Berita Terkini

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley Tiba-tiba Mengundurkan Diri

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump menerima pengunduran diri Duta Besar untuk PBB pada hari Selasa (9/10/2018).

Nikki Haley dan Trump membuat pengumuman resmi yang langka di Oval Office di mana Haley mengatakan dia akan meninggalkan administrasi Trump pada akhir tahun.

Menjelaskan keputusannya untuk keluar dari posnya di PBB, Haley berkata, “Saya orang yang percaya dengan batas waktu.”

“Saya pikir Anda harus cukup sadar tanpa pamrih untuk mengetahui kapan Anda harus minggir dan membiarkan orang lain melakukan pekerjaan itu,” katanya. “Pengalaman ini adalah kehormatan seumur hidup.”

Dia membantah spekulasi bahwa dia akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2020, berpotensi melawan presiden dari partai Republik, dan mengatakan dia malah akan berkampanye untuk Trump.

Haley mengawasi upaya diplomatik presiden di PBB, terutama seruannya untuk mereformasi badan internasional tersebut dan dorongan internasional untuk menekan Korea Utara.

Tapi dia juga memiliki perbedaan dengan Trump.

Dia mengakui di Washington Post pada bulan September bahwa “Saya tidak setuju dengan presiden dalam segala hal.”

“Jika saya tidak setuju dengan sesuatu dan percaya itu cukup penting untuk diangkat oleh presiden, saya melakukannya. Dan dia mendengarkan. Kadang-kadang dia mengubah arah, kadang-kadang tidak,” katanya dalam artikel yang membahas kekhawatiran tentang siapa di administrasi yang berusaha untuk merongrong presiden menyusul anonim New York Times.

Baca juga: AS Kecam Rusia, Iran dan Rezim Assad di Tengah Serangan ke Idlib

Trump mengatakan dia akan mencalonkan pengganti dalam beberapa pekan mendatang, namun tetap memuji hasil kerja Haley sebagai “karya yang fantastis.”

Pengunduran diri Haley terjadi satu hari setelah pengawas pemerintah menyerukan penyelidikan terhadap Haley setelah dia dan suaminya menerima penerbangan dengan pesawat pribadi, tetapi the Citizens for Responsibility and Ethics di Washington mengakui “dua hal ini mungkin tidak ada hubungannya.”

Kelompok itu mengirim surat pada hari Senin kepada Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri yang memintanya untuk memeriksa tujuh penerbangan gratis yang diambil oleh duta besar dan suaminya, memperkirakan harganya mencapai puluhan ribu dolar.

Haley mengatakan dalam bentuk pengungkapan keuangan, penerbangan itu berasal dari tiga pengusaha Carolina Selatan yang berteman dekat dengannya, menurut pengawas.

Haley adalah gubernur Carolina Selatan sejak 2011 hingga 2017 saat ia menduduki jabatan PBB-nya.

Penarikan Senjata Berat dari Garis Depan Idlib Bukti Percayanya Oposisi pada Turki

IDLIB (Jurnalislam.com) – Penarikan senjata berat oleh oposisi Suriah di barat laut Idlib membuktikan kepercayaan oposisi terhadap Turki, salah satu anggotanya mengatakan pada hari Selasa (9/10/2018).

Berbicara kepada Anadolu Agency, Yaser Ferhan, anggota Koalisi Nasional untuk Pasukan Revolusioner dan Oposisi Suriah (the National Coalition for Syrian Revolutionary and Opposition Forces), mengatakan penarikan senjata membuktikan keberhasilan aliansi yang dibentuk antara oposisi dengan Turki.

Baca juga: Oposisi Suriah Mulai Pindahkan Senjata Berat dari Garis Depan Idlib

Pernyataan Ferhan muncul sehari setelah oposisi Suriah dan kelompok anti-rezim Syiah Assad lainnya menyelesaikan penarikan semua senjata berat mereka dari garis depan Idlib.

Dia mengatakan penarikan senjata dan fortifikasi Turki dari pos pengamatannya di Idlib akan memberikan banyak manfaat bagi orang-orang di wilayah tersebut.

Dia mengatakan bahwa langkah-langkah ini mencegah terjadinya lagi serangan oleh rezim Nushairiyah Bashar Assad dan sekutunya di wilayah tersebut.

