Rezim Syiah Assad Gelar Operasi Militer Baru di Provinsi Homs

HOMS (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Nushairiyah Suriah telah meluncurkan operasi militer baru di wilayah-wilayah yang dipegang oposisi di provinsi Homs utara.

Menurut informasi yang dikumpulkan oleh koresponden Anadolu Agency di Suriah, pasukan rezim Syiah tersebut telah meluncurkan serangan baru sejak Senin (16/4/2018) di wilayah Homs utara yang dikuasai oposisi.

Oposisi bersenjata Suriah mengambil kembali beberapa posisi strategis yang sebelumnya direbut oleh rezim Bashar al-Assad.

Di bawah mediasi Rusia, gencatan senjata jangka pendek diumumkan dan akan berakhir pada 22 April.

Sekitar 250.000 orang yang tinggal di daerah seluas 592 kilometer persegi masih berada di bawah blokade oleh rezim Suriah selama lima tahun.

Unit Operasi Homs Utara Lancarkan Serangan Kilat, Puluhan Pasukan Assad Terbunuh dan Terluka

Sementara itu, rezim juga mengintensifkan serangan di Kamp Yarmouk, yang dikendalikan oleh sisa-sisa milisi Islamic State (IS).

Rezim baru-baru ini telah merebut pinggiran Damaskus di Ghouta Timur – salah satu benteng pertahanan oposisi terakhir yang terletak di pinggiran ibukota – menyusul serangan berkelanjutan dan blokade lima tahun disana.

Akses kemanusiaan ke daerah itu, yang merupakan rumah bagi 400.000 orang, benar-benar telah terputus.

Selama delapan bulan terakhir, pasukan rezim Nushairiyah bersama sekutu Syiah internasional dan Ruisa telah mengintensifkan pengepungan mereka, sehingga makanan atau obat-obatan hampir tidak mungkin bisa masuk ke distrik dan ribuan warga sipil yang membutuhkan bantuan semakin menderita.

Pejuang Subuh Akan Buka Chapter Luar Negeri

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Usai perhelatan Silaturahim Nasional (Silatnas) Keempat, komunitas Pejuang Subuh bertekad untuk bisa membuka chapter baru di luar negeri.

Dewan Syuro Pejuang Subuh Arisakti Prihatwono atau akrab disapa Rico mengatakan, target tersebut merupakan salah satu hasil keputusan Silatnas IV.

“Setelah ini akan buka chapter luar, cita-cita kita tidak hanya mengembangkan Pejuang Subuh di Indonesia, tapi luar negeri juga,” ujarnya di Jakarta, Jum’at (20/4/2018).

Selain itu, lanjutnya, yang juga menjadi rekomendasi Silatnas adalah mengadakan silaturahim ke MUI, ormas-ormas Islam, dan para ulama lainnya.

Kemudian, terang Rico, Pejuang Subuh juga berupaya untuk adanya peningkatkan kualitas SDM khususnya kemampuan untuk mengembangkan organisasi.

“Silatnas kemarin kita kuatkan ukhuwahnya, setelah itu bicarakan program secara lebih serius pada Mukernas, waktu pelaksanaannya menyusul,” jelasnya.

Rico menyampaikan, saat ini ada sebanyak 200 ribu mujahid-mujahidah Pejuang Subuh. Ia berharap, jumlah itu akan terus bertumbuh banyak beriringan dengan jamaah sholat subuh di masjid-masjid, sebagaimana visi komunitas Pejuang Subuh yakni sholat subuh seramai sholat Jum’at.

Untuk diketahui, Pejuang Subuh baru saja menggelar Silatnas IV di Bogor, Jawa Barat pada Sabtu hingga Ahad (14-15/4) lalu. Kegiatan itu turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin, dai kondang Ustadz Erick Yusuf dan Ustadz Salman Al Farisi, serta Gubernur NTB TGB M. Zainul Majdi melalui sambungan telepon.

 

KPAI Kutuk Tindakan Kekerasan Oknum Guru SMK di Purwokerto

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengutuk kekerasan yang dilakukan oknum guru kepada siswa SMK di Purwokerto yang videonya viral. Retno menegaskan, tindakan oknum guru tersebut telah melanggar pasal perlindungan anak.

