Berita Terkini

Trump akan Keluarkan Pendapat Lebih Kuat pada Kasus Khashoggi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden AS, Donald Trump, pada hari Rabu (7/11/2018) mengatakan dia akan mengeluarkan “pendapat yang lebih kuat” atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pekan depan.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa AS bekerja dengan Turki dan Arab Saudi untuk mengungkap apa yang terjadi pada Khashoggi.

“Saya akan memiliki pendapat yang lebih kuat tentang itu pekan depan,” kata Trump. “Kami bekerja dengan Kongres, bekerja dengan Turki dan bekerja dengan Arab Saudi dan saya membentuk opini yang sangat kuat.”

Khashoggi, seorang warga negara Saudi dan seorang kolumnis untuk The Washington Post, terbunuh pada 2 Oktober setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.

Begitu berada di dalam, dia segera dicekik dan tubuhnya kemudian dipotong-potong, menurut kantor Kejaksaan Istanbul.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Jumat bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari pejabat pemerintah Saudi tingkat atas.

Baca juga:

Erdogan juga mengatakan para pelaku termasuk di antara 18 orang yang telah ditahan oleh Arab Saudi dalam kaitannya dengan pembunuhan itu.

Turki menuntut ekstradisi 18 orang tersebut tetapi Arab Saudi menyatakan akan menggelar pengadilan sendiri.

Setelah mengumumkan dia dibunuh, Arab Saudi belum mengungkapkan lokasi tubuh Khashoggi.

Anggota keluarga Khashoggi telah memohon kepada pemerintah Saudi untuk mengembalikan jasadnya sehingga mereka dapat memiliki, lalu menguburkannya dengan layak, tetapi para pejabat kerajaan Arab hanya diam.

Soal Mobil Esemka, Kiai Ma’ruf : “Gak Ada Urusan dengan Pemerintah”

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Calon Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin buka suara soal mobil Esemka yang pernah disebutnya akan diluncurkan dan diproduksi besar-besaran pada bulan Oktober 2018 lalu. Dia pun mempertanyakan anggapan pihak yang menyebutnya berbohong.

Menurutnya, ada pihak yang akan memproduksi mobil yang diklaim sebagai mobil nasional itu. “Ya itu kan ada orang, gak ada urusan dengan pemerintah, ada orang mau memproduksi katanya,” ungkap Kiai Ma’ruf di gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018) sebagaimana dilansir Kiblat.net

Calon wakil presiden pasangan Joko Widodo itu menegaskan, produksi mobil Esemka bukan tanggung jawab pemerintah. Karenanya, ia mempertanyakan tudingan yang menyebutnya telah berbohong terkait mobil Esemka.

“Ya mau jadi mau nggak, ya urusan orang itu. Saya bohongi siapa?” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Kiai Ma’ruf menyebut mobil Esemka akan diluncurkan pada bulan Oktober. “Bulan Oktober nanti akan diluncurkan mobil nasional bernama Esemka, yang dulu pernah dirintis oleh Pak Jokowi. Akan diproduksi besar-besaran,” kata Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jember, pada Kamis (27/09/2018)

Namun, hingga memasuki awal bulan November 2018, mobil Esemka belum juga diluncurkan. Kenyataan ini memunculkan anggapan bahwa Kiai Ma’ruf berbohong.

Sumber : Kiblat.net

Wiranto ‘Curhat’ Tentang Terorisme

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mengajak masyarakat yang cara berpikirnya sehat untuk melawan terorisme.

“Terorisme adalah lawan semua makhluk. Jadi seluruh masyarakat harus membantu pemerintah Indonesia,” katanya kepada Jurnalislam.com, Selasa (06/11/2018).

Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak bisa bergerak sendiri dan harus bekerja sama dengan yang lainnya. Karena terorisme tidak mengenal batas dan undang-undang negara manapun.

“Kalau pemerintah Indonesia tidak bekerja sama dengan pihak manapun, kita akan kewalahan sendiri,” pungkasnya.

Wiranto menjelaskan misal terorisme dikejar di Indonesia, lalu lari ke Malaysia misalnya, jika tidak ada kerjasama, ya kewalahan. Itu contoh kecilnya.

