Langsung ke konten

Jurnal Islam

Rabu, 25 Rabi'ul Akhir 1448 / 07 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Filipina akan Segera Bentuk Pemerintahan Islam di Mindanao

Filipina akan Segera Bentuk Pemerintahan Islam di Mindanao
Arie Ristyan
24 Januari 2018, 06:28

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Kongres Filipina telah berjanji untuk segera menetapkan RUU yang telah lama tertunda untuk menetapkan peraturan sendiri bagi umat Islam di pulau selatan Mindanao, sebagai tanggapan atas peringatan Presiden Rodrigo Duterte bahwa ada perang lain yang bisa terjadi jika undang-undang tersebut tidak ditegakkan.

Tiga subkontrak Dewan Perwakilan Rakyat mengkonsolidasikan laporan mereka mengenai otonomi Muslim, dan konsultasi publik di tujuh komunitas telah dijadwalkan sebelum perilisan yang diharapkan pada pertengahan Maret, menurut Ruby Sahali, anggota DPR dari provinsi selatan Tawi-Tawi.

“Saya tidak bisa cukup menekankan urgensi untuk menyampaikan RUU ini,” Sahali, ketua Komite Perdamaian, Rekonsiliasi dan Persatuan DPR yang mengawasi RUU tersebut, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Selasa (23/1/2018).

Siapkan Serangan Terakhir di Marawi, Militer Filipina Minta Bantuan Pejuang Islam Moro

“Pemerintah harus memenuhi janjinya dalam kesepakatan damai yang ditandatangani bersama Front Pembebasan Islam Moro (the Moro Islamic Liberation Front-MILF),” katanya.

Sahali mengharapkan Senat akan meneruskan RUU tersebut segera setelah versi DPR disetujui.

MILF adalah kelompok politik dan bersenjata terbesar yang memperjuangkan otonomi atas nama minoritas Muslim di Mindanao.

Setelah bertempur berpuluh-puluh tahun dan berunding selama 17 tahun, kelompok tersebut menandatangani kesepakatan damai komprehensif dengan pendahulu Duterte, Presiden Benigno Aquino, pada tahun 2014.

Pejuang Islam Moro ajak Oposisi Bersenjata Lainnya untuk Meletakan Senjata

Sebagai imbalan atas otonomi yang dijanjikan berdasarkan Hukum Dasar Bangsamoro (the Bangsamoro Basic Law-BBL), kelompok tersebut setuju untuk meletakkan senjata.

Namun, dorongan untuk membentuk otonomi Muslim terhenti setelah operasi yang gagal pada tahun 2015, yang menyebabkan puluhan komandan polisi tewas, dan opini publik di negara berpenduduk mayoritas beragama Katolik tersebut memburuk.

Harapan dihidupkan kembali saat Duterte mengambil alih jabatan pada tahun 2016. Namun kurang dari setahun memasuki masa kepresidenannya, pasukan bersenjata yang berjanji setia kepada Islamic State-IS menyerang kota Marawi di selatan.

Pejuang Marawi Angkat Amir Baru, Pertempuran Kembali Berlanjut di Filipina

Lebih dari 1.000 orang terdiri dari milisi, juga tentara dan warga sipil terbunuh, dan sekitar 250.000 lainnya mengungsi, dalam pengepungan selama lima bulan. Konflik bersenjata tersebut menunda diskusi BBL beberapa bulan.

Pengepungan itu juga mendorong Duterte untuk mengumumkan darurat militer di Mindanao. Perintah, yang dipertanyakan oleh aktivis hak-hak sipil tersebut diperpanjang sampai akhir 2018.

Sahali mengatakan bahwa pengepungan Marawi berfungsi sebagai panggilan kejutan untuk segera meloloskan undang-undang BBL.

“Ekstremisme berasal dari frustrasi dan hilangnya harapan masyarakat Muslim terhadap pemerintah,” kata anggota DPR tersebut. “Mereka takut bahwa apa yang terjadi di Marawi bisa terjadi di tempat lain di Mindanao, tidak hanya di daerah Muslim.”

Pembebasan Islam Moro: Krisis Marawi Meluas ke Provinsi Lain Filipina

Pekan lalu, Duterte mendesak penerapan undang-undang tersebut, dengan mengatakan, “Sudah saatnya ketidakadilan historis yang dilakukan terhadap mereka dikoreksi.

“Jika tidak ada perkembangan terhadap BBL, akan ada perang di Mindanao,” katanya.

Bagian dari RUU tersebut akan menjadi prestasi besar bagi Duterte, yang berasal dari Mindanao, dan yang menjanjikan kesepakatan damai selama kampanye 2016.

Presiden sebelumnya telah mencoba dan gagal memberikan perdamaian di pulau selatan yang kaya sumber alam itu.

Mikee Pantaran Maruhom, seorang pemimpin mahasiswa dengan akar keluarga dari Marawi, mengatakan bahwa walaupun BBL dapat “menghentikan versi lain” pengepungan Marawi, otonomi yang diusulkan tidak akan bertahan lama “jika gaya kepemimpinan yang sama masih terus berlanjut” di komunitas mereka.

“Saya pikir BBL dapat menenangkan sejumlah besar separatis termasuk MILF,” katanya.