“Pemukulan atau penamparan yang dilakukan oknum guru SMK dalam video yang viral adalah bentuk kekerasan fisik dan melanggar pasal 54 Undang Undang No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak,” katanya melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (20/4/2018).

Seharusnya, kata dia, anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya.

“Pelaku kekerasan juga melanggar Pasal 76C dengan terancam dipidana penjara paling lama 3,6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 72 juta,” pungkasnya.

KPAI juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap siswa yang menjadi korban pemukulan.

Sebagaimana diketahui, seorang guru sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melakukan tindak kekerasan dengan cara menampar siswanya di depan siswa lainnya. Ironisnya, kejadian ini justru direkam salah satu siswanya atas perintah guru tersebut.

Video tindakan kekerasan yang dilakukan LK terhadap L itu berdurasi 29 detik. Video itu beredar luas. Di video itu terlihat LK menampar L di depan siswa lainnya. Sebelum menampar L, LK terlihat terlebih dahulu mengelus-elus pipi L. Dalam hitungan detik, LK tiba-tiba menampar L.

Rekaman peristiwa tindak kekerasan ini pun dalam sekejap langsung menjadi viral. Peristiwa kekerasan yang terjadi Kamis (19/4/2018) pagi ini dalam hitungan jam sudah menyebar ke berbagai grup di media sosial.

Reporter: Gio

Pekan Keempat Aksi Great Return March, Tiga Orang Tertembak

GAZA (Jurnalislam.com) – Hari ini, Jumat (20/4/2018) adalah pekan keempat aksi massa The Great Return March. Sejak dimulainya pada 30 Maret, warga Gaza rutin menggelar aksi protes setiap Jumat di perbatasan Israel.

Korban terus berjatuhan, aksi massa dibalas tembakan peluru dan artileri tentara penjajah. Laporan terbaru seperti dilansir Al Jazeera mengatakan, tiga warga Palestina kembali terluka.

Korban terdiri dari Ahmed Abu Akil dari Jabaliya dan dua orang lainnya ditembak di Jalur Gaza. Dengan bertambahnya tiga korban itu, jumlah korban luka mendekati angka seribu. Sementara 35 orang telah gugur.

Melihat kondusi perbatasan yang semakin memanas, Israel menyebarkan selebaran peringatan di Gaza untuk menjauhi perbatasan.

“IDF (Israel Defense Forces) telah dipersiapkan untuk semua skenario. Jauhi perbatasan dan jangan mencoba merusaknya,” mengutip selebaran yang disebarkan oleh pesawat Israel pagi ini di sepanjang perbatasan.

Setiap Jumat, warga di Jalur Gaza berkumpul, membakar ban dan melempari batu ke wilayah perbatasan. Protes massal itu untuk menyerukan hak pulang bagi pengungsi Palestina. Aksi ini diselenggarakan selama enam pekan setelah diawali dengan Land Day.

Land Day diperingati sebagai sejarah kelam bagi Palestina. Di mana enam warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel setelah memprotes penyitaan pemerintah atas tanah Palestina pada 30 Maret 1976 dan aksi ini berakhir pada 15 Mei.

Ulama Tasikmalaya Dorong Pemkab Buat Perda Miras

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Sejumlah ulama di Kabupaten Tasikmalaya meminta Pemkab membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Minuman Keras (Miras). Para ulama menilai hal itu penting dilakukan mengingat kasus miras merenggut nyawa kerap berulang.

Salah seorang ulama KH. Hasan basri mengatakan, Perda miras sangat penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya miras. Terlebih Kabupaten Tasikmalaya sebagai kota dengan tingkat keislaman yang sangat kental.

“Betapa ruginya jika generasi muda menghabiskan waktu dengan miras ini. Jangan sampai miras ini akan menghancurkan generasi penerus bangsa, ” papar KH. Hasan Basri, Jumat (13/4/2018).

Meski di berbagai kegiatan, para ulama sering melakukan imbauan kepada generasi muda untuk menjauhi miras, namun kenyataan banyak generasi muda yang mengkonsumsi barang haram tersebut.

“Disamping kita terus menyampaikan hukum tentang miras dari segi agama, alangkah baiknya diperkuat dengan Perda,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Anton Sudjarwo mengatakan, kepolisian akan menyesuaikan jika Pemkab Tasikmalaya mengeluarkan Perda Miras. Anton bahkan menegaskan dari sisi langkah antisipasi, pihaknya sudah gencar melakukan razia.