Padahal, lanjut Wiranto. Operasi terorisme selalu berkembang setiap tahunnya. Jadi perkembangan itu yang kita sharing ke negara peserta dan menjadikan terorisme sebagai musuh bersama.

Lebih dari 700 KK Terdampak Banjir Bandang Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengatakan, lebih dari 700 kepala keluarga terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga kecamatan di Tasikmalaya pada Selasa (6/11/2018). Tiga kecamatan itu adalah kecamatan Bantarkalong, Kecamatan Culamega, dan kecamatan Cipatujah.

“Saya mendapat laporan ada lebih dari 700 KK yang terdampak hari ini dan itu belum terdata semua,” katanya kepada awak media di Posko Utama Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor Kabupaten Tasikmalaya, Kp. Pasangrahan, Desa Cipatujah, Cipatujah, Rabu (7/11/2018) pagi ini.

Banjir bandang di Kabupaten Tasikmalaya

Ade menegaskan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu pemulihan pasca bencana. Untuk itu, ia meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tasikmalaya untuk mengambil langkah cepat guna meringankan beban masyarakat.

“Kepada BPBD ambil semua langkah yang bisa meringankan beban masyarakat, lakukan apa yang bisa dilakukan, administrasi belakangan. Kita upayakan semaksimal mungkin, saya bertanggungjawab penuh,” tegasnya.

Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Tasik selatan membuat sungai Ciwulan meluap. Tiga kecamatan yang terletak di daerah aliran sungai (DAS) Ciwulan itu tergenang setinggi 2 meter.

Hujan juga mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik. BPBD sementara mencatat ada 7 rumah rusak berat dan 4 rumah rusak ringan dan 173 rumah terendam banjir. Sedangkan korban meninggal ada 3 orang dan 2 orang dinyatakan hilang.

Ma’ruf Amin Yakin PBB Akan Gabung ke Koalisi Mereka

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin menanggapi potensi merapatnya Partai Bulan Bintang (PBB) ke dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Ia mengaku optimistis partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu akan membantunya dan Joko Widodo memenangi pemilihan presiden (pilpres) 2019 nanti.

Ya yakinlah, masa ndak yakin,” kata Ma’ruf Amin di Jakarta, Rabu (7/11) saat dikonfirmasi terkait bergabungnya PBB ke dalam koalisi. Lansir Republika.co.id.

Meski demikian, PBB hingga kini mengaku masih belum memberikan dukungan secara resmi ke kubu manapun.

Ketua Dewan Pemenangan PBB Sukmo Harsono mengatakan, sikap partai hingga saat ini masih netral. Dia menegaskan, PBB belum melakukan komunikasi dengan kedua kubu.

Bergabungnya Yusril, dikatakan Sukmo merupakan sikap pribadi yang tidak mewakili partai. Dia mengungkapkan, sikap resmi partai baru akan diumumkan setelah rapat korndinasi nasional (rakornas) pada November atau Desember nanti.

Yusril Ihza Mahendra diketahui menjadi penasehat hukum Jokowi-Ma’ruf.

Mantan Menteri Sekretaris Negara itu mengatakan, sebagai kuasa hukum, dirinya akan memberikan masukan dan pertimbangan hukum yang benar kepada klien agar mereka tidak salah dalam melangkah, serta melakukan pembelaan jika ada hak-haknya yang dilanggar pihak lain.

Yusril menegaskan jika dirinya juga tidak akan bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) KIK. Dia mengatakan, dirinya hanya akan menjadi pengacara profesional di luar struktur tim sukses pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 01.

Lagi pula, dia melanjutkan, TKN sudah membentuk direktorat hukum dan advokasi. Namun, KIK mengonfirmasi jika kerja pendampingan hukum oleh Yusril akan disinergikan dengan Direkorat Hukum dan Advokasi yang dikepalai Ade Irvan Pulungan.

“Ya kira lihat aja nanti, yang penting Yusril sudah ikut kesini. Dia kan ketua umum PBB, ya saya kira pengaruh ketua kan besar sekali,” kata Ma’ruf lagi.

