Erdogan: Pembunuh Jamal Khashoggi Rencana Para Pejabat Kerajaan Saudi

Erdogan: Pembunuh Jamal Khashoggi Rencana Para Pejabat Kerajaan Saudi

Istanbul (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di konsulat kerajaan di Istanbul direncanakan oleh para pejabat kerajaan Saudi beberapa hari sebelumnya.

Di depan para anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) pada hari Selasa (23/10/2018), Erdogan menjelaskan penghilangan dan pembunuhan Khashoggi, tetapi berhenti saat menuduh kerajaan Saudi atas pembunuhan “brutal” (memutilasi) yang telah menyebabkan kemarahan global.

“Pada tanggal 28 September, Khashoggi tiba di konsulat Arab Saudi untuk menyelesaikan dokumen pernikahannya,” kata Erdogan dalam pidato di parlemen Turki di ibukota, Ankara.

“Sepertinya pada waktu itu mereka [para pejabat Arab Saudi] mulai merencanakan peta jalan (roadmap) untuk pembunuhannya.”

Dia menambahkan bahwa beberapa pejabat Saudi meninggalkan Turki dan melakukan perjalanan ke Arab Saudi, “menunjukkan mereka merencanakan pembunuhan itu”.

Khashoggi, 59 tahun, seorang kolumnis Washington Post dan kritikus bagi Pangeran Mahkota Saudi yang kuat, Mohammed bin Salman, hilang setelah memasuki konsulat Saudi pada 2 Oktober.

Baca juga: Jubir Erdogan: Pembunuhan Khashoggi adalah Masalah Besar

Sebelum pidato hari Selasa, Erdogan tetap diam menanggapi kasus tersebut, meskipun pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya telah membocorkan informasi tentang pembunuhan itu, termasuk informasi tentang “tim pembunuh” Saudi yang beranggotakan 15 orang yang terbang ke Istanbul dengan dua pesawat sewaan.

Setelah tekanan global yang kuat, Arab Saudi pekan lalu mengakui bahwa Khashoggi terbunuh di dalam konsulat Istanbul pada 2 Oktober sebagai akibat dari “baku hantam” selama interogasi.

Otoritas Saudi menangkap 18 orang sehubungan dengan pembunuhan itu dan memecat pejabat keamanan yang dianggap dekat dengan bin Salman.

Erdogan menyebut pembunuhan itu sebagai “pembunuhan politik”, menambahkan bahwa penyelidik internasional harus diikutsertakan dalam penyelidikan.

Pemimpin Turki itu melanjutkan untuk menyebut pembunuhan “biadab”, menambahkan bahwa Ankara akan melanjutkan penyelidikannya sampai semua pertanyaan telah dijawab.

“Mengapa mereka [tim Saudi] datang ke Istanbul, atas instruksi oleh siapa?” Erdogan bertanya, menambahkan bahwa Arab Saudi harus menjelaskan mengapa mereka tidak membiarkan para penyelidik masuk ke konsulat sampai beberapa hari kemudian.

Galip Dalay, sarjana tamu di Universitas Oxford, menekankan pentingnya pidato Erdogan.

“Yang paling penting adalah Erdogan mengkonfirmasi semua yang kami dengar melalui saluran lain,” katanya kepada Al Jazeera. “Sekarang tidak lagi dikaitkan dengan pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya, tapi presiden Turki sendiri yang telah mengkonfirmasi apa yang telah terjadi,” kata Dalay.

Baca juga: Begini Narasi Saudi atas Terbunuhnya Khashoggi dari Hari ke Hari

Erdogan juga menuntut jawaban atas apa yang terjadi pada jasad Khashoggi, menyebutkan laporan bahwa seorang kooperator lokal diduga membuangnya.

“Di mana mayatnya? Ada klaim bahwa tubuhnya telah diberikan kepada orang lokal, tapi siapa orang lokal ini?” Erdogan bertanya.

“Tidak ada yang diizinkan untuk berpikir bahwa kasus ini akan berakhir tanpa menjawab semua pertanyaan ini,” tambahnya.

Presiden Turki juga mengatakan Arab Saudi mengambil langkah yang tepat dengan bekerja sama dengan Ankara dalam penyelidikan dan melakukan 18 penangkapan.

Dalay, yang juga seorang rekan non-residen di Brookings Institution Doha, menggarisbawahi “perbedaan” Erdogan dalam pidatonya antara Raja Salman dan putranya, bin Salman.

“Semua yang dinyatakan Erdogan menunjuk ke arah MBS, tanpa menyebut putra mahkota itu secara khusus,” kata Dalay, menambahkan bahwa presiden Turki jelas berusaha mencegah krisis besar antara Ankara dan Riyadh.

Pada hari Ahad, berbicara dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Fox News, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan pembunuhan Khashoggi di dalam konsulat adalah “tragedi yang mengerikan” dan bahwa MBS tidak ada hubungannya dengan itu.

Taha Ozhan, direktur penelitian di Institut Ankara, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa menurutnya Erdogan mengambil langkah yang tepat.

“Saudi sadar betul apa yang diketahui Turki, dan apa yang telah dilakukan Erdogan adalah hal yang benar, yaitu meminta Saudi untuk bekerja sama penuh dalam kasus ini.”

Bagikan

6 thoughts on “Erdogan: Pembunuh Jamal Khashoggi Rencana Para Pejabat Kerajaan Saudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X