Berita Terkini

Begini Perkembangan Terbaru Kasus Terbunuhnya Wartawan Arab ’Jamal Khashoggi’

TURKI (Jurnalislam.com) – Jamal Khashoggi memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen yang menyatakan bahwa dia telah menceraikan mantan istrinya, namun kemudian tidak pernah terlihat lagi.

Sumber-sumber Turki mengatakan kepada media bahwa mereka percaya penulis dan kritikus Saudi tersebut dibunuh di dalam konsulat dalam sebuah “pembunuhan terencana”.

Para pejabat Saudi membantah klaim itu, bersikeras bahwa Khashoggi telah meninggalkan gedung itu sebelum hilang.

Berikut ini perkembangan terbaru, lansir Aljazeera Rabu (10/10/2018):

Rabu, 10 Oktober

  • Mantan kepala energi AS menunda peran penasehat Saudi

Ernest Moniz, yang menjabat sebagai sekretaris energi Presiden Barack Obama, mengatakan ia telah menangguhkan perannya di dewan Arab Saudi di proyek megacity NEOM yang tengah direncanakan, sampai mengetahui lebih banyak tentang nasib Khashoggi.

“Saya sangat prihatin dengan hilangnya dan kemungkinan adanya tindakan pembunuhan atas Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul,” kata Axios mengutip Moniz.

Moniz adalah satu dari 18 orang yang menasihati Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman pada proyek NEOM senilai $ 500 milyar.

Baca juga: Erdogan: Buktikan Kalau Wartawan Saudi Tewas di Luar Konsulat Arab

  • Turki dan Arab Saudi ‘sedang berbicara’

The New York Times menulis bahwa para pejabat Saudi pada hari Selasa (9/10/2018) untuk pertama kalinya mulai menghubungi rekan-rekan Turki untuk pembicaraan rahasia tentang hilangnya Khashoggi.

“Orang-orang Saudi telah mengatakan kepada Washington bahwa mereka yakin mereka bisa memuluskan masalah ini, menurut pejabat Turki dan Amerika yang memberi penjelasan tentang diskusi tersebut,” tulis NYT.

  • Jam Apple Khashoggi

Seorang pejabat keamanan Turki mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa arloji Apple yang dikenakan Khashoggi pada saat dia menghilang sedang diperiksa oleh para penyelidik Turki.

“Layanan intelijen, kantor kejaksaan, dan tim teknologi sedang mengerjakan ini. Turki tidak memiliki jam tangan sehingga kami mencoba melakukannya melalui perangkat yang terhubung,” kata sumber itu.

  • Trump menuntut jawaban

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat “menuntut” jawaban dari Arab Saudi tentang Khashoggi dan berniat membawa tunangannya ke Gedung Putih.

Trump mengatakan kepada wartawan di Oval Office pada hari Rabu bahwa dia telah menghubungi Hatice Cengiz.

  • Lima belas anggota ‘hit squad’

Media Turki telah mempublikasikan gambar-gambar yang diduga sebagai 15 anggota “regu pembunuh” Saudi dan video gerakan mencurigakan di konsulat Saudi di Istanbul menyusul hilangnya Khashoggi.

Arab Saudi tetap diam walaupun gambar tersebut ditampilkan di seluruh jaringan televisi di Turki dan di seluruh dunia, meskipun tidak menawarkan bukti definitif tentang nasib Khashoggi.

  • Media Turki menampilkan video pengawasan

News channel 24, saluran TV swasta Turki yang dekat dengan Erdogan, telah menayangkan video CCTV yang menunjukkan Khashoggi berjalan ke konsulat Saudi, dan sebuah van hitam yang berangkat kemudian ke rumah konsulat.

Baca juga: Arab Saudi Undang Penyelidik Turki ke Gedung Konsulat

News channel 24 menyiarkan video yang menunjukkan bahwa Khashoggi berada di dalam Mercedes Vito hitam.

Saluran itu mengatakan van itu kemudian melaju sekitar 2 km ke rumah konsul, lalu parkir di garasi.

Arab Saudi tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar pada hari Rabu.

  • Tunangan Khashoggi menulis surat kepada Trump

Tunangan Khashoggi meminta Trump dan ibu negara Melania untuk “membantu menjelaskan” tentang hilangnya Jamal.