 

Begini Kabar Terakhir Muslim Myanmar

DHAKA (Jurnalislam.com) – Bangladesh sedang dalam tahap akhir untuk merelokasi 100.000 pengungsi Muslim Rohingya ke pulau terpencil di tengah kekhawatiran kaum Muslim Myanmar yang tertindas itu bahwa mereka kemungkinan bisa hanyut dalam kondisi cuaca buruk, lansir Anadolu Agency Selasa (6/11/2018).

Implementasi proyek Angkatan Laut Bangladesh, di bawah Kantor Perdana Menteri dengan perkiraan anggaran BDT 23,12 miliar (lebih dari $ 280 juta), kemungkinan akan selesai pada tahun 2019.

Anggaran proyek besar di pulau Bhasan Char telah sepenuhnya didanai oleh pemerintah Bangladesh.

Pulau kecil itu, yang namanya berarti “pulau terapung”, muncul dari Teluk Benggala pada 2006 dan terletak sekitar 30 km (21 mil) dari daratan.

Tidak ada wartawan, pekerja organisasi non-pemerintah atau pihak luar manapun – yang tidak terlibat dengan proyek – yang diizinkan untuk mengunjungi pulau itu.

Namun, seorang koresponden Anadolu Agency dapat mengunjungi tempat tersebut baru-baru ini menggunakan saluran yang berbeda.

Selama kunjungan lapangan terlihat bahwa pembangunan sejumlah hampir 1.440 pemukiman mega rumah telah selesai, tidak termasuk beberapa finishing eksternal. Setiap pemukiman terdiri dari 16 kamar, enam toilet, empat kamar mandi dan delapan kompor gas.

Di dalam setiap ruang keluarga, ada dua tempat tidur bertingkat sehingga setiap kamar memiliki empat tempat tidur tunggal.

Dengan demikian, jumlah total ruang satu keluarga berbasis tersebut adalah 23.040 dengan fasilitas tempat tidur untuk 92.160 orang.

Setiap kamar telah disiapkan untuk keluarga beranggotakan empat orang. Tetapi sebagian besar keluarga Rohingya terdiri dari lebih dari empat anggota, termasuk anak-anak dan orang tua.

Setiap keluarga akan memiliki kipas langit-langit di kamar mereka, serta kompor gas untuk memasak. Koresponden ini juga mengamati bahwa jalan antara tempat penampungan masih dalam pembangunan.

Selain itu, ada rencana untuk membangun total 120 penampungan siklon bertingkat tiga. Ada juga rencana penggalian satu tambak untuk empat mega rumah yang dapat dikatakan untuk 64 keluarga atau 256 jiwa.

Sudah banyak kolam yang digali sementara yang lain sedang dalam proses. Sebuah gudang besar untuk menyimpan barang-barang bantuan untuk Rohingya telah dibangun, sementara pembangunan gudang lain sedang direncanakan.

Baca juga: 

Untuk melindungi pulau dari bencana alam, terutama dari banjir, dua tanggul, setinggi tiga meter dan panjangnya 13 kilometer, juga sedang dibangun di sekitar proyek pemukiman Rohingya di pulau itu.

Ada juga 29 bangunan mercusuar untuk memantau keseluruhan area proyek, sementara pembangunan dermaga sedang dalam tahap akhir.

Bagian yang paling menarik dari keseluruhan proyek adalah pembangunan wisma tamu VIP, yang disebut oleh para pekerja sebagai Rumah Perdana Menteri.

Wisma negara mewah bertingkat tiga ini dibangun dengan sangat hati-hati karena Perdana Menteri Sheikh Hasina seharusnya tinggal di sini selama beberapa waktu selama peresmian proyek tersebut.

Wisma ini nantinya akan diberikan kepada Angkatan Laut Bangladesh dan Penjaga Pantai, kata sumber internal yang terlibat dengan proyek tersebut. Pembangunan markas dan barak-barak bagi para pejabat dan staf dari dua pasukan juga dalam tahap akhir.

Ada dua helipad, satu telah selesai dan satu lagi sedang dibangun, sebagai bagian dari proyek.

Untuk memastikan air minum murni, total 1.680 tabung sumur telah disiapkan, sementara 260 tangki air – termasuk 20 tangki dengan kapasitas 2.000 liter, 48 tangki dari 500 liter dan 192 tangki kapasitas 300 liter – juga telah dibangun.

Sebagian besar pengungsi Rohingya yang tinggal di tempat rongsokan kotor dan jorok di kawasan Cox’s Bazar di Bangladesh tenggara karena takut dipindah ke pulau Bhasan Char yang jauh, yang dilaporkan rentan terhadap bencana alam.

Mohammad Zafar Hossain, 32 tahun, seorang pengungsi Rohingya di kamp Kutupalang, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dia tidak akan pindah ke Bhasan Char. “Entah saya akan kembali ke negara saya dengan hak penuh atau mati di sini, tetapi saya tidak akan pergi ke sana (Bhasan Char),” katanya.

Namun, Gulzar Begum, 38 tahun, seorang wanita Rohingya di kamp yang sama, mengatakan dia tidak memiliki masalah untuk beralih ke Bhasan Char jika pemerintah Bangladesh meyakinkan mereka tentang keselamatan dari bencana alam.

“Saya takut pergi ke Bhasan Char. Sangat jauh dan terisolasi. Kami mungkin hanyut setiap saat,” kata Madina Khatun, 50 tahun, seorang ibu Rohingya dari empat anak.

Ansar Ali, seorang tokoh masyarakat di kamp pengungsi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa target utama mereka adalah kembali ke tanah air mereka, Negara Bagian Rakhine, dengan martabat dan hak kewarganegaraan yang layak.

“Kami tidak ingin menetap di pulau terpencil mana pun di Bangladesh untuk menjalani kehidupan lain yang tidak pasti dan seperti penjara,” kata Ali, menambahkan bahwa tanpa laut tidak akan ada apapun di sekitar kita.

Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh polisi Bangladesh, sedikitnya 87 persen pengungsi Rohingya tidak mau dipindahkan ke pulau Bhasan Char, New Age, sebuah harian lokal, melaporkan.

Pejabat tinggi LSM internasional yang bekerja untuk pengembangan daerah pesisir di Bangladesh, mengatakan pemulangan damai adalah solusi terbaik untuk krisis ini.

Berbicara kepada Anadolu Agency dengan kondisi anonimitas, pejabat itu mengatakan relokasi ke Bhasan Char dapat menjadi solusi sementara dari krisis ini karena kehidupan di kamp-kamp kotor di Cox’s Bazar benar-benar tak tertahankan.

Rohingya, digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat terhadap serangan sejak puluhan tewas dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut laporan oleh Badan Pembangunan Internasional Ontario (the Ontario International Development Agency-OIDA) ).

Lebih dari 34.000 Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, berjudul “Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman Tak Terungkap (Forced Migration of Rohingya: The Untold Experience)”.

Sekitar 18.000 wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambahnya.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, kebanyakan anak-anak, dan wanita, melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas itu pada bulan Agustus 2017.

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar.

Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut bisa dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

 

CIA Lihat Semua Bukti, Setelah Mutilasi Khashoggi Saudi Rusak CCTV

TURKI (Jurnalislam.com) – Khashoggi – seorang penulis Saudi, warga AS dan kolumnis Washington Post – memasuki gedung Konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen yang menyatakan bahwa dia telah menceraikan mantan istrinya sehingga dia dapat menikah lagi.

Setelah beberapa pekan menyangkal secara berulang bahwa mereka ada hubungannya dengan kepergiannya, kerajaan Saudi akhirnya mengakui bahwa pembunuhan itu direncanakan. Keberadaan tubuhnya masih belum diketahui.

Berikut ini perkembangan terbaru, lansir Aljazeera:

Selasa, 6 November

Pemimpin Mesir menyalahkan liputan media tentang pembunuhan Khashoggi

Presiden Mesir mengatakan liputan media memainkan “peran negatif” dalam kasus Khashoggi.

“Kita harus berhenti dan menunggu pihak berwenang dan badan yudisial yang relevan (di Arab Saudi) mengumumkan hasil penyelidikan,” Abdel-Fattah el-Sisi mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa.

Bulan lalu, Mesir menyerukan investigasi transparan terhadap hilangnya jurnalis dan menentang jika kasus tersebut digunakan untuk mengeksploitasi Arab Saudi secara politik.

Arab Saudi dan Mesir memiliki hubungan yang erat. Kerajaan telah memberi bantuan miliaran dolar kepada Mesir dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala CIA melihat semua bukti terkait dengan sumber pembunuhan Khashoggi

Sebuah sumber keamanan Turki mengatakan bahwa kepala Direktur Al Jazeera CIA, Gina Haspel, telah melihat semua bukti terkait pembunuhan Khashoggi.

Bukti membuktikan operasi itu dilakukan atas perintah dari tingkat kepemimpinan tertinggi di Arab Saudi, sumber itu menambahkan.

Haspel berada di Turki pekan lalu untuk meninjau bukti, sebelum memberi penjelasan kepada Presiden AS Donald Trump di Washington, DC.

Sumber-sumber Turki juga mengatakan bahwa Arab Saudi akan membayar “uang darah” atau kompensasi kepada keluarga Khashoggi dan tunangannya.

Baca juga:

Laporan: Saudi merusak kamera CCTV setelah pembunuhan Khashoggi

Media Turki melaporkan bahwa staf di konsulat Arab Saudi di Istanbul mencoba membongkar kamera keamanan untuk membantu menutupi pembunuhan Khashoggi.

Surat kabar Sabah yang pro-pemerintah melaporkan bahwa Saudi mencoba merusak kamera di dalam konsulat pada 2 Oktober, hari dimana Khashoggi dibunuh.

Mereka juga mencoba mengutak-atik kamera di bilik keamanan polisi di luar gedung.

Menurut laporan itu, pada pukul 1 pagi tanggal 6 Oktober, seorang anggota staf konsulat pergi ke pos keamanan polisi di luar konsulat Saudi untuk mengakses sistem video.

Sabah melaporkan bahwa anggota staf memasukkan kode kunci digital ke dalam sistem, yang tidak membongkar kamera apa pun tetapi mencegah akses ke video yang menunjukkan pergerakan di pintu masuk, termasuk kedatangan Khashoggi di konsulat.

Andrew Simmons dari Al Jazeera melaporkan dari Istanbul mengatakan bahwa upaya mereka, bagaimanapun juga, tidak relevan karena polisi telah menguraikan pengkodean dan mengakses sistem, serta mengambil salinan video jauh sebelum Saudi melakukan upaya merusak.

“Semua ini menunjukkan, menurut pejabat Turki, dalam hal … seluruh prosedur, bahwa ada upaya oleh konsulat Arab Saudi untuk sekali lagi mengutak-atik bukti,” kata Simmons.

“Ini mengikuti pola kebocoran yang menunjukkan tanpa keraguan, menurut Turki, bahwa Saudi tidak berusaha untuk menyelidiki pembunuhan, tapi mereka berusaha untuk menutupinya.”

Uni Eropa mendesak kerja sama Saudi dengan pemerintah Turki

Komisi Eropa telah meminta Arab Saudi untuk berkolaborasi dengan pihak berwenang Turki dalam menyelidiki pembunuhan wartawan Saudi.

“Kami mengharapkan lembaga Saudi untuk memberikan semua informasi yang mereka miliki tentang kasus ini dan memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab dibawa ke pengadilan. Ini perlu dilakukan dalam kerja sama penuh dengan pemerintah Turki,” kata juru bicara komisi Maja Kocijancic, pada hari Selasa.

“Sejak awal, kami telah meminta Arab Saudi untuk menjelaskan pembunuhan Jamal Khashoggi melalui penyelidikan penuh yang kredibel, transparan dan cepat,” tambahnya.

Dalam resolusi tidak mengikat pada 25 Oktober, Parlemen Eropa mengutuk keras penyiksaan dan pembunuhan wartawan yang dilaporkan tersebut.

