CAIR: Kejahatan dan Kebencian Anti Islam AS Meningkat 91 Persen

19 Juli 2017
CAIR: Kejahatan dan Kebencian Anti Islam AS Meningkat 91 Persen

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Jumlah kejahatan kebencian anti-Muslim AS meningkat 91 persen pada paruh pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, sebuah kelompok advokasi Muslim terkemuka mengatakan Senin, lansir Anadolu Agency, Selasa (18/7/2017).

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengatakan jumlah kejahatan kebencian melonjak dari periode yang sama tahun 2016, yang merupakan tahun terburuk bagi insiden anti-Muslim sejak organisasi hak-hak sipil memulai sistem pendokumentasiannya pada tahun 2013.

Menurut laporan tersebut, jumlah insiden pada semester pertama 2017 juga meningkat sebesar 24 persen tahun ini.

“Kampanye pemilihan presiden dan administrasi Trump telah memanfaatkan lapisan kefanatikan dan kebencian yang menargetkan kelompok Muslim Amerika dan kelompok minoritas lainnya,” kata Zainab Arain, koordinator Departemen CAIR untuk Memantau dan Memerangi Islamophobia.

“Jika tindakan bias yang mempengaruhi komunitas Muslim Amerika berlanjut seperti sebelumnya, 2017 bisa menjadi salah satu tahun terburuk bagi insiden semacam itu.”

Jenis insiden yang paling sering didokumentasikan oleh CAIR pada kuartal kedua tahun 2017 melibatkan pelecehan, yang didefinisikan sebagai insiden tanpa kekerasan atau tidak mengancam. Jenis insiden bias kedua yang paling umum adalah kejahatan kebencian yang melibatkan kekerasan fisik atau kerusakan properti.

CAIR mengatakan pemicu insiden bias anti-Muslim yang paling umum di tahun 2017 tetap masalah etnis korban atau asal negara, yang menyumbang 32 persen dari total.

“Dua puluh persen insiden terjadi karena seseorang dianggap Muslim. Jilbab wanita Muslim adalah pemicu 15 persen insiden,” tambahnya.

Data laporan diambil terutama dari intake CAIR setiap tahun. Dengan setiap kasus, staf hak sipil dan hukum berusaha memastikan tingkat akurasi tertinggi.

Menurut laporan CAIR tahun 2016, insiden kebencian anti-Muslim meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan tahun 2015, dengan peningkatan 44 persen kejahatan kebencian yang menargetkan Muslim serta 57 persen peningkatan insiden bias anti-Muslim selama masa itu.