Ketua HAM PBB di Jakarta: Pembantaian Muslim Rohingya Picu Dampak Lebih luas

Ketua HAM PBB di Jakarta: Pembantaian Muslim Rohingya Picu Dampak Lebih luas

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Hak Asasi Manusia PBB pada hari Senin (5/2/2018) memperingatkan bahwa penganiayaan pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya telah menimbulkan konflik regional.

Dalam sebuah kunjungan ke Indonesia, Zeid Ra’ad al-Hussein, komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, mengatakan bahwa tindakan genosida dan pembantaian etnis terjadi selama penindakan Myanmar terhadap minoritas Rohingya.

“Myanmar menghadapi krisis yang sangat serius – dengan dampak yang berpotensi parah terhadap keamanan kawasan ini,” kata Zeid dalam sebuah pidato di Jakarta. “Jika krisis Rohingya memicu konflik yang lebih luas berdasarkan identitas keagamaan, perselisihan selanjutnya bisa menjadi penyebab ketakutan besar,” lansir Aljazeera.

Dia mengakui adanya diskriminasi dan kekerasan yang terus berlanjut terhadap Rohingya, yang menghadapi masalah dalam hal kewarganegaraan, status hukum dan akte kelahiran, pendidikan, dan pekerjaan.

Setahun Berlalu, Begini Kabar Terakhir Pengacara Muslim Myanmar yang Terbunuh

Zeid mengkritik kurangnya perhatian terkait pelanggaran hak asasi manusia di negara Rakhine Myanmar dari para pembuat kebijakan regional dan internasional.

Zeid Ra'ad al-Hussein,
Zeid Ra’ad al-Hussein

Dia mendesak pemerintah Myanmar untuk mengakui adanya diskriminasi resmi dan dilembagakan terhadap etnis minoritas, dan bukannya “mempertahankan cerita (alibi) adanya peningkatan dan persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam.”

Lebih dari 650.000 pengungsi, kebanyakan anak-anak dan perempuan, telah meninggalkan Myanmar sejak 25 Agustus 2017 ketika pasukan Budha Myanmar melancarkan tindakan brutal berdarah.

Muslim Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan brutal tersebut sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Korban Tewas Muslim Rohingya, Dikuburkan Massal di 5 Tempat oleh Tentara Myanmar

Sedikitnya 9.000 Rohingya tewas di negara bagian Rakhine dari 25 Agustus hingga 24 September, menurut Doctors Without Borders.

Dalam sebuah laporan bulan Desember, organisasi kemanusiaan tersebut mengatakan bahwa kematian 71,7 persen atau 6.700 Rohingya disebabkan oleh kekerasan militer Budha Myanmar. Mereka termasuk 730 anak di bawah usia 5 tahun.

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, mutilasi, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal dan penghilangan yang dilakukan oleh petugas keamanan. Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut telah dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan berat.

Bagikan
Close X