Tapi itu bisa berubah menjadi “munculnya ARMM lain… jika peperangan dan korupsi masih terus berlanjut”, kata Maruhom, mengacu pada Daerah Otonomi Mindanao, sebuah kerangka kerja pemerintah yang ada, yang memberikan otonomi terbatas ke sejumlah wilayah selatan Provinsi berpenduduk mayoritas Muslim.

“Selain menegaskan hak kita untuk hidup bebas dengan keyakinan kita (islam), otonomi ini dibutuhkan karena ketidakadilan sosial yang kita alami – ketidakberesan, pemindahan dan bahkan kurangnya kesempatan,” kata Maruhom kepada Al Jazeera.

Dia mendesak agar BBL “bebas dari korupsi dan kepentingan pribadi.”

Maruhom juga mengatakan bahwa banyak masyarakat yang khawatir bahwa berlakunya BBL “mungkin hanya untuk kepentingan janji dan kepatuhan kampanye”, dan bahwa dorongan untuk mengubah konstitusi dapat mengalihkan perhatian sebenarnya dari minoritas Muslim.

Hampir 50 tahun konflik Filipina dengan warga Muslim di Mindanao telah membunuh sedikitnya 120.000 orang dan lebih dari dua juta orang mengungsi.

Tags filipina Front Pembebasan Islam Moro Mindanao muslim filipina

Berita Terkait

Rencana Trump Akhiri Perang Gaza Masuki Tahap Penting, Komite Palestina Pengganti Hamas Dibentuk
Berita

Rencana Trump Akhiri Perang Gaza Masuki Tahap Penting, Komite Palestina Pengganti Hamas Dibentuk

17 Januari 2026
Jaga Stabilitas Perdamaian di Kawasan, PUI Dorong Pemilu Bebas dan Transparan di Bangsamoro
Berita

Jaga Stabilitas Perdamaian di Kawasan, PUI Dorong Pemilu Bebas dan Transparan di Bangsamoro

30 September 2025
Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan
Artikel

Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

11 Agustus 2026
Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?
Artikel

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Februari 2026
Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja
Artikel

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

29 September 2026
Rakyat Bahagia di Tengah Kemiskinan, Mungkinkah?
Artikel

Rakyat Bahagia di Tengah Kemiskinan, Mungkinkah?

31 Januari 2026

Terpopuler

Berita

  1. Hari Guru Sedunia: Lebih dari 800 Guru Palestina Syahid sejak Oktober 2023
  2. Anak Enam Tahun Gugur akibat Luka Tembak yang Diderita di Tenda Pengungsian Gaza
  3. Partai Hijau Inggris Tetapkan Zionisme sebagai Bentuk Rasisme
  4. Tiga Tahun Gaza, MUI Serukan Perjuangan lewat Jalur Kemanusiaan, Hukum, dan Diplomasi

Artikel

  1. Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa

Berita

  1. Sidang Korupsi Haji, Ke Mana US$1 Juta Uang Lobi Pansus Haji? Gus Alex Yakin Sampai ke Nusron Wahid
  2. Keluarga Minta Densus 88 Jelaskan Perkara YD yang Ditangkap di Mojosongo Solo
  3. Serangan Israel Hantam Apartemen di Gaza, Lima Warga Palestina Gugur
  4. Sukkot, Akses Warga Palestina di Hebron dan Yerusalem Dibatasi

Artikel

  1. Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa

Berita

  1. Menembus Jarak, MeDAN dan Aliansi Muslim Bali Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
  2. FORSITAMA Cemani Gelar Pelatihan Digital Marketing, Bekali 138 Remaja Masjid Hadapi Era Digital
  3. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  4. Perkuat Sinergi Pendidikan dan Dakwah, Al Mukmin Ngruki Silaturahmi ke PP Muhammadiyah

Artikel

  1. Bias Konfirmasi: Ketika Kita Sulit Melihat Kesalahan Sendiri
  2. Ketika Anak Bertemu Dunia yang Tidak Selalu Aman
  3. Ditjen Pesantren Sudah Berdiri, Kini Ummat Menunggu Buktinya

Opini

Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa

Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa

6 Okt 2026 17:41:37
Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

29 Sep 2026 18:18:15
Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

29 Sep 2026 05:00:51
Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

28 Sep 2026 18:37:20

Internasional

Hari Guru Sedunia: Lebih dari 800 Guru Palestina Syahid sejak Oktober 2023

Hari Guru Sedunia: Lebih dari 800 Guru Palestina Syahid sejak Oktober 2023

6 Okt 2026 17:35:06
Partai Hijau Inggris Tetapkan Zionisme sebagai Bentuk Rasisme

Partai Hijau Inggris Tetapkan Zionisme sebagai Bentuk Rasisme

6 Okt 2026 17:28:57
Tiga Tahun Gaza, MUI Serukan Perjuangan lewat Jalur Kemanusiaan, Hukum, dan Diplomasi

Tiga Tahun Gaza, MUI Serukan Perjuangan lewat Jalur Kemanusiaan, Hukum, dan Diplomasi

6 Okt 2026 17:26:49
Anak Enam Tahun Gugur akibat Luka Tembak yang Diderita di Tenda Pengungsian Gaza

Anak Enam Tahun Gugur akibat Luka Tembak yang Diderita di Tenda Pengungsian Gaza

6 Okt 2026 17:24:27

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP
[INFOGRAFIS] CIRI-CIRI WANITA SHALIHAH
[INFOGRAFIS] Satu Tahun Terakhir, Teroris OPM Semakin Sadis

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED