Berita Terkini

Foto Aksi Seorang Warga Palestina di Gaza Viral di Jagat Medsos dan Berita Dunia

PALESTINA  (Jurnalislam.com) – Sebuah foto seorang demonstran Palestina di Jalur Gaza yang diblokade yang diambil oleh wartawan foto Anadolu Agency menjadi viral pada media sosial dan media internasional.

Mustafa Hassona mengambil snapshot selama berlangsungnya demonstrasi untuk mencabut blokade Israel di Jalur Gaza pada hari Senin (22/10/2018).

Dengan bendera Palestina di satu tangan dan ketapel yang siap dilontarkan di tangan satunya, foto A’ed Abu Amro di tengah asap hitam memantulkan representasi artistik Eugene Delacroix pada tahun 1830, “Kebebasan Memimpin Rakyat (Liberty Leading the People)” saat Revolusi Perancis, dengan kaum revolusioner yang dipimpin oleh seorang wanita yang membawa bendera Prancis dan senapan bayonet.

Foto tersebut dikutip oleh media internasional, termasuk Al Jazeera English dan BBC.

“Penyebaran foto saya di samping lukisan artis Prancis membuat saya berani melanjutkan demonstrasi,” Abu Amro memberitahu Anadolu Agency.

Mengatakan bahwa cakupan global yang luas pada gambar itu memberinya kegembiraan, pria 22 tahun itu menyatakan harapan bahwa protes akan mengarah pada pencabutan blokade untuk memungkinkan lebih banyak kesempatan kerja di kotanya.

Abu Amro mengatakan bahwa dia tidak akan pernah berpisah dari bendera atau ketapelnya ketika sedang melakukan protes.

“Bahkan jika saya menjadi sasaran peluru Israel, bendera ini akan tetap di tangan saya,” tambahnya, mengatakan bahwa aspirasi terbesarnya adalah menyaksikan pembebasan Palestina pada suatu hari.

Baca juga: 

Jurnalis foto Hassouna mengatakan bahwa sangat penting agar gambar tersebut menyebar di media sosial karena menunjukkan bahwa “Palestina tinggal di tanah mereka sendiri.”

Selama tujuh bulan terakhir, orang-orang Palestina di Gaza telah melakukan demonstrasi rutin di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel menuntut hak untuk kembali ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah sejak mereka diusir oleh penjajah Israel pada tahun 1948.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade Israel selama 12 tahun di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi wilayah pesisir dan merampas banyak komoditas pokok bagi dua juta penduduknya.

Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 200 warga Palestina telah gugur – dan ribuan lainnya terluka – oleh pasukan serangan pasukan zionis Yahudi yang ditempatkan di sepanjang sisi lain dari zona penyangga.

Pemerintah Diminta Tak Kaitkan Bendera Tauhid dengan HTI

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Aksi Bela Tauhid yang diikuti ribuan warga Jawa Barat (Jabar) di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (26/10/2018) siang ini berlangsung dengan aman dan tertib. Wakil Gubernur Jabar Uu Ruhzanul Ulum tampak hadir memberikan apresiasi dan dukungannya atas aksi damai tersebut.

Aksi diakhiri dengan pembacaan 7 poin pernyataan sikap Aliansi Pejuang Tauhid Jabar yang dibacakan oleh Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali.

Kiai Athian meminta pemerintah untuk melindungi simbol-simbol agama Islam termasuk memberikan jaminan bahwa bendera tauhid adalah milik umat Islam bukan milik organisasi tertentu.

“Bendera dengan bertuliskan kalimat Laa Ilaa Ha Illallah Muhammadur Rasulullah tidak selalu disangkut pautkan dengan gerakan Hizbut Tahrir Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, Kiai Athian juga mendesak kepolisian untuk menangkap para pelaku pembakaran, Aliansi Pejuang Tauhid Jabar juga mendesak GP Ansor meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam.

“Kami mendukung penuh pernyataan MUI yang telah meminta kepada pihak pelaku pembakaran untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam dan kami juga menuntut agar pimpinan pusat Ansor serta Banser bertanggungjawab serta benar-benar mampu membina, mengarahkan juga mengendalikan seluruh anggotanya agar tidak mengulangi perbuatan tersebut,” kata Kiai Athian.

Ia juga mengimbau umat Islam untuk menjaga kondusifitas dan tetap menjungjung tinggi hukum yang berlaku.

Aksi Bela Tauhid di Bandung diikuti oleh ribuan massa dari berbagai elemen umat Islam.

Berikut ini 7 point pernyataan sikap Aliansi Pejuang Tauhid Jabar,

  1. Kami adalah warga muslim jawa barat yabg memegang teguh Al-Qur’an dan As Sunnah sesuai tuntunan dan ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dan petunjuk hidup.
  2. Kami adalah warga muslim jawa barat yang mengakui sekaligus mencintai NKRI yang berdasarkan Pancasila serta UUD 1945.
  3. Kami mengecam keras tindakan pembakaran bendera bertuliskan Kalimat Tauhid yang telah dilakukan oknum banser dan menuntut agar pelaku tindakan tersebut diproses hukum secara adil.
  4. Kami mendukung penuh pernyataan MUI yang telah meminta kepada pihak pelaku pembakaran untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat islam dan kami juga menuntut agar pimpinan pusat Ansor serta Banser bertanggungvjawab serta benar-benar mampu membina, mengarahkan juga mengendalikan seluruh anggotanya agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.
  5. Kami warga muslim jawa barat menyatakan bendera tauhid adalah merupakan milik seluruh umat Islam dan bukan milik salah satu organisasi manapun.
  6. Kami meminta ketegasan sikap pemerintah serta aparat keamanan untuk melindungi simbol-simbol sekaligus memberikan jaminan bahwa bendera tauhid dengan bertuliskan kalimat Laa Ilaa Ha Illallah Muhammadur Rasulullah tidak selalu disangkut pautkan dengan gerakan Hizbut Tahrir Indonesia.
  7. Kami menghimbau seluruh masyatakat agar selalu menjaga kondusifitas serta menjunjung tinggi aturan hukum yang berlaku.

Politik Sontoloyo Jika Pembakar Kalimat Tauhid Tak Dihukum

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Aparat kepolisian telah melakukan politik sontoloyo jika tidak menghukum pelaku pembakaran kalimat tauhid. Hal itu diungkapkan Ketua Harian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Roinul Balad Jabar saat berorasi dalam aksi bela tauhid di Gedung Sate, Bandung.

Dalam orasinya Roinul Balad mengingatkan pemerintah dan aparat agar dapat menegakkan hukum dengan seadil-adilnya.

“Hari ini bukan terakhir kita melakukan aksi. Jika aparat tidak menghukum para pembakar kalimat tauhid, maka mereka telah melakukan politik sontoloyo,” ujar di hadapan ribuan peserta aksi, Jumat (26/10/2018).

Sementara, Ketua Forum Ulama dan Umat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali mendesak para pelaku pembakaran untuk meminta maaf. Ia juga menuntut agar pimpinan pusat GP Ansor serta Banser bertanggung jawab serta benar-benar mampu membina, mengarahkan juga mengendalikan seluruh anggotanya agar tidak mengulangi perbuatan yang telah melukai umat Islam itu.

“Kami meminta ketegasan sikap pemerintah serta aparat keamanan untuk melindungi simbol-simbol sekaligus memberikan jaminan bahwa bendera tauhid tidak disangkut pautkan dengan gerakan Hizbut Tahrir Indonesia,” Kiai Athian.

Ribuan warga Jawa Barat menghadiri Aksi Bela Tauhid di depan Gedung Sate, Kota Bandung, buntut pembakaran bendera tauhid yang dilakukan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Dalam aksi tersebut, elemen ormas Islam dan kelompok masyarakat bergabung turut serta menyuarakan aspirasinya. Di antaranya geng motor Brigez, XTC, Moonraker, Pemuda Hijrah, Pejuang Subuh, Pembela Ahlus Sunnah, Kodas, DDII, Pemuda Persis, Bandung Fight Club (BFC), perguruan pencak silat, dan lain-lain.

