Diadili dalam Pengadilan Militer Zionis, Pejabat PBB Desak Israel Bebaskan Ahed Tamimi

Diadili dalam Pengadilan Militer Zionis, Pejabat PBB Desak Israel Bebaskan Ahed Tamimi

JENEWA (Jurnalislam.com) – Israel melanggar Konvensi Internasional mengenai Hak Anak dengan menjebloskan ke penjara seorang remaja Palestina hanya karena menampar seorang tentara Israel, kata pakar hak asasi manusia PBB pada hari Selasa (13/02/2018).

Setelah insiden di mana dia menampar seorang tentara Israel, Ahed Tamimi, 17 tahun, muncul di pengadilan militer Israel pada hari Selasa, lansir Aljazeera.

Pakar PBB meminta pembebasannya, dengan mengatakan bahwa persidangan di masa depan harus sangat disesuaikan dengan standar hukum internasional.

Begini Kabar Terakhir Ahed Tamimi dalam Pengadilan Militer Israel

“Konvensi tentang Hak-hak Anak, yang telah diratifikasi oleh Israel, dengan jelas menyatakan bahwa jika anak-anak harus dirampas kebebasannya itu haruslah hanya sebagai upaya terakhir, dan hanya untuk jangka waktu yang sesingkat mungkin,” kata Michael Lynk, pelapor khusus tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967.

“Tidak satu pun dari fakta kasus yang muncul untuk membenarkan penahanan Tamimi sebelum disidang, terutama mengingat keprihatinan yang diungkapkan oleh Komite mengenai Hak Anak tentang penahanan pra-peradilan dan penahanan di penjara,” Lynk mengatakan.

Tamimi dikurung di tahanan sejak dia ditangkap di rumahnya oleh tentara penjajah Israel Desember lalu, saat berusia 16 tahun. Empat hari sebelumnya, dia terekam secara fisik menghadapi tentara Israel di lahan tanah milik keluarganya di Nabi Salah, di Tepi Barat yang dijajah zionis.

Pada tanggal 1 Januari, Tamimi didakwa melakukan sejumlah pelanggaran berdasarkan hukum militer Israel. Beberapa dakwaan berasal dari insiden bulan Desember, dan yang lainnya berasal dari bulan April yang lalu. Pengadilan memutuskan bahwa dia harus tetap ditahan sampai akhir masa persidangannya, yang dijadwalkan pada awal Maret.

Ahed Tamimi Dikenakan 12 Tuduhan oleh Pengadilan Zionis

“Tamimi ditangkap pada tengah malam oleh pasukan bersenjata, dan kemudian diinterogasi oleh militer Israel tanpa ada pengacara atau anggota keluarga yang hadir. Ini melanggar jaminan hukum mendasar untuk mendapat akses konsultasi selama interogasi,” kata Jose Guevara, ketua Kelompok Kerja Penahanan sewenang-wenang.

Para ahli PBB juga mengatakan bahwa “tempat penahanannya – penjara Hasharon di Israel – dianggap melanggar Konvensi Jenewa Keempat yang menyatakan bahwa deportasi orang-orang yang dilindungi dari wilayah yang diduduki ke wilayah kekuasaan pendudukan, atau ke negara lain, dilarang, apapun motifnya.”

Zionis Hancurkan 168 Rumah, 740 Warga Termasuk 384 Anak Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

“Laporan dari Palestina menunjukkan bahwa Israel menahan dan menuntut antara 500 sampai 700 anak-anak Palestina di pengadilan militer setiap tahunnya,” Lynk mencatat.

“Kami telah menerima laporan bahwa anak-anak ini umumnya disiksa secara keji saat berada dalam tahanan, mengalami penganiayaan fisik dan psikologis, kehilangan akses ke pengacara atau anggota keluarga selama interogasi, dan diadili di bawah sistem pengadilan militer di mana ada kekhawatiran signifikan mengenai independensi dan ketidakberpihakan, dan tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi,” katanya.

Para ahli juga meminta pihak berwenang Israel untuk menghormati dan memastikan hak proses dasar, dengan memperhatikan hak dan perlindungan yang diberikan kepada anak-anak, dan menekankan kembali seruan mereka agar Tamimi dilepaskan sesuai dengan perlindungan ini.

Bagikan
Close X