Pasang Baliho Lafadz Tauhid, Almumtaz: Ini Pesan Perdamaian dan Persatuan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Sebuah baliho besar ukuran 4 x 6 meter berisi lafadz tauhid muncul di Kota Tasikmalaya, Ahad (3/11/2018). Baliho itu milik Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz), sebuah wadah koordinasi ormas Islam, komunitas, dan Organisasi Kepemudaaan (OKP) di Kota Tasikmalaya.

Sekjen Almumtaz, Abu Hazmi mengatakan, pemasangan baliho tersebut untuk mengedukasi masyarakat tentang bendera tauhid sebagai panji Rasulullah dan kaum muslimin.

“Ini adalah pesan perdamaian dan persatuan,” katanya kepada INA News Agency, Ahad (3/11/2018).

Selain itu, pihaknya berharap baliho tersebut akan memotivasi masyarakat untuk menggali makna kalimat tauhid itu sendiri.

“Semakin seringnya masyarakat melihat dan membaca pesan visual ini, diharapkan memberikan motivasi untuk menggali lebih dalam makna dari kalimat Tauhid, sehingga dengan pemahaman yg mendalam akan lahir upaya mengamalkan konsekwensinya,” paparnya.

Baliho lafadz tauhid Almumtaz Tasikmalaya

Selain lafadz tauhid, ada pesan lain yang tertulis pada baliho berlatar putih itu. “Memperbanyak dzikir denga Kalimat Tauhid, tenteramkan hati, jiwa, dan bangsa. Kalima Tauhid asa persatuan dan perdamaian,” bunyi pesan di bawah lafadz tauhid itu.

Dengan baliho dakwah ini, Abu Hazmi mengajak masyarakat untuk senantiasa memperbanyak dzikir agar terhindar dari malapetaka.

“Dan dzikir yang paling utama yakni kalimat laa ilaaha illaloh,” ujarnya.

Baca juga : Warga Solo Patungan Pasang Baliho Raksasa Berlafaz Tauhid

Terkait perizinan pemasangan baliho, Almumtaz mengatakan baliho itu legal karena pihaknya telah mendapat izin dari perusahaan pemilik papan reklame.

“Itu space kosong yang kami isi dengan pesan dakwah, sudah dapat izin dari pemiliknya,” tandasnya.

Ditanya soal kekhawatiran adanya reaksi dari pihak yang tidak berkenan, Abu Hazmi menegaskan akan menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pihak berwenang.

“Kami akan serahkan penyelesaiannya kepada pihak berwenang, karena ini legal, tidak ada unsur pelanggaran hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya baliho dengan ukuran serupa juga tampak di Solo, Jawa Tengah.

Hamas Puji Tunisia Tolak Kunjungan Delegasi Israel ke Negaranya

GAZA (Jurnalislam.com) – kelompok perlawanan Islam Palestina Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, menyambut putusan pengadilan Tunisia yang melarang masuknya delegasi Israel ke Tunisia, Anadolu Agency melaporkan Ahad (4/11/2018).

Delegasi itu dijadwalkan untuk ambil bagian dalam konferensi Forum Dunia Dialog Duta Antar-Agama (World Forum Interfaith Dialogue Ambassadors), yang akan diadakan pada 4-8 November.

Pada hari Jumat (2/11/2018), Pengadilan Tingkat Pertama di Tunisia memutuskan untuk mencegah delegasi Israel memasuki negara tersebut dalam rangka menghadiri acara tersebut.

Baca juga: 

“Kami menghargai orang-orang Tunisia yang hebat dan semua organisasi Tunisia yang bekerja keras untuk memungkinkan terbitnya keputusan ini,” kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri di Twitter.

Masalah ini dibawa ke pengadilan oleh Komisi Nasional untuk Pendukung Perlawanan Arab (the National Commission for the Support of Arab Resistance), Partai Republik dan Gerakan Rakyat melawan Pramuka Tunisia di negara itu sebagai penyelenggara forum.