Parlemen mendesak penyelidikan internasional yang “independen dan tidak memihak” atas pembunuhan itu, juga memperingatkan bahwa sanksi dapat dikenakan jika agen Saudi dinyatakan bersalah dalam kematiannya.

Kepala CIA melihat semua bukti terkait dengan sumber pembunuhan Khashoggi

Sebuah sumber keamanan Turki mengatakan bahwa kepala Direktur Al Jazeera CIA, Gina Haspel, telah melihat semua bukti terkait pembunuhan Khashoggi.

Bukti membuktikan operasi itu dilakukan atas perintah dari tingkat kepemimpinan tertinggi di Arab Saudi, sumber itu menambahkan.

Haspel berada di Turki pekan lalu untuk meninjau bukti, sebelum memberi penjelasan kepada Presiden AS Donald Trump di Washington, DC.

Sumber-sumber Turki juga mengatakan bahwa Arab Saudi akan membayar “uang darah” atau kompensasi kepada keluarga Khashoggi dan tunangannya.

Laporan: Saudi merusak kamera CCTV setelah pembunuhan Khashoggi

Media Turki melaporkan bahwa staf di konsulat Arab Saudi di Istanbul mencoba membongkar kamera keamanan untuk membantu menutupi pembunuhan Khashoggi.

Surat kabar Sabah yang pro-pemerintah melaporkan bahwa Saudi mencoba merusak kamera di dalam konsulat pada 2 Oktober, hari dimana Khashoggi dibunuh.

Mereka juga mencoba mengutak-atik kamera di bilik keamanan polisi di luar gedung.

Menurut laporan itu, pada pukul 1 pagi tanggal 6 Oktober, seorang anggota staf konsulat pergi ke pos keamanan polisi di luar konsulat Saudi untuk mengakses sistem video.

Sabah melaporkan bahwa anggota staf memasukkan kode kunci digital ke dalam sistem, yang tidak membongkar kamera apa pun tetapi mencegah akses ke video yang menunjukkan pergerakan di pintu masuk, termasuk kedatangan Khashoggi di konsulat.

Andrew Simmons dari Al Jazeera melaporkan dari Istanbul mengatakan bahwa upaya mereka, bagaimanapun juga, tidak relevan karena polisi telah menguraikan pengkodean dan mengakses sistem, serta mengambil salinan video jauh sebelum Saudi melakukan upaya merusak.

“Semua ini menunjukkan, menurut pejabat Turki, dalam hal … seluruh prosedur, bahwa ada upaya oleh konsulat Arab Saudi untuk sekali lagi mengutak-atik bukti,” kata Simmons.

“Ini mengikuti pola kebocoran yang menunjukkan tanpa keraguan, menurut Turki, bahwa Saudi tidak berusaha untuk menyelidiki pembunuhan, tapi mereka berusaha untuk menutupinya.”

Pemimpin Qatar: Krisis Teluk Rusak Stabilitas Regional

DOHA (Jurnalislam.com) – Pemimpin Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mengatakan pada hari Selasa (6/11/2018) bahwa memburuknya hubungan Teluk menghalangi upaya untuk menyelesaikan masalah regional.

“Hubungan Teluk yang memburuk memperlemah kemampuan kami untuk menyelesaikan masalah regional,” katanya dalam pidato di Dewan Syura negara itu.

“Keamanan dan stabilitas Teluk serta negara-negara Arab tidak akan tercapai dengan prasangka kedaulatan mereka,” katanya. “Sejarah mengajarkan kita bahwa krisis akan berlalu.”

Sheikh Tamim mengatakan kelanjutan krisis Teluk telah mengungkap “kegagalan Dewan Kerjasama Teluk (the Gulf Cooperation Council-GCC) untuk mencapai tujuannya dan memenuhi aspirasi rakyat kami”.

GCC adalah blok enam negara Teluk Arab yang kaya minyak, yaitu Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain dan Qatar.

Pada Juni tahun lalu, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain secara kolektif memutuskan hubungan dengan Doha-Qatar, menuduh negara itu mendukung terorisme.

Poros yang dipimpin Saudi juga memberlakukan embargo udara / darat / laut di Qatar, yang terus membantah tuduhan teror itu.

