Angkatan Laut Israel Bajak Kapal Kemanusian untuk Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Angkatan laut Israel pada hari Ahad (29/7/2018) mencegat sebuah kapal kemanusian yang sedang bergerak menuju Jalur Gaza yang diblokade, menurut penyelenggara.

“#FreedomFlotilla yang membawa perlengkapan medis untuk #Gaza dibajak oleh pasukan Israel,” kata Koalisi Kebebasan Flotilla (the Freedom Flotilla Coalition) di Twitter.

Kapal ini melakukan “perjalanan yang aman untuk semua orang di dalamnya #AlAwda (The Return) dan pengiriman cepat bingkisan solidaritas kami untuk Gaza Palestina.”

Juru bicara militer zionis Avichay Adraee mengkonfirmasi penyitaan kapal oleh pasukan Israel.

“Beberapa waktu yang lalu, sebuah operasi angkatan laut menangkap sebuah kapal yang berlayar dari Eropa dengan tujuan melanggar blokade laut yang diberlakukan di Gaza,” katanya di Twitter.

Angkatan Laut Zionis Tembaki Kapal Nelayan Palestina

“Kapal itu telah dilacak dan ditangkap sesuai dengan hukum internasional,” tambahnya.

Sebelumnya pada hari Ahad, Adham Abu Silmiyya, juru bicara Otoritas Nasional untuk Memecahkan Pengepungan di Jalur Gaza, mengatakan kontak dengan kapal dua kapal yang menuju Gaza telah hilang.

“Angkatan laut Israel kemungkinan merebut kapal-kapal itu,” katanya kepada Anadolu Agency.

Sebuah pernyataan oleh Koalisi Kebebasan Flotilla, yang mengatur perjalanan itu, juga mengatakan pasukan Israel telah menghubungi kapal ketika berlayar sejauh 49 mil di dekat pantai Gaza.

Menurut pernyataan itu, tentara penjajah Israel memperingatkan para aktivis di kapal untuk tidak mendekati pantai Gaza, mengancam untuk menggunakan kekuatan tempur, jika diperlukan, guna menghentikan kapal.

Erdogan: 10.000 Ton Lebih Pasokan dari Turki akan Tiba di Gaza Sebelum Idul Fitri

Armada Gaza telah berlayar dari Norwegia pada 15 Mei di bawah slogan “Hak untuk Masa Depan yang Adil bagi Palestina (Right to a Just Future for Palestine)” sebagai bagian dari kampanye untuk mematahkan pengepungan Israel 11 tahun di Jalur Gaza.

Sekitar 36 aktivis dari 15 negara berada di dua kapal, yang direncanakan akan mencapai pantai Gaza hari Ahad nanti.

Pada akhir 2016, hampir dua juta warga Gaza bergantung pada bantuan internasional untuk dapat bertahan hidup sementara hampir separuh dari keluarga di Gaza tidak memiliki akses untuk mengamankan pasokan makanan, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Setiap tahun selama delapan tahun hingga sekarang, Koalisi Kebebasan Flotilla telah meluncurkan kampanye baru untuk menantang pengepungan Israel di kantong pantai Palestina.

Pada tanggal 31 Mei 2010, pasukan komando Israel membunuh sembilan aktivis Turki di konvoi kapal Mavi Marmara di perairan internasional. Konvoi, yang merupakan bagian dari Koalisi Kebebasan Flotilla, menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan. Seorang aktivis lain juga kemudian menyerah pada luka-lukanya.

Militer Zionis: Pasukan Katak Hamas Hanya Butuh 1 Menit untuk Tembus Jantung Israel

Setelah Dibebaskan, Erdogan Langsung Telepon Ahed Tamimi, Begini Percakapannya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan berbicara melalui telepon dengan ikon perlawanan remaja Palestina Ahed al-Tamimi pada hari Ahad (29/7/2018) dan mengucapkan selamat atas pembebasannya dari penjara penjajah Israel, menurut sumber kepresidenan.

Sebelumnya, al-Tamimi dan ibunya dibebaskan oleh otoritas Israel setelah ditahan selama delapan bulan.

