Langsung ke konten

Jurnal Islam

Senin, 23 Rabi'ul Akhir 1448 / 05 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Berharap Turki Melunak dalam Operasi MIliter di Suriah, Sekneg AS Temui Erdogan di Ankara

Berharap Turki Melunak dalam Operasi MIliter di Suriah, Sekneg AS Temui Erdogan di Ankara
Arie Ristyan
16 Februari 2018, 09:18

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sekretaris negara AS telah memulai kunjungan dua hari ke Turki, di mana Rex Tillerson berharap dapat mengurangi ketegangan antara pejabat AS dan Turki mengenai konflik di Suriah.

Sebuah perang kata-kata antara kedua Negara sekutu NATO tersebut meningkat sejak Turki melancarkan operasi militer ke wilayah Afrin di Suriah utara bulan lalu untuk membasmi pasukan YPG Kurdi, yang menjadi tokoh di antara koalisi kelompok bersenjata dukungan AS.

Pada kunjungan ke Kuwait, Yordania dan Lebanon, Tillerson tiba di ibukota Turki, Ankara, pada hari Kamis (15/02/2018) di mana dia bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, lansir Aljazeera.

Sekneg AS Ajak Turki Bersatu Lawan IS, Erdogan: Sandiwara IS Sudah Berakhir

Awal pekan ini, Turki menuntut agar AS mengusir YPG dari koalisi the Syrian Democratic Forces (SDF), yang telah memerangi Islamic State (IS) di Suriah dengan dukungan dari AS.

“Kami menuntut hubungan ini berakhir,” kata Nurettin Canikli, menteri pertahanan Turki, kepada wartawan dalam sebuah briefing di Brussels pada hari Kamis.

Pemerintah Turki memandang YPG sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah melakukan serangan selama puluhan tahun melawan Ankara.

“Kami ingin mereka [AS] mengakhiri semua dukungan yang diberikan kepada kelompok PKK Suriah, YPG,” kata Canikli, seperti dilansir kantor berita Reuters.

Awal bulan ini, Erdogan mengatakan AS mengirim ribuan senjata ke YPG di Suriah, sebuah klaim yang ditolak Tillerson pada hari Kamis.

AS “tidak pernah memberikan senjata berat” kepada YPG dan, oleh karena itu, tidak ada yang perlu diambil kembali, kata Tillerson.

Turki juga menuntut agar tentara AS meninggalkan Manjib, sebuah kota Suriah di sebelah timur Afrin yang dipegang oleh milisi Kurdi, atau menghadapi konfrontasi.

Sebagai tanggapan, Paul Funk, komandan pasukan AS di Suriah dan Irak, mengatakan AS dan mitranya di Suriah akan membalas jika diserang.

“Anda menyerang kami, kami akan merespon dengan agresif, kami akan membela diri,” kata Funk, saat berkunjung ke Manjib bulan ini.

Lawan Pasukan AS di Manbij, Turki akan Gunakan Jurus Pasukan Elit Ottoman

Presiden Turki kemudian mengancam akan memberikan “tamparan Ottoman” – sebuah taktik yang digunakan oleh pasukan Ottoman di abad ke-17 yang, menurut legenda, bisa berakibat fatal – jika AS tidak menyingkir.

Saat Tillerson mengeluarkan pernyataan lebih damai dengan mengatakan pekan ini bahwa AS “sangat sadar akan masalah keamanan yang dikhawatirkan Turki,” para pejabat di Ankara lebih blak-blakan tanpa basa-basi.

“Hubungan kami telah mencapai tahap yang sangat kritis,” kata Mevlut Cavusoglu, menteri luar negeri Turki, pada 12 Februari, media setempat melaporkan.

“Walaupun kita memperbaiki hubungan, mereka tetap akan memperburuk sepenuhnya.”

Realitas politik yang semakin kompleks di Suriah sesuai dengan gambaran Staffan de Mistura, utusan khusus PBB untuk Suriah, yaitu situasi “paling kejam, berbahaya dan mengkhawatirkan” yang pernah dia saksikan sejak dia menyelesaikan jabatannya empat tahun lalu.

“Apa yang kita lihat di Suriah hari ini tidak hanya membahayakan pengaturan de-eskalasi dan stabilitas regional, namun juga merongrong upaya untuk solusi politik,” kata Mistura pada hari Rabu.

31 Pasukan Turki dan 1.369 Milisi Tewas dalam Operasi Militer di Suriah

Namun Suriah bukanlah satu-satunya penyebab hubungan tegang antara Washington dan Ankara.

Tahun lalu, kedua negara menunda sementara layanan visa non-imigran di kedutaan masing-masing karena penangkapan beberapa anggota staf di konsulat AS di Istanbul.

Pejabat Turki melaporkan anggota staf memiliki hubungan dengan Fethullah Gulen, yang dituduh Ankara bertanggung jawab atas kudeta mematikan yang gagal pada tahun 2016.

