seperti Indonesia. Impor migas Indonesia melonjak dari USD 24,3 Miliar pada 2017 menjadi USD 29,8 Miliar 2018, atau tumbuh 22,6%.

Idealnya saat harga minyak dunia meningkat, tidak hanya berdampak pada kenaikan impor minyak, tetapi juga pada peningkatan ekspor minyak. Uniknya, dampak kenaikan harga minyak terhadap peningkatan ekspor minyak jauh lebih kecil dibandingkan impor minyak.

Manakala harga minyak dunia naik 37,3% sepanjang Januari – Oktober 2018 (yoy), pertumbuhan nilai impor minyak ikut terkerek 36,8% pada periode yang sama. Sayangnya, ekspor minyak hanya mengalami kenaikan 2,3%. Hal ini disebabkan perbedaan komposisi ekspor dan impor minyak Indonesia. Ekspor minyak Indonesia didominasi minyak mentah (75,7% terhadap total ekspor minyak) yang harganya lebih murah dibanding minyak olahan. Sebaliknya, 66% dari impor minyak adalah minyak olahan.

Kemudian pada saat harga minyak turun -4% selama November – Desember 2018 (yoy), ekspor minyak turun lebih tajam -23%, sementara impor minyak malah tumbuh 3,5% pada periode yang sama (yoy).

Selain migas, sektor nonmigas juga menghadapi masalah yang tak kalah serius. Walaupun masih surplus, terjadi penciutan tajam surplus nonmigas dari USD 20,4 Miliar pada 2017 menjadi USD 3,8 Miliar pada 2018, atau kontraksi sebesar 81,4%. Penciutan surplus nonmigas ini juga didorong oleh dua sisi, pertumbuhan ekspor nonmigas yang jauh lebih lambat, sementara impor justru mengalami akselerasi tajam.

Sepanjang 2018, impor nonmigas tumbuh 19,8%, jauh lebih cepat dibanding 2017 yang mencapai 13,4%. Peningkatan impor memang banyak dipengaruhi oleh nilai tukar Rupiah, yang selama 2018 terdepresiasi 7,3%. Namun pelemahan Rupiah bukan satu-satunya pendorong lonjakan impor. Volume impor nonmigas juga mengalami lonjakan sebesar 11% sepanjang 2018, lebih pesat dibanding pertumbuhan volume impor tahun 2017 yang hanya 6,4%. Ini menunjukkan peningkatan permintaan domestik belum mampu diimbangi dengan produksi dalam negeri.

Memang 75% dari impor adalah bahan baku/penolong dan 15,9% adalah barang modal yang dibutuhkan untuk kegiatan produktif di dalam negeri. Namun akselerasi impor ternyata tidak hanya terjadi pada kategori barang produktif, tetapi juga pada kategori barang konsumsi. Bahkan impor barang konsumsi justru tumbuh paling cepat, dari 14,7% pada 2017 menjadi 22% pada 2018, sementara bahan baku/penolong serta modal masing-masing hanya tumbuh 20% dan 19,5% pada 2018.

Pada bulan September 2018, pemerintah memang telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menahan laju impor, khususnya impor barang konsumsi melalui pengenaan PPh untuk 1.147 jenis barang konsumsi. Akan tetapi, efektivitas kebijakan tersebut terhadap penurunan barang konsumsi masih minimal. Bahkan impor barang konsumsi mengalami peningkatan pada Oktober 2018 sebesar 19,4% (yoy) atau 13,3% (mtm). Sepanjang Oktober– Desember 2018, impor barang konsumsi masih tumbuh sampai 10,7% (yoy), lebih tinggi dibanding impor barang modal yang tumbuh 6,7%.

Di sisi ekspor nonmigas, perlambatan pertumbuhan yang terjadi juga cukup drastis, dari 15,8% (2017) menjadi hanya 6,25% (2018). Melambannya pertumbuhan ekspor terutama didorong pada ekspor manufaktur yang hanya tumbuh 3,9% (jauh di bawah pertumbuhan 2017 yang mencapai 13%) serta ekspor pertanian yang terkontraksi -6,4%. Hanya ekspor pertambangan yang masih tumbuh relatif kuat 20,5% (2018), walaupun tetap lebih lambat dibanding tahun 2017 (33,7%).

Penurunan harga komoditas ekspor andalan di pasar dunia menjadi faktor krusial yang mempengaruhi kinerja ekspor nonmigas, mengingat 55% ekspor masih dalam bentuk komoditas. Sepanjang 2018 harga sawit dan karet anjlok masing-masing -14,9% dan -17,9% secara year-on-year. Harga barang tambang seperti batubara dan tembaga secara tahunan memang masih tumbuh positif, masing-masing 20,9% dan 5,8%. Namun, tren penurunan harga komoditas tambang ini sudah mulai terlihat pada paruh kedua 2018.

Selain harga, pelemahan nilai tukar Rupiah yang mendorong lonjakan impor, ternyata belum banyak membantu kinerja ekspor. Volume ekspor nonmigas memang meningkat hingga 13,5% pada 2018, tetapi nilai ekspor dalam USD hanya tumbuh 6,25%.

Memang tren perlambatan ekspor tidak hanya dialami oleh Indonesia tetapi juga negara-negara tetangga. Sepanjang periode Januari – November, pertumbuhan ekspor Vietnam melambat dari 22% (2017) menjadi 13% (2018), Thailand melambat dari 10% menjadi 7%, sementara Filipina malah terkontraksi -1% (2018). Perlambatan pertumbuhan ekonomiglobal dan efek perang dagang AS dan Tiongkok sudah mulai membawa pengaruh terhadap pertumbuhan ekspor, termasuk negara-negara berkembang. Bagi Indonesia sendiri, tekanan global terhadap ekspor terutama terlihat sejak bulan Agustus 2018, dimana pertumbuhan ekspor rata-rata di bawah 5%.

Masalahnya, perlambatan ekspor Indonesia ini diperparah dengan peningkatan impor secara tajam, yang tidak terjadi negara-negara tetangga yang lain. Saat impor Indonesia tumbuh 22%, Vietnam hanya tumbuh 11%, Filipina 16%, dan Malaysia hanya 5%.

Akankah Berlanjut di 2019?

Tantangan untuk memperbaiki kinerja perdagangan di tahun 2019 masih sangat besar. Pertama, faktor-faktor eksternal yang menekan ekspor di tahun 2018 masih akan dirasakan di tahun 2019, khususnya perlambatan pertumbuhan ekonomi negara-negara tujuan ekspor utama dan sentimen perang dagang. Kedua, harga komoditas andalan diprediksi akan terus melemah di tahun 2019, termasuk di antaranya sawit, batubara, karet dan tembaga.

Ketiga, harga minyak yang memperlebar defisit migas memang sudah mengalami penurunan tajam di akhir 2018. Namun potensi untuk kembali meningkat di tahun 2019 masih sangat terbuka sejalan dengan rencana negara-negara OPEC dan Rusia untuk melakukan production cut secara signifikan, walaupun kemungkinan besar peningkatan harga tidak akan melebihi rata-rata harga minyak di tahun 2018.

Keempat, tekanan terhadap Rupiah yang mendorong lonjakan impor di tahun 2018 juga diprediksi masih akan dirasakan di tahun 2019, meskipun dengan kadar yang lebih rendah dibanding tahun 2018.

Meski demikian, pemerintah masih dapat memperbaiki kinerja perdagangan masih sangat terbuka, setidaknya untuk memperkecil defisit. Sejumlah kebijakan untuk meredam impor yang sudah dikeluarkan seperti kebijakan PPh 22 impor untuk barang konsumsi, program B20, maupun kebijakan TKDN, yang selama 2018 masih belum banyak terasa efektivitasnya, perlu dievaluasi, dipertajam dan diperkuat agar lebih terlihat efektivitasnya di tahun 2019.

Dalam jangka menengah panjang, revitalisasi industri manufaktur mutlak dilakukan untuk mendongkrak daya saing produk-produk manufaktur dan mendorong akselerasi pertumbuhan ekspor manufaktur, apalagi mengingat harga komoditas ekspor terus tertekan. Di samping itu, untuk jangka yang lebih pendek, pemerintah perlu lebih serius mendorong diversifikasi ke negara-negara tujuan ekspor non tradisional, sehingga ketergantungan terhadap pasar ekspor utama tidak terlalu besar. []

Jakarta, 15 Januari 2019

Seabad Lebih Bangsamoro Berjuang, Sebentar Lagi Hukum Islam Tegak di Selatan Filipina

ANKARA (Jurnalislam.com) – Hitungan mundur telah dimulai untuk plebisit yang akan memberikan Bangsamoro – sebutan bagi kaum Muslim Filipina yang tinggal di sebuah pulau di selatan Filipina – otonomi komprehensif yang ditunggu-tunggu.

Plebisit akan dimulai pada 21 Januari 2019 di dua kota, dengan putaran kedua akan diadakan pada 6 Februari di daerah lain di wilayah tetangga, untuk meratifikasi Bangsamoro Organic Law (BOL).

Setelah RUU itu disahkan, Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (Autonomous Region in Muslim Mindanao-ARMM) akan ditetapkan hukum Islam, lansir Anadolu Agency, Kamis (18/1/2019).

Kebebasan yang dimiliki umat Islam di wilayah itu selama berabad-abad telah diambil oleh orang Amerika pada tahun 1898 ketika Spanyol, yang menduduki Filipina pada abad ke-16 menyerahkan negara itu ke AS.

Warga Muslim Bangsamoro, yang sudah dirampas kebebasannya selama penjajahan AS, juga menghadapi masa-masa sulit karena kebijakan pemukiman Kristen pemerintah Manila, sejak orang Amerika menyerahkan wilayah itu kepada orang Kristen Filipina setelah mengelolanya hingga tahun 1946.

Untuk mewujudkan kemerdekaan wilayah itu, Front Pembebasan Nasional Moro (the Moro National Liberation Front-MNLF) didirikan pada tahun 1972 di bawah kepemimpinan Nur Misuari dan Hashim Salamat dari kaum Muslim.

Ketika Misuari, yang saat itu pemimpin MNLF, menandatangani Perjanjian Tripoli dengan pemerintah Filipina pada tahun 1976, kelompok itu dibagi menjadi dua.

Namun, Salamat mengatakan Muslim Bangsamoro pantas mendapatkan kemerdekaan dan kondisi kesepakatan itu adalah tipuan. Dia menyatakan bahwa masyarakat harus melanjutkan negosiasi sampai mereka mencapai kebebasan.