Erdogan memuji keberanian dan tekadnya untuk bertarung, sumber itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara kepada media, mengatakan.

Ibu gadis pemberani itu, Nariman al-Tamimi juga bersamanya di telepon ketika presiden berbicara, kata sumber itu menambahkan.

Erdogan meyakinkan keluarga mereka bahwa dukungan Turki bagi perjuangan Palestina akan terus berlanjut.

Ahed Tamimi, Ikon Perlawanan Palestina Dibebaskan dari Penjara Israel

Berbicara kepada Anadolu Agency, al-Tamimi mengatakan dia berterima kasih kepada Presiden Erdogan. “Telepon dari Presiden merupakan dukungan besar bagi kami. Saya berterima kasih kepada Presiden Erdogan dan bangsa Turki, yang selalu berdiri bersama rakyat Palestina.

“Saya berterima kasih kepada semua orang yang mendukung tujuan kami untuk mengalahkan pendudukan.”

Dia juga mengatakan bahwa ada kemungkinan dia ditangkap kembali oleh pasukan Israel.

“Semua orang, yang memilih jalan perlawanan, akan ditangkap. Saya tahu itu,” katanya.

Al-Tamimi menjadi ikon internasional untuk perlawanan Palestina setelah dia terekam menampar seorang tentara Israel saat penggerebekan di rumahnya untuk menangkap saudaranya.

Pasukan zionis Yahudi tersebut menangkap gadis Palestina itu pada Desember 2017 setelah sebuah video viral menunjukkan dia menampar seorang tentara Israel; kemudian pada bulan Maret pengadilan Israel menjatuhkan hukuman sepanjang delapan bulan atas “serangan” nya pada seorang tentara Israel.

Inilah Mussab Tamimi Saudara dari Ahed Tamimi, Remaja Palestina yang Pertama Gugur di 2018

Setelah pembebasannya, al-Tamimi berterima kasih kepada semua pendukungnya yang berdiri di sampingnya dan keluarganya selama penahanannya.

“Para tahanan Palestina sangat bersemangat dan saya membawa pesan dari mereka yang akan saya ungkapkan malam ini,” kata al-Tamimi.

Pada tahun 2012, Kotamadya Basaksehir di Istanbul telah memberikan al-Tamimi Penghargaan Keberanian Hanzala yang prestisius karena menentang tentara penjajah Israel setelah dia difoto menunjukkan kepalan tangannya yang kecil kepada pasukan pendudukan.

Dunia Ucapkan Selamat Kepada Pakistan atas Terpilihnya Imran Khan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Sejumlah negara telah mengucapkan selamat kepada Pakistan setelah selesai menyelenggarakan pemilihan umum, mengatakan mereka berharap dapat bekerja dengan pemerintah baru, lansir World Bulletin, Ahad (29/7/2018)

Partai politik mantan bintang kriket Imran Khan – Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) – telah memenangkan lebih dari 110 kursi dalam pemilihan umum hari Rabu; dia diharapkan untuk membentuk pemerintahan dan menjadi perdana menteri negara berikutnya untuk masa lima tahun.

Pada hari Sabtu, duta besar Afghanistan untuk Pakistan Dr. Omar Zakhilwal memberi selamat kepada Khan karena mengamankan sebagian besar kursi di parlemen Pakistan. Dalam sebuah pernyataan, Zahilwal menyerukan peran konstruktif Khan dalam membangun perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, dan mendesaknya untuk mendukung ratusan ribu pengungsi Afghanistan di Pakistan.

Imran Khan Mantan Atlit Kriket, Calon PM ke-19 Pakistan

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengucapkan selamat kepada rakyat Pakistan atas pemilihan umum hari Rabu. “Dengan menjalankan hak konstitusional untuk memilih, rakyat Pakistan telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk Pakistan yang demokratis,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

Guterres juga memuji Komisi Pemilihan Pakistan, dan mengatakan PBB mengharapkan keberhasilan pemerintah baru dalam “menyediakan masa depan yang stabil, demokratis, dan sejahtera bagi rakyat Pakistan.”