Mereka menuntut agar delegasi Israel atau pemegang kewarganegaraan Israel dilarang hadir atau berpartisipasi dalam forum.

Pemimpin Suku Dibunuh, Warga Raqqa Serukan Boikot Milisi YPG Dukungan AS

IDLIB (Jurnalislam.com) – Pembunuhan seorang pemimpin suku setempat dalam serangan bersenjata yang diduga dilakukan oleh kelompok teror YPG dukungan AS telah meningkatkan ketegangan di kota Raqqa di Suriah yang dilanda perang.

Setelah pembunuhan pemimpinnya Bashir Faisal al-Huwaidi, anggota suku Sabha pada hari Ahad (4/11/2018) menyerukan boikot terhadap YPG, yang bertanggung jawab atas serangan itu, di wilayah tersebut.

Al-Huwaidi – yang dikenal menentang kelompok YPG – tewas hari Sabtu (3/11/2018) di Raqqa, lansir Anadolu Agency.

Banyak suku regional lainnya juga bergabung dengan kecaman Sabha atas serangan itu, mengumumkan dukungan mereka untuk boikot sampai pelakunya terungkap.

Selama setahun terakhir, YPG telah menindas dan meneror penduduk lokal Raqqa – seperti yang terjadi di wilayah lain di bawah kendalinya.

Baca juga:

YPG secara paksa telah merekrut warga sipil ke dalam barisannya dan mencegah banyak penduduk setempat membangun kembali rumah mereka, banyak yang hancur tahun lalu oleh serangan udara koalisi rezim Syiah Assad yang intens.

Namun YPG tidak menyediakan layanan publik, sementara warga yang dituduh memiliki hubungan dengan oposisi sering menghadapi penahanan sewenang-wenang.

Dalam laporan yang diterbitkan Desember lalu, Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (the U.K.-based Syrian Network for Human Rights) yang berbasis di Inggris mengatakan, total 2.323 warga sipil telah tewas di Raqqa pada periode dari November 2016 hingga Oktober 2017.

Pasukan Israel Serbu Kantor Gubernur Yerusalem

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel pada hari Ahad (4/11/2018) menyerbu kantor gubernur Yerusalem di Tepi Barat yang diduduki, menurut penduduk setempat.

“Pasukan Israel menyerbu dan menggeledah kantor gubernur di kota al-Ram, timur laut Yerusalem,” seorang penduduk setempat mengatakan kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan tentara Israel menyerang sejumlah karyawan di dalam kantor.

Menurut sumber medis Palestina, tiga orang menderita asfiksia (sesak napas) sementara dari tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel dan dirawat di tempat.

Serangan pasukan zionis tersebut dengan cepat dikutuk oleh pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah.

Baca juga; 

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara pemerintah Yousef al-Mahmoud menggambarkan serangan itu sebagai “eskalasi berbahaya dan pelanggaran mencolok dari semua perjanjian dan hukum internasional”.

Juru bicara itu melanjutkan untuk meminta pemerintah Israel bertanggung jawab atas “dampak dari serangan-serangan ini”.

Tidak ada komentar dari tentara Israel tentang laporan itu.

Bulan lalu, polisi Israel menahan Gubernur Adnan Ghaith dan membebaskannya dua hari kemudian.

Pekan lalu, Ghaith kembali ditahan sebentar oleh pasukan Yahudi Israel

Sinergi dengan SAR, Taklim Jurnalistik Group Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami di Palu

PALU (Jurnalislam.com) – Taklim Jurnalistik Group (TJG), menggalang donasi untuk korban gempa dan tsunami di Donggala, Sigi, dan Palu.

Donasi yang terkumpul dari galang dana bersama saat Kopdar di Taman Salatiga, Jawa Tengah dan juga via grup Whatsapp (Sosial Media) tersebut diamanahkan melalui SAR (search and rescue) Hidayatullah pada Ahad,(04/11/2018).