“Suasana kebatinan di Tasikmalaya ini kan religius islami, jadi bertolak belakang jika peredaran miras masih tinggi. Intinya kepolisian menyesuaikan dengan langkah pemerintah daerah,” papar Anton.

Wakil ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto mengaku pihaknya akan mendorong lahirnya Perda miras ini. Erry sependapat jika perda miras untuk membentengi generasi muda

“Insha Allah sekuat tenaga saya akan mendorong aspirasi dari para ulama ini, karena ini penting agar generasi muda kita terlindungi,” pungkasnya.

OJK Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di kalangan masyarakat.

Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Kantor Regional 2 Jawa Barat, Novianto Utomo mengatakan masyarakat mulai menyadari akan pentingnya ekonomi syariah. Hal itu terbukti dengan maraknya keberadaan wisata halal.

“Pertumbuhan perkembangan syariah terus membaik bahkan berpotensi untuk terus dikembangkan,” katanya kepada wartawan di Bandung, Jumat (20/4/2018) dilansir Wartaekonomi.com.

Novianto menyebutkan diperlukan pemahaman yang lebih jauh khususnya bagi generasi muda. Pasalnya, perbankan syariah bukan hanya dikembangkan di negara muslim saja melainkan juga negara-negara non muslim.

OJK akan terus mensosialisasikan potensi ekonomi syariahbdi kalanganasyarakat. Salah satunya bagi generasi milenial yang ada di perguruan tinggi.

“Kita mensosialisasikannya bukan hanya di dunia kampus saja melainkan sudah ke seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Adapun, Rektor Universitas Sanggabhuana (USB) YPKP, Asep Effendi mengatakan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Barat, pihaknya sudah menggulirkan studi ekonomi Islam.

Salah satunya studi D3 Keuangan Perbankan atau konsentrasi keuangan perbankan syariah. Namun belum berbentuk program studi.

“Ke depannya dari sisi akademik kita melihat peluang pasar yang begitu terbuka artinya lapangan kerja bagi lulusannya dibutuhkan begitu banyak,” ungkapnya. (mr/wartaekonomi)

Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja, Bisnis Feysen Muslim Ditargetkan Tumbuh 10 Persen

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Busana muslim merupakan salah satu andalan komoditas industri fashion nasional. Tahun ini ekspor produk busana muslim ditargetkan meningkat 10% dan berkontribusi positif terhadap total ekspor produk fashion nasional.

Tahun lalu, ekspor produk fashion nasional tercatat sebesar US$ 13,29 miliar, naik 8,7% seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia.

Industri busana muslim pun terus menggliat. Pertumbuhan industri dalam negeri merangkak naik seiring semakin luasnya pasar komoditas fashion muslim dan meningkatnya jumlah penduduk muslim di dunia.

“Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi kiblat fashion muslim dunia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dalam keterangan tertulis, Kamis (19/4) dilansir Katadata.co.id.

Indonesia ditargetkan menjadi kiblat fashion muslim dunia pada 2020. Hal ini cukup beralasan karena saat ini Indonesia menempati peringkat lima besar dalam negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sekaligus pengekspor produk fashion muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh, Turki, Maroko, dan Pakistan.

Global Islamic Economy memprediksi pertumbuhan pasar fashion muslim dunia pada 2020 akan mencapai US$ 327 miliar. “Karenanya, kami terus mendorong para pelaku industri fashion muslim dan para desainer di Indonesia untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitasnya serta memperkuat brand-nya sehingga mampu menembus pasar ekspor,” ujar Airlangga.

Industri busana muslim di Indonesia diharapkan bisa semakin berkembang sehingga mampu berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Saat ini, industri busana muslim diproyeksi menyerap sekitar 1,1 juta orang tenaga kerja dari total jumlah pekerja di industri fashion sebesar 3,8 juta orang.

Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih menuturkan, pihaknya tengah menyusun peta jalan dan rencana aksi yang terintegrasi dari sektor hulu sampai hilir untuk mengembangkan industri fesyen muslim nasional.

Beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan para desainer, asosisasi, pelaku usaha industri fashion muslim serta akademisi untuk merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mewujudkan visi ke depan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kemenperin akan memfasilitasi kemitraan desainer dengan IKM fashion muslim dalam membangun brand nasional. “Kami juga akan mengadakan kompetisi fashion muslim dan memfasilitasi desainer dan industri fashion muslim pada berbagai event pameran dan fashion show di dalam dan luar negeri sehingga visi Indonesia untuk menjadi kiblat fashion muslim dunia pada tahun 2020 bisa terealisasi,” ungkap Gati. (mz/katadata)

 

Menuju Indonesia Kiblat Busana Muslim Dunia 2020

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi kiblat fesyen Muslim di dunia.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma yang mengatakan,” Tahun 2020, kami mempunyai target untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblatnya fesyen Muslim di dunia.”

Tetapi, menurut Ali kemajuan tren busana Muslim tidak sebesar mayoritas agama Islam di Indonesia. Oleh karena itu, untuk melindungi pasar Indonesia perlu adanya strategi.

“Untuk melindungi pasar Indonesia, yaitu perlu adanya strategi kekuatan budaya kita yang orang luar tidak punya. Lalu menjaga lingkungan hidup, inovasi branding, serta memperkuat strategi bisnis,” jelas Ali dalam pembukaan Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (19/4/2018) dilansir Industry.co.id.

Untuk itu, Ia menghimbau agar industri busana Muslim bisa menguasai pasar Indonesia sendiri.

“Kami berkomitmen untuk memajukan pasar fesyen di Indonesia dan tentunya memerlukan dukungan pemerintah,” ujar Ali.

Presiden Joko Widodo yang turut hadir dalam pembukaan Muffest 2018 memberikan semangat bagi para pelaku industri busana Muslim yang berada di sana.

“Ini merupakan hari bersejarah bagi industri mode di Indonesia, mendengar Bapak Presiden akan hadir, Saya langsung girang dan bahagia mendegarnya. Ini membuktikan bahwa industri mode tidak dipandang sebelah mata tetapi, sudah sejajar dengan profesi lainnya,” imbuh Ali. (mz/industry.co.id)

Begini Ciri-ciri Partai Allah dan Partai Setan

SOLO (Jurnalislam.com) – Pernyataan Amien Rais yang menyebut partai Allah dan partai setan dalam tausyiahnya di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Jumat (13/4/2018) kini menjadi polemik. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud partai Allah dan partai setan dan bagaimana ciri-cirinya?

Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir mengatakan, pernyataan Amien Rais jangan hanya dipahami dalam konteks politik praktis semata. Akan tetapi istilah partai Allah (Hizbullah) dan partai setan (Hizbusyaiton) mempunyai makna yang lebih luas.

“Bisa jadi tidak lepas dari peran umat Islam yang saat ini berada di barisan kelompok yang sedang berjuang mengembalikan kedaulatan umat Islam di Indonesia dan mereka yang berada dalam barisan yang menentang Islam,” paparnya Kamis (18/4/2018) dilansir dari situs resmi Jamaah Ansharusy Syariah, ansharusyariah.com

Ia menjelaskan, partai Allah adalah kelompok manusia yang menjadikan Allah sebagai segalaanya, sedangkan partai setan adalah kelompok manusia yang menghamba dan diperbudak oleh setan. Kedua kelompok tersebut, kata dia, telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam Al-Qur’anulkarim.

Kelompok Allah (Hizbullah), lanjutnya, dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al Maidah ayat 54 sampai 56.

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui (54). Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah) (55). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang (56). (Terjemahan QS. Al-Maidah ayat 54-56)

Ustadz Iim menyampaikan, ada 4 kriteria Hizbullah yang dijelaskan dalam ayat tersebut. Kriteria yang pertama adalah orang-orang yang mencintai Allah dan dicintai Allah.

“Mereka merealisasikan cintanya kepada Allah, kecintaan yang itu sifatnya ta’abudiyah atau penghambaan. Sehingga siap untuk berkorban demi syariatnya, demi tegaknya kedaulatan Islam,” paparnya.

Kriteria kedua, orang-orang yang dikelompokkan dalam Hizbullah adalah orang-orang yang berlemah lembut terhadap sesama muslim dan bersikap tegas kepada orang-orang kafir yang memusuhi Islam.

“Mereka selalu membela umat Islam, membantu kepentingan umat Islam dan bersikap keras dan tegas kepada orang-orang kafir. Kriteria ini juga dijelaskan dalam surat Al-Mujadalah ayat 22,” jelasnya.