Baca juga: Inilah 22 Kelompok Teroris Syiah Dukungan Iran yang Mulai Mengepung Idlib

Ferhan juga memuji perjanjian Sochi yang baru-baru ini ditandatangani antara Turki dan Rusia.

“Pelaksanaan perjanjian Sochi akan membawa keamanan bagi masyarakat di kawasan itu,” katanya.

Setelah pertemuan di Sochi bulan lalu antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan timpalannya dari Rusia Vladimir Putin, kedua negara sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib, benteng terakhir oposisi dan faksi jihad Suriah.

Ankara dan Moskow juga menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan “stabilisasi” di zona de-eskalasi Idlib, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Baca juga: Kekhawatiran Warga Idlib Ditengah Kerapuhan Perjanjian Ankara dan Moskow

Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi dan faksi-faksi jihad di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud untuk mencegah pertempuran baru.

Sebagian besar dikontrol oleh Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army), Idlib terletak tepat di seberang perbatasan dari provinsi Hatay di selatan Turki.

Basarnas Berhasil Evakuasi 15 Jenazah Lagi di Perumnas Balaroa

PALU (Jurnalislam.com) – Pencarian mayat korban gempa dan likuifaksi di Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu masih dilakukan. Hari ini, Selasa (9/10/2018) Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama Tim Rescue Aksi Cepat Tanggap (ACT) berhasil mengevakuasi 15 jenazah.

“Kami di Balaroa berhasil mengevakuasi 15 jenazah,” kata Komandan Tim 5 Basarnas, Setiawan Abbas di Perumnas Balaroa, Palu, Selasa (9/10/2018).

Menurut Abbas, dari 15 jenazah yang berhasil dievakuasi hanya tujuh jasad korban yang telah teridentifikasi. Namun kondisi jenazah tersebut telah membusuk karena lama tertimbun reruntuhan dan tanah akibat terjadinya likuifaksi.

Proses evakuasi dibantu dengan enam alat berat. Namun kondisi reruntuhan puing bangunan menyulitkan Tim SAR dan relawan melakukan proses evakuasi.

Abbas menyebut, pihaknya menurunkan 70 personel Basarnas kemudian dibantu oleh sejumlah relawan.

“Proses evakuasi dimulai sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WITA,” jelasnya.

Proses evakuasi terhadap korban terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terus dilakukan. Hingga saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (9/10/2018) mencatat terdapat 2.010 orang tewas berhasil teridentifikasi.

Reporter: Ally Muhammd Abduh

Basarnas: Likuifaksi Persulit Proses Evakuasi Korban Gempa-Tsunami Palu

PALU (Jurnalislam.com) – Ketua Tim Sektor 6 Basarnas Reppind, mengaku cukup mengalami kesulitan saat mengevakuasi jenazah para korban bencana gempa dan tsunami yang menyebabkan likuifaksi di wilayah Petobo, Palu Selatan. Kondisi lumpur yang cukup dalam sempat membuat proses pencarian jenazah terganggu dan berjalan cukup lama.

“Untuk kendala di lapangan selama kami disini, yang dimana daerah operasi kita daerah berlumpur, sementara lumpur tersebut dari arah timur ke barat, kami sendiri mencari pencarian kearah barat, otomatis lumpur yang ada sudah mencapai 3 meter rata rata seperti itu,” katanya kepada jurnalislam.com usai melakukan evakuasi, Selasa, (9/10/2018).

Hingga memasuki hari kesebelas, Reppind mengatakan dirinya bersama tim gabungan Basarnas, BNPB, Potensi SAR, Kostrad dan Brigif berhasil mengevakuasi 53 jenazah yang 4 diantara berhasil di indentifikasi.

Korban yang berhasil dievakuasi

“Untuk jenazah yang berhasil di evakuasi selama saya di Petobo bagian selatan, sudah 53 berhasil kami evakuasi, ada 4 jenazah yang berhasil di identifikasi dan itu langsung diserahkan kepada keluarganya,” ujarnya.

Menurut keterangan Reppind, kondisi jenazah yang berhasil di evakuasi sudah rusak dan mulai membusuk.

“Jenazah sudah tidak utuh dan kadang kita berfikir kasihan juga dan penggalian kita sekitar 3 sampai 4 meter,” paparnya.