Bantuan untuk korban diterima dan disalurkan oleh Relawan SAR Hidayatullah, Muhammad Suardy di Posko Ponpes Hidayatullah Palu, Sulawesi Tengah.

Penyerahan donasi kepada korban musibah Gempa-Tsunami Sulteng

Ia mengatakan, atas nama relawan dari SAR Hidayatullah mengucapkan terimakasih atas bantuannya kepada Taklim Jurnalistik Group.

“Mudah-mudahan yang diberikan insyaAllah berkah di sisi Allah SWT, insyaAllah terus bersinambungan untuk para korban di Palu,” ujarnya.

TJG yang di komandoi oleh Andre Rahmatullah bertekad, untuk tetap membantu musibah baik di Lombok dan Sulteng dengan mengumpulkan donasi dari para anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ini merupakan langkah kita bahwasanya komunitas yang berbasis kepenulisan ini tidak hanya berkarya namun juga ada jiwa kepedulian sosial kepada saudara kita,” tegas Bang AR, sapaan akrabnya.

Adapun penyaluran sembako ini, lanjut Bang AR, kami salurkan berupa sabun mandi, makanan ringan, sabun cuci dan kebutuhan lain-lain. “Semoga bantuan sederhana ini setidaknya bisa membantu mereka,” ucap pria yang juga Manager Markom LAZNAS BMH Perwakilan Kepulauan Riau ini.

Kontributor: Saathir Mustaqim

OKI Kecam Keputusan Brazil Pindahkan Kedutaannya ke Al Quds

KAIRO (Jurnalislam.com) – Organisasi Kerjasama Islam-OKI (The Organization of Islamic Cooperation-OIC) mengecam keputusan Presiden Brasil terpilih Jair Bolsonaro untuk merelokasi kedutaan negaranya untuk Israel dari Tel Aviv ke kota Yerusalem (Al Quds) yang diduduki dan menyebutnya sebagai “tindakan ilegal”.

“Deklarasi itu adalah pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan semua resolusi PBB yang relevan,” kata OKI dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (3/11/2018), lansir Anadolu Agency.

Lembaga Muslim itu meminta Brasil menerima posisi yang mendukung peluang untuk berdamai di bawah solusi dua negara.

Pada hari Jumat, Liga Arab meminta Bolsonaro mencabut keputusannya untuk merelokasi kedutaan Brasil di Israel ke Yerusalem.

Baca juga: 

Bolsonaro pada hari Kamis mengumumkan niatnya untuk merelokasi kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem setelah dia secara resmi menduduki posisi kepresidenan.

Presiden AS Donald Trump memicu kecaman dunia Desember lalu setelah mengumumkan rencana untuk memindahkan kedutaan Israel ke Yerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.

Sejak itu, kepemimpinan Palestina di Ramallah telah menolak peran mediasi apa pun oleh AS dalam proses perdamaian Timur Tengah yang hampir mati.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dimana Palestina berjuang untuk Yerusalem Timur – yang diduduki oleh Israel sejak 1967 – pada akhirnya berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.

Pemerintah Pakistan Sepakati Tuntutan TLP atas Kasus Penistaan Nabi Saw

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Lembaga pendidikan, jalan dan pasar dibuka kembali pada hari Sabtu (3/11/2018) di seluruh negeri setelah pemerintah mencapai kesepakatan dengan kelompok agama tadi malam, kata seorang pejabat.

“Protes telah dibatalkan setelah pemerintah menerima tuntutan kami dan menandatangani perjanjian dengan kami” Peer Muhammad Afzal Qadri, Patron Kepala Tehreek-e-Labbaik Pakistan mengatakan kepada wartawan, lansir Anadolu Agency.