Juru bicara untuk Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan, “Amerika Serikat memuji keberanian rakyat Pakistan, termasuk banyak wanita, yang ternyata memilih dan menunjukkan tekad untuk menentukan masa depan negara mereka.”

Dia juga menyebutkan AS akan mencari peluang untuk bekerja dengan Pakistan guna memajukan “keamanan, stabilitas, dan kemakmuran” di wilayah tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt mengatakan: “Ini adalah momen penting untuk demokrasi di Pakistan, menandai transfer kekuasaan kedua yang belum pernah terjadi sebelumnya dari satu pemerintahan sipil jangka penuh ke pemerintahan yang lain.”

Korban Tewas Serangan Bom Kampanye di Pakistan Meningkat Hingga 149 Orang

Hunt memuji Komisi Pemilihan Pakistan atas karyanya untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan inklusivitas dalam pemilihan serta menambahkan: “Seperti misi pemantauan pemilu, kami juga prihatin tentang laporan adanya tekanan pada media dan sejumlah pihak yang memiliki tautan kepada kelompok-kelompok terlarang yang memberitakan kekerasan dan intoleransi. Visi Jinnah tentang Pakistan yang toleran dan pluralis tetap penting bagi masyarakat yang stabil dan kohesif.”

Jerman mengatakan pihaknya tetap siap untuk hubungan dekat dan berbasis kepercayaan dengan pemerintah baru Pakistan.

Dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan: “Pakistan dan pemerintah barunya menghadapi tantangan besar.

“Jerman siap untuk hubungan dekat dan berbasis kepercayaan dengan pemerintah baru Pakistan dan mendukungnya dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.”

Bahas Undang-undang Baru, Puluhan Ribu Pejuang Muslim Filipina Berkumpul

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Puluhan ribu pendukung kelompok pejuang Muslim terbesar Filipina, Front Pembebasan Islam Moro (Moro Islamic Liberation Front-MILF) berkumpul pada hari Ahad (29/7/2018) untuk membahas sebuah hukum bersejarah yang memberikan mereka otonomi, dengan satu harapan bahwa hukum itu akan membuat “impian perdamaian” mereka menjadi kenyataan.

Presiden Rodrigo Duterte pekan lalu menandatangani undang-undang yang menandakan langkah penting untuk mengakhiri pejuangan Muslim di bagian selatan Filipina yang sebagian besar beragama Katolik yang telah menewaskan sekitar 150.000 jiwa sejak tahun 1970-an.

Ketua Pembebasan Islam Moro Sambut Baik Ratifikasi Undang-undang Bangsamoro

Anggota Front Pembebasan Islam Moro, pendukung serta penduduk lokal dari berbagai wilayah pulau Mindanao di selatan, termasuk wanita berjilbab dan pejuang membawa senjata, beramai-ramai ke kamp pejuang utama di sana untuk konsultasi.

Para pemimpin mereka mencari dukungan untuk undang-undang sebelum referendum, yang menciptakan wilayah otonom yang diperluas dan bertujuan untuk mengakhiri salah satu konflik terpanjang dan paling mematikan di Asia.

“Ini adalah impian kami. Jika kami mengakhiri ini [pertempuran], semoga kami bisa hidup damai,” kata Nasser Samama, seorang pejuang pejuang veteran berusia 61 tahun, kepada kantor berita AFP di Camp Darapanan, lansir Aljazeera.

“Kebanyakan orang menginginkan perdamaian dan kami juga berada di pasukan [Front]. Apa yang [Front] capai bukan hanya untuk kelompok kami, tetapi untuk seluruh Mindanao.”

Pejuang Muslim telah lama berjuang untuk kemerdekaan atau otonomi di Mindanao, yang mereka anggap sebagai tanah leluhur mereka.

Filipina akan Segera Bentuk Pemerintahan Islam di Mindanao

Undang-undang ini bertujuan untuk menegakkan perjanjian damai 2014 yang rapuh dan rentan di mana Front berjanji untuk menghentikan upayanya memperjuangkan kemerdekaan dan meletakkan senjata dari 30.000 pasukannya sebagai imbalan untuk pemerintahan sendiri (otonom).