Reporter: Rizki Lesus

Wagub Jabar Janji Kawal Kasus Pembakaran Bendera Tauhid

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum berjanji akan mengawali proses hukum terhadap pelaku pembakaran bendera tauhid oleh okun Banser. Hal tersebut disampaikan di hadapan ribuan peserta Aksi Bela Tauhid di depan Gedung Sate Jabar, Jumat (28/10/2018).

“Sebagai umat Islam saya merasakan apa yang bapa ibu rasakan,” kata Uu. Ia menegaskan bahwa kalimat tauhid jelas sangat bermakna bagi umat Islam.

“Siapapun yg menggangu kalimat thayyibah, aqidah umat islam maka berhadapan dengan umat Islam,” tegasnya. Namun ia tetap mengingatkan masyarakat agar tetap membela kalimat tauhid sesuai dengan norma dan hikmah.

Sebagai orang nomor dua di Jabar, Ia juga berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Saya selaku wagub akan mengawal kasus ini. Mari kita kawal bersama sama,” katanya.

Ia mendorong agar penegak hukum dapat menuntaskan kasus ini dengan adil dan transparan.

“Mari kita dorong proses lebih adil jujur dan transparan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, ribuan warga Jabar dari berbagai elemen umat seperti club motor Brigez, XTC, Moonraker, Pemuda Hijrah, Pejuang Subuh, DDII, Kodas, Pemuda Persis, dan lainnya menggelar aksi bela tauhid mendesak polisi menghukum pembakar bendera tauhid.

Reporter: Mazaya

KH Athian Ali : Kibarkan! Kibarkan Bendera Tauhid!

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali meminta umat Islam jangan takut mengibarkan bendera tauhid, karena sejatinya bendera tauhid adalah bendera milik umat Islams sedunia.

“Bendera tauhid adalah merupakan milik seluruh umat islam dan bukan milik salah satu organisasi manapun,” tegas KH Athian Ali saat Aksi Bela Tauhid di Gedung Sate Jabar, Jumat (26/10/2018).

Karenanya, di hadapan massa, ia justru meminta ribuan peserta aksi damai mengibarkan bendera tinggi-tinggi.

“Kibarkan. Kibarkan bendera (tauhid) ini” teriak KH Athian disambut pengibaran bendera tauhid.

KH Athian juga menegaskan bahwa jangan sampai ada pihak yang menganggap bendera ini adalah milik HTI. Ia mengatakan bahwa dirinya dan juga umat Islam berkomitmen menjaga NKRI.

“Demi allah jangan pernah ragukan komitmen kami, kami rela membela negeri ini sampai darah penghabisan,” lirihnya.

Ia juga mendesak aparat agar segera menuntaskan kasus ini dengan menghukum pelaku pembakaran bendera tauhid.

“Biarkan darah mendidih, amarah kita membara tapi jangan membuat sesuatu yang justru merugikan kita. Kita wajib menjaga kondusifitas negeri ini. Untuk aparat agar segera menindak pelakunya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, ribuan warga Jabar dari berbagai elemen umat sepeti geng motor Brigez, XTC, Moonraker, Pemuda Hijrah, Pejuang Subuh, DDII, Kodas, Pemuda Persis, dan lainnya menggelar aksi bela tauhid mendesak polisi menghukum pembakar bendera tauhid.

Reporter: Mazaya

Bertopi Tauhid, Wagub Jabar Uu : Yang Ganggu Kalimat Thayyibah, Kita Lawan!

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum hadir dalam Aksi Bela Tauhid yang dihadiri ribuan warga Jabar di depan Gedung Sate, Jumat (26/10/2018).

Uu mengatakan bahwa apa yang ia rasakan sama seperti para peserta aksi yang menyampaikan kemarahannya dan juga menuntut agar pelaku pembakaran bendera tauhid dihukum setimpal.

“Apa yg bapak ibu sampaikan hari ini adalah sama dengan akan saya ingin sampaikan,”kata Uu memulai orasinya. Ia mengatakan bahwa dirinya siap berhadapan dengan siapapun yang mengganggu kalimat tauhid juga melakukan penginaan terhadap akidah.