Kelompok-kelompok agama sepakat untuk membatalkan protes menyusul jaminan pemerintah untuk menempatkan larangan perjalanan pada Aasia Bibi dan tidak keberatan untuk meninjau petisi terhadap putusan di pengadilan atas.

Pada hari Rabu, Mahkamah Agung membebaskan Aasia Bibi, seorang wanita Kristen, yang telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan distrik pada November 2010 karena penodaan terhadap Nabi Muhammad Saw.

Para pemrotes yang marah, terutama kelompok Sunni, Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), memblokir jalan-jalan di ibukota Islamabad, dan kota-kota lain, termasuk Lahore, Karachi, Faisalabad, Multan, Peshawar, Quetta, Gujranwala, Gujrat, dan Sialkot, menangguhkan kegiatan komersial dan bisnis serta melumpuhkan lalu lintas.

Pemerintah juga menutup semua lembaga pendidikan di seluruh negeri karena pemblokiran jalan dan protes keras.

Baca juga: 

Media sosial melaporkan insiden kekerasan intermiten, termasuk pembakaran kendaraan dan pelemparan pasukan keamanan dengan batu di beberapa kota, namun, tidak ada konfirmasi atas kekerasan tersebut. Saluran berita tidak meliput aksi protes sesuai perintah pemerintah dalam upaya untuk mendinginkan ketegangan yang memuncak.

Namun, perjanjian yang ditandatangani oleh menteri pemerintah dan pemimpin TLP menekankan bahwa pemerintah telah meyakinkan kelompok agama akan membebaskan semua orang yang ditangkap oleh lembaga penegak hukum selama aksi protes di berbagai bagian negara.

Bibi menetap di lokasi yang dirahasiakan untuk keselamatannya.

Saudara laki-lakinya, James Masih, mengatakan kepada harian lokal Inggris, Dawn, bahwa adiknya tidak punya pilihan lain selain meninggalkan negara itu segera. Prancis dan Spanyol telah menawarkan suaka kepada Bibi dan keluarganya.

Mencapai 3 persen dari total 210 juta penduduk, orang Kristen adalah salah satu dari dua minoritas terbesar di Pakistan Muslim.

Di Pakistan, penghujatan terhadap Islam atau Nabi Muhammad Saw adalah tindak kriminal yang dapat dijatuhi hukuman mati. Walaupun negara tidak pernah mengeksekusi siapa pun di bawah hukum, pihak tertuduh telah memicu protes massa dan kekerasan.

Pelayat di Amerika Lakukan Shalat Ghoib, Begini Perkembangan Terakhir Khashoggi

TURKI (Jurnalislam.com) – Khashoggi – seorang penulis Saudi, warga AS, dan kolumnis Washington Post – memasuki gedung Konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen yang menyatakan bahwa dia telah menceraikan mantan istrinya sehingga dia dapat menikah lagi.

Setelah beberapa pekan dan berulang kali menyangkal bahwa mereka ada hubungannya dengan kepergiannya, kerajaan Saudi akhirnya mengakui bahwa pembunuhan itu direncanakan. Namun hingga kini keberadaan tubuhnya masih belum diketahui.

Berikut ini perkembangan terbaru:

Jumat, 2 November

Erdogan: Perintah untuk pembunuhan Khashoggi berasal dari tingkat tertinggi pemerintahan Saudi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan perintah untuk pembunuhan Khashoggi berasal dari pemerintah kerajaan Saudi “tingkat tertinggi” tetapi mengatakan dia tidak percaya Raja Salman memerintahkan serangan itu.

Dalam sebuah opini di Washington Post, Erdogan mengatakan “kita harus mengungkapkan identitas para dalang di balik pembunuhan Khashoggi, menambahkan bahwa Turki telah “mengguncang langit dan bumi” karena mengangkat kebenaran.

“Kami terkejut dan sedih oleh upaya pejabat Saudi tertentu untuk menutupi pembunuhan terencana Khashoggi, dan bukannya menjunjung keadilan, yang dibutuhkan bagi persahabatan kami,” katanya.