Berdasarkan undang-undang, sebuah entitas politik baru yang dikenal sebagai Daerah Otonomi Bangsamoro akan menggantikan daerah otonom saat ini yang dibuat setelah kesepakatan tahun 1996 dengan kelompok pejuang lain, Front Pembebasan Nasional Moro.

Daerah Otonomi Bangsamoro direncanakan akan memiliki kekuatan lebih dan mencakup area yang lebih besar.

Para pemimpin pejuang menyetujui tindakan itu tetapi mengatakan bahwa masyarakatnya perlu mendukung undang-undang itu agar bisa lolos dari plebisit.

Pada hari Ahad, banyak anggota kelompok, yang telah mengalami konflik selama puluhan tahun, mengatakan mereka mendukung hukum baru itu.

“Ini adalah awal dari perdamaian di Mindanao. Ini adalah awal dari perjanjian damai antara Muslim dan Kristen,” kata ibu rumah tangga Babaidi Budain.

Beberapa orang menyatakan kekhawatiran mereka bahwa undang-undang baru tersebut tidak akan membawa pembangunan ke daerah yang kaya sumber daya, tetapi dilanda kemiskinan itu.

“Semua orang di Mindanao harus memanfaatkan peluang yang ditawarkan daerah itu. Jika tidak, akan sama saja, Bangsamoro tidak akan berhasil,” kata pekerja masyarakat Nasser Sulaiman.

Ahed Tamimi, Ikon Perlawanan Palestina Dibebaskan dari Penjara Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Aktivis remaja Palestina Ahed Tamimi telah dibebaskan dari penjara Israel setelah menyelesaikan hukuman delapan bulan dalam kasus yang memicu kecaman internasional.

Tamimi menangis ketika orang-orang dengan emosional menyambutnya di desa Nabi Saleh pada hari Ahad (29/7/2018).

Dia dibebaskan bersama ibunya, Nariman, yang juga menjalani hukuman delapan bulan.

Di depan kerumunan, Tamimi berterima kasih kepada para aktivis dan media atas dukungan mereka selama masa tahanannya.

“Ini adalah saat yang sangat membahagiakan bagi saya,” ayah Tamimi, Bassem, mengatakan kepada Al Jazeera sebelum putrinya dibebaskan. “Kami sangat merindukan mereka. Tapi saya juga khawatir karena pendudukan [Israel] terus berlanjut dan masih ada dalam hidup kami.”

Namun kebahagiaan Bassem dibayangi oleh hati yang berat, karena putranya yang berusia 21 tahun, Waed, masih tetap berada dalam tahanan Israel sejak ditangkap dalam penggerebekan malam di rumahnya pada bulan Mei.

Konferensi pers dijadwalkan di desa pada jam 4 sore (13: 00GMT) hari Ahad.

Dua Seniman Itali Lukis Ahed Tamimi sebagai Ikon Perlawanan Palestina

Tamimi dan ibunya ditangkap oleh pasukan penjajah Israel pada bulan Desember 2017 setelah viralnya sebuah video yang menunjukkan wanita muda, yang saat itu berusia 16 tahun, memukul dan menampar dua tentara bersenjata Israel di luar rumahnya di Nabi Saleh.

Pada saat itu, gadis remaja tersebut bereaksi terhadap berita bahwa sepupunya yang berusia 15 tahun, Mohammed, ditembak di muka oleh pasukan Israel dengan peluru baja berlapis karet sebelumnya pada hari itu, menyebabkannya berada dalam kondisi kritis.

Penangkapan Ahed Tamimi membangkitkan kecaman internasional dan sekali lagi menyorot perlakuan Israel terhadap warga Palestina, terutama pada pemudanya.

Tamimi didakwa atas 12 dakwaan di pengadilan militer Israel Ofer di Ramallah dua pekan setelah penangkapannya. Pada bulan Maret, Tamimi dan ibunya menerima perjanjian pembelaan yang akan mengharuskan mereka menjalani hukuman delapan bulan di penjara, sebagai imbalan untuk mengaku bersalah atas beberapa tuduhan.