Dalam kolom yang diterbitkan hari Rabu oleh Post, Hatice Cengiz menulis: “Saya juga mendesak Arab Saudi, terutama Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, untuk menunjukkan tingkat sensitivitas yang sama dan menyiarkan rekaman CCTV dari konsulat.”

 

AS Pasok Kembali Kendaraan Konstruksi Militer ke YPG di Manbij

MANBIJ (Jurnalislam.com) – Pasukan AS di Manbij Suriah kembali menyediakan peralatan konstruksi baru bagi kelompok YPG/PKK dengan member jalan kepada para milisi teror untuk terus menggali parit dan membangun tanggul di sekitar pusat kota.

Ketika pasukan AS melanjutkan transportasi militer dan logistiknya dari Irak utara ke Suriah barat laut, meskipun ada kesepakatan antara Ankara dan Washington mengenai penarikan kelompok teror dari kota, sumber-sumber lokal mengatakan kepada Anadolu Agency, Rabu (10/10/2018) bahwa AS juga mengirim bantuan kepada YPG/PKK di wilayah itu.

Baca juga: Turki Lanjutkan Operasi Anti Teroris YPG Dukungan AS di Manbij

Truk-truk, yang membawa empat kendaraan konstruksi, diangkut ke Manbij. Para tentara AS mengawal pemindahan kendaraan konstruksi tersebut, termasuk 3 buldoer dan satu ekskavator.

YPG/PKK menggunakan bulldozer dan excavator tersebut untuk menggali parit dan tanggul di area tersebut.

Sebelumnya, kelompok teror tersebut membentuk tanggul dengan berbagai kedalaman di depan parit untuk membuat serangkaian garis yang membentang hampir 30 kilometer (18,06 mil).

Parit dapat dilihat dengan jelas di foto satelit yang diambil oleh Anadolu Agency.

Para milisi YPG/PKK juga membangun terowongan yang menghubungkan parit untuk digunakan selama pertempuran yang mungkin terjadi.

Baca juga: Milisi YPG Dukungan AS dan Rezim Syiah Suriah Berkolaborasi di Manbij

Kesepakatan Manbij antara Turki dan AS ditandatangani pada bulan Juni tahun ini mengenai penarikan kelompok teroris YPG / PKK dari kota untuk menstabilkan wilayah, yang berada di timur laut provinsi Aleppo di Suriah utara.

Washington telah mengklaim bahwa YPG adalah “sekutu yang dapat diandalkan” dalam perang melawan di Suriah melawan kelompok Islamic State (IS), sementara Ankara telah menunjuk status YPG sebagai cabang dari PKK, kelompok teroris yang dinyatakan telah membunuh sekitar 40.000 orang di Turki.

Kelompok teror YPG / PKK juga berada di tengah-tengah penumpukan militer di sepanjang perbatasan Manbij dengan wilayah-wilayah yang dibebaskan oleh Operasi Turki Euphrates Shield pada 2016-2017.

ACT Dirikan Dapur Umum untuk Korban Gempa Desa Terisolir di Sigi

SIGI (Jurnalislam.com) – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Desa  Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Desa ini sempat terisolir beberapa hari karena akses jalan yang tertutup oleh material longsor yang diakibatkan oleh gempa.

“Hari ini kita datang ke Desa Salua meski hari ini listrik di sini masih terputus. Kami bawa logistik semacam beras, gula, sembako dan telur untuk kita suplai ke sini,” kata Koordinator Rescue ACT wilayah Sigi, Rahadiansyah di lokasi, Rabu (10/10/2018)

Butuh waktu 4 jam dari Kota Palu untuk sampai di desa yang lokasinya terletak di pegunungan ini. Sesekali tim harus turun dari kendaraan untuk mengurangi beban agar kendaraan dapat melewati jalanan licin berlumpur.

“Kabupaten Sigi ini lengkap, ada gempa bumi, ada tsunami, likuifaksi, dan longsor. Jadi memang sulit sekali bisa menembus daerah ini,” ujar Rahadiansyah.

Baca juga: ACT Salurkan Bantuan untuk 8000 Pengungsi di Kelurahan Duyu, Kota Palu

Selain memberikan bantuan bahan pokok, ACT juga mendirikan dapur umum dan membuka layanan kesehatan untuk warga Desa Salua dan sekitarnya.