“Apapun permasalahananya,yang namanya atau niatnya ihanah terhadap aqidah kita harus mampu melawan mereka,” teriak Uu di hadapan massa.

Uu menegaskan lagi, kalau siapapun pihak yang mengganggu kalimat tauhid, akan berhadapan dengan umat Islam.

“Siapapun yang menggangu kalimat thoyibah, mengganggu akidah umat islam maka berhadapan dengan umat islam,” tegasnya.

Uu juga mengingatkan agar masyarakat dapat memberikan kesempatan kepada penegak hukum untuk memproses kasus pembakaran bendera tauhid. Ia juga berharap semoga sikap pemerintah sama dengan aspirasi massa.

“Semoga sikap pemerintah sama dengan apa yang kita inginkan,” pungkasnya.

Ribuan Warga Jabar Gelar Aksi Bela Tauhid 

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ribuan warga Jawa Barat menghadiri Aksi Bela Tauhid menuntut polisi menghukum pembakar bendera tauhid bertempat di depan Gedung Sate Jabar, Kota Bandung, Jumat (26/10/2018).

Pantauan Jurnalislam.com, ribuan massa ‘mengepung’ Gedung Sate dengan mengibarkan bendera berlafaz tauhid. Selain itu, ada juga bendera tauhid sepanjang 50 meter dibentangkan peserta aksi.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci al Qur’an dan massa menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan oleh orasi para tokoh Jabar seperti Wakil Ketua DPRD Jabar H Edwin Senjaya, Ketua DDI Jabar M Roinul Balad, Ketua FUUI KH Athian Ali, dll.

Ketua Harian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Roinul Balad Jabar dalam orasinya mengingatkan pemerintah dan aparat agar dapat menegakkan hukum dengan adil.

“Hari ini bukan terakhir kita melakukan aksi. Jika aparat tidak menghukum para pembakar kalimat tauhid, maka mereka telah melakukan politik sontoloyo,” teriaknya.

Selain Roinul Balad, Ketua Forum Ulama dan Umat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali dengan mengenakan topi berlafaz tauhid menegaskan bahwa aparat harus dapat memproses para pelaku pembakaran.

“Kami mendukung penuh pernyataan MUI yang telah meminta kepada pihak pelaku pembakaran untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat islam,” kata KH Athian Ali.

Ia juga menuntut agar pimpinan pusat GP Ansor serta Banser bertanggung jawab serta benar-benar mampu membina, mengarahkan juga mengendalikan seluruh anggotanya agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Kami meminta ketegasan sikap pemerintah serta aparat keamanan untuk melindungi simbol-simbol sekaligus memberikan jaminan bahwa bendera tauhid tidak disangkut pautkan dengan gerakan Hizbut Tahrir Indonesia,” pungkasnya.

Hadir dalam aksi beberapa anggota elemen ormas Islam seperti geng motor Brigez, XTC, Moonraker, Pemuda Hijrah, Pejuang Subuh, Pembela Ahlus Sunnah, Kodas, DDII, Pemuda Persis, Bandung Fight Club (BFC), perguruan pencak silat, dll.

Unik! Begini Aksi Bela Tauhid di Padang

PADANG (Jurnalislam.com) – Ada yang berbeda dengan Aksi Bela Tauhid di Padang, umat Islam disana memilih untuk mengadakan Aksi dalam bentuk touring keliling kota Padang, Kamis (25/10/2018).

“Berbagai komunitas, ormas dan perorangan terlihat sangat antusias dengan touring tauhid ini. Target awal kita hanya 30 motor, namun karena kemarahan umat Islam yang meluap terhadap aksi pembakaran yang dilakukan banser NU, peserta yang ikut sekitar 500-an peserta,” ujar Lucky Abdulhay Ketua Panitia Touring Tauhid dilansir HarianHaluan.com, Kamis (25/10/2018).

Selain touring, aksi ini pun diisi dengan orasi dan tausiyah di Masjid Raya Sumbar yang disampaikan oleh ustaz Al-Khatab, Sekjen Forum Umat Islam (FUI).