Pasukan penjajah zionis memulai serangan terhadap Nabi Saleh setelah video itu menjadi viral, menangkapi warga dan menembaki saudara Ahed yang berumur 21 tahun, Izz al-Din Tamimi dalam serangan di desa itu bulan lalu.

Diadili dalam Pengadilan Militer Zionis, Pejabat PBB Desak Israel Bebaskan Ahed Tamimi

Sepupu Tamimi, Mohammed, yang belum sembuh dari luka-lukanya, juga telah ditahan oleh pasukan Israel dua kali sejak pasukan Israel menembak remaja itu di wajahnya.

Menurut bibi Tamimi, Manal, yang juga seorang aktivis terkemuka di desa itu, 15 warga Nabi Saleh masih berada dalam tahanan Israel, empat di antaranya adalah anak di bawah umur.

Sementara itu, Bassem mengatakan dia khawatir tentang keselamatan putrinya setelah pembebasannya, mengatakan bahwa dia telah diancam oleh politisi sayap kanan Israel dan para pemukim illegal Yahudi.

Awal tahun ini, penduduk Nabi Saleh terkejut dengan grafiti Ibrani yang tersebar di sekitar desa, beberapa di antaranya bertuliskan “Kematian bagi Ahed Tamimi” dan “Tidak ada tempat di dunia ini bagi Ahed Tamimi.” Penduduk percaya itu adalah tindakan pemukim illegal Israel dari pemukiman Halamish, yang dibangun di atas tanah Palestina, Nabi Saleh.

Dalam insiden lain, para pemukim dari Halamish berdemonstrasi di jalan yang membelah desa dengan pemukiman, membawa peti mati sambil meneriakkan “Kematian bagi Ahed Tamimi.”

Manal, yang dua putranya Mohammad, 19, dan Osama, 23, masih ditahan di tahanan Israel sejak penangkapan mereka Januari lalu, mengatakan dia juga khawatir tentang bagaimana Tamimi akan mengatasi pengalamannya di penjara Israel.

“Kami khawatir tentang pengalaman yang dia alami,” kata Manal. “Pada akhirnya, Ahed adalah seorang anak dan apa yang dia lalui sangat sulit. Saya pikir dia akan membutuhkan waktu untuk menjadi anak kecil lagi.”

Manal mengatakan, pemenjaraan Ahed telah “membuat nama Nabi Saleh dan nama Tamimi menjadi viral.”

Namun, ia berharap dengan pembebasan Tamimi dunia internasional beralih dari membicarakan Nabi Saleh menjadi membahas pengalaman orang Palestina di penjara Israel.

“Sekarang seluruh dunia tahu tentang apa yang terjadi di sini [di Nabi Saleh],” katanya kepada Al Jazeera. “Tapi yang penting sekarang adalah Ahed memberi tahu seluruh dunia tentang pengalaman dan perlakuan para wanita dan anak-anak [Palestina] di penjara Israel.”

Menurut Dawoud Yusef, koordinator advokasi untuk kelompok hak asasi tahanan Palestina, Addameer, wanita Palestina mengalami penganiayaan berat di penjara Israel, mencatat bahwa penjaga Israel “umumnya melakukan pelecehan seksual terhadap tahanan wanita, baik secara verbal maupun fisik.”

Heboh, Ahed Tamimi Dilecehkan Secara Seksual saat Diinterogasi

Wanita Palestina juga menghadapi bentuk-bentuk pengabaian ekstrim di penjara, contohnya, otoritas penjara Israel menolak untuk memberikan “produk sanitasi yang diperlukan” tahanan wanita Palestina, kata Yusef.

Dalam kasus anak-anak perempuan yang ditahan di penjara Israel, “hal-hal yang menonjol adalah efek mental dari pelanggaran seperti itu, dikombinasikan dengan rasa malu atas seluruh cobaan,” tambah Yusef.

Menurut Addameer, dari 5.900 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel pada 1 Juni, 60 adalah perempuan dan 291 anak di bawah umur – 49 di antaranya berusia di bawah 16 tahun.