Baca juga: 

Mengumumkan tujuan mereka sebagai “negara merdeka di Filipina selatan”, Salamat membentuk Front Pembebasan Islam Moro (the Moro Islamic Liberation Front-MILF) pada tahun 1976, memisahkan diri dari MNLF.

Negosiasi terganggu karena negara gagal menerapkan kesepakatan pada tingkat yang memadai dan mengurangi jumlah kota dalam ruang lingkup perjanjian.

Terlepas dari sejumlah negosiasi antara pemerintah Manila dan MNLF, dan MILF setelah 1980-an, tidak ada kesepakatan yang bisa dicapai.

Sementara itu, wilayah Moro mendapat beberapa keuntungan dari negosiasi seperti pengakuan beberapa hari libur keagamaan, perbankan Syariah Islam (bebas bunga) dan pembentukan Kementerian Urusan Muslim.

Pada tahun 1997, pemerintah dan MILF memulai pembicaraan gencatan senjata, sementara MNLF menjadi semakin lemah.

MILF secara resmi menurunkan permintaannya untuk kemerdekaan penuh pada 2010, dan sebagai gantinya menginginkan otonomi daerah.

Pada 2012, Presiden Benigno Aquino III dan pemimpin MILF saat itu, Al Haj Murad Ebrahim – yang menjadi pemimpin kelompok setelah Salamat meninggal pada 2003 – menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja tentang Bangsamoro (the Framework Agreement on the Bangsamoro-FAB).

FAB merupakan peta jalan menuju penyelesaian akhir yang akan memungkinkan wilayah otonom yang dikelola oleh Muslim minoritas di selatan negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik ini.

MILF dan pemerintah Manila juga menandatangani Perjanjian Komprehensif tentang Bangsamoro (the Comprehensive Agreement on the Bangsamoro-CAB) pada tahun 2014, membuka jalan bagi Hukum Organik Bangsamoro.

Kesepakatan 2014 mengakhiri negosiasi selama 17 tahun dan mengakhiri konflik bersenjata yang sudah berlangsung beberapa dekade di selatan negara itu.

Kaum Muslim Filipina

Pembicaraan damai Moro mendapatkan momentum ketika Rodrigo Duterte berkuasa sebagai presiden pada 2016.

Duterte berjanji selama kampanye pemilihan untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.

Pada tahun yang sama, MILF – yang memiliki sekitar 12.000 anggota bersenjata – dan pemerintah pusat sepakat untuk membentuk ARMM.

Pada 2017, MILF menyerahkan rancangan BOL, yang disiapkan dalam ruang lingkup perjanjian damai yang dicapai dengan pemerintah, kepada Duterte.

Rancangan undang-undang ini adalah upaya signifikan terbaru antara pihak-pihak untuk mengakhiri hampir setengah abad konflik on-and-off yang telah menewaskan lebih dari 120.000 orang dan menghambat pembangunan di wilayah tersebut.

Pada tahun yang sama di bulan Mei, Kongres menyetujui undang-undang tersebut, yang menyediakan wilayah otonom di pulau Mindanao.

Pada 26 Juli 2018, Duterte menandatangani landmark BOL.

Pada Juli 2018, Duterte menyerahkan undang-undang itu kepada Ebrahim dari MILF selama upacara yang diadakan di Istana Malacanang, di mana ia mengatakan mereka mengakhiri konflik yang telah berlangsung puluhan tahun.

Walaupun pembentukan Daerah Otonom saat ini di Muslim Mindanao (ARMM) adalah hasil negosiasi antara pemerintah dan MNLF, Hukum Organik Bangsamoro telah dipalsukan sebagai hasil dari perjanjian damai yang ditandatangani MILF dengan mantan Presiden Benigno Aquino III pada tahun 2014.

BOL, yang mulai berlaku dengan tanda tangan Duterte, akan meningkatkan keuntungan hukum dan ekonomi umat Islam di wilayah tersebut.

Dengan berdirinya pemerintah Bangsamoro, pengadilan Hukum Islam akan dibuka di wilayah tersebut.

Otoritas regional akan diserahkan kepada pemerintah Bangsamoro dari pemerintah Manila.

MILF akan menonaktifkan 40.000 kombatan Angkatan Bersenjata Bangsamoro (Bangsamoro Islamic Armed Forces-BIAF) ketika BOL disahkan.

 

Menjadi Idola Dengan Berbicara Baik dan Santun

JURNIS – Siapakah yang tidak menyukai jika melihat seseorang berbicara baik dan santun? Siapakah yang tidak merasa nyaman jika teman bicara adalah seseorang dengan lisan yang baik dan santun? Bukankah Rasulullah SAW telah membuktikan? Beliau diidolakan oleh sahabat-sahabatnya, bahkan menjadi idola bagi orang-orang yang paling dekat dengan beliau, yaitu istri-istri dan anak-anaknya. Sampai-sampai kematian Rasulullah pun menjadi sebuah kabar yang tidak bisa dipercaya oleh orang-orang yang mencintainya. Bahkan, seorang sahabat Bilal bin Rabbah setelah bertahun-tahun kematian Rasulullah pun pernah menangis tersedu merasakan kehilangan saat menyebut kalimat Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah dalam seruan adzannya.

Rasulullah yang dikenal baik akhlaknya, santun tutur katanya, sampai-sampai sahabat mengira Rasulullah begitu memperhatikannya, padahal kebaikan Rasulullah sama untuk seluruh sahabatnya. Tak diragukan lagi Rasulullah Sang Idola.

Kebutuhan dasar manusia salah satunya bersosialisasi, dan salah satu modal pentingnya adalah cara berkomunikasi, terutama komunikasi verbal. Seseorang banyak diberi penilaian oleh orang lain dari cara berbicara, bagaimana ia memilih kata, menyusun kata, mimic wajah hingga intonasi bicara, yang istilah ngentrendnya adalah kalem vs ngegas.

Allah SWT telah memberi petunjuk kepada kita tata cara berbicara,

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun”. (QS Al Baqarah, 2: 263)

Bertutur kata baik dan santun merupakan cerminan akhlak seorang muslim yang membawa kedamaian bagi dirinya maupun orang-orang di lingkungan sekitarnya. Bertutur kata yang baik dan santun diterapkan kepada siapapun lawan bicara, baik orang tua, sesama atau kepada orang yang usianya berada di bawah kita. Juga kepada orang-orang yang kita sayangi. Rasulullah bahkan mencontohkan untuk berkata baik kepada pembantunya.

Manfaat yang bisa diperoleh seorang muslim yang berkata baik dan santun antara lain menjadikan seorang muslim lebih tenang dan tenteram, menjauhkan dari perselisihan, serta akan lebih dihargai oleh siapapun.

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ”Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS Al Israa, 17: 53)

Sebagai umat terbaik diantara umat lainnya, kaum muslimin dituntut untuk berperilaku dan beretika terbaik dalam sikap keseharian, mulai dari sikap terhadap pribadi, keluarga, tetangga hingga negara.

Lidah memang tidak bertulang sehingga ia bisa secara fleksibel digunakan oleh manusia untuk berbicara. Namun, jika tidak disertai dengan kendali diri, maka dampak dari ucapan yang menyakitkan akan lebih dahsyat daripada luka dengan sebilah pedang. Lukanya akan melekat dalam jangka waktu yang lama, bahkan bisa sampai ajal memisahkan nyawa dari raga. Karena itu, pergunakanlah dengan bijak, hanya untuk hal-hal bermanfaat dan menjauhkan diri dari akibat yang bisa merugikan.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” (QS Al Mukminuun, 23: 1-3)

Nah, berikut beberapa tips agar terhindar dari perkataan buruk yang dirangkum dalam Miracle Hijaz the Practice, hal. 782:

  1. Berpikir sebelum berkata atau menyampaikan sesuatu kepada orang lain
  2. Pikirkan akibat dari kata-kata yang akan kita ucapkan
  3. Berbicara seperlunya tanpa harus memperbanyak pembicaraan yang tidak bermanfaat
  4. Sampaikan maksud dengan bahasa yang halus dan tidak berbelit-belit
  5. Tidak meninggikan atau mengeraskan suara ketika berbicara
  6. Menunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada lawan bicara
  7. Berusaha membalas perkataan buruk dengan perkataan yang baik dan sopan

Menjadi idola tak perlu berupaya seperti artis dengan upaya mentenarkan diri. Kita coba dengan berbicara baik dan santun paling tidak bisa membuat kita menjadi idola bagi orang-orang terdekat kita, terutama keluarga dan tetangga.

 

Sumber :
Ganaislamika.com
PakarKomunikasi.com
SyaamilQuran.com

Gambar :
Pixabay.com
Taalenhersenen.wordpress.com

Trump Tunjuk Tokoh Anti Islam AS sebagai Wakil Penasihat Keamanan Amerika

Washington (Jurnalislam.com) – Kelompok-kelompok hak sipil Amerika mengecam penunjukan wakil penasihat keamanan nasional baru yang bertugas di dewan kelompok anti-Muslim selama hampir satu dekade.

Presiden AS Donald Trump menunjuk Charles M Kupperman pekan lalu untuk membantu Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, mengatakan dalam siaran persnya bahwa Kupperman “membawa peran lebih dari empat dekade dalam kebijakan keamanan nasional dan pengalaman program”.

Kupperman bertugas di dewan direksi untuk Pusat Kebijakan Keamanan (the Center for Security Policy-CSP) antara 2001 hingga 2010, menurut catatan pajak, lansir Aljazeera Kamis (18/1/2019).

Southern Poverty Law Center (SPLC), sebuah monitor kejahatan kebencian yang berbasis di Alabama, menunjuk CSP sebagai kelompok kebencian anti-Muslim, menunjuk pada promosi teori konspirasi mereka yang mengklaim bahwa umat Islam telah menyusup ke pemerintah AS dan berusaha untuk mendirikan hukum Islam di AS.

Dewan Hubungan Islam Amerika (The Council on American Islamic Relations-CAIR) telah meminta pemerintahan Trump untuk mencabut penunjukan Kupperman.

The Council on American Islamic Relations-CAIR

“Sekali lagi ini adalah contoh Trump mengangkat rubah masuk ke kandang ayam, dimana Islamofob ditempatkan dengan baik untuk mengarahkan prioritas keamanan nasional negara kita,” Robert McCaw, direktur departemen urusan pemerintah CAIR, mengatakan kepada Al Jazeera.

