Menjadi Idola Dengan Berbicara Baik dan Santun

Menjadi Idola Dengan Berbicara Baik dan Santun

JURNIS – Siapakah yang tidak menyukai jika melihat seseorang berbicara baik dan santun? Siapakah yang tidak merasa nyaman jika teman bicara adalah seseorang dengan lisan yang baik dan santun? Bukankah Rasulullah SAW telah membuktikan? Beliau diidolakan oleh sahabat-sahabatnya, bahkan menjadi idola bagi orang-orang yang paling dekat dengan beliau, yaitu istri-istri dan anak-anaknya. Sampai-sampai kematian Rasulullah pun menjadi sebuah kabar yang tidak bisa dipercaya oleh orang-orang yang mencintainya. Bahkan, seorang sahabat Bilal bin Rabbah setelah bertahun-tahun kematian Rasulullah pun pernah menangis tersedu merasakan kehilangan saat menyebut kalimat Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah dalam seruan adzannya.

Rasulullah yang dikenal baik akhlaknya, santun tutur katanya, sampai-sampai sahabat mengira Rasulullah begitu memperhatikannya, padahal kebaikan Rasulullah sama untuk seluruh sahabatnya. Tak diragukan lagi Rasulullah Sang Idola.

Kebutuhan dasar manusia salah satunya bersosialisasi, dan salah satu modal pentingnya adalah cara berkomunikasi, terutama komunikasi verbal. Seseorang banyak diberi penilaian oleh orang lain dari cara berbicara, bagaimana ia memilih kata, menyusun kata, mimic wajah hingga intonasi bicara, yang istilah ngentrendnya adalah kalem vs ngegas.

Allah SWT telah memberi petunjuk kepada kita tata cara berbicara,

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun”. (QS Al Baqarah, 2: 263)

Bertutur kata baik dan santun merupakan cerminan akhlak seorang muslim yang membawa kedamaian bagi dirinya maupun orang-orang di lingkungan sekitarnya. Bertutur kata yang baik dan santun diterapkan kepada siapapun lawan bicara, baik orang tua, sesama atau kepada orang yang usianya berada di bawah kita. Juga kepada orang-orang yang kita sayangi. Rasulullah bahkan mencontohkan untuk berkata baik kepada pembantunya.

Manfaat yang bisa diperoleh seorang muslim yang berkata baik dan santun antara lain menjadikan seorang muslim lebih tenang dan tenteram, menjauhkan dari perselisihan, serta akan lebih dihargai oleh siapapun.

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ”Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS Al Israa, 17: 53)

Sebagai umat terbaik diantara umat lainnya, kaum muslimin dituntut untuk berperilaku dan beretika terbaik dalam sikap keseharian, mulai dari sikap terhadap pribadi, keluarga, tetangga hingga negara.

Lidah memang tidak bertulang sehingga ia bisa secara fleksibel digunakan oleh manusia untuk berbicara. Namun, jika tidak disertai dengan kendali diri, maka dampak dari ucapan yang menyakitkan akan lebih dahsyat daripada luka dengan sebilah pedang. Lukanya akan melekat dalam jangka waktu yang lama, bahkan bisa sampai ajal memisahkan nyawa dari raga. Karena itu, pergunakanlah dengan bijak, hanya untuk hal-hal bermanfaat dan menjauhkan diri dari akibat yang bisa merugikan.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” (QS Al Mukminuun, 23: 1-3)

Nah, berikut beberapa tips agar terhindar dari perkataan buruk yang dirangkum dalam Miracle Hijaz the Practice, hal. 782:

  1. Berpikir sebelum berkata atau menyampaikan sesuatu kepada orang lain
  2. Pikirkan akibat dari kata-kata yang akan kita ucapkan
  3. Berbicara seperlunya tanpa harus memperbanyak pembicaraan yang tidak bermanfaat
  4. Sampaikan maksud dengan bahasa yang halus dan tidak berbelit-belit
  5. Tidak meninggikan atau mengeraskan suara ketika berbicara
  6. Menunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada lawan bicara
  7. Berusaha membalas perkataan buruk dengan perkataan yang baik dan sopan

Menjadi idola tak perlu berupaya seperti artis dengan upaya mentenarkan diri. Kita coba dengan berbicara baik dan santun paling tidak bisa membuat kita menjadi idola bagi orang-orang terdekat kita, terutama keluarga dan tetangga.

 

Sumber :
Ganaislamika.com
PakarKomunikasi.com
SyaamilQuran.com

Gambar :
Pixabay.com
Taalenhersenen.wordpress.com

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X