Siapa yang memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi?

Setelah mengkritik konsul jenderal Arab Saudi dan jaksa penuntut umum kerajaan yang baru-baru ini bertemu dengan pejabat Turki, Erdogan berkomentar dengan nada yang lebih damai, menekankan bahwa Turki dan Arab Saudi terus menikmati hubungan persahabatan dan bahwa dia “tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa pembunuhan ini mencerminkan “Kebijakan resmi Arab Saudi”.

Presiden Turki itu kembali menyatakan kekecewaan bahwa Arab Saudi masih belum mengungkapkan siapa yang memerintahkan pembunuhan itu, bersama dengan lokasi jasad Khashoggi atau identitas penyerang/kolaborator lokal.

“Beberapa pihak tampaknya berharap “masalah” ini akan hilang pada waktunya. Tetapi kami akan terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu, yang sangat penting untuk penyelidikan kriminal di Turki, juga untuk keluarga dan orang-orang yang dicintai Khashoggi,” kata Erdogan.

Para pelayat mengadakan ‘Shalat Ghaib’ untuk Khashoggi di AS

Teman dan pelayat berkumpul di Washington, DC pada hari Jumat guna menghadiri acara peringatan untuk Khashoggi.

Layanan ini termasuk doa pemakaman yang dikenal sebagai “shalat al-ghaib” yang dilakukan umat Islam untuk almarhum ketika tubuh mereka belum ditemukan.

Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz menyampaikan pesan yang direkam pada peringatan itu, menyerukan kepada orang-orang Saudi untuk melepaskan informasi tentang keberadaan tubuh Khashoggi, sehingga dia bisa dimakamkan sesuai dengan tata cara Muslim.

Baca juga:

Orang lain yang hadir di peringatan itu termasuk rekan-rekan Khashoggi, politisi AS, aktivis hak asasi, dan para oposan Saudi, termasuk Abdullah al-Awdah, yang ayahnya, sarjana Islam reformis Salman al-Awdah, saat ini ditahan oleh Arab Saudi.

Tubuh Khashoggi ‘dipotong-potong dan dilarutkan dengan cairan asam’

Seorang penasihat untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan tim yang menewaskan Khashoggi memotong tubuhnya untuk dilarutkan agar lebih mudah dibuang.

Yasin Aktay, yang merupakan teman Khashoggi, mengatakan kepada surat kabar Hurriyet bahwa mayat itu dibuang dengan dipotong-potong dan melarutkannya.

Akankah mayat wartawan Saudi itu ditemukan?

“Kami sekarang melihat bahwa jasad itu tidak hanya dipotong, mereka juga menyingkirkan tubuh dengan melarutkannya,” katanya.

“Menurut informasi terbaru yang kami miliki, alasan mereka memotong-motong tubuhnya adalah untuk lebih mudah saat melarutkannya,” tambah Aktay.

“Mereka bertujuan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda tubuh yang tersisa.”

Sementara itu, seorang pejabat senior Turki juga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa badan jurnalis itu dipotong dan dilarutkan dalam asam.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa pasukan Saudi yang melakukan pembunuhan telah melakukan operasi serupa sebelumnya.

Sebelumnya, seorang pejabat Turki juga mengatakan kepada Washington Post bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki sebuah teori bahwa tubuh telah dihancurkan dengan asam.

Norwegia memanggil duta besar Saudi atas pembunuhan Khashoggi

Menteri Luar Negeri Norwegia Ine Eriksen Soereide mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa negaranya memanggil duta besar Saudi untuk Oslo pada hari Kamis atas pembunuhan Khashoggi.

“Kami telah mengangkat pembunuhan Jamal Khashoggi dan menyampaikan pandangan kami kepada duta besar Saudi beberapa kali setelah diketahui,” kata Soereide.