Lucky menjelaskan bahwa tausiyah tetap penting agar adab umat Islam tetap terjaga saat aksi.

“Umat tetap harus kritis dalam menghadapi situasi seperti ini. Namun jangan sampai melupakan akhlak dan adab. Tidak boleh anarkis dan harus tetap taat peraturan. Termasuk saat touring, harus taat dengan arahan dan petunjuk dari kepolisian. Kita berharap kasus ini dapat diusut dan diproses seadil-adilnya,” jelas dia.

Lukcy berharap dengan acara Touring Tauhid ini, masyarakat dapat bersatu, tidak terpecah belah.

Sebelumnya, sejak tragedi pembakaran kalimat aksara Arab tauhid, sejumlah titik di wilayah Indonesia mengadakan aksi unjuk rasa untuk mengutuk kejadian tersebut karena diduga menistakan simbol agama Islam.

Reporter: Jumi Yanti Sutisna

20 Wartawan Diculik Pasukan Syiah Houthi di Sanaa

ADEN (Jurnalislam.com) – Kelompok pemberontak Yaman Syiah Houthi pada hari Kamis (25/10/2018) menculik 20 wartawan dan personil media di ibukota Sanaa, menurut komisi hak asasi manusia yang dikelola pemerintah.

Para wartawan itu diculik setelah mengorganisir sebuah forum yang ditujukan untuk memerangi “pidato kebencian” Eshraq al-Maqtari, juru bicara Komisi Nasional yang dikelola pemerintah untuk Investigasi Pelanggaran Hak Asasi (National Commission to Investigate Alleged Human Rights Violations), mengatakan melalui Twitter, lansir Anadolu Agency.

Kemudian pada hari Kamis, Nabeel al-Osaidy, Ketua Komisi Pendidikan Journalists’ Syndicate di Yaman, mengumumkan di akun Facebook-nya bahwa 18 dari 20 jurnalis yang diculik telah dibebaskan.

Baca juga: 

Osaidy mengatakan bahwa Houthi masih menahan dua wartawan, bernama Ashraf el-Refi dan Adel Abdel-Moughni.

Belum ada informasi tentang alasan penculikan wartawan itu.

Sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara itu, Yaman yang terpuruk dihantam oleh kekerasan dan gejolak.

NATO Luncurkan Latihan Perang Terbesar Pasca Perang Dingin

NORWEGIA (Jurnalislam.com) – NATO telah meluncurkan latihan perang terbesarnya sejak akhir Perang Dingin di tengah meningkatnya ketegangan antara aliansi keamanan trans-atlantik itu dengan Rusia.

Sekitar 50.000 tentara dari 31 negara – terdiri dari 29 negara anggota NATO ditambah Swedia dan Finlandia – mengambil bagian dalam latihan militer melawan pasukan penyerang di Norwegia mulai Rabu dan dijadwalkan akan berlangsung hingga 7 November.

Ribuan kendaraan militer, ratusan pesawat dan puluhan kapal juga akan dikerahkan sebagai bagian dari manuver, yang secara resmi diberi nama Trident Juncture 18.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan pelatihan itu akan mengirim “pesan yang jelas kepada negara-negara kita dan kepada musuh potensial”.

“Dalam beberapa tahun terakhir, lingkungan keamanan Eropa telah memburuk secara signifikan … NATO tidak mencari konfrontasi tetapi kami siap untuk membela semua sekutu terhadap ancaman apa pun,” kata Stoltenberg kepada wartawan pada konferensi pers pada hari Rabu.

Meskipun sering dikritik oleh Presiden AS Donald Trump mengenai belanja pertahanan anggota NATO, yang menurutnya tidak cukup, Washington berkontribusi terbesar dalam hal jumlah kontingen pasukan untuk Trident Juncture 18.

Panduan NATO menyatakan bahwa negara-negara anggota harus mengalokasikan minimal 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pembelanjaan pertahanan tahunan pada tahun 2024, tetapi banyak dari anggota organisasi saat ini tidak mematuhi peraturan ini.

