Biadab, Aksi Unjuk Rasa Warga Palestina Direspon dengan Tembakan Artileri Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Lima warga Palestina terluka oleh tembakan artileri Israel di sepanjang perbatasan Gaza pada hari Rabu (18/4/2018), ditambah ketegangan meningkat setelah protes dan bentrokan baru-baru ini di sana, kementerian kesehatan di daerah kantung Palestina mengatakan.

Kelima orang itu terluka oleh tembakan artileri Israel di timur Khan Yunis, kata kementerian itu, kantor berita AFP melaporkan.

Dikatakan bahwa orang-orang itu berada di pangkalan milik sayap militer penguasa Gaza, Hamas, ketika mereka diserang.

Militer Israel menegaskan telah menembaki lima warga Palestina yang menurut mereka telah mendekati perbatasan.

Dalam sebuah pernyataan, tentara mengklaim sedikitnya satu dari mereka bersenjata dan tidak memberikan rincian tentang jenis senjata api yang digunakan prajuritnya.

Sudah 28 Warga Palestina Gugur Diterjang Peluru Israel dalam Aksi Protes 2 Pekan

Perbatasan Gaza telah menyaksikan protes dan bentrokan sejak 30 Maret.

Sedikitnya 34 warga Palestina telah gugur dan ratusan lainnya terluka oleh tembakan Israel sejak protes dimulai.

Tidak ada korban di pihak militer Israel.

Penjajah Israel berdalih hanya melepaskan tembakan ketika diperlukan untuk menghentikan kerusakan pagar, gangguan dan upaya serangan.

Palestina mengatakan pengunjuk rasa ditembak padahal mereka tidak menimbulkan ancaman bagi tentara zionis, sementara Uni Eropa dan pemimpin PBB Antonio Guterres menyerukan penyelidikan independen.

Israel menolak seruan untuk penyelidikan independen, mengatakan bahwa aturan menembak diperlukan untuk mempertahankan perbatasan.

Israel dan Hamas telah bertempur dalam tiga perang sejak 2008 dan Jalur Gaza telah berada di bawah blokade penjajahan Israel selama lebih dari satu dekade.

Dihadang Serangan Bersenjata, Ternyata Tim Penyelidik Senjata Kimia Belum Tiba di Douma

DOUMA (Jurnalislam.com) – Tim pengawas senjata kimia dunia belum dapat masuk ke tempat kejadian di Douma Suriah untuk memeriksa lokasi serangan gas yang dicurigai, kata organisasi itu, menepis laporan sebelumnya yang diedarkan oleh media rezim Suriah, SANA, yang dikelola negara.

Organisasi Larangan Senjata Kimia (the Organisation for Prohibition of Chemical Weapons-OPCW) mengatakan pada hari Rabu (18/4/2018) bahwa para pejabat keamanan PBB bersama tim misi pencarian fakta mereka seharusnya sudah memasuki kota pada hari Selasa untuk menyelidiki dan melakukan survei di wilayah yang diduga terkena serangan senjata kimia oleh pasukan rezim pemerintah pada 7 April 2018.

Namun Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB (the UN Department of Safety and Security-UNDSS) diserang dengan tembakan senjata ringan, dan sebuah alat peledak diledakkan di dekat lokasi mereka selama mereka berhenti di lokasi kedua dari dua situs yang mereka kunjungi, OPCW mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Tim Penyelidik Senjata Kimia Internasional Tiba di Douma

Di tempat pertama, para pejabat harus mengundurkan diri khawatir akan keamanan mereka karena kerumunan besar berkumpul di sana. Tidak ada yang cedera, dan tim PBB kembali ke ibukota Suriah, Damaskus.

“UNDSS akan terus bekerja dengan Otoritas Nasional Suriah, Dewan Lokal di Douma, dan Polisi Militer Rusia untuk meninjau situasi keamanan. Saat ini, kita tidak tahu kapan tim [Misi Pencarian Fakta] dapat dikerahkan ke Douma,” kata pernyataan itu.

Pengiriman misi hanya akan dipertimbangkan setelah disetujui oleh tim keamanan PBB, dan ketika tim OPCW dapat memiliki akses tanpa hambatan ke situs, tambahnya.

Zeina Khodr dari Al Jazeera, yang melaporkan dari ibukota Libanon, Beirut, mengatakan pernyataan OPCW tersebut tidak menyalahkan siapa pun atas insiden itu tetapi menambahkan bahwa kekuatan Barat mengatakan rezim Suriah dan sekutu utamanya Rusia menghambat kerja pengawas.