Ketiga, Hizbullah adalah orang-orang yang siap berjihad dalam menegakkan syariat Allah dan tidak gentar atas celaan orang-orang yang tidak menghendakinya.

“Kita tahu, orang Islam yang berjuang mengembalikan kedaulatannya di negeri ini selalu diberi stigma negatif; anti-NKRI lah, anti-Pancasila lah, anti-kebhinekaan, teroris lah dsb. Celaan-celaan ini juga didapati oleh Rasullah dan para pengikutnya dari orang-orang musyrik Mekah,” papar ustadz Iim.

Terakhir, Hizbullah adalah orang-orang yang menjadikan Allah, Rasul dan orang-orang beriman yang menegakkan syariat Allah sebagai wali-walinya.

“Yaitu orang-orang beriman yang menegakkan shalat, menunaikan zakat dan orang-orang yang senantiasa taat kepada Allah. Artinya mereka ini adalah orang-orang yang menjalankan Syariat Islam, bukan orang-orang munafik. Maka kalau mau jadi Hizbullah maka pimpinan-pimpinan yang kita pilih haruslah para ulama yang istiqomah terhadap syariat,” tukasnya.

Jika empat kriteria tadi sudah dipenuhi, kata dia, maka Allah pasti akan memberikan kemenangan bagi kaum muslimin.

“Jadi kemenangan itu Allah jaminkan buat kita, tapi dengan syarat kamu menjadi Hizbullah,” cetusnya sembari mengutip QS Al Mujadilah ayat 22.

…Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.

Ustadz Iim, mengingatkan agar kaum muslimin tidak salah dalam memahami Hizbullah ini hanya dalam konteks politik praktis saja, akan tetapi harus memahami sesuai dengan yang dijelaskan dalam Al-Quran.

Kemudian, Ustadz Iim menjelaskan ciri-ciri kelompok manusia yang menghamba pada setan atau Hizbusyaiton. Kelompok ini juga dijelaskan dalam surat Al-Mujadilah ayat 19 sampai ayat 20.

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi (19). Sesungguhnya orang-orang yang menetang Allah dan RasulNya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina (20). (Terjemahan QS Al-Mujadilah ayat 19-20)

“Kriteria utama mereka adalah dikuasai oleh setan. Sehingga menjadikan mereka lupa kepada Allah SWT. Pemikiran-pemikiran yang keluar dari mereka adalah pemikiran anti Syariat Islam, sekularisme, anti-agama, komunisme. Mereka telah diikat oleh rantai-rantai setan,” papar Ustadz Iim.

Dalam ayat tersebut, Ustadz Iim menjelaskan bahwa hizbusyaiton adalah kelompok yang pasti dikalahkan oleh Allah SWT.

“Itu sudah ketentuannya, mau bagaimanapun mereka berupaya menyerang Islam dan umat Islam mereka pasti akan kalah,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ustadz Iim mengimbau umat Islam untuk tidak berkecil hati dalam perjuangan menegakkan syariat Islam. Selama semua kriteria hizbullah terus diupayakan maka umat Islam akan menang.

“Jangan sampai salah fokus dalam perjuangan ini, tujuan kita adalah untuk menegakkan syariat Allah SWT,” pungkasnya.

Bentrokan Meningkat di Kashmir Setelah Bocah Muslim Tewas Diperkosa 4 Hari di Kuil Hindu

Srinagar (Jurnalislam.com) – Para pengunjuk rasa di Kashmir yang dikuasai India turun ke jalan selama empat hari berturut-turut di tengah meningkatnya kemarahan atas perkosaan yang mengerikan dan pembunuhan seorang gadis nomaden Muslim berusia delapan tahun.

Petugas medis setempat mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Kamis (19/4/2018) bahwa sedikitnya 30 pelajar terluka dalam dua hari terakhir selama bentrokan dengan pasukan keamanan di berbagai bagian wilayah yang bergolak.

Para demonstran menuntut keadilan bagi gadis itu, yang pembunuhannya mengirimkan gelombang kejut ke seluruh wilayah mayoritas Muslim tersebut.

Anak perempuan itu sedang menggembalakan ternak di desa Rasana di distrik Jammu di Kathua ketika dia diculik pada bulan Januari.