Walaupun Gulen, yang mengasingkan diri sendiri di AS, membantah tuduhan tersebut, pemerintah Turki memberikan tekanan kepada Washington untuk mengekstradisi Gulen dalam menghadapi tuduhan atas usaha kudeta.

Amerika Serikat sejauh ini menolak untuk mengekstradisi Gulen.

Tags AS Konflik Suriah pkk PYD turki

Berita Terkait

Israel Kembali Serang Lebanon Selatan dengan Artileri dan Senapan Mesin
Berita

Israel Kembali Serang Lebanon Selatan dengan Artileri dan Senapan Mesin

29 Agustus 2026
Serangan Udara Israel Guncang Ibu Kota Lebanon
Berita

Serangan Udara Israel Guncang Ibu Kota Lebanon

6 Juni 2025
Tentara Suriah Rebut Ladang Minyak Terbesar dari Milisi SDF di Deir Ezzor
Berita

Tentara Suriah Rebut Ladang Minyak Terbesar dari Milisi SDF di Deir Ezzor

20 Januari 2026
Amien Rais dan Ketum Partai Ummat Akan Bertemu Presiden Erdogan Bahas Pembebasan Palestina
Berita

Amien Rais dan Ketum Partai Ummat Akan Bertemu Presiden Erdogan Bahas Pembebasan Palestina

3 November 2023
Erdogan Bela Hamas: Mereka Pejuang Palestina, Bukan Teroris
Berita

Erdogan Bela Hamas: Mereka Pejuang Palestina, Bukan Teroris

23 September 2025
Serangan Udara Israel di Lebanon Tewaskan Satu Warga Sipil dan Lukai 20 Orang
Berita

Serangan Udara Israel di Lebanon Tewaskan Satu Warga Sipil dan Lukai 20 Orang

28 Juni 2025

Terpopuler

Berita

  1. Kisah Maysa dan Mary, Ibu-Anak Kristen yang Gugur dalam Serangan Gaza
  2. Serangan Israel Hantam Apartemen di Gaza, Lima Warga Palestina Gugur
  3. Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump
  4. Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di Riyadh, Saudi Sebut Pernyataan Menyesatkan

Artikel

Sorry. No data so far.

Berita

  1. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  2. Sidang Korupsi Haji, Ke Mana US$1 Juta Uang Lobi Pansus Haji? Gus Alex Yakin Sampai ke Nusron Wahid
  3. Keluarga Minta Densus 88 Jelaskan Perkara YD yang Ditangkap di Mojosongo Solo
  4. AS-China Bentuk Dialog Super Intelligence Usai Pertemuan Trump-Xi

Artikel

  1. Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja
  2. Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

Berita

  1. Menembus Jarak, MeDAN dan Aliansi Muslim Bali Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
  2. FORSITAMA Cemani Gelar Pelatihan Digital Marketing, Bekali 138 Remaja Masjid Hadapi Era Digital
  3. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  4. Perkuat Sinergi Pendidikan dan Dakwah, Al Mukmin Ngruki Silaturahmi ke PP Muhammadiyah

Artikel

  1. Bias Konfirmasi: Ketika Kita Sulit Melihat Kesalahan Sendiri
  2. Ketika Anak Bertemu Dunia yang Tidak Selalu Aman
  3. Ditjen Pesantren Sudah Berdiri, Kini Ummat Menunggu Buktinya

Opini

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

Adab Bekerja dalam Islam: Hak dan Kewajiban Pekerja serta Pemberi Kerja

29 Sep 2026 18:18:15
Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

Boikot, Antara Mimbar dan Meja Menlu

29 Sep 2026 05:00:51
Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

Pidato Sugiono di PBB: Palestina dan Ujian Multilateralisme yang Belum Usai

28 Sep 2026 18:37:20
Jaminan Kesehatan Tanpa Pungutan Biaya, Potret Negara Sebagai Pelayan Rakyat

Jaminan Kesehatan Tanpa Pungutan Biaya, Potret Negara Sebagai Pelayan Rakyat

28 Sep 2026 13:23:19

Internasional

Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di Riyadh, Saudi Sebut Pernyataan Menyesatkan

Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di Riyadh, Saudi Sebut Pernyataan Menyesatkan

4 Okt 2026 19:23:46
Israel Bombardir Apartemen di Gaza, Ibu dan Anak Perempuan Kristen Tewas

Israel Bombardir Apartemen di Gaza, Ibu dan Anak Perempuan Kristen Tewas

4 Okt 2026 16:48:23
Komisi HAM AS Patahkan Dalih Trump: Anti-Zionisme Bukan Otomatis Antisemitisme

Komisi HAM AS Patahkan Dalih Trump: Anti-Zionisme Bukan Otomatis Antisemitisme

4 Okt 2026 16:47:08
Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump

Dalih Antisemitisme untuk Bungkam Pro-Palestina? Komisi AS Soroti Kebijakan Trump

4 Okt 2026 16:45:35

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP
[INFOGRAFIS] CIRI-CIRI WANITA SHALIHAH
[INFOGRAFIS] Satu Tahun Terakhir, Teroris OPM Semakin Sadis

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED