Berita Terkini

“Pilihlah Wanita yang Kehidupan Beragamanya Baik”

JURNALISLAM.COM – Sudah menjadi sebuah fenomena saat ini bagi kalangan muda atau millenials untuk menikah di usia muda.

Ini sudah banyak dicontohkan seperti Alvin putra dari kiai Arifin Ilham atau Muzammil, pelantun merdu ayat suci dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Memang, pernikahan merupakan sarana untuk menempuh kehidupan bersama seumur hidup. Kendati begitu, ternyata ada kriteria utama bagi kaum Adam untuk memilih wanita menjadi pasangannya.

Keluarga kecil Alvin

Dalam buku Nasihat untuk Pengantin karya ‘Adil Fathi Abdullah dijelaskan bagaimana seorang pria memilih pasangan hidupnya, dan bagaimana ia memperhitungkan keutamaan-keutamaan pasangannya?

“Wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah wanita yang kehidupan beragamanya baik, jika tidak kamu akan merugi.” (Mutaffaq’ alaihi).

Kerap kali ditemukan ditengah masyarakat dalam memilih pasangan memprioritaskan kekayaan, juga kecantikan.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut sebenarnya tidak terlalu buruk. Tidaklah mengapa jika memang keadaan ini dimiliki wanita yang dilamar. Tetapi, yang lebih utama adalah mendahulukan sifat yang paling penting dan mendasar, yaitu beragama.

Menjejak Kriteria Prioritas

Pertama kali, seorang lelaki wajib mencari wanita salehah, yang kehidupan beragamanya baik, jujur, bisa dipercaya, rajin menunaikan kewajiban-kewajiban agama, menjaga hak-hak Allah atas dirinya, dan tidak melanggar apa yang diharamkan Allah.

Dipilihnya wanita yang kehidupan agamanya baik adalah karena wanita seperti inilah yang terbaik.

Wanita seperti ini akan menaati perintah suami, menjaga diri jika suaminya pergi, dan jujur dalam sumpah jika suaminya menyumpahnya. Wanita seperti inilah yang akan menolong suami, baik dalam urusan agama maupun dunia.

Istri yang salehah akan selalu mendampingi suaminya di saat bahagia ketika susah. Bersyukur di saat bahagia dan bersabar ketika ditimpa kesusahan. Dia tidak mengadu kecuali kepada Allah.

Wanita shalihah

“Setelah takwa, tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi seorang mukmin selain istri yang salehah. Jika suaminya memberi perintah ia taat, jika suaminya menyenangkan, jika suaminya menyumpahnya maka ia jujur, dan jika suaminya pergi maka ia akan selalu menjaga diri dan harta suaminya.” (HR Ibnu Majah, Abu Daud, dan An-Nasa’i).

Inilah Wanita Muslimah yang Shalih

Jika kamu hendak menikah, wanita seperti inilah yang seharusnya dicari. Jangan hanya bernafsu mencari wanita yang cantik, karena kecantikan yang hakiki adalah kecantikan dalam perilaku dan sifat, bukan hanya kecantikan wajah.

Jangan pula terobsesi untuk mencari wanita karena kekayaannya, sebab kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa, bukan sekadar harta.

Tidak sedikit orang kaya yang tidak pernah bisa puas dengan hartanya. Sebaliknya, betapa banyak orang miskin yang selalu tenteram jiwanya dan tenang pikirannya.

Wanita yang kehidupan beragamanya baik, atau wanita salehah, adalah penolong bagi kehidupan beragama suaminya.

Oleh karena itu, siapa pun yang diberi kenikmatan berupa istri salehah, berarti Allah telah menolongnya dalam separo urusan agamanya.

“Orang yang diberi kenikmatan oleh Allah berupa istri yang shalih, maka berarti ia telah mendapat pertolongan dari-Nya dalam separo urusan agamanya. Bertakwalah kepada Allah dalam separo bagian yang lain.” (HR Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan At-Thabrani).

Selain itu, wanita adalah penolong dalam urusan agama dan dunia. Kesenangan dunia akan terwujud bersama dengan wanita salehah.

“Dunia adalah tempat kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah wanita shalih.” (HR Muslim, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi).

Pernikahan merupakan hal yang sakral dan tidak sedikit menjadikannya sekali dalam sehidup.