“Kita suplai logistiknya bahan mentah sayuran agar mereka tidak makan mie terus karena disini terisolir dan belum ada warung yang buka‎,” tambahnya.

Berteduh. Warga desa Salua berteduh dari hujan. Foto: Ally/Jurniscom

Selain di Desa Salua‎, Rahadiansyah ‎menyebut pihaknya bakal membuka dapur umum di wilayah lain yang masih terisolir.

“Kalau di dapur umum kita akan coba satu lagi di Desa Pandere dan insya allah satu lagi mungkin di Dolo Selatan, Sigi,” kata Rahadiansyah.

Ada sekitar 380 KK tinggal di desa ini. Sebagian besar rumah mereka hancur akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang melanda wiayah ini pekan lalu.

10 Truk Bantuan ACT Berangkat ke Daerah Episentrum di Donggala

PALU (Jurnalislam.com) – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberangkatkan 10 truk bantuan ke Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Rabu (10/10/2018).

Sebanyak 1440 paket beras dan bahan pokok disalurkan ke wilayah yang merupakan titik episentrum gempa 7,4 SR yang menyapu sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah itu.

“750 paket yg terdiri dari beras 10 kg, miyak goreng, telur, gula dan air mineral,” kata koordinator posko Kecamatan Sirenja, Kab. Donggala, Lukman Solehudin kepada Jurnalislam.com, Rabu (10/10/2018).

Bantuan tersebut akan disalurkan ke 6 desa terdampak di kecamatan Sirenja, diantaranya Desa Lendetovea, desa Lende, desa Lonvio, desa Tonpe, desa Balengtuma, dan desa Tanjung padang.

Relawan ACT memikul beras bantuan untuk korban gempa-tsunami di Kabupaten Donggala

Sebelumnya, ACT telah membuka akses ke daerah tersebut 1 hari pasca gempa-tsunami terjadi.

“Pas kejadian bantuan terfokus di Kota Palu saja, nah kita inisiatif untuk buka akses di titik episentrum gempa di Sirenja itu,” tambah General Manager Komunikasi ACT, Lukman Aziz.

Hingga saat ini ACT terus memberikan bantuan untuk korban musibah gempa, tsunami, dan likuifaksi yang melanda sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.

Reporter: Ally Muhammad Abduh

Distribusi Bantuan Tak Merata di Palu, Hidayat Imbau Lembaga Sosial Berkoordinasi

PALU (Jurnalislam.com) – Wali kota Palu, Hidayat mengimbau Lembaga Sosial yang akan memberikan bantuan kepada korban terdampak gempa dan tsunami Palu untuk berkoordinasi dengan pemerintah. Hal itu, dikatakannya, akan efektif untuk distribusi bantuan yang merata.

“Tolong berkoordinasi dengan kami, kami akan tunjukan titik-titik kumpul, itu yang kami minta, setelah itu silahkan mendistribusikan masing-masing,” katanya saat melakukan jumpa pers di rumah jabatan wakil Wali kota Palu, Rabu (10/10/2018).

Kurangnya jumlah bantuan dari pusat juga dinilai Hidayat membuat proses pendistribusian kepada para pengungsi di wilayah Palu tidak dapat merata.

“Kami yang disebut pemerintah Palu tidak ada bantuannya. Padahal bantuan itu bertubi-tubi turun, saya nggak tau kemana perginya bantuan itu, nah ini yang kami sampaikan kepada masyarakat khususnya kota Palu disini kami hanya terima kalau orang bilang 80, kita hanya 2 truk logistik. Barangkali bahkan hanya ada satu truk itu yang ingin kita klarifikasi,” ungkap Hidayat.

Hidayat mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan usulan kepada BNPB agar dapat mengkordinasikan pendisitribusian bantuan dari pemerintahan provinsi ke pemerintahan kota Palu.

“Tadi malam sudah saya sampaikan ke BNPB, bicarakan kepada tingkat provinsi, perintahkan aparat agar mobil mobil yang berkeliaran membawa bantuan yang ratusan truk itu agar diamankan semua,” katanya.

“Itu kami menunggu mudah mudahan ada rapat di tingkat provinsi kami hadiri, banyak persoalan persoalan yang ingin kita sampaikan,” tandas Hidayat.