Tak Mau Jadi Cawapres, Ustadz Abdul Somad Dukung Habib Salim Dampingi Prabowo

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ustadz Abdul Somad menyambut positif hasil ijtima ulama yang merekomendasikan ia dan Habib Salim Segaf Al-Jufri menjadi cawapres Prabowo. Namun, dengan alasan ingin fokus berdakwah, dirinya menolak untuk menjadi cawapres.

“Selamat! Ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan. Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim,” kata Ustadz Abdul Somad dalam akun facebook miliknya, Ahad (29/7/2018).

“Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim, tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo,” sambungnya.

Ustadz Somad lantas menceritakan bahwa setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian sahabat ingin membaiat Abdullah, anak Sayyidina Umar sebagai pengganti. Di akhir, ia menekankan ingin lebih fokus pada dakwah dan pendidikan.

“Beliau (Abdullah-red) menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu. Fokus di pendidikan dan dakwah,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional sepakat untuk merekomendasikan: Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto – Al Habib Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri dan Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto – Ust. Abdul Somad Batubara, Lc., MA sebagai calon presiden dan calon wakil presiden untuk didaftarkan ke KPU oleh Partai Koalisi Keumatan dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

Berdayakan Penduduk Suriah, Syam Organizer Luncurkan Program Sham Productive Assistance

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Lembaga kemanusiaan Syam Organizer (SO) merancang suatu program pemberdayaan penduduk Suriah bernama Sham Productive Assistance. Ditemui dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SO di Yogyakarta, Sabtu (28/7) malam, Ketua SO Firmansyah mengatakan, program baru bernama Sham Productive Assistance itu diluncurkan dengan berbagai tujuan.

“Ini merupakan program berkesinambungan yang dapat mendukung seluruh biaya operasional program SO dan dapat menyedot tenaga kerja bagi rakyat di Suriah,” kata Firmansyah kepada Islamic News Agency (INA), kantor berita yang diiniasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU).

Sham Productive Assistance

Firman menjelaskan, keuntungan yang didapat dari program tersebut akan menunjang biaya operasional program kemanusiaan lainnya yang telah berjalan di Suriah. Sehingga, bantuan dari rakyat Indonesia tidak terbagi untuk biaya operasional.

“Kami ingin tujuh program yang sudah berjalan saat ini berkembang ke seluruh daerah di Bumi Syam. Makanya kami memunculkan Sham Productive Assistance,” jelasnya.

Baca juga: Gandeng Syam Organizer, Komunitas Muslimah Bima Peduli Hadirkan Peggy Galang Dana untuk Palestina

Dari program itu, SO dapat memberdayakan penduduk Suriah untuk membangun pabrik batako, mengolah pertanian, peternakan dan konveksi. Produksi dan keuntungannya pun menurut Firman cukup tinggi.

“Keempat proyek itu juga dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyat Suriah. Sehingga Izzah (kehormatan) rakyat Syam tetap terjaga,” ujarnya.

Reporter: Tommy | INA

Ratusan Laskar Ansharusyariah Jateng Siap Kawal Ustaz Abdul Somad di Semarang

SOLO (Jurnalislam.com) – Komandan Hisbah Laskar Jamah Ansharusy Syariah Jawa Tengah, Ustaz Mursidi menegaskan, pihaknya siap mengawal tabligh akbar Ustaz Abdul Somad di Semarang. Jamaah Ansharusy Syariah akan menurunkan ratusan anggotanya untuk mengawal berjalannya Tabligh Akbar yang akan digelar di Lapangan Pedurungan Kidul Semarang pada Senin (30/7/2018) malam.

“Untuk menjaga ukhuwah, merapatkan barisan dan menjaga persatuan dan kesatuan umat,” katanya kepada Jurnalislam.com, Ahad (29/7/2018).

Baca juga: Polisi Dukung dan Siap Amankan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Semarang

Keikutsertaan Jamaah Ansharusy Syariah juga sebagai wujud akhlak seorang muslim untuk memuliakan ulama. “Ini juga sebagai bentuk kita menjaga urwah dan kehormatan para ulama,” kata dia.