Mencari pasangan yang dapat menjadi teman hidup dalam suka dan duka penting dilakukan. Kriteria itu ada dalam wanita shalihah.

Diperkirakan Suara Setuju Undang-undang Syariah Bangsamoro akan Menang

KOTA COTABATO (Jurnalislam.com) – Suara ‘Setuju’ pada hari Selasa (22/1/2019) tampaknya memimpin dalam sebuah plebisit bersejarah tentang undang-undang yang akan memberikan “otonomi komprehensif” kepada Muslim Moro yang tinggal di Filipina selatan, menurut hasil tidak resmi.

Pemungutan suara berlangsung pada hari Senin di provinsi Maguindanao, Lanao Del Sur, dan provinsi pulau Basilan, Tawi-tawi dan Sulu serta kota-kota Cotabato dan Isabela.

Lima provinsi pertama terletak di dalam Wilayah Otonomi di Muslim Mindanao (Autonomous Region in Muslim Mindanao-ARMM) yang telah ada sebelumnya, sedangkan dua kota terakhir terletak di luar wilayah tersebut.

Plebisit bertanya kepada pemilih apakah mereka ingin mengganti ARMM dengan Daerah Otonomi Bangsamoro yang baru di Muslim Mindanao (the Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao-BARMM) – sejalan dengan Hukum Organik Bangsamoro (the Bangsamoro Organic Law-BOL).

Setelah RUU disahkan, BARMM akan dibentuk.

Menurut angka dari Dewan Canvasser Plebisit Kota Cotabato (the Cotabato City Plebiscite Board of Canvassers-CPBOC), penghitungan suara telah selesai di kota Cotabato dan 36.682 suara “Yes/Setuju” dari kotak suara, sementara jumlah suara “No/Tidak Setuju” mencapai 24.994.

Kota Cotabato dan Isabela, yang juga akan menjadi bagian dari BARMM, dianggap sebagai daerah kritis selama kampanye.

Orang-orang di Kota Cotabato sudah mulai merayakan hasilnya dengan turun ke jalan meskipun jam malam diberlakukan mulai dari malam sampai pagi.

Di provinsi Maguindanao, kubu Front Pembebasan Islam Moro (the Moro Islamic Liberation Front-MILF), hasil penghitungan kotak suara adalah sekitar 608.000 suara “Ya” dan 9.000 suara “Tidak”.

Juga dikatakan bahwa di ibu kota Lanao Del Sur, Marawi, hampir semua suara diberikan untuk BOL.

Komisi Pemilihan Filipina (Comelec) diharapkan mengumumkan hasil pemungutan suara BOL pada pukul 1 malam waktu setempat (0500 GMT) pada hari Rabu (23/1/2019).

Baca juga:

Komisi mengatakan bahwa keterlambatan dalam mengumumkan hasil adalah karena kurangnya personil.

Carlito Galvez, penasihat perdamaian presiden Filipina, menyebut plebisit BOL sebagai “latihan yang demokratis”, menurut berita setempat.

“Meskipun ada beberapa kekhawatiran awal, tidak ada insiden besar yang terjadi. Jumlah korban pada akhir hari itu nol,” kata media lokal Manila Bulletin mengutip Galvez.

BOL, yang ditandatangani oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Juli 2018, akan meningkatkan keuntungan hukum dan ekonomi umat Islam di wilayah tersebut.

Undang-undang ini akan memberikan lebih banyak otonomi daripada struktur otonom yang telah ada di beberapa daerah di provinsi Mindanao dan pulau-pulau di sekitarnya.

Dengan pengaturan baru, pemerintah Bangsamoro yang otonom akan dibentuk dan ibukota BARMM adalah Kota Cotabato.

Pengadilan Hukum Islam akan dibuka di wilayah tersebut.

Otoritas regional akan diserahkan kepada pemerintah Bangsamoro dari pemerintah Manila.

Perairan internal di wilayah Bangsamoro akan dikelola bersama dengan pemerintah pusat. Administrasi otonom akan melakukan pengelolaan sumber energi.

Pejuang Front Pembebasan Nasional Moro (the Moro National Liberation Front-MNLF) dan MILF juga akan bergabung dengan pasukan penegak hukum di wilayah tersebut.