“Kami menggarisbawahi betapa seriusnya kami menilai masalah ini kemarin, ketika dia berada di Kementerian Luar Negeri untuk berdiskusi.”

Tunangan Khashoggi menyerukan masyarakat internasional untuk bertindak dan mengadili orang-orang di belakang pembunuhan

Hatice Cengiz, tunangan wartawan yang dibunuh, mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan dan meminta mereka bertanggung jawab atas kejahatannya.

“Hari ini, saya mengundang komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah yang serius dan praktis untuk mengungkap kebenaran dan untuk mengadili mereka yang terlibat di pengadilan,” tulis Cengiz dalam sebuah opini yang disisipkan oleh surat kabar Guardian.

“Saya tidak naif. Saya tahu bahwa pemerintah beroperasi bukan pada perasaan tetapi pada kepentingan bersama. Namun, mereka semua harus bertanya tentang pertanyaan mendasar pada diri mereka sendiri.”

“Jika demokrasi di dunia tidak mengambil langkah-langkah asli untuk mengadili para pelaku tindakan kurang ajar dan tak berperasaan ini – tindakan yang telah menyebabkan kemarahan universal di antara warga negara mereka – otoritas moral apa yang mereka tinggalkan? Kebebasan dan hak asasi manusia apa yang dapat mereka pertahankan secara kredibel?”

MBS menggambarkan Khashoggi sebagai ‘Islamis berbahaya’ dalam panggilan telepon dengan Kushner dan Bolton

Putra Mahkota Saudi Arabia, Mohammed bin Salman (biasa disebut sebagai MBS) menggambarkan Khashoggi sebagai seorang Islamis yang berbahaya dalam panggilan telepon dengan menantu laki-laki Trump Jared Kushner dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Washington Post melaporkan pada hari Kamis.

Selama panggilan telepon, yang terjadi sebelum Arab Saudi mengakui pembunuhan Khashoggi, bin Salman mengatakan jurnalis itu milik Ikhwanul Muslimin, yang dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh Arab Saudi dan sekutunya sejak aksi protes Arab Spring.

Dia juga mendesak Kushner dan Bolton untuk mempertahankan aliansi AS-Saudi.

“Upaya mengkritik Khashoggi secara pribadi,” Post mencatat, “sangat kontras dengan pernyataan publik pemerintah Saudi yang mencela kematiannya sebagai ‘kesalahan besar’ dan ‘tragedi yang mengerikan'”.

Keluarga wartawan yang terbunuh itu mengeluarkan pernyataan kepada koran menyangkal karakterisasi Khashoggi oleh putra mahkota itu tidak akurat.

“Jamal Khashoggi bukan anggota Ikhwanul Muslimin. Dia membantah klaim seperti itu berulang kali selama beberapa tahun terakhir,” kata keluarga itu, “Jamal Khashoggi bukanlah orang yang berbahaya dengan cara apa pun.”

“Mengklaim hal yang sebaliknya akan menjadi konyol.” Gates Foundation menunda bekerja dengan badan amal putra mahkota Saudi.

The Bill and Melinda Gates Foundation menangguhkan proyek-proyek masa depan dengan Misk Foundation, organisasi nirlaba yang dipimpin oleh putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

“Penculikan dan pembunuhan Jamal Khashoggi sangat mengganggu,” kata juru bicara yayasan itu kepada Wall Street Journal.

“Situasi saat ini adalah faktor dalam keputusan kami untuk menunda putaran kerja sama masa depan.”

The Gates Foundation setuju untuk mendanai setengah dari $ 10 juta proyek dengan mitra Saudi-nya, yang dijuluki “Misk Grand Challenges“. Proyek ini bertujuan memberikan hibah kepada kaum muda di seluruh dunia untuk inisiatif kesehatan dan pembangunan.

The Gates Foundation, yang telah menyelesaikan putaran pertama senilai $ 1,5 juta dalam pendanaan, mengatakan akan menghormati kewajibannya untuk proyek-proyek yang sudah berlangsung.

