Inilah Film-film Bioskop Perdana di Arab Saudi saat Grand Opening

RIYADH (Jurnalislam.com) – Film Black Panther memulai debutnya di Arab Saudi pada hari Rabu (18/4/2018) dengan pembukaan spektakuler di bioskop pertama kerajaan. Dan telah diumumkan juga bahwa film kedua akan diputar dan itu adalah film Marvel lainnya, Avengers: Infinity War.

Film superhero tersebut akan dirilis pada 26 April di kerajaan, menurut produser film tersebut. Black Panther diatur untuk diputar selama lima hari di Riyadh, lansir Alarabiya Kamis (19/4/2018).

Film fiksi ilmiah berdurasi dua jam dan 23 menit tersebut dibintangi oleh Karen Gillan, Scarlett Johansson, Chris Pratt, dan Anthony Russo.

Saudi akan Buka Bioskop Pertama 18 April dari 350 Bioskop yang Direncanakan

Teater berkapasitas 620 tempat duduk di mana film akan diputar adalah aula simfoni yang dikonversi di King Abdullah Financial District, dan merupakan bioskop pertama dari ratusan bioskop yang direncanakan akan dibuka pada dekade berikutnya.

Pada bulan Desember 2017, Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka akan mencabut larangan tiga dekade terhadap bioskop komersial sebagai bagian dari reformasi sosial. Sebagai bagian dari kesepakatan, jaringan sinema terbesar di dunia, AMC, mengumumkan rencana untuk membuka hingga 40 bioskop di lebih dari 15 kota di kerajaan.

Rezim Assad Gempur Sisa-sisa Basis IS dengan Artileri dan Serangan Udara

SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan udara rezim Suriah dan tembakan artileri menggempur wilayah-wilayah yang dipegang oleh kelompok Islamic State (IS) di selatan Damaskus, menurut media rezim dan pemantau perang.

“Pesawat tempur rezim menargetkan sisa-sisa sarang IS di distrik Hajar al-Aswad di selatan Damaskus,” kantor berita rezim, SANA, mengatakan pada hari Kamis (19/4/2018), lansir Aljazeera.

Aktivis menegaskan bahwa pasukan Presiden Bashar al-Assad secara efektif telah memulai operasi militer melawan IS di selatan Damaskus.

Laporan Terbaru: Kelompok Islamic State di Irak Telah Berakhir

Serangan dan pemboman rezim menargetkan kamp Palestina di Yarmouk, serta distrik tetangga Hajar al-Aswad dan Tadamun.

Sejak mendapatkan kembali kendali penuh Ghouta Timur di timur laut Damaskus dari oposisi pekan lalu, rezim telah mengalihkan perhatiannya ke distrik-distrik yang dipegang IS di selatan ibu kota.

Selama berhari-hari, rezim Syiah Nushairiyah Assaad telah menargetkan daerah-daerah ini dengan tembakan artileri dan roket.

Sejak 2015, IS telah menguasai sebagian besar Yarmouk serta sebagian wilayah Hajar al-Aswad dan Tadamun.

Bulan lalu, IS menyerbu lingkungan Qadam, mengambil keuntungan saat pasukan Syiah Assad fokus untuk mengusir pejuang oposisi dari Ghouta Timur.

IS saat ini mengendalikan hanya sekitar lima persen wilayah Suriah, termasuk kantong di Deir Az Zor, dan memiliki kehadiran di gurun Badia yang luas di Suriah.

Pada hari Rabu, IS meluncurkan serangan mendadak di dekat Mayadeen, sebuah kota di Suriah timur yang lepas dari kendali mereka enam bulan lalu, menewaskan sedikitnya 25 tentara rezim, menurut sebuah lembaga monitor perang, sedikitnya13 pasukan IS juga tewas dalam serangan itu, kata mereka.

KTT Muslim Dunia: Islamophobia adalah Kejahatan Kemanusiaan

ANKARA (Jurnalislam.com) – Diselenggarakan dengan tujuan membahas masalah utama minoritas Muslim dan solusinya, pertemuan puncak empat hari tentang minoritas Muslim berakhir di Istanbul pada hari Kamis (19/4/2018) dengan deklarasi yang mengatakan kegiatan atau aksi Islamophobia harus dinyatakan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dimulai pada hari Senin, Istanbul menjadi tuan rumah pertemuan empat hari World Muslim Minorities Summit dengan 211 peserta dari 103 negara.