Taliban Rilis Foto Pelatihan Komando Mujahidin

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Juru bicara resmi Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mempromosikan satu set foto yang menampilkan “Komando Mujahidin” yang telah lulus dari pelatihan di Kamp Militer Mahmud Ghaznawi. Taliban telah mempromosikan pelatihan di kamp-kampnya dalam sedikitnya 20 video selama beberapa tahun terakhir.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, menunjuk ke foto-foto di feed Twitter-nya pada 21 Januari.”

Kamp ini dinamai sama dengan pejuang Muslim yang pada akhir abad ke-10 menguasai Afghanistan, Iran timur, dan wilayah yang sekarang dikenal sebagai Pakistan.

Lokasi kamp tidak diungkapkan, tetapi terletak di daerah pegunungan..

Taliban beroperasi tanpa hambatan dan di tempat terbuka, tanpa ada rasa takut akan serangan balasan dari Afghanistan, operasi Resolute Support atau pesawat Pakistan. Bendera Taliban terlihat berkibar di seluruh kamp.

Baca juga: 

Taliban mempromosikan pelatihan “pasukan komando” dan “pasukan khusus” akhir-akhir ini. Walaupun video pelatihan ini sering diejek, termasuk oleh juru bicara Resolute Support dan Pasukan AS – Afghanistan, namun lulusan dari kamp-kamp ini sangat efektif dalam memerangi pasukan Afghanistan dan AS. Baru kemarin, tiga komando Taliban menewaskan lebih dari 100 personel Afghanistan dalam serangan di sebuah pangkalan pelatihan militer di provinsi Wardak.

Para pejuang ini sering bertugas di ujung tombak untuk serangan Taliban di pusat-pusat distrik dan kota. Mereka juga melancarkan serangan mematikan terhadap pangkalan dan personil militer Afghanistan.

Seorang lulusan mampu menyusup ke pengawal gubernur Kandahar pada Oktober 2018 dan kemudian membunuh Jenderal Raziq, yang bisa dibilang orang paling kuat dan berpengaruh di Afghanistan selatan. Pejuang Taliban hampir membunuh Jenderal Miller, komandan Resolute Support dan Pasukan AS – Afghanistan.

Taliban secara terbuka memamerkan sedikitnya 20 kamp pelatihannya sejak akhir 2014. Pada akhir 2015, Taliban mengumumkan bahwa Khalid bin Walid Camp mengoperasikan 12 fasilitas satelit di seluruh Afghanistan, dan memiliki kapasitas untuk melatih hingga 2.000 rekrutmen dalam satu waktu. Selain itu, dikatakan Kamp Khalid bin Walid melatih anggota baru di delapan provinsi (Helmand, Kandahar, Ghazni, Ghor, Saripul, Faryab, Farah dan Maidan Wardak) dan memiliki sekitar 300 pelatih dan sarjana militer.

Kelompok-kelompok jihadis lainnya, termasuk al Qaeda, juga diketahui mengoperasikan kamp di Afghanistan. Komandan Pasukan AS yang akan mundur dari Afghanistan, Jenderal John Campbell, mengatakan bahwa salah satu kamp di Shorabak adalah yang terbesar di Afghanistan sejak AS menginvasi pada tahun 2001. Al Qaeda juga mengoperasikan kamp di Kunar dan Nuristan.

Harakat-ul-Mujahidin, kelompok jihadis Pakistan yang dekat dengan al Qaeda, “mengoperasikan kamp pelatihan di Afghanistan timur,” kata pemerintah AS pada tahun 2014. Partai Islam Turkistan, Uni Jihad Islam, dan Jamaat Bukhari, sebuah Kelompok jihadis Uzbek yang beroperasi di Suriah dan Afghanistan, semuanya mengaku mengoperasikan kamp di Afghanistan.

 

Hamas Kecam Seruan Otoritas Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Hamas pada hari Selasa (22/1/2019) mengecam seruan Otoritas Palestina (the Palestinian Authority-PA) yang berbasis di Ramallah untuk mengadakan pemilihan legislatif Palestina “sesegera mungkin”, mengatakan seruan tersebut “melanggar perjanjian rekonsiliasi [Hamas-Fatah] yang lalu”.

“Semua faksi Palestina telah sepakat untuk mengadakan pemilihan presiden, legislatif dan Dewan Nasional secara bersamaan, sejalan dengan konsensus nasional dan hukum Palestina,” kata juru bicara Hamas Hazem Qassem kepada Anadolu Agency pada hari Selasa.