Miris, Wali Kota Palu Tegaskan Hanya Menerima Bantuan 2 Truk Logistik

PALU (Jurnalislam.com) – Wali kota Palu, Hidayat mengaku pihaknya selama ini belum dapat berbuat banyak dalam menangani kebutuhan logistik bagi pengungsi gempa dan tsunami. Sebab, minimnya jumlah bantuan yang diberikan kepada pihak pemerintahan kota Palu.

“Nah yang ingin kami klarifikasi ada berita berita diluar, bahwa pemerintah kota Palu menerima 80 truk dari kementerian apa itu, pertanian 500 truk, lalu masih di kota palu katanya 80 truk. Lalu ada di beberapa kabupaten katanya ada 15 truk. Yang kami sampaikan disini, ada bantuan itu mengatakan ada bantuan 80 truk, tapi masuk kemari itu hanya 2 truk,” katanya kepada wartawan saat jumpa pers di Rumah Jabatan Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo alias Pasha Ungu, Rabu (10/10/2018).

“Selebihnya itu mungkin dibagi langsung. Nah yang masuk ke kita itu pakaian bekas semua, berasnya hanya 24 kalau ndak salah. Air minum hanya berapa dus saja, selebihnya pakaian bekas semua, itu ada pakaian bekas di pinggir-pinggir got, itu semua,” imbuh Hidayat.

Baca juga: Warga Minta Pemerintah Lanjutkan Evakuasi Korban Tewas Gempa-Tsunami Sulteng

Hidayat juga membantah kabar yang menyebutkan pihak pemerintah kota Palu menahan bantuan logistik dan tidak dibagikan ke pengungsi. Menurutnya, tidak meratanya jumlah bantuan yang diterima pengungsi akibat minimnya jumlah logistik yang berada di Posko resmi yang berada di rumah jabatan Wakil Walikota Palu.

“Nah kita ingin menyampaikan karena imej di masyarakat bahwa pemerintah kota Palu sudah menerima bantuan puluhan truk, ratusan truk (logistik). Kenapa kita tidak di distribusikan. Nah itu memang ada 17 truk. Tapi yang masuk kemari hanya 1 truk,” ujar Hidayat.

“Kami yang disebut pemerintah Palu tidak ada bantuannya. Padahal bantuan itu bertubi-tubi turun, saya nggak tau kemana perginya bantuan itu,” sambung Hidayat.

Selain itu, tidak dilibatkannya pihak pemerintah kota dalam proses pendistribusian bantuan oleh lembaga sosial maupun pemerintahan provinsi dan pusat, dikatakan Hidayat membuat tidak meratanya bantuan yang diterima pengungsi lapangan.

Baca juga: Basarnas: Likuifaksi Persulit Proses Evakuasi Korban Gempa-Tsunami Palu

“Ini saya berharap juga, kenapa logistik itu tidak sampai titik-titik pengungsian itu, karena yang masuk kemari itu tidak tahu kondisi disini, akhirnya yang mendistribusikan itu tahunya disitu terus, akhirnya disitu terus, akhirnya yang lain tidak dapat banyak,” paparnya.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Hidayat mengatakan akan melakukan koordinasi dengan gubernur dalam menangani proses distribusi logistik kepada pengungsi di wilayah kota Palu.

“Tadi malam sudah saya sampaikan ke BNPB, bicarakan kepada tingkat provinsi, perintahkan aparat agar mobil mobil yang berkeliaran membawa bantuan yang ratusan truk itu agar diamankan semua, itu kami menunggu mudah-mudahan ada rapat di tingkat provinsi kami hadiri, banyak persoalan persoalan yang ingin kita sampaikan,” tandas Hidayat.

Amien Rais Penuhi Panggilan Polisi, Ini Komentar Din Syamsuddin

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Polda Metro Jaya memanggil tokoh reformasi, Amien Rais sebagai saksi terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin angkat bicara. Ia menilai bila pemanggilan berujung dengan penahanan akan menimbulkan kegaduhan politik.

“Jangan sampai memancing kegaduhan politik menjelang Pemilu dan Pilpres,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Rabu (10/10/2018).

Din merasa prihatin atas pemanggilan yang dilakukan kepolisian terhadap Mantan Ketua MPR RI ini. Selain itu, sikap Amien Rais memenuhi panggilan kepolisian dinilainya menunjukkan sikap figur warga negara yang baik.