McCaw berpendapat bahwa pengangkatan Kupperman “harus benar-benar dibatalkan” dan bahwa ia “tidak memiliki tempat di pemerintah AS”.

Dalam siaran pers Gedung Putih, John Bolton dikutip mengatakan bahwa Kupperman “telah menjadi penasihat bagi saya selama lebih dari 30 tahun, termasuk selama masa jabatan saya sebagai Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden Trump”.

“Keahlian Charlie yang luas dalam pertahanan, kontrol senjata, dan kedirgantaraan akan membantu memajukan agenda keamanan nasional Presiden Trump.”

Kupperman telah memegang posisi senior di kontraktor pertahanan Lockheed Martin dan Boeing, dan bertugas di administrasi mantan Presiden Ronald Reagan pada 1980-an.

Selama kampanye kepresidenannya tahun 2016, Trump menyerukan “pelarangan Muslim memasuki AS secara total dan keseluruhan”.

Sejak menjabat pada Januari 2017, ia telah mengeluarkan banyak perintah eksekutif, beberapa di antaranya telah ditentang di pengadilan, yang berusaha menghalangi masuknya wisatawan dari beberapa negara mayoritas Muslim.

Pada bulan Oktober, selama pemilihan paruh waktu, kelompok Advokat Muslim merilis laporan yang mendokumentasikan 80 contoh kandidat politik secara jelas menggunakan retorika “anti-Muslim” pada tahun 2017 dan 2018.

Pada saat publikasi, Gedung Putih belum menjawab permintaan Al Jazeera untuk berkomentar.

Didirikan pada tahun 1988, Pusat Kebijakan Keamanan yang berbasis di Washington, DC dipimpin oleh Frank Gaffney Jr, dan telah mempromosikan klaim palsu bahwa Ikhwanul Muslimin telah menyusup ke pemerintah AS dan masyarakat Amerika pada umumnya.

Gaffney, yang juga bertugas di pemerintahan Reagan, secara keliru mengklaim bahwa mantan diktator Irak Saddam Hussein berada di belakang pemboman Kota Oklahoma 1995, mengatakan mantan Presiden Barack Obama adalah seorang Muslim terselubung, dan mengklaim penasihat Hillary Clinton Huma Abedin adalah seorang agen Ikhwanul Muslimin.

Pada 2011, Gaffney meminta Kongres untuk membuat versi terbaru dari House Un-American Activities Committee, yang didirikan pada 1938 untuk mencari orang Amerika dengan ikatan atau simpati terhadap komunis. Namun, dalam versinya, komite itu akan membasmi umat Islam yang seharusnya berusaha merusak institusi AS.

Baca juga:

Menurut SPLC, Kupperman adalah satu dari beberapa orang yang memiliki hubungan dengan CSP untuk bergabung dengan administrasi Trump.

Lainnya termasuk Kellyanne Conway, yang perusahaannya menghasilkan jajak pendapat yang meragukan untuk CSP. Ia mengklaim bahwa lebih dari setengah Muslim Amerika menganjurkan mengganti hukum AS dengan hukum Islam.

Bolton, yang menunjuk Kupperman, juga sering muncul di program radio Gaffney, seperti halnya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, SPLC mencatat.

Nathan Lean, penulis The Islamophobia Industry, mengatakan bahwa bukanlah sebuah kebetulan bahwa orang-orang yang jelas-jelas memiliki koneksi dengan kelompok-kelompok kebencian anti-Muslim sedang diangkat di dunia Trump”.

“Faktanya, dengan John Bolton di pucuk pimpinan Keamanan Nasional, kemungkinan seperti itu sangat bisa diprediksi,” katanya kepada Al Jazeera.

“Asosiasi Kupperman dengan Frank Gaffney sudah cukup untuk mendiskualifikasi dia dari jabatan pemerintah mana pun, apalagi dia menasihati seorang pria yang bisa dibilang ada di telinga presiden setiap hari mengenai masalah keamanan nasional.”

Mengapa Kenya Menjadi Target Al Shabab?

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 300 orang telah tewas akibat 20 serangan lebih yang dilakukan kelompok pejuang al-Shabab di Kenya selama lima tahun terakhir.

Berbasis di Tanduk Afrika, kelompok yang terkait al-Qaeda tersebut awalnya memusatkan serangannya di Somalia, dan ingin menegakkan hukum Islam seraya berjuang untuk menggulingkan pemerintah korup yang didukung Barat, lansir Aljazeera Kamis (17/1/2019).

Namun sejak 2011, kelompok bersenjata ini semakin menargetkan Kenya.

Pada 2013, al-Shabab mengklaim bertanggung jawab atas serangan mal mematikan di Nairobi yang menewaskan lebih dari 60 orang. Pada April 2015, serangan terhadap sebuah universitas di kota Garissa menewaskan sedikitnya 147 orang.

Pada 2011, menyusul serentetan penculikan di wilayah pesisirnya, Kenya mengirim pasukannya ke tetangga Somalia untuk menargetkan para pejuang al-Shabab, yang dituduh melakukan penculikan. Al-Shabab membantah terlibat dalam penculikan.

Pasukan Kenya, yang didukung oleh tentara Somalia, mendorong al-Shabab keluar dari beberapa kota yang dikontrol pejuang itu di Somalia selatan.