“Kita harus terlebih dahulu melaksanakan apa yang telah disepakati sebelumnya: yaitu, penyelenggaraan pemilihan komprehensif – presiden, legislatif dan untuk Dewan Nasional – berdasarkan pada konsensus dan diawasi oleh pemerintah persatuan nasional,” kata Qassem.

Pada hari Ahad, Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta Hanna Nasser, kepala Komisi Pemilihan Umum Palestina, untuk memeriksa prospek mengadakan pemilihan legislatif.

Baca juga: 

Dia kemudian mengungkapkan “dukungan penuh” untuk mengadakan pemilihan legislatif “sesegera mungkin”.

Desember lalu, Abbas bersumpah untuk menerapkan putusan pengadilan yang menyerukan pembubaran Dewan Legislatif Palestina dan pemilihan parlemen baru dalam waktu enam bulan.

Hamas menanggapi dengan menuduh Abbas “berusaha untuk memajukan agendanya dengan menghancurkan sistem politik Palestina, mengakhiri pluralisme politik, dan menghancurkan institusi negara yang sah”.

Kelompok itu kemudian mendesak semua kekuatan politik Palestina – dan Mesir – untuk menentang apa yang digambarkannya sebagai upaya Abbas “untuk melemahkan semua upaya yang bertujuan untuk mencapai persatuan antar-Palestina”.

 

Serangan Udara Israel Targetkan Warga Pendemo di Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang pria Palestina gugur dalam serangan udara penjajah Israel di Gaza timur, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Mahmoud al-Nabahin, 24 tahun, meninggal  sementara dua warga Palestina lainnya terluka, salah satunya berada dalam kondisi kritis.

Menurut media lokal, serangan hari Selasa (22/1/2019) tersebut dilakukan beberapa saat setelah seorang tentara Israel terluka akibat sebuah peluru menembus helmnya.

Militer zionis mengklaim peluru itu berasal dari pengunjuk rasa di dalam kantong yang dikepung.

Sebelumnya pada hari Selasa, tentara Israel mengatakan pihaknya menargetkan sebuah pos pengamatan milik Hamas – kelompok pejuang Islam yang mengendalikan Jalur Gaza – dengan alasan sebagai respons terhadap tembakan dari bagian utara kantong itu.

Gencatan senjata yang rapuh antara Hamas dan penjajah Israel, yang ditengahi oleh Mesir, telah membawa ketenangan relatif ke Jalur Gaza dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: 

Kesepakatan itu dirancang untuk memulihkan ketenangan dan mengakhiri dua hari serangan udara Israel di Gaza yang dimulai setelah faksi-faksi Palestina menembakkan roket ke Israel sebagai pembalasan atas operasi penyamaran Israel yang menewaskan tujuh warga di Gaza.

Sedikitnya 14 warga Palestina gugur dan dua warga Yahudi Israel tewas dalam konflik dua hari itu.

Warga Palestina di Gaza telah melakukan protes di sepanjang pagar perbatasan dengan Israel setiap pekan sejak Maret tahun lalu, menyerukan hak mereka untuk kembali dan mengakhiri blokade 11 tahun Israel.

Pengepungan telah menghancurkan ekonomi lokal, sangat membatasi masuknya makanan, akses mendapatkan layanan dasar, dan pergerakan lebih dari dua juta orang yang tinggal di Gaza.

Sejak demonstrasi dimulai, sedikitnya 170 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan penjajah Israel, dengan 18.000 lainnya terluka, menurut kementerian kesehatan.

3 Remaja AS Rencanakan Serang Muslim New York dengan Bom dan Senjata Api

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Tiga remaja didakwa karena berencana untuk menyerang wilayah Muslim di New York dengan bom dan senjata api, kata polisi pada hari Selasa (22/1/2010).

Polisi memulai penyelidikan atas rencana tersebut di Greece, New York, setelah seorang siswa menunjukkan foto kepada siswa lain dan mengatakan orang di foto itu “terlihat seperti penembak sekolah.”

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan komplotan untuk menyerang komunitas Muslim di Islamberg, New York.

“Ada rencana untuk menyerang komunitas ini dengan senjata,” kata Kepala Polisi Greece Patrick Phelan pada konferensi pers.