“Harusnya para pejabat dan elit politik meniru sikap pak Amien yang dengan mudah memenuhi panggilan kepolisian,” ungkap Wakil Ketua Umum MUI Pusat periode 2005-2010 ini.

Menurutnya jika kepolisian tidak dapat menanggulangi aksi gugat-menggugat seperti saat ini apalagi tidak melakukan keadilan, maka, lanjut Din, sangat mungkin akan terjadi pengabaian dan ketidakpercayaan terhadap hukum.

“Suasana demikian tidak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara secara khusus merugikan Pemerintahan Presiden Jokowi,” tuturnya.

Lebih dari itu, Din mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri. Tidak menerapkan pendekatan politik ala preman, tapi sebaliknya perlu mengedepankan adu otak dengan argumen-argumen yang berkualitas.

“Pemilu adalah cara beradab untuk memilih pemimpin, jangan sampai terjebak ke dalam ketakadaban apalagi kebiadaban,” pungkasnya.

MUI Tolak Kontes LGBT di Bali

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan menolak dan menentang keras kontes yang mengatasnamakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yaitu Ajang Pemilihan Mister dan Miss Gaya Dewata 2018 di Bali.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Kiai Muhyiddin Junaidi mengatakan kontes tersebut bertentangam dengan norma dan ajaran Islam serta agama lainnya.

“Kontes tersebut sangat menciderai perasaan umat beragama dan melanggar Undang-undang RI serta Konstitusi,” katanya kepada Jurnalislam.com, Rabu (10/10/2018).

Muhyiddin menyatakan, MUI menghargai pluralitas serta kebebasan berpendapat dan berekpresi. Akan tetapi kebebasan yang masih sesuai aturan konstitusi.

MUI juga meminta kepada para penegak hukum agar segera mengambil langkah tegas dan konkret untuk menghentikan kontes yang dinilai berbau kemaksiatan tersebut.

“Dalam fatwa MUI tentang LGBT jelas ditegaskan bahwa pernikahan atau perkawinan dinilai sah jika dilakukan dengan dua manusia berlainan jenis,” pungkasnya.

Arab Saudi Undang Penyelidik Turki ke Gedung Konsulat

 

ANKARA (Jurnalislam.com) – Arab Saudi pada hari Selasa (9/10/2018) mengundang para ahli Turki dan pejabat terkait untuk mengunjungi Konsulat Istanbulnya guna memeriksa hilangnya seorang wartawan Saudi pekan lalu.

Menurut sumber diplomatik, sebuah surat diplomatik dikirim ke Kementerian Luar Negeri Turki yang isinya mengundang pejabat Turki untuk mengunjungi konsulat, tempat Jamal Khashoggi terakhir terlihat pekan lalu.

“Kerajaan Arab Saudi menyampaikan salam persaudaraan kepada Republik Turki,” pembukaan surat itu.

Baca juga: Erdogan: Buktikan Kalau Wartawan Saudi Tewas di Luar Konsulat Arab

“Kerajaan Arab Saudi mengundang para ahli Turki dan pejabat yang relevan untuk mengunjungi Konsulat Istanbul sesuai dengan prinsip kerja sama dengan pemerintah Republik Turki dan karena pentingnya bagi Kerajaan Arab Saudi untuk menemukan kebenaran tentang insiden hilangnya putra warga Arab Saudi Hamza, Jamal Ahmad Khashoggi.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan sebelumnya hari ini bahwa “pencarian akan dilakukan di gedung [konsulat] sebagai bagian dari penyelidikan.”

Khashoggi, kolumnis untuk The Washington Post, telah hilang sejak dia memasuki konsulat pada 2 Oktober.

Polisi Turki yang menyelidiki kasus tersebut mengatakan pada hari Sabtu bahwa 15 orang Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan memasuki konsulat saat Khashoggi berada di dalam gedung.

Baca juga: Wartawan Saudi Dibunuh Setelah Masuki Konsulat Arab di Turki

Jaksa Istanbul sedang menyelidiki insiden itu, sementara konsulat mengatakan di Twitter bahwa mereka bekerja dalam koordinasi dengan pihak berwenang Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah meminta para pejabat Saudi untuk membuktikan klaim mereka bahwa Khashoggi meninggalkan konsulat, karena sebagian besar saksi mengatakan bahwa dia terakhir terlihat memasuki gedung itu.