Ustaz Mursidi berpesan, umat Islam harus menjaga spirit persatuan dibawah komando para ulama. “Meneruskan arahan aksi bela Islam 212 tentang jihadul kalimah bersama umat,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, tabligh akbar Ustaz Abdul Somad di Semarang sempat mendapat penolakan dari ormas yang menamakan diri Patriot Garuda Nusantara (PGN). Penolakan tersebut akhirnya dicabut setelah sejumlah elemen umat Islam dan PGN melakukan audiensi di Polrestabes Semarang pada Rabu (25/7/2018).

Setelah Membombardir Daraa, Inilah Skenario Rezim Assad

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Pihak oposisi Suriah memperingatkan bahwa evakuasi paksa oleh pasukan rezim Syiah Assad di provinsi Daraa barat daya negara itu bertujuan untuk mengubah struktur demografi daerah tersebut.

“Rezim Assad, yang didukung oleh Iran, memulai evakuasi paksa di Daraa. Skenario yang sama terjadi di Ghouta Timur dan Homs sebelumnya,” Abdurrahman Mustafa, ketua Koalisi Nasional untuk Pasukan Revolusioner dan Oposisi Suriah (the National Coalition for Syrian Revolutionary and Opposition Forces), mengatakan pada konferensi pers di hari Jumat (27/7/2018), lansir Anadolu Agency.

“Sebagai akibat dari kebijakan migrasi paksa ini, sekarang ada kepadatan penduduk yang besar di Idlib,” katanya.

Setelah Daraa Kini Nawa Dibombardir Rezim Syiah Assad

Mustafa mengatakan bahwa sejak AS meninggalkan daerah padahal merupakan negara penjamin, “daerah itu ditinggalkan sendiri menunggu nasibnya.”

Pemimpin oposisi mengatakan kehadiran Turki di Idlib sebagai negara penjamin adalah “satu-satunya solusi” untuk masalah ini.

“Turki sudah berada di tanah Suriah untuk menjamin keamanan,” katanya.

“Sejak revolusi, Turki telah mengambil sikap mendukung rakyat Suriah dan memenuhi tanggung jawabnya sejalan dengan perjanjian internasional,” katanya. “Jika Turki mempertahankan kehadiran di Idlib sebagai negara penjamin, apa yang terjadi di Daraa dan wilayah lain tidak akan terulang lagi.”

Mustafa mengatakan oposisi Suriah percaya pada solusi politik atas konflik di Suriah.

“Rakyat Suriah pada akhirnya akan menang meskipun rezim mendapatkan keuntungan di lapangan,” katanya. “Rakyat Suriah akan melanjutkan perjuangan sampai tuntutan mereka terpenuhi.”

Pemimpin oposisi mengatakan keseimbangan militer di Suriah telah sangat bergeser sejak tahun 2014 hingga 2018. “Namun demikian, tidak berarti rezim telah menang. Rezim memperluas lahannya berkat dukungan Iran dan Rusia, “katanya.

Pemimpin oposisi mengatakan daerah-daerah yang telah dibersihkan dari kelompok PYD/PKK berangsur sangat membaik.

Assad Langgar Gencatan Senjata di Daraa, 11 Faksi Oposisi Bentuk Koalisi Tentara Selatan

“Kami telah mengunjungi area Euphrates Shield dan Afrin dan melihat berapa banyak kondisi telah membaik di bawah kendali Turki,” katanya.

Dia mengatakan bahwa Turki telah membawa perdamaian dan stabilitas ke wilayah-wilayah ini.

“Layanan kesehatan dan pendidikan telah disediakan,” katanya. “Turki telah membawa ketertiban dan perdamaian publik.”

Dia mengatakan bahwa Bulan Sabit Merah Turki dan Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) juga bekerja di daerah tersebut. “Rezim Suriah dan sekutu tidak nyaman dengan kehadiran Turki di sini, tetapi mereka tidak akan pernah mencapai tujuan mereka,” katanya.