Baca juga:

Dalam pidatonya, penguasa Qatar menguraikan pencapaian ekonomi negaranya selama tahun lalu.

Dia mengatakan mata uang Qatar telah mempertahankan nilainya sejak awal krisis Teluk.

“Ekspor kami telah tumbuh sebesar 18 persen tahun lalu,” katanya, sambil menekankan bahwa Doha akan terus mengembangkan industri minyak dan gasnya karena ingin mempertahankan statusnya sebagai eksportir gas alam cair teratas dunia.

Tahun lalu, Qatar mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi gas alam cairnya menjadi 100 juta ton dalam tujuh tahun ke depan, naik dari 80 juta ton saat ini.

Rusia Sebut Sanksi AS Terhadap Iran ‘Tidak Sah’

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Sanksi AS terhadap Iran “benar-benar tidak sah dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata menteri luar negeri Rusia pada hari Selasa (6/11/2018).

Mengejar kebijakan ultimatum dan keputusan sepihak adalah hal yang tidak dapat diterima, kata Sergey Lavrov pada konferensi pers di Madrid setelah pertemuan dengan mitra Spanyolnya Josep Borrell.

“Adapun langkah-langkah Amerika terhadap Iran benar-benar tidak sah. Mereka dilakukan dalam pelanggaran mencolok terhadap keputusan Dewan Keamanan PBB, dan bentuk-bentuk di mana langkah-langkah ini diumumkan dan dilaksanakan, tentu saja sangat mengecewakan,” dia berkata, lansir Anadolu Agency.

Washington mengumumkan sanksi baru pada hari Senin (4/11/2018) menargetkan sektor energi dan keuangan Iran bersama dengan industri pelayarannya.

Lebih dari 700 individu, entitas, pesawat terbang, dan kapal masuk daftar hitam, termasuk 50 bank Iran dan anak perusahaan domestik dan asing mereka.

Baca juga:

Khususnya, tekanan pada operator SWIFT tidak dapat diterima, kata Lavrov.

Dia mengatakan bahwa negara-negara peserta Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (the Joint Comprehensive Plan of Action-JCPOA) bekerja untuk mendukung hubungan ekonomi dengan Iran berdasarkan perjanjian ini.

Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari JCPOA 2015 pada bulan Mei, menyiapkan panggung bagi Washington untuk menerapkan kembali semua sanksi yang dicabutnya sebagai bagian dari perjanjian.

Semua penandatangan lainnya – Cina, Uni Eropa, Perancis, Jerman, Iran, Rusia dan Inggris – tetap dalam kesepakatan itu.

Kesepakatan itu memberi Iran bantuan miliaran dolar dari sanksi internasional dalam pertukaran untuk menyapu bersih dan melakukan inspeksi atas program nuklirnya.

Pasukan AS Mulai Patroli dengan Milisi SDF di Timur Laut Suriah

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pasukan AS telah memulai patroli di Suriah timur laut, seorang pejabat militer mengkonfirmasi pada hari Senin (5/11/2018).

Patroli itu dimulai setelah militer Turki menembaki beberapa posisi YPG di wilayah itu pekan lalu. YPG adalah cabang kelompok teror PKK Suriah sedangkan SDF bagian dari YPG.

Pada konferensi pers, juru bicara Pentagon Kolonel Rob Manning mengatakan “patroli penjamin (assurance patrols)” dengan pasukan SDF dimulai Jumat.

“Meskipun tidak ada jadwal yang ditetapkan untuk patroli atau keteraturan khusus ini, patroli ini akan memungkinkan kami, Turki dan mitra SDF kami untuk menjaga keselamatan dan keamanan kawasan,” kata Manning.

Baca juga: 

Mengenai patroli gabungan yang dimulai dengan militer Turki di Manbij, Manning mengatakan: “Patroli dan upaya kami yang terus-menerus untuk mengurangi ketegangan akan memungkinkan kami untuk fokus pada tujuan kami yaitu memastikan bersih dari sisa-sisa milisi IS”.

PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa.

Dalam lebih dari 30 tahun serangan teror melawan Turki, PKK telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.