Qatar Kirim 450.000 Liter Bahan Bakar Pembangkit Listrik ke Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Bahan bakar yang dibeli oleh Qatar tiba di satu-satunya pembangkit listrik Jalur Gaza setelah masuk melalui Israel, kata sumber-sumber, dalam upaya untuk mengurangi penderitaan di daerah kantong yang terkepung dan membendung eskalasi dalam kekerasan Israel-Palestina.

Sumber Palestina di perbatasan Karam Abu Salem, juga dikenal sebagai Kerem Shalom, di Gaza selatan mengatakan enam truk diawasi oleh PBB dan membawa 450.000 liter bahan bakar menyeberang ke sana pada hari Selasa (9/10/2018).

“Bahan bakar Qatar bagi pembangkit listrik Jalur Gaza hari ini bertujuan untuk meningkatkan sebagian (pasokan) listrik di Gaza,” kata jurubicara Hamas Hazem Qassem kepada kantor berita AFP.

Pengiriman itu bisa membantu mengurangi protes berbulan-bulan dan bentrokan di sepanjang perbatasan antara Israel dan Gaza yang dikuasai Hamas, yang telah berada di bawah blokade Israel dan Mesir yang melumpuhkan selama lebih dari satu dekade.

Blokade telah menutup akses masuk komoditas penting bagi sekitar dua juta penduduknya, termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Baca juga: Kelompok Bantuan Kemanusian Gaza: Qatar Kontributor Terbesar untuk Penduduk Palestina

Truk-truk yang memasuki Gaza membawa pengiriman pertama sumbangan bahan bakar bernilai $ 60 juta oleh Qatar sebagai bahan bakar pembangkit listrik yang cukup untuk beroperasi selama enam bulan, kata sumber-sumber lokal.

Selama berbulan-bulan, warga Gaza hanya menerima listrik rata-rata empat jam sehari.

Seorang juru bicara Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, yang berbasis di Tepi Barat yang diduduki Israel, menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap pengiriman bahan bakar tersebut.

“Setiap bantuan keuangan internasional ke Jalur Gaza harus melalui, atau dengan koordinasi, pemerintah Palestina,” katanya, dalam rangka “untuk melestarikan persatuan Palestina” dan menghentikan rencana untuk memisahkan Gaza dari Tepi Barat.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, Azzam al-Ahmad, seorang pejabat senior yang dekat dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengancam akan melakukan tindakan pembalasan jika pengiriman bahan bakar terus berlanjut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memperingatkan bahwa blokade 11-tahun Israel atas jalur tersebut telah mengakibatkan situasi “bencana kemanusiaan”.

Berdasarkan kesepakatan yang diperantarai PBB, Qatar membeli bahan bakar yang kemudian disampaikan melalui Israel dengan pemantauan Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata satu sumber diplomatik.

Seorang pejabat Qatar, berbicara kepada kantor berita Reuters pada hari Ahad, mengatakan bahwa Doha berencana untuk membantu mengatasi krisis kekuasaan Gaza “atas permintaan negara-negara donor di PBB, guna mencegah eskalasi bencana kemanusiaan yang ada”.

Baca juga: Ini Bantahan Hamas atas Tuduhan Keretakan Hubungannya dengan Qatar

Menteri Energi Israel, Yuval Steinitz, mengatakan kepada Reuters pada hari Senin bahwa Qatar “berusaha membantu” mencegah gejolak di Gaza.

Hamas mengambil alih Gaza dari Otoritas Palestina (Palestinian Authority-PA) pada 2007, setahun setelah secara tak terduga memenangkan pemilihan di daerah kantong pantai, yang memicu krisis dalam politik Palestina.

Beberapa upaya rekonsiliasi yang bertujuan memulihkan PA untuk berkuasa di Gaza telah gagal.

Juru bicara Hamas, Qassem, mengatakan bahwa pengiriman itu difasilitasi “melalui PBB karena kekosongan yang ditinggalkan oleh PA.”

Abbas mengatakan bahwa membuat kesepakatan dengan Hamas berarti mengakui kendali mereka atas Gaza sebagai pengganti PA.

Israel mengatakan blokadenya terhadap Gaza diperlukan untuk mengisolasi Hamas, yang telah berperang tiga kali dengan mereka sejak 2008.