Diselenggarakan oleh Direktorat Urusan Agama Turki, KTT itu melihat partisipasi akademisi, aktivis, wartawan, dan penulis Muslim yang dapat memfasilitasi kebangkitan kembali hubungan antara Turki dan komunitas Muslim minoritas yang tinggal di berbagai negara.

Selama KTT, para peserta juga membahas peningkatan kerjasama yang ada dalam pendidikan dan layanan keagamaan.

Aksi Islamophobia harus dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

950 Serangan Terhadap Kaum Muslim dan Masjid, Begini Islamophobia di Jerman dan Spanyol

Deklarasi akhir yang menutup KTT empat hari itu mengatakan, eksposisi minoritas terhadap diskriminasi karena asal negara, gender, warna kulit, budaya, agama, atau bahasa adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Islamophobia digambarkan sebagai “masalah hak asasi manusia” terkait masalah kepentingan pribadi dan rasisme.

Dikatakan bahwa mereka yang ingin menjadikan Islamophobia sebagai bagian dari wacana politik saat ini bertujuan memperoleh keuntungan dari lingkungan pertengkaran, friksi dan bentrokan yang mereka ciptakan di antara budaya, komunitas, agama, dan peradaban.

Menekankan bahwa tujuan Islamophobia adalah menanam permusuhan di antara masyarakat dan komunitas dari keyakinan yang berbeda, deklarasi itu mengatakan: “Jadi, kegiatan Islamofobia harus dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Mengatakan bahwa upaya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota komunitas pendudukan sebagai “upaya yang sia-sia”, deklarasi itu sangat mengutuk dan menolak “sikap sembrono” ini, yang selanjutnya akan mengurangi perdamaian dan mengobarkan konflik.

“Bagi semua Muslim, Yerusalem (Al Quds) adalah ibu kota Palestina dan akan tetap seperti itu selamanya”, tambahnya.

Pada 6 Desember, Presiden AS Donald Trump secara nyeleneh mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menarik kecaman luas dari seluruh wilayah dan protes marah di wilayah Palestina.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dimana Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang dijajah oleh penjajah Israel sejak 1967 – pada akhirnya akan berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.

Komandan Syiah Houthi Tewas Mengenaskan dalam Pertempuran dengan Saudi

SANAA (Jurnalislam.com) – Seorang komandan militer senior Syiah Houthi telah tewas mengenaskan dalam pertempuran dengan pasukan Saudi di provinsi Saada diutara Yaman, menurut kantor berita Saba yang dikelola Houthi.

“Mayor Jenderal Nasser Hussein al-Qubari tewas saat menjalankan tugas nasionalnya,” SABA melaporkan pada hari Kamis (19/4/2018).

Kantor berita tidak memberikan rincian tambahan mengenai berita kematian al-Qubari.

Menurut sumber militer Yaman, komandan yang tewas itu bertanggung jawab atas pasukan Houthi yang ditempatkan di dekat perbatasan dengan Arab Saudi.

Komadan Perang untuk Pasukan Wanita Syiah Houthi Tewas oleh Rekan Syiahnya

“Al-Qubari telah bekerja dengan pasukan Garda Republik Yaman yang setia kepada Presiden Ali Abdullah Saleh,” sumber militer, yang lebih memilih anonimitas untuk alasan keamanan, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Sumber itu kemudian mencatat bahwa al-Qubari dan Saleh berasal dari desa Sinhan di pinggiran tenggara ibukota. Saleh dibunuh akhir tahun lalu di dekat Sanaa.

Begini Tanggapan Raja Salman Setelah Ibukotanya Ditarget Rudal Syiah Houthi

Yaman yang miskin telah dirundung oleh kekacauan dan kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk Sanaa.

Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk membalikkan keuntungan pemberontak Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang pro-Saudi.

2.000 Warga dari Etnis Kristen Myanmar Terperangkap di Hutan

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Hampir 2.000 warga sipil dari komunitas Kachin Myanmar, yang terperangkap di hutan saat menyelamatkan diri dari serangan pasukan Budha Myanmar beberapa waktu lalu, sangat membutuhkan perhatian medis, kata para pemimpin masyarakat, lansir Aljazeera Kamis (19/4/2018).

Pertempuran terbaru di kota Tanai di negara bagian utara dimulai awal bulan ini dengan serangan pemerintah dan serangan udara, sebagai tanggapan terhadap ancaman oleh Tentara Kemerdekaan Kachin (the Kachin Independence Army) untuk merebut kembali wilayah yang hilang.

Penduduk sipil dari komunitas etnis Kristen terperangkap tanpa obat atau makanan yang cukup, Mung Dan, seorang pemimpin komunitas Baptis, mengatakan pada hari Rabu (18/4/2018).

Kelompok yang terperangkap itu mencakup 5 wanita hamil, 93 lansia, dan warga lainnya yang terluka akibat tembakan mortir, tambahnya.

Pemerintah Myanmar Hilangkan Bukti Kejahatannya dengan Ratakan 55 Desa Rohingya

“Bahkan hari ini, hujan turun sepanjang hari di wilayah kami dan warga sipil ini belum memiliki tempat berlindung dan mereka juga menderita sakit,” katanya.

Awng Ja, anggota the Kachin State Women Network, yang membantu para wanita pengungsi, mengatakan permintaan LSM untuk menyelamatkan warga sipil belum disetujui.

“Kami telah meminta izin untuk menyelamatkan orang-orang yang terperangkap di hutan dan mereka berada dalam kondisi yang sangat kritis tetapi menteri negara hanya mengatakan kami dapat menyelamatkan warga sipil ini jika militer memberi kami akses,” kata Awng.

Seorang pejabat dari Tanai Baptist Church mengatakan banyak warga sipil tidak dapat melarikan diri.

“Masih banyak orang dari pertambangan batu topaz yang tidak bisa pergi. Orang-orang yang tiba di Tanai hanya bisa pergi melalui rute penyelundupan,” kata pejabat itu.

The Kachin Independence Army telah berjuang selama beberapa dekade melawan pemerintah untuk otonomi yang lebih besar.

Ketua HAM PBB di Jakarta: Pembantaian Muslim Rohingya Picu Dampak Lebih luas

Pertempuran berlanjut pada tahun 2011, mengakhiri perjanjian gencatan senjata 17 tahun. Bentrokan telah menyebabkan ratusan orang meninggal dan lebih dari 100.000 warga sipil mengungsi.

Pembatasan bantuan kemanusiaan oleh pemerintah Myanmar untuk minoritas etnis Kachin yang terlantar telah meningkat secara dramatis, menurut kelompok hak dan bantuan.

Militer Myanmar telah lama dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat terhadap kelompok etnis minoritas di berbagai bagian negara itu, termasuk Rohingya yang menurut para kritikus dunia mengalami “pembersihan etnis” oleh pasukan Budha Myanmar.

Hampir 700.000 warga Muslim Rohingya dari negara bagian Rakhine telah menyeberang ke Bangladesh akibat serangan brutal oleh tentara Budha Myanmar.

Penyelidikan Senjata Kimia di Douma Tertunda, Menteri Pertahanan AS Berang

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis berang dengan mengatakan pada hari Rabu (18/4/2018) bahwa rezim Suriah bertanggung jawab atas tertundanya inspektur mencapai situs-situs yang dilaporkan terkena serangan senjata kimia, serangan bom yang mereka gunakan lebih dari sepekan lalu, Al Arabiya News Channel melaporkan Kamis (19/4/2018).

“Kami sangat sadar akan perbuatan rezim terhadap delegasi itu sehingga berakibat keterlambatan, tetapi kami juga sangat sadar tentang bagaimana mereka beroperasi di masa lalu dan menyegel apa yang telah mereka lakukan dengan menggunakan senjata kimia,” kata Mattis sebelum dimulainya pertemuan dengan rekannya dari Qatar.

“Dengan kata lain, menggunakan jeda setelah serangan seperti itu untuk mencoba membersihkan bukti sebelum tim investigasi masuk. Jadi sangat disayangkan mereka tertunda,” tambah Mattis.

Mattis telah mendorong kembali terhadap laporan pada hari Rabu mengatakan dia tidak berhasil mendesak Presiden Donald Trump untuk mencari persetujuan kongres menjelang serangan udara pekan lalu di Suriah.