Pemimpin oposisi Suriah mengatakan AS dan negara-negara anggota PBB telah meninggalkan Suriah sendirian, tidak seperti Turki.

“Turki adalah satu-satunya negara yang berdiri bersama oposisi Suriah,” katanya.

Mustafa mengatakan operasi militer Turki Euphrates Shield dan Olive Branch telah menghadirkan keamanan di sepanjang perbatasan Turki dan menciptakan zona aman bagi warga sipil Suriah.

“Apa yang terjadi di sana didasarkan pada kepentingan bersama,” katanya. “Turki mendukung kami untuk mempertahankan integritas teritorial Suriah dan kami berkoordinasi dengan Turki.”

Rezim Assad Gelar Serangan Besar pada Zona Gencatan Senjata Barat Daya Suriah

Dia mengatakan oposisi Suriah telah membentuk tujuh majelis lokal di Afrin.

“Kami, semoga, akan melakukan hal yang sama di Manbij,” katanya. “Jika kesepakatan antara AS dan Turki diberlakukan, oposisi Suriah akan bertindak bersama dengan Turki. Kami akan mendukung langkah-langkah yang diambil untuk membangun majelis lokal di kawasan itu, seperti Afrin,” katanya.

Milisi Dukungan Amerika ‘SDF’ Sepakat Bekerja Sama dengan Rezim Syiah Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Aliansi Kurdi dan Arab yang didukung AS mengatakan mereka telah setuju untuk bekerja dengan rezim Nushairiyah Suriah Bashar al-Assad menuju “Suriah yang demokratis dan terdesentralisasi” setelah pembicaraan awal di Damaskus.

Sebuah delegasi the Syrian Democratic Council (SDC) – sayap politik dari Pasukan Demokrasi Suriah (the Syrian Democratic Forces-SDF) – tiba di ibukota Suriah awal pekan ini, dalam kunjungan resmi pertama mereka di sana atas undangan rezim pemerintah.

Dalam upaya untuk memperkuat otonomi mereka di negara yang dilanda perang itu, SDC mengatakan pada hari Sabtu (28/7/2018) bahwa mereka akan membentuk komite dan memetakan “peta jalan-roadmap” dalam koordinasi dengan rezim Syiah Assad.

Tidak ada konfirmasi segera oleh Damaskus, dan periode negosiasi diperkirakan akan panjang.

Amerika Latih SDF Untuk Bantu Milisi YPG Kuasai Sisa-sisa Wilayah IS

Pernyataan SDC itu muncul setelah Assad, yang didukung secara militer oleh Rusia, mengancam akan merebut kembali daerah utara dan timur Suriah yang dikendalikan oleh aliansi – sebuah perkembangan yang dikatakan SDF hanya akan menyebabkan lebih banyak kehancuran dan kesulitan bagi warga Suriah.

SDF dibentuk pada tahun 2015 untuk mempertahankan wilayah Suriah timur laut. Menggunakan senjata Amerika, ia berhasil menguasai 25-30 persen Suriah, termasuk wilayah-wilayah yang kaya akan cadangan minyak dan gas.

Sayap politik mereka telah lama mendesak agar Suriah dibagi menurut garis federal dan terdiri dari daerah-daerah otonom di berbagai daerah.

Tentara Rezim Assad Kepung Deir al Zour Ancam Pasukan SDF Dukungan AS

Pada bulan Januari, SDF kehilangan kota Afrin ke tangan oposisi yang didukung Turki. Meskipun Washington melakukan intervensi guna mencegah pasukan Turki merebut kota Manbij lebih lanjut, SDF tetap tidak yakin tentang dukungan AS karena pernyataan yang bertentangan atas rencana militernya di negara itu.

Riad Darar, wakil ketua SDC, berbicara kepada Al Jazeera tentang alasan di balik keputusan mereka untuk terlibat dalam dialog dengan rezim pemerintah Suriah.

Darar, yang berasal dari Deir Az Zor, mengatakan SDC sedang berupaya untuk mendirikan negara baru dan sistem baru melalui negosiasi dengan rezim pemerintah.