Dia kemudian dibius di sebuah kuil Hindu, di mana dia diperkosa oleh sedikitnya tiga laki-laki selama empat hari, menurut penyelidikan polisi. Dia kemudian dicekik dan tubuhnya ditemukan di hutan dekat kuil.

Delapan pria, semuanya Hindu, telah terlibat dalam pemerkosaan dan pembunuhan gadis itu. Menurut laporan polisi, tindakan para tersangka bertujuan untuk mengusir para nomaden Muslim dari daerah tersebut.

Kasus ini telah menjadi penyebab kemarahan lain di wilayah yang kadang-kadang menyaksikan protes anti-India.

Sementara itu, sejumlah anggota terkemuka partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) yang berkuasa di India telah bersatu untuk mendukung terdakwa dalam beberapa hari terakhir.

Perdana Menteri Narendra Modi memecah keheningannya pekan lalu, tiga bulan setelah pembunuhan gadis itu, mengatakan bahwa “keadilan akan ditegakkan dan tidak ada penjahat yang akan selamat.”

Giliran Mahasiswa Kashmir Hadapi Pasukan Penjajah India

Sana Beigh, seorang mahasiswa yang memprotes di Srinagar pada hari Kamis, mengatakan bahwa ada “respon solidaritas yang enggan dan tertunda dari India.”

“Ini benar-benar memalukan. Bagaimana seseorang bisa mendukungnya atau bahkan diam tentang hal itu?

“Tidak ada Muslim yang aman di India, lihat maksud di balik kejahatan itu,” tegasnya.

Selama masa berkuasa, BJP telah menghadapi tuduhan meningkatnya permusuhan terhadap komunitas minoritas India.

Sementara itu, dalam konflik dua dekade yang sedang berlangsung di Kashmir di mana sedikitnya 70.000 orang tewas, tentara India juga dilaporkan melakukan kekerasan seksual.

“Perkosaan yang terjadi di Kashmir bukan hanya kasus kekerasan seksual, struktur negara juga terlibat dalam kasus-kasus ini. Mereka tidak terlibat langsung, tetapi mereka melakukan banyak hal untuk melindungi terdakwa,” kata Essar Batool, seorang aktivis wanita lokal.

Mariya Salim, juru kampanye senior untuk hak-hak perempuan di Amnesty International India, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kasus-kasus perkosaan dan bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya terhadap perempuan dan anak perempuan adalah hal yang biasa di seluruh India.

Dia mengatakan bahwa kasus gadis berusia delapan tahun itu menarik perhatian nasional dan internasional hanya setelah sejumlah pengacara dan sebuah kelompok Hindu menghalangi penyelidikan polisi dan penuntutan terhadap para tersangka pelaku.

“Kenyataan bahwa pada hari Senin Mahkamah Agung harus memerintahkan perlindungan polisi untuk keluarga korban, seorang teman keluarga dan pengacara mereka karena ancaman dan pelecehan yang mereka hadapi karena mengejar kasus ini, menunjukkan seberapa dalam kefanatikan seputar kasus ini,” Kata Salim.

Deepika Rajawat, pengacara yang mewakili keluarga gadis itu, dan aktivis lokal Talib Hussain menuduh pendukung tersangka mengeluarkan ancaman terhadap mereka.

Kelompok sayap kanan Hindu di Jammu menuduh petugas lokal bias dalam melakukan penyelidikan, mengatakan beberapa petugas polisi yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut adalah Muslim.

Berbicara kepada Al Jazeera, Heena Khan, seorang penduduk setempat, mengatakan kasus gadis itu mengungkapkan kebencian yang mengakar kuat terhadap minoritas Muslim di Kashmir.

“Sekali lagi terbukti bahwa seorang wanita, berdasarkan jenis kelaminnya, adalah alat yang paling mudah,” katanya.

Kashmir diperebutkan oleh India dan Pakistan, dimana kedua negara berbagi mengelola beberapa bagian wilayahnya, menjadikannya salah satu zona dunia yang sangat termiliterisasi.

The Coalition of Civil Society, sebuah kelompok hak asasi manusia lokal, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerkosaan dan pembunuhan gadis itu “perlu dipahami dalam paradigma militerisasi yang meluas di Jammu dan Kashmir.

“Penggunaan kekerasan seksual secara sistematis sebagai senjata perang oleh pasukan bersenjata adalah ciri umum dari kekerasan militer ini,” katanya.