Lebih lanjut, Reppind menjelaskan jenazah yang tidak berhasil di indentifikasi dimakamkan secara massal. Reppind juga akan terus melakukan pencarian selama status tanggap darurat bencana belum dihentikan.

Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 4 Jenazah di Petobo Selatan

PALU (Jurnalislam.com) – Tim SAR, Basarnas, TNI-Polri, BPBD, dan Potensi SAR kembali berhasil mengevakuasi 4 jenazah di Petobo Selatan, Selasa (9/10/2018). 3 jenazah berhasil di identifikasi sementara satu lainnya tidak dapat dikenali akibat kondisi yang sudah mulai membusuk.

“Pencarian hari ini di wilayah Petobo Selatan, alhamdulilah menemukan 4 jenazah yang sudah di evakuasi, dari kedua jenazah jenis perempuan dan satu laki-laki, itu langsung berhasil di indentifikasi dan sudah diambil kekuarganya,” kata ketua Tim sektor 6, Reppind kepada jurnalislam.com seusai melakukan proses evakuasi.

“Sementara yang satu belum terindetifikasi, maka langsung dijemput oleh ambulan untuk di identifikasi lebih lanjut di rumah sakit,” imbuh Reppind

Reppind menjelaskan, proses evakuasi di wilayah Petobo Selatan menggunakan 7 alat berat dan melibatkan sekitar 47 personil.

“Hari ini kami melakukan pencarian di wilayah Petobo, dengan menggunakan 7 unit alat berat, berupa ekskavator dan personil yang terlibat sekitar 47 orang. Gabungan dari potensi SAR, ada yang dari BPBD, Tagana, SAR Jakarta, SAR Jogja, Jousan dan TNI disini ada dua kesatuan dari Kostrad dan Brigif kemudian kami sendiri dari Basarnas Kendari 25 orang,” tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Reppind proses pencarian jenazah korban yang terkena pencairan tanah atau likuifaksi itu masih akan terus dilakukan hingga status tanggap darurat bencana masih berlangsung.

“Berdasarkan perintah arahan dari pimpinan, untuk batas waktu pencarian kita melakukan saja ketika sudah diperintahkan dan berhubungan dengan batas tanggap darurat,” tandas Reppind.

Menurut pantauan jurnalislam.com di lapangan, koltur tanah di wilayah yang terkena likuifaksi tersebut masih mudah amblas. Hal itu sempat membuat proses evakuasi sedikit terhambat akibat tebalnya lumpur yang berada di wilayah tersebut.

Warga Minta Pemerintah Lanjutkan Evakuasi Korban Tewas Gempa-Tsunami Sulteng

PALU (Jurnalislam.com) – Pemerintah daerah Sulawesi Tengah berencana akan menghentikan pencarian korban gempa dan dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Sigi dan Donggala pada Kamis (11/10) mendatang. Namun, hal ini belum dikehendaki oleh masyarakat sekitar.

Salah satu keluarga korban terdampak gempa dan tsunami di Kota Palu, Bonte (50 tahun) mengaku masih mencari adiknya yang diduga menjadi korban.

Bonte menuturkan, sebanyak lima orang keluarganya tewas diterjang tsunami saat berada di Pantai Talise.

“Adik saya Ricani (40 tahun) belum ditemukan sampai saat ini,” kata Bonte saat ditemui di Pantai Talise, Palu Timur, Sulawesi Tengah, Selasa (9/10/2018).

Bau mayat masih menyengat di beberapa titik reruntuhan bangunan sekitar Pantai Talise. Hal itu yang membuat Bonte yakin, jasad adiknya masih ada, seraya berharap Tim SAR dapat membantu upayanya tersebut.

“Jadi Tim SAR bukan hanya fokus pada satu titik pencarian,” ucapnya.

Terkait rencana penghentian evakuasi, sambung Bonte, dirinya tidak menginginkan pemerintah daerah melakukan penghentian evakuasi korban terdampak gempa dan tsunami.

“Harapannya tetap dilakukan proses evakuasi,” ujar Bonte.

Terpisah, General Manager Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lukman Azis menyatakan, pihaknya akan tetap melakukan proses evakuasi jika terdapat warga yang meminta untuk mencari keluarganya yang tewas akibat gempa dan tsunami.