Baca juga: 

Latihan hari Rabu dimulai hanya beberapa pekan setelah Rusia melakukan latihan militer terbesarnya sendiri sejak akhir Perang Dingin, yang berakhir dengan pembubaran Uni Soviet pada bulan Desember 1991.

Tahun lalu, Rusia juga melakukan latihan perang bersama Belarus, dekat perbatasan timur Uni Eropa dan negara-negara anggota NATO Estonia, Latvia, Lithuania dan Polandia.

Walaupun dengan latar belakang semakin dalamnya ketidakpercayaan dengan Moskow, NATO bersikeras bahwa operasi yang sedang berlangsung ini tidak bertujuan untuk mensimulasikan konflik dengan Rusia, yang berbatasan dengan Norwegia.

Reporter Al Jazeera Alex Gatopoulos, melaporkan dari Norwegia, mengatakan meski tidak ada yang menyebut Rusia namun “semua orang melihat ke timur”.

“Kami berbicara tentang latihan dalam keamanan kolektif … kami telah menyaksikan latihan besar yang dijalankan oleh Rusia selama dua hingga tiga tahun terakhir dan juga ratusan ribu pasukan pengetahuan terintegrasi yang mereka pelajari dan ambil secara operasional dari konflik di Suriah,” Gatopoulos berkata.

“NATO jelas melatih untuk bersiap menanggapi ini, tidak hanya untuk membela negara di garis depan tetapi juga untuk merebut kembali negara tersebut jika ada konflik di masa depan,” tambahnya.

Beberapa tawaran baru-baru ini dari NATO – termasuk memberi pengarahan kepada Kremlin tentang latihan dan memperpanjang undangan kepada pejabat Rusia untuk melakukan pemantauan – tampaknya hanya sedikit menenangkan keluhan Rusia.

Pada hari Rabu, kedutaan Rusia di Oslo mengatakan, pihaknya menganggap Trident Juncture 18 sebagai latihan “anti-Rusia”.

“Kegiatan seperti itu … tampil sebagai tindakan provokatif, bahkan jika Anda mencoba untuk membenarkannya dengan menyebutnya sebagai tindakan yang murni defensif,” katanya.

Komentar itu muncul setelah juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, yang berbicara sebelumnya pada Oktober, mengutuk tindakan itu sebagai “menabuh genderang perang” oleh NATO.

“Semua persiapan NATO ini tidak dapat diabaikan, dan Federasi Rusia akan mengambil tindakan tit-for-tat (kebaikan dibalas kebaikan, kejahatan dibalas kejahatan) yang diperlukan untuk menjamin keamanannya sendiri,” kata Zakharova kepada kantor berita TASS yang dikelola negara Rusia pada 2 Oktober.

“Tindakan yang tidak bertanggung jawab seperti itu pasti akan mengacaukan situasi militer dan politik di utara,” tambahnya.

Selama berbulan-bulan, Moskow telah kesal oleh kehadiran militer Barat yang semakin meningkat di kawasan itu, dengan Amerika Serikat dan Inggris – keduanya adalah negara anggota NATO – meningkatkan jumlah pasukan di Norwegia untuk mengkondisikan pasukan mereka dalam pertempuran cuaca dingin.

Ketegangan antara AS dan Rusia meningkat pekan ini setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mundur dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF).

INF, perjanjian kontrol senjata yang membersihkan Eropa dari rudal nuklir berbasis darat dengan melarang semua rudal nuklir dan konvensional dengan kisaran 500 hingga 5.500 km, ditandatangani pada 1987 di KTT Washington antara Presiden AS Ronald Reagan dan Sekretaris Jenderal Soviet Mikhail Gorbachev.

Washington dan Moskow telah sering saling melontarkan ejekan mengenai kesepakatan itu dalam beberapa tahun terakhir, menuduh satu sama lain melanggar ketentuan perjanjian pada beberapa kesempatan.

Menyusul pertemuan dengan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton di Moskow pada hari Rabu, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa Kremlin akan membalas dengan cara yang sama jika AS menarik diri dari kesepakatan dan menyebarkan rudal di Eropa.

“Jika AS mengirim mereka [rudal] ke Eropa, tentu saja respon kami harus sama,” kata Putin.