Kelompok bersenjata itu kemudian mulai melakukan serangan mematikan di Kenya sebagai balasan kepada pasukan Kenya yang menyeberang ke Somalia.

“Mereka (pasukan salib) menyerbu tanah Muslim Somalia … adalah tugas kami untuk membalas dendam,” kata jurubicara al-Shabab, Syeikh Ali Dheere, kepada Al Jazeera pada 2014 setelah kelompok itu menewaskan 28 orang dalam serangan di Mandera.

Al-Shabab juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Djibouti dan Uganda – dua negara yang mengirim pasukannya sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian Uni Afrika yang diamanatkan PBB di Somalia untuk melawan al-Shabab.

Bom kembar 2010 oleh al-Shabab di Kampala menewaskan sedikitnya 70 orang. Empat tahun kemudian, serangan martir di sebuah restoran di Djibouti menewaskan tiga orang.

Baca juga:

Burundi dan Ethiopia juga berkontribusi mengirimkan pasukan ke misi Uni Afrika di Somalia tetapi belum mendapat serangan dari al-Shabab.

Kenya berbagi perbatasan yang panjang dan keropos dengan Somalia. Sebagian besar serangan al-Shabab terjadi di dekat batas 600 kilometer yang dapat dilintasi oleh pejuang dengan mudah.

Masyarakat yang tinggal di wilayah ini – wilayah utara dan pesisir – telah lama merasa ditinggalkan oleh pemerintah pusat di Nairobi.

“Saya pikir alasan Kenya lebih sering terkena adalah karena ia memiliki kerentanan yang lebih besar – lebih banyak korupsi dan sejarah marjinalisasi yang belum terselesaikan khususnya di timur laut dan di pantai,” Patrick Gathara, seorang penulis dan kartunis politik yang berpusat di Nairobi, mengatakan kepada Al Jazeera.

Setelah keruntuhan pemerintah pusat di Somalia, banyak pemimpin puncak al-Shabab, termasuk salah satu amirnya saat ini Ahmad Omar, telah tinggal di Kenya.

Beberapa tokoh senior lainnya, termasuk orang yang diduga mendalangi serangan universitas Garissa, Mohamed “Kuno” Dulyadayn, yang terbunuh dalam serangan bersama oleh pasukan Somalia dan asing, adalah warga negara Kenya.

Dan, seperti banyak orang Somalia di Kenya, mereka memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan di tangan otoritas Kenya sebelum mereka bergabung dengan al-Shabab

Kuno telah berulang kali berbicara tentang penganiayaan yang dialami anggota keluarga di Garissa di tangan pasukan keamanan Kenya. Bagi Kuno dan banyak pemimpin puncak lainnya, itu adalah balas dendam.

Hingga 2015, Kenya memiliki ekonomi terbesar di wilayah itu sebelum diambil alih oleh Ethiopia.

Dua badan PBB – UN-Habitat dan Program Lingkungan PBB – memiliki kantor pusat di ibukota Kenya. Beberapa perusahaan internasional seperti General Electric, Nestle, Heineken dan Mastercard juga memiliki kehadiran yang kuat di negara ini.

“Nairobi menjadi tuan rumah bagi ikon internasional bernilai tinggi yang dapat ditargetkan untuk mengirim pesan ke negara-negara barat. Negara seperti Burundi kurang strategis dan juga Anda harus melintasi beberapa perbatasan untuk mencapainya sehingga berisiko,” Abullahi Boru, seorang analis keamanan Tanduk Afrika, mengatakan kepada Al Jazeera.

Nairobi juga merupakan kota Afrika pilihan bagi media internasional untuk menempatkan basis operasi mereka. Tahun lalu, BBC membuka kantor terbesarnya di luar Inggris di Nairobi. CGTN China juga memiliki kantor pusat Afrika di Nairobi.

Para analis mengatakan kelompok itu tahu bahwa menargetkan Kenya akan membawa liputan media besar yang pada gilirannya dapat digunakan untuk meningkatkan peringkat politiknya.

“Al-Shabab, seperti banyak kelompok sejenisnya, sangat selaras dengan kenyataan bahwa perhatian media yang besar menghasilkan lebih banyak peluang rekrutmen,” kata Boru.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta telah berjanji untuk mengadili semua yang berada di belakang serangan hotel di Nairobi. Pengumuman itu mungkin menghasilkan serangan tit-for-tat dari kelompok bersenjata.

Kapitalisme Halalkan Prostitusi

Oleh  : Hardita Amalia,S.Pd.I , M.Pd.I
(Mom of Two, Dosen STAI PTDII Jakarta, Penulis Buku Anak Muda Keren Akhir Zaman Qibla Gramedia, Pemerhati Pendidikan, Konsultan Parenting, Founder Sekolah Ibu Pembelajar)

Baru-baru ini publik digemparkan atas  penangkapan artis Vanessa Angel di salah satu kamar hotel di Surabaya oleh Kapolda Jatim terkait  keterlibatannya dalam praktik  prostitusi online. Bahkan tidak berhenti disitu, penyelidikan lebih lanjut Kapolda Jatim menemukan ratusan artis dan model terlibat kasus prostitusi online.