“Apa yang kami pahami adalah bahwa Douma berada di bawah kendali militer Rusia dan rezim Suriah. Keduanya mengklaim hanya beberapa hari yang lalu bahwa daerah itu telah sepenuhnya dibebaskan dari oposisi,” katanya.

Pasukan rezim Syiah Suriah dan Rusia menguasai Douma pada hari Sabtu ketika para oposisi mundur dari kota, beberapa jam setelah berakhirnya serangan negara-negara Barat.

Pada hari Selasa, kantor berita rezim, SANA melaporkan kebohongan bahwa tim pencari fakta OPCW, yang tiba di Damaskus pada hari Sabtu, telah memasuki Douma.

Tim OPCW diberi tugas untuk menyelidiki serangan gas beracun yang dilaporkan, tetapi tidak untuk menentukan pihak pelaku serangan.

Amerika, Inggris dan Perancis Lancarkan Serangan Udara ke Suriah Hari Ini

Menurut penyelamat dan petugas medis, lusinan orang tewas dalam serangan itu, yang memicu serangan rudal balasan oleh Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris terhadap instalasi militer Suriah.

Damaskus dan Moskow membantah bahwa serangan kimia telah terjadi.

Selama pertemuan darurat pada hari Senin di markas OPCW di Den Haag, para diplomat Barat menilai rezim Suriah dan sekutu Rusianya menghalangi tim tersebut.

Rusia membantah klaim itu, mengatakan bahwa sebagian wilayah Douma masih perlu dibersihkan dan mengatakan inspektur pengawas akan masuk pada hari Rabu.

Info Grafik Serangan Senjata Kimia Rezim Assad dan Bantahan Sitematis Rusia

Namun, Prancis dan AS tampak mempertanyakan tujuan dari misi semacam itu, memperingatkan bahwa bukti yang memberatkan kemungkinan telah dihapus sekarang oleh Assad.

Ishak Majali, mantan inspektur OPCW, mengatakan tidak mungkin inspektur akan menemukan bukti di lokasi setelah penundaan tersebut.

“Sudah terlalu lama sejak serangan itu terjadi – tepatnya 11 hari,” katanya kepada Al Jazeera.

“Jadi, jika Anda mengendalikan sebuah situs dengan bahan kimia untuk waktu yang lama, sangat mudah sebenarnya untuk mengutak-atik tempat dan mengubah fakta di lapangan,” tambahnya.

“Anda benar-benar dapat melakukan apa yang kami sebut dalam bisnis militer sebagai proses dekontaminasi, yaitu menghapus semua bukti di lapangan dengan menggunakan bahan kimia lain untuk menetralisir bahan kimia di darat. Anda juga dapat merusak mesiu, menyiapkan beberapa saksi bahkan menyiapkan beberapa laporan medis.”

Kemenag Tetapkan Biaya Referensi Umrah Rp 20 Juta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kementerian Agama telah menetapkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah Referensi (BPIU Referensi) sebesar Rp 20 juta. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama No 221 tahun 2018 tentang BPIU Referensi.

“KMA BPIU Referensi sudah terbit per 13 April 2018. Kini sudah ada BPIU Referensi sebesar Rp20juta,” terang Direktur Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim melalui rilis yang diterima Jurnalislam.com Rabu (18/4/2018).

Menurut Arfi, BPIU Referensi akan menjadi pedoman Kementerian Agama dalam melakukan pengawasan dan pengendalian kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pengawasan yang dilakukan utamanya terkait layanan yang diberikan kepada jemaah umrah yang harus memenuhi standar pelayanan minimal.

“BPIU Refenresi menjadi pedoman pengawasan, klarifikasi, sekaligus investigasi terkait harga paket umrah yang ditawarkan PPIU,” ujarnya.

Bagi PPIU, BPIU Referensi juga bisa digunakan sebagai acuan dalam menetapkan harga paket sesuai standar pelayanan minimal. Sebab, PPIU dalam menetapkan biaya umrah memang harus sesuai standar pelayanan minimal.

“Bagi masyarakat, BPIU Referensi berguna sebagai acuan dalam menimbang harga paket yang ditawarkan PPIU,” tandasnya.

Biaya referensi ini, lanjut Arfi, dihitung berdasarkan standar pelayanan minimal jemaah umrah di Tanah Air, dalam perjalanan, selama di Arab Saudi. Untuk transportasi, dihitung dari Bandara Soekarno Hatta ke Arab Saudi dan dari Arab Saudi ke Bandara Soekarno Hatta.

“BPIU Referensi bukan biaya minimal. Jika ada PPIU yang menetapkan BPIU di bawah besaran BPIU Referensi, maka dia wajib melaporkan secara tertulis kepada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” jelasnya.