“Kita tidak akan menjadikan fokus utama, tapi tetap berjalan kalau ada yang meminta,” tutur Lukman.

Lukman menyebut pihaknya fokus pada penyaluran bantuan untuk membantu warga yang masih sulit mencari makanan. Sehingga tidak ada warga yang mati kelaparan.

“ACT fokus melayani yang hidup agar mereka tidak mati kelaparan,” jelasnya.

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola berencana memutuskan fokus pencarian korban atau terus dilakukan sampai 14 hari sesuai ketentuan tanggap bencana.

“Kita mau tanya masyarakat, apakah dilanjutkan pencarian atau kita hentikan untuk menghindari dampak penyakit yang ditimbulkan. Sebagian masyarakat menghendaki dihentikan dan lokasi itu dijadikan kuburan massal lalu dibangunkan monumen,” ucap Longki Djanggola di Palu, Senin (8/10/2018).

Reporter: Ally Muhammad Abduh

BNPB: Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.010 Jiwa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kapusdatin dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melaporkan jumlah korban akibat bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Sulteng, masih terus bertambah. Hingga H+11, korban meninggal mencapai angka 2.010 jiwa.

“Sampai pukul 13.00 WIB, tercatat 2.010 orang meninggal. Di Palu 1.601 , Donggala 171, Sigi 222, Parigi 15, dan di Pasangkayu 1 korban,” katanya dalam FMB 9 yang berlangsung di Aula Graha BNPB, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Kendati demikian, Sutopo menegaskan, pencarian masih terus dilakukan dan semua jenazah sudah dimakamkan.

Soal korban luka, kata dia, jumlahnya telah mencapai 10.679, dengan perincian 2.549 luka berat dan 8.130 luka ringan.

“Sedangkan korban hilang 671 orang. Pengungsi 82.775 orang. Sebanyak 7.444 tersebar di 112 titik di Sulteng dan 8.731 lainnya berada di luar Sulteng,” tuturnya.

Sementara itu, Sutopo menjelaskan, data rumah rusak mencapai angka 6.731. Lalu, sambung dia, fasilitas peribadatan yang rusak ada 99 unit dan fasilitas kesehatan 22 unit.

“Data pengungsi terbanyak di Palu. Masyarakat juga bisa mengakses data titik, lengkap dengan keterangannya, di website BNPB,” pungkasnya.

ACT Salurkan Bantuan untuk 8000 Pengungsi di Kelurahan Duyu, Kota Palu

PALU (Jurnalislam.com) – Memasuki hari kesebelas pasca gempa dan tsunami, Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menyalurkan bantuan untuk warga terdampak gempa di sejumlah wilayah di Kota Palu. Salah satunya di pengungsian kelurahan Duyu, Kota Palu.

Ada sekitar 3014 kepala keluarga atau 8000 jiwa bertahan di tenda-tenda pengungsian yang terletak di kaki bukit Gawalise ini.

Hari ini, ACT bersama PT IMIP menyerahkan 300 kantong beras 5 kg dan 400 paket bahan pokok di Kelurahan Duyu.

“Total ada 700 paket sembako yang kami berikan kepada pengungsi,” kata Komandan Rescue ACT, Kusmayadi kepada awak media.

Bantuan tersebut disebarkan ke 30 kelurahan dan 6 kecamatan di Palu Barat dan Palu Selatan.

“Kami hampir setiap hari mengirimkan, tapi kami gilirkan dari masing-masing wilayah itu agar bantuan bisa merata dan memulihkan ekonomi yang ada saat ini,” papar Yadi.

Yadi berharap, bantuan PT IMIP dapat diikuti oleh perusahaan tambang lainnya yang ada di Indonesia.

“Mereka jangan hanya mengeruk kekayaannya saja tapi juga ikut membantu warga yang terkena gempa,” tandasnya.

Sementara itu Lurah Duyu, Nurdin mengungkapkan, persediaan bahan pokok, seperti beras di pengungsian Kelurahan Duyu hanya untuk dua hari kedepan.

Tempat pengungsian sementara di Kelurahan Duyu, Palu

Wati (38), salah seorang pengungsi warga Perumnas Balaroa mengatakan, dia bersama keluarganya sudah 10 hari tinggal di tenda pengungsian.