Departemen Kepolisian Greece menangkap Brian Colaneri, 20, Vincent Vetromile, 19, dan Andrew Crysel, 18, pada hari Sabtu. Ketiganya didakwa dengan tiga tuduhan memiliki senjata berbahaya tingkat pertama dan satu tuduhan konspirasi tingkat keempat.

Polisi juga menangkap dan menuduh seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sehubungan dengan rencana itu dan berdasarkan undang-undang baru anak tersebut akan diadili sebagai seorang remaja.

Polisi menemukan tumpukan 23 senjata api serta tiga alat peledak improvisasi (IED), yang ditemukan di rumah anak yang berusia 16 tahun tersebut.

IED saat ini sedang diproses di laboratorium FBI di Virginia.

Baca juga:

Dewan Hubungan Amerika-Islam (The Council on American-Islamic Relations-CAIR) menuntut dakwaan federal.

“Siapa pun yang dituduh merencanakan tindakan kekerasan terhadap minoritas agama harus menghadapi kejahatan kebencian negara bagian dan federal dan tuntutan hak-hak sipil yang sepadan dengan keseriusan tindakan mereka,” kata Direktur Eksekutif CAIR-New York, Afaf Nasher dalam rilis berita.

Islamberg didirikan pada 1980-an oleh Mubarak Ali Gilani, seorang ulama yang berasal dari Pakistan, sebagai daerah kantong bagi Muslim yang melarikan diri dari kejahatan dan kemiskinan yang ada di daerah perkotaan. Komunitas ini sebagian besar terdiri dari Muslim kulit hitam.

Kelompok-kelompok sayap kanan mengklaim bahwa kota itu adalah surga bagi para ekstremis dan teroris, namun, tidak ada bukti yang mendukung dugaan tersebut.

Analisis kontra-terorisme 2008 dari Akademi Militer AS di West Point menyimpulkan tidak ada bukti bahwa Islamberg adalah bagian dari jaringan “tempat pelatihan paramiliter.”

“Abu Bakar Ba’asyir Akan Salat 2 Rakaat dan Berdoa Sebelum Bertemu Keluarga”

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Meski kabar kebebasan ustaz Abu Bakar Ba’asyir masih simpang siur, panitia acara penyambutan di Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo terus melakukan persiapan jelang kepulangan ulama kharismatik asal Jombang tersebut.

Humas Ponpes Al Mukmin Ngruki ustaz Muchson mengatakan, Abu Bakar Ba’asyir diagendakan akan melakukan salat dua rakaat di Masjid Baitusallam sebelum bertemu keluarga.

“Ustaz Abu datang nanti langsung menuju Masjid untuk shalat dua rakaat dan doa,” katanya sesaat ditemui jurniscom di lokasi, Selasa (22/1/2019).

Pantauan jurniscom di lokasi terlihat beberapa orang melakukan pemasangan tenda di sekitar masjid Baitussalam yang lokasinya berada di tengah Ponpes tersebut.

“Tratak (tenda-red) itu mengantisipasi jika ada hujan, akan dilakukan pertemuan penyambutan di Masjid Baitussalam sebelum bertemu keluarga di rumah,” ungkap Muchson.

Saat dikonfirmasi perihal kapan kedatangan ulama sepuh, Muchson juga mengaku masih belum bisa memastikan jam berapa sampai di Ponpes Al Mukmin Ngruki.

Namun kabar yang ramai beredar,  Abu Bakar Ba’asyir akan bebas dari lapas Gunung Sindur pada Rabu (23/1/2019).

“Jam berapa atau malam, persisnya kita belum tahu,” paparnya.

Ia mengatakan, jika rombongan dari Bogor datang pada sore hari, acara akan digelar seusai salat Isya.

“Nanti ada sambutan dari perwakilan keluarga, kemudian pesantren, TPM. Seandainya pak Yusril datang ya pak Yusril,” tandasnya.

Ponpes Al Mukmin Ngruki Siap Menyambut Kedatangan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Humas Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki ustaz Muchson mengatakan, meski kabar kebebasan ustaz Abu Bakar Ba’asyir masih belum pasti, pihaknya telah melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan ulama asal Jombang ini.