“Laporan dilakukan sebelum penjualan tiket umrah kepada jemaah dengan memberikan penjelasan rinci terkait transportasi, akomodari, bimbingan, kesehatan, perlindungan, dan administrasi,” lanjutnya.

Arfi menegaskan, terbitnya KMA BPIU Referensi ini akan menjadi pedoman dasar Kemenag dalam melakukan pengawasan kepada PPIU. BPIU Referensi ini juga akan diintegrasikan dengan Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Sipatuh) yang sedang dikembangkan Kemenag.

“Kami minta kepada seluruh Kanwil Kemenag Provinsi dan Kankemenag Kabupaten/Kota untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap harga dan paket yang ditawarkan PPIU dengan mempedomani KMA ini,” tandasnya.

Reporter: Gio

Terindikasi Syiah, Dandim 0824 Jember Kembalikan Buku ’57 Khutbah Jumat’

JEMBER (Jurnalislam.com) – Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf Arif Munawar menyerahkan 2.961 eksemplar buku berjudul “57 Khutbah Jumat” kepada penyusunnya, Senin (16/4/2018). Sebelumnya, buku itu diamankan di Markas Kodim 0824 kemudian diambil langsung oleh penyusunnya Ali Assegaf.

Tindakan itu diambil berdasarkan hasil kajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember yang menyatakan buku tersebut terindikasi paham Syiah.

“Mulai saat ini juga, secara pribadi ataupun kedinasan Kodim 0824 Jember tidak bertanggung jawab apapun yang berkaitan dengan buku tersebut,” kata Arif kepada wartawan, Senin (16/4/2018).

Arif juga mengimbau penyusun untuk tidak lagi menyebarkanluaskan buku tersebut. “Sudah jelas saya sampaikan tadi kepada pemiliknya hendaknya buku-buku ini jangan disebarluaskan karena ada beberapa pihak yang mensinyalir adanya ketidak sesuai isi buku tersebut terhadap umat Islam di Kabupaten Jember,” tuturnya.

Sebelumnya, Kodim 0824 turut serta mendistribusikan ribuan buku 57 Khutbah Jumat kepada masyarakat dan jajaran dibawahnya. Namun setelah melalui kajian MUI Jember, selain isi buku yang bermuatan paham Syiah, buku itu juga belum mempunyai izin edar sebagaimana mestinya akhirnya Kodim mengembalikan buku tersebut.

Kontributor: Elly

Parpol Diharapkan Munculkan Calon Pemimpin Alternatif

SOLO (Jurnalislam.com) – Wacana pemunculan satu kandidat petahana Presiden melawan kotak kosong kembali mencuat. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyarankan agar jangan sampai wacana tersebut benar-benar terjadi.

“Bagi yang punya alternatif kandidat, sekarang ajukan anti tesis terhadap apa yang dilakukan incumbent (petahana), sehingga rakyat punya pilihan yang beragam dan itu lebih disukai oleh rakyat,”kata Fahri pada acara ‘Netizen #NongkrongbarengFahri’ di Wedangan Omah Kayu Solo, Ahad (15/4/2018).

Semakin banyak calon presiden, menurut Fahri hal tersebut akan membuat Indonesia dapat semakin memunculkan banyak pemimpin baru Indonesia.

“…Bahwa negara kita ini nggak maju, statnan negara kita ini lho. Karena itu ada yang mengusulkan dua, kalau nggak diganti, kita butuh ke arah baru dan itu dua duanya butuh orang baru,” pungkas Fahri.

Soal Pemimpin, Fahri : Jangan Cengar Cengir Tiap Hari Tapi Masalah Nggak Selesai

SOLO (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali menggelar ‘Netizen #NongkrongbarengFahri’ di Wedangan Omah Kayu Solo, Ahad (15/4/2018).

Dalam helatan ini, Fahri membahas ihwal masalah kebangsaan seperti pilkada 2019, presidential threshold hingga politik Islam di Indonesia.

Menurut Fahri, dalam politik Islam, diperlukan pemimpin yang memiliki sifat seperti Rasulullah yaitu tabligh, amanah, fathonah, dan shidiq. Hal itu menurutnya yang perlu menjadi acuan.

“Kadang kadang orang Islam ini nggak mau orang orang yang jago vokal itu, ah itu dianggap kurang berakhlak dan kurang sopan,” kata Fahri. Seharusnya, menurut Fahri, pemimpin itu harus bisa menyelesaikan masalah bangsa.

Jangan sampai katanya, pemimpin dirasa sopan tapi tidak bisa menyelsaikan masalah.