“Ya mau dimana lagi yang aman, rumah saya sudah hancur,” tutur Wati.

Dalam pantauan jurnalislam.com, pengungsi di Kelurahan Duyu didominasi oleh warga perumnas Balaroa dan sekitarnya.

Mereka berlari sejauh 5 km untuk menghindari gempa dan tsunami yang telah mengakibatkan likuifaksi di sekitar Perumnas Balaroa

Reporter: Ally Muhammad Abduh

BNPB Tegaskan Gempa Susulan Palu dan Bulukumba Tak Berdampak Bencana Besar

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan video dan foto yang beredar pasca gempa M 5,2 di Palu dan M 4,8 di Bulukumba adalah hoaks. Karena video dan foto yang digunakan adalah akibat gempa M 7,4 di Donggala sehingga meresahkan masyarakat.

“Tak perlu resah, gempa susulan kecil dan tak menimbulkan dampak kerusakan yang besar,” tegasnya dalam FMB 9 bertajuk “Update Bencana Sulteng: Setelah Evakuasi Dihentikan, Fokus pada Tahapan Transisi Pemulihan” di Aula Graha, Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (09/10/2018).

Ia menambahkan bahwa dua gempa susulan tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Namun oleh oknum disebarkan video dan foto-foto di media sosial bahwa gempa tersebut menyebabkan jalan terbelah, rumah hancur, dan kepanikan luar biasa.

“Video dan foto tersebut adalah dokumentasi dampak gempa M 7.4 di Donggala yang terjadi pada 28/9/2018 sore,” pungkasnya.

“Jadi masyarakat dihimbau tetap tenang,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, jika gempanya kecil pasti tidak menimbulkan dampak. Hampir setiap hari terjadi gempa di Indonesia. Rata-rata 5.000 hingga 6.000 kali kejadian gempa dalam setahun di Indonesia. Jadi jangan terlalu takut dan berpikir negatif saat mendengar adanya informasi ada gempa. BNPB dan BMKG pasti menyampaikan kepada masyarakat.

Sutopo mengatakan bahwa gempa dirasakan kuat selama ±5 detik dan masyarakat setempat sempat panik. Gempa ini tidak berpotensi Tsunami. Belum ada laporan korban dan kerusakan akibat gempa.

 

 

Wali Kota : Kembalilah, Jangan Tinggalkan Palu!

PALU (Jurnalislam.com)–Wali Kota Palu, Hidayat meminta agar warga Palu jangan meninggalkan Palu. Menurutnya, Palu kini dalam kondisi berproses untuk pulih.

“Saya rapat dengan pak gubernur tadi malam, banyak pemilik toko meninggalkan Palu. Ini mudah-mudahan ada ruko-ruko sudah terbuka. Saya berharap, mari ini tanggungjawab kita semua, pemilik ruko-ruko itu tolong balik ke Palu, segera balik ke Palu kalau ada di luar daerah,” kata Hidayat kepada Jurnalislam.com, Selasa (9/10/2018) di Kantor Walikota jl. Balai Kota Timur No.1, Tanamodindi, Mantikulore, Kota Palu.

Bahkan, Hidayat mengatakan bahwa Palu sudah aman, hanya gempa-gempa dengan skala kecil saja yang sedang terjadi.

“Palu aman, Palu harus kita bangun sama-sama. Jangan lagi ada yang keluar-keluar daerah ini. Bahwa BMKG menyatakan tidak akan ada lagi susulan gempa yang dahsyat. Kembali lah ke Palu.” Kata Hidayat.

Apalagi, tambah Hidayat, aparat keamanan sudah menjamin keamanan Palu. “Saya beberapa kali dengan Kapolres, bahkan pak Danrem menjamin keamanan Kota Palu. Memang, situasi hari pertama kedua ketiga itu masyarakat kita maklumi kalau situasi begitu. Kita maklumi, trauma,” tambahnya.

Karenanya, ia mengimbau agar masyarakat jangan meninggalkan Palu dan segera kembali ke Palu.

“Palu harus kita bangun sama-sama. Jangan lagi ada yang keluar-keluar daerah ini,” pungkasnya.

reporter ; Ally M Abduh