Angka itu ditemukan setelah penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan pemeriksaan intensif terhadap dua muncikari yang sudah jadi tersangka dalam perkara prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel ini, yakni ES (37) dan TN (28). Jumlah artis yang diduga terlibat sebanyak 45 artis, dan 100 model.Polisi menyebut nilai transaksi seorang muncikari artis yang kini sudah jadi tersangka mencapai Rp2,8 miliar.  (cnnindonesia.com)

Kapitalisme Dan Dampak Penerapannya Dalam Sendi Sosial Masyarakat

Sungguh ironis, fakta diatas adalah manivestasi atas potret buram penerapan sistem kapitalisme sekarang dimana massifnya  praktek perzinahan  di berbagai kalangan juga menyebabkan  terjadinya kerusakan moral di masyarakat. Sehingga tidak  mengherankan di era kapitalisme saat ini  nominal angka materi yang fantastis membuat orang  berbondong melakukan praktek bisnis haram prostitusi. Mereka menjadikan profit oriented sebagai mindset  berfikirnya dan  melakukan segala cara untuk mendapatkan kelimpahan materi  meski dengan cara yang haram.

Tak hanya itu di era  kapitalisme yang berorientasi pada paham yang mengagungkan kebebasan individu dalam hal apapun termasuk mengedapankan makna kebahagiaan diukur dengan kebahagiaan yang bersifat materi maka bisnis prostitusi yang melibas semua kalangan menjadi legal, meski dampaknya  pada penyimpangan negatif  prilaku sosial masyarakat hingga menyebabkan tingginya angka HIV/AIDS di Indonesia. Hal ini sebagaimana data yang dilansir oleh  Menteri Sosial Agus Gumiwang mengatakan, anak-anak muda paling rentan terpapar penyakit HIV/AIDS. Angka pengidap HIV/AIDS di Indonesia tergolong tinggi. Terlebih, kelompok terbesar yang terpapar HIV/ AIDS adalah kelompok usia produktif. Bahkan mengutip data Kementerian Kesehatan 2018, Agus menyatakan, tercatat 301.950 kasus HIV dan 108.829 kasus AIDS. Penyebaran tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahu.  (www.idntimes.com)

Bagaikan fenomena gunung es degradasi moral juga maraknya penyimpangan perilaku negatif yang kian marak di negeri yang mayoritas penduduknya muslim bahkan Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim tertinggi di dunia.

Menurut penulis, di Indonesia Islam hanya sebatas  menjadi  formalitas agama namun  aturan Islam secara paripurna tidak diterapkan dalam berbagai ranah kehidupan.  Sehingga banyak impact negatif yang menjadi kausalitas beragam problem sosial saat ini.

Islam solusi atas massifnya praktik prostitusi

Dalam Islam praktek prostitusi adalah haram menjadi bagian praktek perzinahan yang dilarang keras oleh Islam. Aturan Islam menjaga tiap individu muslim dari  setiap perzinahan karena mampu menghantarkan pada kerusakan tatanan sosial masyarakat juga pada kemuliaan dan kesucian  individu muslim sebagaimana diketahui zina adalah fax perbuatan yang keji dan buruk yang merusak kehidupan dunia dan agama seseorang, mematikan rasa malu, mencoreng kehormatan, hingga menyeret pelakunya kepada segala jenis keburukan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Israa ayat 32 :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk . (Q.S Al – Isra ayat 32)

Dalam Qur’an Surat An- Nur ayat  2  :

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

 

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali cambukan, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (QS. An-Nuur: 2)

Di dalam hukum Islam, hukuman zina dibagi berdasarkan status seseorang tersebut. Yaitu : (1) pezina muhsan, (2) pezina ghairu muhsan, dan (3) pezina dari orang yang berstatus hamba sahaya.Seseorang dikatakan pezina muhsan jika ia melakukan zina setelah melakukan hubungan seksual secara halal (sudah menikah atau pernah menikah). Hukuman atas pezina muhsan ini menurut jumhur Ulama adalah dirajam.Pezina ghairu muhsan adalah orang yang melakukan zina tetapi belum pernah melakukan hubungan seksual secara halal sebelumnya. Pezina ini dihukum cambuk 100 kali dan diasingkan keluar kampung selama satu tahun. Adapun hukuman bagi pezina hamba sahaya, jika hamba sahaya itu perempuan dan pernah menikah (muhsan), hukuman hadd-nya 50 kali cambukan. Islam pun menjadikan menikah sebagai ikatan satu-satunya yang dihalalkan dalam Islam. Pernikahan tak hanya menghalalkan hubungan laki-laki dan perempuan,  namun pernikahan menjadi ikatan suci yang menjaga kehormatan dan kemuliaan laki-laki dan perempuan hingga nasab keturunan. Dan pernikahan dalam Islam adalah bentuk ibadah kepada Allah dan penghambaan kepadaNya, serta salah satu bentuk mengikuti sunnah nabi Muhammad SAW. Maka sejatinya aturan Islam bila diterapkan akan menjadi problem solving atas ragam problematika manusia termasuk masalah maraknya perzinahan dengan beragam praktiknya termasuk prostitusi.

Dan menjadi keniscayaan dan bentuk keimanan kepada Allah sebagai muslim kita harus melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi laranganya termasuk menerapkan aturan Islam dalam semua aspek kehidupan kita.