“Nyari orang yang menyelesaikan masalah dong, jangan yang cengar cengir tiap hari tapi masalah nggak selesai,” pungkasnya.

Disowani Sukmawati, PWNU Jatim Cabut Laporan

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sukmawati Soekarnoputri mendatangi kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada Rabu (18/4/2018). Kedatangannya untuk silaturahim dengan para kiai sepuh di Jatim sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas puisi Ibu Indonesia kepada PWNU yang merupakan salah satu pelapor Sukmawati.

Ketua PWNU Jatim, Mutawakkil Alallah mengaku, para kiai sepuh di Jatim menerima dengan baik silaturahim Sukma, dan memaafkan perbuatannya. Para kiai sepuh di Jatim juga mengingatkan Sukmawati untuk selalu memperbaiki kehidupannya.

Para kiai sepuh di Jatim juga meminta Sukma untuk tidak mengulangi hal-hal yang memancing kegaduhan.

“Beliau sudah berkomitmen, oleh karenanya kami sesuai perintah kiai memaafkan kesalahan dan kehilafan yang dilakukan Ibu Sukmawati dan menimbulkan kontroversi itu,” kata Mutawakkil saat menggelar konferensi pers di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur No. 9, Gayungan, Surabaya, Rabu (18/4/2018).

Setelah silaturahim itu, PWNU menegaskan akan segera mencabut laporan mereka dari Polda.

“Tentunya nanti laporan ke Polda Jatim akan dicabut. Hari ini juga akan dicabut,” ujarnya.

Mutawakkil menyatakan, para kiai sepuh di Jatim juga mengimbau kepara warga Nahdliyin untuk mengikuyi langkah-lakah tersebut. Artinya, Mutawakkil neserta kiyai sepuh mengimbau warga Nahdliyin untuk bisa memaafkan Sukmawati. Apalagi, menurutnya keputusan tersebut referensinya adalah ajaran Rasulullah SAW.

Sementara itu, Sukmawati yang hadir dalam kesempatan tersebut tidak memberikan banyak komentar. Sukmawati hanya menyatakan akan menuruti perintah para kiai sepuh, yang diucapkan dalam bahasa jawa. “Sendiko dawuh (iya bersedia menuruti kiyai sepuh),” kata Sukma.

Sebelumnya, PWNU Jawa Timur memerintahkan badan otonom yaitu Anshor untuk membuat laporan ke Polda Jatim terkait puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. PWNU mengadukan Sukmawati lantaran puisi yang dibacakannya tersebut dianggap tidak menghormati agama Islam.

Setelah Kuasai Ghouta, Rezim Assad Gelar Operasi Militer Baru ke Homs

HOMS (Jurnalislam.com) – Rezim Assad Suriah dan sekutu-sekutunya telah meluncurkan operasi baru untuk merebut wilayah-wilayah yang dipegang oleh oposisi di provinsi Homs utara, kata koresponden Anadolu Agency yang berbasis di daerah itu pada hari Selasa (17/4/2018).

Setelah mendapatkan kendali penuh Ghouta Timur, pinggiran ibukota Damaskus, rezim dan sekutunya sekarang tampaknya telah mengarahkan pandangan mereka pada bagian Homs yang dipegang oposisi dan wilayah tambahan di Suriah tengah.

Menurut informasi yang diperoleh dari reporter Anadolu Agency di Homs, dalam tiga hari terakhir, pasukan rezim Syiah telah menguasai desa-desa Wadi al-Hubbiya, Wadi al-Qurbat, Ard al-Jassiya, Ard Kabir al-Sheyha, Zahrat Jebabi dan Zahrat Jassiya.

Warga Ghouta Terus Melarikan Diri dari Rumahnya Menuju Basis-basis Mujahidin

Selama operasi darat pasukan rezim, distrik Teblise dan Rastan di Homs, Deir Ful, Camp Malluk, Musrefiya, Zarafani dan Tirmala – semuanya merupakan rumah bagi populasi sipil yang besar – menjadi sasaran pesawat tempur, roket dan tembakan brutal rezim.

Sumber-sumber lokal mengatakan tujuan utama rezim adalah untuk menguasai jalan raya Salamiya yang menghubungkan Aleppo ke Homs utara, lalu berharap untuk merebut area seluas 600 kilometer persegi yang saat ini dipegang oleh oposisi.

128.000 Warga Douma Terperangkap Pasukan Rezim Syiah Assad

Selama lima tahun terakhir, sekitar 200.000 orang masih dikepung di Homs utara.

Rezim baru-baru ini telah merebut Ghouta Timur – salah satu kubu terakhir oposisi di pinggiran ibukota – menyusul serangan berkelanjutan dan blokade lima tahun.

Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik dahsyat yang dimulai pada awal 2011 ketika rezim membantai para demonstran dengan keganasan milter yang tidak terduga.

Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Liga Arab Serukan Ankara Hentikan Operasi Militer di Suriah, Begini Kata Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki pada hari Selasa (17/4/2018) mengecam resolusi Liga Arab yang menyerukan agar Turki mengakhiri operasi militer di Afrin, Suriah barat laut.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Hami Aksoy mengatakan liga mengabaikan perjuangan Turki untuk mengurangi konflik, mempertahankan proses politik di Suriah, dan menyediakan rumah bagi jutaan pengungsi Suriah yang terlantar, lansir Anadolu Agency.

Pada hari Ahad (15/4/2018), Liga Arab mengeluarkan resolusi yang menyerukan pasukan Turki untuk mundur dari Afrin, mengklaim hal itu akan membantu upaya menyelesaikan krisis Suriah.

Saudi Ajak Amerika Terjunkan Pasukan Darat ke Suriah untuk Koalisi Lebih Luas

Hami Aksoy

Aksoy mengatakan Operasi Olive Branch Turki di Afrin adalah operasi pertahanan diri terhadap organisasi teroris yang mencoba memecah Suriah.

Turki meluncurkan Operation Olive Branch pada 20 Januari untuk membersihkan kelompok teroris YPG dan kelompok IS dari Afrin di Suriah barat laut di tengah meningkatnya ancaman dari kawasan itu.

Milisi Dukungan AS akan Keluar dari Manbij, Menlu Turki: Tidak Cukup Hanya Itu

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah Timur Tengah serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris PYD.

Suriah telah terkunci dalam perang global yang ganas sejak 2011, ketika rezim Syiah Assad menindak keras protes warga dengan keganasan militer yang tidak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang tewas dalam konflik itu, menurut laporan PBB.

Sindir Pelapor Amien Rais, Waketum PAN: ‘Ada yang Salah Dengan Orang Itu’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais menanggapi pelaporan Amien Rais yang mendikotomikan partai Allah dan partai setan. Menurut Hanafi, pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu disampaikan dalam konteks kegiatan keagamaan. Amien juga tidak menyebut partai-partai politik Indonesia sebagai golongan tersebut.

“Itu jadi salah pahamnya orang saja yang kemudian merasa tersinggung lantas marah-marah. Sama sekali kami tidak menyebut partai-partai politik yang ada di Indonesia dan maksudnya hizbullah (partai Allah) maupun hisbusyaiton (partai setan) itu bukan partai politik,” ujar Hanafi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/4/2018) sebagaimana dilansir Republika.

Hanafi meminta agar polemik atas pernyataan Amien tersebut tidak lagi diperpanjang. Ia mengingatkan Amien pun telah memberikan penjelasan mengenai makna partai Allah dan partai setan.

Kan juga sudah dijelaskan oleh Pak Amien waktu acara selesai. Jadi sebaiknya jangan dipelintir. Bagi siapapun yang merasa tersinggung ya alhamdulillah itu berarti masih ada iman. Daripada tersinggung dan marah, lebih baik berubah,” kata Hanafi.

Hanafi menyayangkan pernyataan Amien diprotes, bahkan diproses secara hukum. Menurut dia, pernyataan Amien tersebut disampaikan sebagai bagian dari ceramah keagamaan setelah mengikuti Gerakan Indonesia Shalat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, pada Jumat (13/4/2018).

“Salah yang nanggep dong. Itu nggak bikik gaduh kok. Orang itu ceramah agama masak orang nggak mau sih terima ceramah agama. Berarti ada yang salah dengan orang itu,” ujar Hanafi.

Amien resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Ahad (15/4/2018). Mantan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini dilaporkan dengan tuduhan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta penodaan agama atas ucapannya yang menyebut partai Allah dan partai setan.

Laporan itu dibuat oleh Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi, yang tidak terima dengan istilah partai Islam dan partai setan yang digunakan Amien Rais. Pelapor menilai pernyataan Amien itu melawan hukum karena bernada provokasi dan berpotensi akan memecah belah bangsa Indonesia yang selama ini hidup rukun.

Menurut Aulia, istilah partai setan yang digunakan Amien Rais itu mengarah kepada partai-partai selain PAN, PKS, dan Gerindra. Dia menilai ucapan tersebut berpotensi memecah belah persatuan.

“Itu kami lihat ada indikasi ada dugaan bahwa dia berupaya memecah-belah persatuan bangsa,” kata dia.