“Santri kita ada sekitar 1300 orang siap menyambut kedatangan ustaz Abu,” katanya kepada wartawan Selasa (22/1/2019).
Terkait kepulangan, menurutnya ustaz Abu akan mengunakan jalur darat untuk menuju pondok Al Mukmin Ngruki pada Rabu (23/1/2019).
“Karena informasi dari ustaz iim mengunakan jalur darat,” ungkapnya.
“Dari sana informasinya akan keluar pukul 09.00 pagi, jadi kemungkinan sampai sini sore,” imbuhnya.
Senada dengan hal itu, salah satu panitia penyambutan, ustaz Surawijaya mengaku tidak terpengaruh meski pemerintah belum memberikan keputusannya secara resmi terkait kebebasan ulama sepuh ini.
“Kita sudah berkordinasi dengan bebeberapa lembaga termasuk kepolisian, dalam hal ini polres Sukoharjo, kita persiapkan sedemikian rupa dari pihak laskar dan dari pihak pondok,” katanya.
“Kami tetap menjalani rowndon acara sesuai dengan kesepakatan yang kita jalani bersama, kita tidak kemudian terpengaruh dengan statmen-statmen yang berubah,” tandasnya.

Di Olimpiade Matematika ASEAN, Siswa SD Muhammadiyah PK Raih Medali Emas

SOLO (Jurnalislam.com)- Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Athar Ibrahim Aquilla Wibowo berhasil menyabet gold award  (medali emase mas)e ajang final Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO) 2019 yang berlangsung di Suntec Singapore Convention and Exhibition Centre, Sabtu (19/1/2019).

Yuli Ekowati, koordinator bidang lomba SD Muhammadiyah PK Kottabarat menyampaikan , SEAMO merupakan final olimpiade Matematika yang diikuti oleh ratusan peserta dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Ia menambahkan bahwa dalam final kali ini SD Muhammadiyah PK Kottabarat mengikutsertakan empat siswa kelas IV yang lolos babak penyisihan di Indonesia pada bulan September 2018 yang lalu. Keempat siswa tersebut adalah Athar Ibrahim Aquila Wibowo yang meraih medali emas, Danendra Giantoro medali emas, Mumtaza Aulia Hanifah medali perak, dan Muhammad Zidane Ramadhan Hakim medali perak.

“Kami tetap bersyukur meskipun dari keempat siswa yang mengikuti final di Singapura, baru satu yang memeroleh medali emas”, ungkapnya. Ia sangat mengapresiasi prestasi yang berhasil ditorehkan para siswa tersebut dan berharap bisa memupuk semangat berprestasi untuk siswa lainnya.

Lolos di final olimpiade Matematika tingkat internasional merupakan pengalaman ke tiga bagi Athar Ibrahim Aquilla Wibowo. Ia sebelumnya pernah mengikuti Singapore International Math Olympiad Challenge (SIMOC) di awal tahun 2018 dan memeroleh dua Silver Award. Kemudian di bulan September 2018, ia juga berhasil meraih gold award dalam ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO).

Siswa yang akrab disapa Ibra ini terbiasa belajar rutin dengan bundanya untuk persiapan menghadapi babak final di Singapura. “Selain belajar dengan bunda, saya juga mencari bahan-bahan latihan soal berbahasa Inggris dari internet”, imbuhnya.

Muhamad Arifin, Wakasek bidang Kesiswaan dan Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Ibra dan kawan-kawan. “Atas nama sekolah, kami ucapkan selamat atas prestasi yang membanggakan tersebut”, ungkapnya.

Arifin juga menyampaikan bahwa pihak sekolah berupaya mendorong dan memfasilitasi potensi yang dimiliki setiap siswa untuk berprestasi di bidang apapun sesuai dengan kecenderungan yang mereka miliki.

Magnet Ba’asyir

Oleh: M Rizal Fadillah
Ketua Maung Instutute

JURNIS – Pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir menimbulkan kegaduhan. Tokoh kharismatik yang oleh penguasa dipredikatkan “teroris” ini memang menjadi perhatian nasional yang sedang sibuk dalam proses penghelatan politik. Sementara dunia juga ikut berteriak, terutama Australia. Sikap tegas “pada prinsip” Ustaz Ba’asyir turut menjadikan pembebasannya menjadi magnet perhatian.