Erdogan: Para Pejabat Tinggi Kerajaan yang Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat (2/11/2018) mengatakan perintah untuk pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi berasal dari pejabat kerajaan Saudi tingkat atas.

Dalam sebuah opini yang dipublikasikan di The Washington Post, Erdogan mengatakan Turki tahu bahwa para pelaku termasuk di antara 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi.

“Kami juga tahu bahwa orang-orang itu datang untuk melaksanakan perintah: Bunuh Khashoggi dan pergi. Akhirnya, kami tahu bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari tingkat tertinggi pemerintah Saudi,” kata Erdogan.

Baca juga:

Khashoggi, seorang nasionalis dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, menghilang pada tanggal 2 Oktober setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul guna menerima dokumen yang dia butuhkan untuk menikah.

Begitu berada di dalam, dia segera dicekik dan kemudian tubuhnya dipotong-potong, menurut kantor Kejaksaan Istanbul.

Inggris: Amnesti Internasional Dirikan Rambu Jalan Khashoggi di Luar Kedutaan Saudi

LONDON (Jurnalislam.com) – Amnesty International pada hari Jumat (2/11/2018) menempatkan rambu bertuliskan “Khashoggi Street” di luar Kedutaan Saudi di London dalam upaya menarik perhatian atas pembunuhan brutal wartawan tersebut.

Jamal Khashoggi, kolumnis untuk Washington Post, hilang pada 2 Oktober setelah ia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul. Setelah menyangkal mengetahui keberadaannya selama beberapa pekan, pemerintah Saudi akhirnya mengakui bahwa wartawan tersebut tewas di dalam konsulat dalam “rencana jahat”. Hingga kini mereka belum mengeluarkan jenazahnya.

Dalam sebuah pernyataan, pengawas hak asasi manusia yang berpusat di London mengatakan: “Sebuah rambu ‘Khashoggi Street’ tiruan didirikan di dekat gerbang kedutaan Saudi, tepat satu bulan setelah kamera CCTV terakhir merekam jurnalis itu memasuki gedung konsulat di Istanbul.”

Amnesty juga mendesak agar PBB melakukan penyelidikan atas pembunuhan itu.

“Seluruh dunia terkejut dengan pembunuhan yang mengerikan ini, dan kita semestinya tidak membiarkan kemarahan memudar tanpa keadilan ditegakkan,” kata Kate Allen, direktur Amnesty International.

“Kita perlu melihat pembunuh Jamal Khashoggi dibawa ke pengadilan – bukan hanya mereka yang benar-benar melakukan pembunuhan, tetapi mereka yang memerintahkannya dan mengetahui bahwa itu akan terjadi.

Baca juga:

“Bertolak belakang dengan klaim yang dibuat oleh Pangeran Mahkota Saudi dan pihak lainnya, Arab Saudi belum ‘melakukan reformasi’, mereka memperlakukan para kritikus dan aktivis dalam penindasan hak asasi manusia yang brutal.

“Satu hal yang sangat perlu dilakukan Inggris adalah menghentikan semua penjualan senjata lebih lanjut ke Arab Saudi dan anggota lain dari koalisi militer di Yaman,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Mengomentari perang yang dipimpin Saudi di Yaman, Amnesty mengatakan dalam tiga setengah tahun terakhir “sejumlah bom koalisi dan rudal telah menyerang rumah sakit Yaman, depot makanan, pasar, bus sipil, pabrik dan ruang pemakaman.”

“PBB menilai bahwa ‘mayoritas’ dari ribuan kematian warga sipil Yaman adalah akibat langsung dari serangan udara ini, sementara ribuan lainnya juga telah terluka.

“Sementara itu, pemberontak Houthi bersenjata juga menembaki daerah pemukiman dan kota-kota secara sembarangan,” katanya.