Janji akan Basmi Sisa-sisa Kelompok IS, Perancis Pertahankan Pasukannya di Suriah

PARIS (Jurnalislam.com) – Presiden Emmanuel Macron pada hari Kamis (17/1/2019) mengumumkan Prancis akan mempertahankan pasukannya di Suriah dan Irak pada tahun 2019.

Berbicara di sebuah pangkalan udara yang berlokasi di Toulouse, Prancis barat daya, Macron menekankan bahwa keterlibatan militer mereka akan berlanjut sepanjang 2019 di wilayah Syam.

“Pengumuman penarikan pasukan sekutu kami Amerika seharusnya tidak membelokkan kami dari tujuan strategis kami untuk membasmi sisa-sisa IS,” tambahnya, lansir Anadolu Agency.

Baca juga: 

Pada bulan Desember, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk menarik sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah, mengklaim bahwa pasukan Amerika telah mengalahkan IS di sana.

KNAP Akan Sambangi DPRD Bahas ‘Salib’ di Depan Balaikota Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Dugaan lambang ‘salib’ dalam penataan batu andesit di Koridor Jensud Solo masih menuai reaksi. Inisiator Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP), Ustazah Dewi Purnamawati menegaskan, pihaknya akan mendatangi DPRD Surakarta untuk membahas kasus tersebut.

“Kami dari inisiator Komite Nasional Anti Pemurtadan insya Allah hari ini akan mengajak seluruh elemen muslim Solo untuk membahas masalah itu, dan rencananya hari Jum’at kita akan audensi dengan DPRD,” katanya kepada wartawan belum lama ini.

Ustazah Dewi menilai, penataan batu andesit mirip bentuk ‘salib raksasa’ di depan Balaikota Solo adalah bentuk sikap arogansi penguasa dan bentuk menguji kepekaan umat Islam di kota Solo atas upaya kristenisasi.

“Ini test case buat umat Islam, ngetes bagaimana kesolidan kita bagaimana kepedulian kita. Artinya apa, kita sebagai umat Islam harus mengambil sikap, sikap apa, kita tidak setuju dengan itu dan itu harus di bongkar, banyak model kenapa harus seperti itu,” katanya kepada wartawan belum lama ini.

“Yang ketiga ada sikap arogansi, arogansi sebagai penguasa, saya mau bikin apa terserah saya, ada sikap seperti itu,” sambungnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin isu Solo sebagai miniatur kota Roma menjadi kenyataan.

“Jangan sampai selama ini ada isu-isu Solo akan dijadikan miniatur kota Roma, jangan sampai yang tadinya isu dengan adanya tanda salib tadi kita diem maka isu tadi akan jadi sebuah kenyataan,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Solo, F.X Hadi Rudyatmo membantah isu tersebut. Rudyatmo mengatakan pihaknya tidak mungkin sengaja memasukkan unsur keagamaan dalam desain Koridor jalan. Dia juga membantah bahwa Dinas Pekerjaan Umum selaku perancang dan pelaksana mendapat arahan darinya.

“Kalau Saya bikin salib di jalan, berarti saya ini orang bodoh. Salib itu kan lambang sakral kok ditaruh di bawah, dilewati kendaraan. Berarti saya tidak memahami arti Iman kepada Kristus,” ujar Rudyatmo, Rabu (16/1/2018) sebagaimana dilansir merdeka.com

Pengamat Ekonomi: Nilai Perbankan Syariah Harus Mulai Diterapkan

PONTIANAK (Jurnalislam.com) – Pengamat Ekonomi, Muhammad Fahmi menjelaskan pengaruh besar terhadap potensi Syariah di Kalimantan Barat akan sangat mempengaruhi bidang perekonomian. Hal itu disampaikan dalam Talkshow Ekonomi Syariah yang diadakan oleh Bank Indonesia yang bertajuk Fastabiqul Khoirot untuk Membangun Ekonomi Umat yang diadakan di Aula Keriang Bandong, lantai 4 BI di jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak, Selasa (15/1/2019).

“Tentu pertumbuhan perbankan syariah di Kalimantan itu masih relatif kecil, tetapi dari sisi pertumbuhan ini sangat besar dan luar biasa dan ini menjadi salah satu bentuk referensi masyarakat untuk memilih dan mengembangkan jasa-jasa dari lembaga syariah,” ujarnya dilansir tribunnews.

Jadi, lanjutnya, Kalimantan Barat pada khususnya Bank Syariah semakin bertambah dan unit usaha syariah juga semakin berkembang di Kalbar ini sendiri.

Jika menilik lebih lanjut, tutur Fahmi, banyak sekali manfaat dari suatu perbankan syariah, misalnya suatu kredit bagi hasil yang disebut Mudharabah dan banyak lagi lainnya.

Ternyata lebih banyak manfaat dan keuntungan yang baru disadari dari masyarakat saat ini.

Sebagai pengamat dari lembaga pendidikan, Fahmi menilai, banyak keuntungan yang diciptakan tanpa merugikan, seperti suku bunga atau yang sering disebut dengan Riba

Dalam Islam tentu itu sangat merugikan, maka dari itu pangsa pasar sudah banyak menilik kemana arah ini dibawa untuk mengembangkan usaha-usaha yang akan mereka jalankan sesuai dengan syariat, tutupnya.