Tokoh sepuh ini memang unik, kuat pendirian, serta masih merasa jadi korban stigma terorisme. Dalam salah satu ceramahnya yang diunggah di medsos disampaikan bantahan dirinya sebagai teroris. Membunuh seorang pun tidak pernah, memegang dan melihat bom juga tidak, ujarnya. Hukuman 15 tahunnya pun dihubungkan dengan pendanaan saja. Tapi dimaklumi memang isu terorisme ini sangat menarik rakyat dan dunia. Figur menjadi paket kebutuhan dari keberadaan isu itu. Muslim menjadi sasaran. Lihat saja seorang Kyai Ma’ruf pun saat acara debat KPU di TV begitu kencang mengarahkan pandangan terorisme pada umat Islam ini.

Ada empat kepentingan yang “tertarik” oleh medan magnetik Ba’asyir, yaitu :

Pertama, Presiden Jokowi yang maju sebagai kandidat Calon Presiden untuk periode kedua. Berkepentingan untuk menarik suara umat Islam. Dengan otoritas politik yang dimilikinya menerobos kebuntuan antara aturan dan pendirian sang Ustaz. Melalui utusannya Pengacara Jokowi Ma’ruf Yusril Ihza Mahendra “misi pembebasan” dilakukan. Dalam upaya kepentingan ini jasa dicitrakan tentu saja pada pengacara Jokowi Ma’ruf.

Kedua, para pengacara Ba’asyir yang tergabung dalam TPM dipimpin Mahendradatta. Sejak awal mendampingi berikhtiar untuk membebaskan pula melalui mekanisme hukum yang ada. Menurutnya pembebasan bersyarat semestinya sudah didapat Ustad Ba’asyir sejak 23 Desember 2018. Terkendala oleh sikap klien yang tidak bersedia menandatangani Surat Pernyataan “Kesetiaan pada NKRI”. Ba’asyir memilih untuk tetap mendekam di penjara. Baginya hanya ada kesetiaan pada Islam.

Ketiga, para Jokower radikal termasuk pandangan PDIP sebagaimana dikemukakan oleh Sekjen PDIP yang berkeberatan pada pembebasan ini jika yang bersangkutan tetap tidak bersedia mendatangani surat pernyataan kesetiaan NKRI. Minta untuk “keluar saja” dari Indonesia. Meskipun demikian nadanya memaklumi pada alasan “kemanusiaan”. Ada pula elemen lain yang “complain” pada Yusril yang dianggap tidak bermusyawarah terlebih dulu dengan Tim Jokowi Ma’ruf.

Keempat, sikap di luar Indonesia terutama Australia yang warganya banyak menjadi korban “Bom Bali”. Bagi negara ini tidak bisa diterima alasan apapun atas pembebasan “teroris”. Mereka menghendaki Ba’asyir tetap di penjara hingga waktunya. Tak peduli bahwa tak ada bukti keterkaitan bom Bali dengan Ba’asyir. Teroris tak bisa ditolerir. Sikap ini dijawab oleh pejabat Indonesia bahwa soal keputusan pembebasan menjadi sikap negara Indonesia yang berdaulat. Tak bisa dicampuri.

Di tengah tarik menarik itu, Ba’asyir menjadi tokoh yang menarik. Ulama sepuh ini sendiri yang akan menjadi penentu. Jika saja benar Ustaz Ba’asyir menarik pembebasannya dan menunda hingga usai Pilpres, maka selamat lah. Namun menjadi bukti gagalnya misi politik pembebasan Istana via Yusril. Jika siap dibebaskan dengan syarat dan aturan yang dilabrak, maka dengan “diam” tentu masih dalam konteks misi berhasil. Tapi jika ternyata “bernyanyi” merdu untuk tidak mendukung Jokowi. Maka pembebasan jadi “boomerang”. Apalagi memberi dukungan pada Prabowo Sandi.

Aspek lain mungkin saja karena adanya tekanan yang kuat pembebasan tanpa syarat ini pun bisa batal.

Tapi memang masalah selalu menjadi rumit jika ada niat yang tidak ikhlas. Terlalu sarat dengan kepentingan politik. Alasan “Kemanusiaan” itu memang terpuji jika benar. Namun jika pembebasan targetnya menjadi “komoditas politik” maka yang terjadi adalah malapetaka. Ramai tak menentu. Entah siapa yang rugi dalam hal ini. Hanya pepatah sering mengingatkan “Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri !