Responsive image

Turki Perpanjang Keadaan Darurat untuk Ketujuh Kalinya

Turki Perpanjang Keadaan Darurat untuk Ketujuh Kalinya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Parlemen Turki pada hari Rabu (18/4/2018) meratifikasi mosi Perdana Menteri, memperpanjang keadaan darurat yang sedang berlangsung di Turki selama tiga bulan.

Ekstensi ketujuh akan berlaku mulai hari Jumat pukul 1.00 pagi (Kamis 2200GMT), lansir Anadolu Agency.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang saat ini berkuasa dan oposisi Partai Gerakan Nasionalis (MHP) mendukung mosi itu, sementara oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) dan Partai Rakyat Demokratik (HDP) menentangnya.

Menurut konstitusi, keadaan darurat dapat dinyatakan untuk jangka waktu maksimum enam bulan.

Untuk memberlakukan keadaan darurat, pemerintah harus meramalkan indikasi serius dari kekerasan yang meluas yang dapat mengganggu lingkungan demokratis atau hak konstitusional dasar dan kebebasan warganya.

Jutaan Rakyat Turki Peringati 1 Tahun Kegagalan Kudeta Militer

Turki mengumumkan keadaan darurat untuk pertama kalinya pada 20 Juli 2016 setelah upaya kudeta yang mematikan oleh Organisasi Fetullah (FETO).

FETO dan pemimpinnya di AS, Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, menewaskan 250 orang dan melukai hampir 2.200 orang.

Ankara menuduh FETO berada di belakang operasi jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.

Bagikan
Close X