Dihadang Serangan Bersenjata, Ternyata Tim Penyelidik Senjata Kimia Belum Tiba di Douma

Mengutip pejabat militer dan administrasi anonim, New York Times mengatakan Mattis telah merekomendasikan Trump mendapat lampu hijau dari anggota parlemen sebelum meluncurkan serangan rudal jelajah hari Jumat terhadap tiga sasaran yang menurut Pentagon terkait dengan program senjata kimia Suriah Bashar al-Assad.

“Saya tidak tahu dari mana cerita itu berasal,” kata Mattis kepada wartawan.

“Saya tidak ingat kegiatan pekan lalu saya sendiri.”

Para pemeriksa senjata kimia sedang menunggu untuk dapat masuk ke Douma, yang terletak dekat Damaskus, untuk menyelidiki serangan gas kimia pada 7 April yang memicu serangan balasan yang dipimpin AS pekan lalu.

Ada Replika Mimbar Masjid Al-Aqsha di IBF 2018

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Replika mimbar Masjid Al-Aqsha atau dikenal Mimbar Sholahuddin Al-Aqsha dipajang dalam pagelaran Islamic Book Fair 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Replika mimbar tersebut dapat ditemukan di Stand Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) di Hall B. Selain replika mimbar Sholahuddin Al-Aqsha juga ada pigura Masjid Al-Aqsha, buku Ensiklopedi Al-Aqsha serta aksesoris Palestina lainnya.

“Replika Mimbar Sholahuddin Al-Aqsha ini dipahat oleh pembuat mimbar aslinya di Masjid Al-Aqsha asal Jepara,” kata Ketua Bidang Program KNRP, Wilmar di JCC, Kamis (19/04/2018).

Menurut Wilmar, kehadiran Tholib sebagai pembuat mimbar Masjid Al-Aqsha ini agar para pengunjung pameran IBF tahu bahwa Indonesia juga mempunyai kontribusi untuk palestina, yaitu melalui Mimbar Salahuddin Masjid Al-Aqsha yang dipahat olehnya. Apalagi momen IBF adalah salah satu kegiatan yang ditunggu oleh banyak masyarakat, bukan hanya di DKI Jakarta namun juga dari sejumlah daerah.

“Bahkan Bapak Tholib turut mengantarkan dan memasangnya langsung di Masjid Al-Aqsha. Melalui momen IBF ini, masyarakat banyak yang tahu bahwa Indonesia punya peran melalui Bapak Tholib,” ujarnya.

Wilmar berharap perhelatan IBF ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bertemu langsung dengan Bapak Tholib, sang pembuat Mimbar Sholahuddin di Masjid Al-Aqsha asal Jepara.

Reporter: Gio

Aliansi Anak Bangsa Gelar Diklat Cara Melaporkan Kasus Penistaan Agama

JOGJAKARTA (Jurnalislam.com) – Aliansi Anak Bangsa (AAB) menggelar pendidikan kilat (diklat) tentang cara pelaporan kasus penistaan agama di gedung AMM Kota Gede, Jogjakarta, Selasa, (17/4/2018). Diklat dihadiri oleh mantan Petenis Putri Indonesia, Irawati Moerid dan Jawara Bekasi Damin Sada.

Ketua AAB Damai Hari Lubis menjelaskan, bahwa kegiatan diklat tersebut muncul atas permintaan masyarakat yang peduli akan penegakan hukum dari berbagai daerah yang kecewa atas lambatnya penanganan hukum terhadap para penista Agama. Kasus terbaru menurut mereka adalah oleh Ade Armando.

“Harapan saya agar diklat hukum dalam beracara yang dilandasai kuat demi penegakan hukum di NKRI ini diapresiasi serta sinergi dalam bentuk pelaksanaan proses penanganan oleh para penyidik kepolisian RI dengan cepat , tidak terkesan lambat atau tumpul keatas tajam kebawah,” katanya, Kamis (19/4/2018).

“Sehingga diharapkan kedepannya proses pelaporan serta penanganan sejak penerimaan laporan dan penyeledikan sampai dengan penyidikan sesuai merujuk proses hukum yang ada sesuai KUHAP serta perundangan undangan yang mengatur,” sambungnya.

Hari Lubis menjelaskan, dengan diklat tersebut dapat memudahkan aparat kepolisian dalam menangani kasus-kasus penistaan agama. Sebab, katanya, para peserta yang datang dari berbagai daerah ini, juga diberikan materi tentang cara pelaporan sesuai hukum yang berlaku.

“Karena materi diklat juga bermateri tentang teknis pelaporan yang normatif yang merujuk hukum formal atau standar beracara, termasuk kewajiban adanya 2 alat bukti yang cukup dari si pelapor. Sehingga para peserta diklat Tidak asal lapor hingga menyulitkan para penyidik dalam berkerja,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Hari Lubis berharap para penista agama dapat ditangani secara tepat dan dihukum sesuai undang-undang yang berlaku, sehingga akan menimbulkan efek jera terhadap para pelaku.

“Guna efek jera bagi para pelaku khususnya AA (Ade Armando-red) dan umumnya terhadap calon pelaku lainnya agar mengurungkan niatnya untuk melakukan hal yang sama seperti yang telah beberapa kali dilakukan oleh AA,” tandasnya.

Turki Perpanjang Keadaan Darurat untuk Ketujuh Kalinya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Parlemen Turki pada hari Rabu (18/4/2018) meratifikasi mosi Perdana Menteri, memperpanjang keadaan darurat yang sedang berlangsung di Turki selama tiga bulan.

Ekstensi ketujuh akan berlaku mulai hari Jumat pukul 1.00 pagi (Kamis 2200GMT), lansir Anadolu Agency.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang saat ini berkuasa dan oposisi Partai Gerakan Nasionalis (MHP) mendukung mosi itu, sementara oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) dan Partai Rakyat Demokratik (HDP) menentangnya.

Menurut konstitusi, keadaan darurat dapat dinyatakan untuk jangka waktu maksimum enam bulan.

Untuk memberlakukan keadaan darurat, pemerintah harus meramalkan indikasi serius dari kekerasan yang meluas yang dapat mengganggu lingkungan demokratis atau hak konstitusional dasar dan kebebasan warganya.

Jutaan Rakyat Turki Peringati 1 Tahun Kegagalan Kudeta Militer

Turki mengumumkan keadaan darurat untuk pertama kalinya pada 20 Juli 2016 setelah upaya kudeta yang mematikan oleh Organisasi Fetullah (FETO).

FETO dan pemimpinnya di AS, Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, menewaskan 250 orang dan melukai hampir 2.200 orang.

Ankara menuduh FETO berada di belakang operasi jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.

Begini Kata Ahli Ekonomi Dunia Terkait Dampak Perang Dagang China-AS

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Perang perdagangan antara China dan AS kemungkinan tidak memiliki dampak yang mengganggu, menurut analisis ekonom internasional.

“Ada kemungkinan kecil bahwa perang perdagangan akan mengganggu,” Mickey Levy, kepala ekonom untuk Amerika dan Asia di Berenberg Capital Markets mengatakan, lansir World Bulletin Rabu (18/4/2018).

Levy menyebut taktik Presiden Donald Trump “tidak menentu” dan “tidak dapat diprediksi”.

Dia mengatakan meningkatnya ketidakpastian dan volatilitas pasar keuangan dapat mengurangi kepercayaan dan membebani kinerja ekonomi.

AS Setujui Penjualan Senjata ke Tiga Negara Eropa

Dia juga mengatakan negosiasi perdagangan Trump dengan Uni Eropa dan Jepang akan menghasilkan hambatan perdagangan yang lebih rendah.

Holger Schmieding, seorang ekonom kepala di Berenberg Bank, mengatakan kerusakan ekonomi akibat perang perdagangan masih jauh lebih kecil daripada risikonya.

“Dampak perang dagang antara China dan AS kemungkinan tidak berbahaya,” kata Schmieding.

Dia menggarisbawahi bahwa Uni Eropa adalah kekuatan perdagangan global teratas yang mampu bertindak.

China Geram AS Gelar Sistem Pertahanan Rudal di Korsel

“Uni Eropa kemungkinan besar akan bertindak kasar sejalan dengan logika ekonomi,” katanya.

Bulan lalu, Trump menandatangani pesanan yang memberlakukan tarif 25 persen dan 10 persen untuk baja dan aluminium. Keputusan tersebut menciptakan persepsi penurunan dalam perdagangan global.

Setelah langkah Trump, China membalas dengan tarif antara 15 persen dan 25 persen pada 128 barang AS, termasuk buah segar dan kering, anggur, serta aluminium.